Adat Nusantara
114 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
UPACARA NYOBENG
Ritual Ritual
Kalimantan Barat

Nyobeng merupakan acara memandikan atau membersihkan tengkoran manusia hasil ngayau. Upacara Nyobeng ini dilaksanakan setiap tanggal 15 Juni, yakni setelah musim panen padi dan untuk menghadapi musim pemggarapan ladang berikutnya. Puncak ritual ini dilaksanakan di Rumah Balug (Rumah Adat) yang berada di tengah kampung, di rumah inilah tersimpan benda pusakan seperti gong, simlog atau sibakng (menyerupai bedug), tengkorak hasil ngayau para leluhur, kalung dari taring babi dan sebagainya. Sebelum acara dimulai, di batas kampung diadakan upacara "Naburi" (Upacara "Pepasan"), yakni para tamu dipercikkan air menggunakan daun anjuang yang telah diberi mantera sebagai penolak bala, kemudian tamu menginjak buah kundur yang diletakkan dalam suatu wadah. Menjelang acara ritual, setiap rumah membuat sesajen dan dioleskan darah sayap ayam, darah sayap ayam ini sebagian dipercikkan ke berbagai tempat yang dianggap sakral, sekitar rumah adat dan perkampungan. Menjelang sore hari ketua adat me...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Mandau
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Kalimantan Barat

Mandau  adalah senjata tajam sejenis  parang  berasal dari kebudayaan  Dayak  di  Kalimantan . Mandau termasuk salah satu  senjata tradisional Indonesia . Berbeda dengan arang, mandau memiliki  ukiran  - ukiran di bagian bilahnya yang tidak tajam. Sering juga dijumpai tambahan lubang-lubang di bilahnya yang ditutup dengan kuningan atau tembaga dengan maksud memperindah bilah mandau. Mandau berasal dari asal kata "Man" salah satu suku di china bagian selatan dan "dao" [1]  yang berarti golok dalam bahasa china. Suku Dayak dengan senjata Mandaunya terkenal kejam dan ahli dalam peperangan, kelompok klan mereka melawan bangsa-bangsa lain yang datang ke pulau kalimantan, termasuk bangsa Melayu dan Bangsa Austronesia, karena seringnya peperangan antar klan dan bangsa-bangsa yang datang ke pulau kalimantan, Pedang mandau menjadi terkenal dengan bilah senjatanya yang tajam dan digunakan untuk memenggal kepala musuh-musuhnya (adat...

avatar
Bella_tamara
Gambar Entri
King Baba
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Kalimantan Barat

Pakaian adat Kalimantan Barat bermacam-macam diantaranya yaitu Pakaian adat  king baba  untuk laki laki dan  king bibinge  untuk perempuan. Pakaian ini adalah pakaian yang digunakan sudah sejak dulu oleh masyarakat Kalimantan Barat. Pakaian adat Kalimantan Barat berbahan kulit kayu yang diproses menjadi kain kulit kayu yang digunakan sebagai bahan pakaian adat Kalimantan Barat adalah Kulit kayu kapuo atau ampuro. Kulit kayu tersebut dipukul termasuk di pukul di dalam air menggunakan pemukul yang berbentuk bulat. Kemampuan mengolah kulit kayu menjadi kain oleh masyarakat Kalimantan Barat merupakan kemampuan yang secara turun temurun diturunkan oleh nenek moya masyarakat Kalimantan Barat. Selain itu, kemampuan lain masyarakat Kalimantan Barat itu adalah menenun. Dalam berpakaian masyarakat Kalimantan Barat, ada pembeda antara pakaian laki-laki dan perempuan. Pembeda itu yaitu pakaian laki laki terdiri dari tutup kepala berhiaskan bulu burung enggang, baju ta...

avatar
Friskalaras
Gambar Entri
Tari Bopureh
Tarian Tarian
Kalimantan Barat

Kisah cinta di tanah jauh, tanah kerinduan di Rijuan Tujuh Tujuan akhir pemuda rantau, dari jangkang di atas sanggau Gadis kanayan memikat hati, memberikan cinta sepenuh hati Bumi dipijak langit dijunjung, sampaikan cinta pada penghujung Beda bahasa beda budaya, lain adat lain silsilah Pagar batas menahan langkah, warna-warni masalah berujung kisah Apakah cinta seputih kapas, mengubah pelangi di langit lepas Di bait terakhir puisi tersebut, tergambar kerisauan hati seorang pria yang cintanya terhalang oleh adat. Kisah cinta yang terhalang oleh adat merupakan kisah klasik yang banyak terjadi di masyarakat Suku Dayak, Kalimantan. Sejak dulu, berkembang peraturan adat yang mengatur pantangan menikah dengan seseorang yang berlainan suku. Hal ini lazim terjadi mengingat Suku Dayak memiliki subetnis yang banyak dengan kebudayaan yang berbeda-beda. Puisi bertemakan kisah kasih tak sampai tersebut kemudian menjadi prolog lahirnya sebuah tari kreasi yang berna...

avatar
Oase
Gambar Entri
Gendang Beriak
Alat Musik Alat Musik
Kalimantan Barat

Sama halnya dengan musik tradisional berbagai suku di Asia Tenggara lainnya, musik Suku Dayak juga didominasi oleh bunyi-bunyi yang dihasilkan dari alat musik perkusi. Musik perkusif merupakan musik yang lahir dari kebudayaan yang lekat hubungannya dengan alam. Dengan kata lain, musik ini bersumber dari pola hidup masyarakat yang agraris, mengingat alat musik perkusif lahir dan terinspirasi dari tumbuhan.  Dayak memiliki berbagai alat musik perkusif, seperti togunggak, peruncong, sengkurung, gendang Dayak, dan lainnya. Yang menarik, salah satu ciri dari alat musik perkusi Dayak adalah nadanya yang saling mengisi, atau dalam istilah Suku Dayak disebut dengan ngait atau ngipa atau ningka.    Menurut Willian Malm, seorang etnomusikolog berkebangsaan Amerika, tangga nada dalam alat musik Dayak tidak sama dengan alat musik tradisional Jawa. Alat musik Dayak hanya mempunyai lima tangga nada dan tidak memilki jarak nada setengah yang disebut dengan anhemi...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tenun Sambas
Motif Kain Motif Kain
Kalimantan Barat

Sekitar 300 tahun yang lalu, nenek moyang di Kesultanan Sambas telah membuat kain tenun sambas. Konon, tenun sambas ini sudah dibuat perempuan-perempuan di Kesultanan Sambas sejak Sultan Sulaiman mendirikan kesultanan ini pada tahun 1675. Dahulu, tenun Sambas digunakan sebagai pelengkap untuk pelaksanaan ritual adat, salah satunya dalam ritual pernikahan. Hingga kini tradisi tenun di Sambas masih dilanjutkan oleh kaum laki-laki dan perempuan. Pembuatan kain tenun yang dikenal masyarakat di sana biasa menyebutnya dengan menenun ini biasa dilakukan melalui proses persilangan 2 set benang dengan cara memasukan benang pakan secara melintang pada benang-benang lungsin. Namun sebelum proses menenun dimulai, terlebih dahulu dilakukan proses  penghanian. Proses penghanian adalah proses memasang benang-benang lungsing secara sejajar satu sama lainnya pada alat tenun sesuai dengan lebar kain tenun yang akan dibuat. Alat tenun ini berfungsi untuk memegang setiap helai bena...

avatar
Oase
Gambar Entri
Rantako
Ritual Ritual
Kalimantan Barat

Meriam kecil ini berfungsi sebagai dimulainya musim tanam di Desa Bagak Sahwa, Kecamatan Singkawang Timur, Kabupaten Singkawang, Kalimantan Barat. Meriam kecil ini bernama rantako yang konon peninggalan Inggris dan dijadikan sebagai alat pusaka suku Dayak Salako Binua Garantuk’ng. Musim tanam atau di masyarakat Dayak Salako menyebutnya dengan Ngabayont ini diadakan setiap tanggal 1 Juni setiap tahunnya. Ritual Ngabayont juga menjadi penanda bahwa masa panen telah usai dan dimulainya kembali penanaman. Biasanya perayaan ini diadakan di rumah Parauman Adat, Desa Bagak Sahwa. Suku dayak selama ini memang dikenal memiliki kecintaan terhadap alam. Mencintai alam bisa dilakukan dengan berbagai bentuk seperti , menjaga kelestarian alam, karena menurut para tetua suku Dayak kelestarian alam ibarat amanah dari Jubata Nek Panitah (Sang Pencipta).  Suku Dayak Salako Binua Garantuk’ng misalnya, memiliki ritual yang sakral setelah masa panen, sekaligus tanda dimulainya m...

avatar
Oase
Gambar Entri
TARAN
Alat Musik Alat Musik
Kalimantan Barat

tar adalah alat musik melayu yg berfungsi sebagai alat musik untuk digunakan saat acara pernikahan acara adat dan acara kelahiran dll  

avatar
Aladhazaky zaky
Gambar Entri
Emping Padi Pulut (Emping Ketan)
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kalimantan Barat

Emping Padi Pulut yang biasa disebut beras ketan adalah sebuah makanan yang dibuat dari padi ketan setengah tua yang kemudian padi tersebut disangrai hingga pecah mirip  popcorn , setelah itu padi yang telah matang tersebut kemudian ditumbuk menggunakan alu dan lesung  (alat tumbuk padi tradisonal)  hingga memmbentuk lempengan. Emping ini merupakan makanan wajib pesta panen padi setahun sekali Suku Adat Dayak Ketunggau Sekadau. Makanan ini tergolong langka bahkan hanya bisa didapatkan pada musim-musim panen saja. Tidak semua petani mengerti cara membuat panganan khas Suku Dayak yang satu ini.   Proses Penyajian Emping Ketan (Beras Pulut) Emping yang telah diolah tadi belum langsung bisa dimakan, ada proses selanjutnya untuk menikmati makanan manis ini, berikut langkah-langkahnya : 1.      Siapkan emping mentah dan gula merah 2.      Siapkan juga secukupnya kelapa tua yang telah diparut rujak...

avatar
Oase