Diedit ulang oleh Tatang M. Amirin; 26 Oktober 2010 Pada jaman dahulu kala di Jawa Barat ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Pakuan. Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam yang sangat indah. Rakyatnya pun hidup damai di bawah pimpinan raja yang bijaksana. Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama-sama jelita dan selalu kelihatan sangat rukun. Yang satu bernama Endahwarni dan yang satu lagi bernama Anteh. Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya, meski sebenarnya kedua gadis itu memiliki status sosial yang berbeda. Putri Endahwarni adalah calon pewaris kerajaan Pakuan, sedangkan Nyai Anteh adalah hanya anak seorang dayang kesayangan sang ratu. Karena Nyai Dasti, ibu Nyai Anteh sudah meninggal saat melahirkan Anteh, maka sejak saat itu Nyai Anteh dibesarkan bersama putri Endahwarni yang kebetulan juga baru lahir. Kini setelah Nyai Anteh menginjak remaja, dia pun diangkat menjadi dayang pribadi putri Endahwarni. “Kau jang...
Bahan Keripik Bayam 200 gram tepung beras 3 sendok makan tepung kanji 8 butir kemiri, haluskan 3 siung bawang putih, haluskan Garam secukupnya 3 sendok makan ebi, haluskan Air secukupnya 20 lembar daun bayam utuh Minyak goreng secukupnya Cara Membuat Keripik Bayam Campur tepung beras, tepung kanji, kemiri, bawang putih, garam, ebi halus. Beri air sedikit demi sedikit sampai cukup encer. Celup daun bayam ke dalam adonan encer. Goreng dengan panas sedang sampai kering garing. Pemanfaatan Bayam Untuk Keripik Bayam Seiring dengan perkembangan tekhnologi dan kesadaran gizi dalam masyarakat, pilihan makanan saat ini mulai banyak mengacu pada nilai nilai gizi dan manfaat dari bahan pembentuknya. Kandungan mineral zat besi yang tinggi dalam daun bayam banyak memberikan manfaat positif bagi orang yang mengkonsumsinya. Daun bayam juga banyak digunakan un...
Ukuran : P. 65 cm, L. 45 cm, Tb. 13 cm Asal : Cirebo Ukuran : P. 65 cm, L. 45 cm, Tb. 13 cm Ukuran : P. 65 cm, L. 45 cm, Tb. 13 cm Pedati adalah semacam gerobak beroda dua ditarik sapi/kerbau. Binding gerobak terbuat dari papan dan bagian atasnya seperti jeruji yang dicat warna merah, kuning, hitam dan putih. Blora atau atap dari daun kelapa dengan bentuk suhunan panjang. Digunakan untuk mengangkut barang atau hasil bumi biasanya beroperasi malam hari untuk menghindari hewan penariknya dari panas. Persebaran alat transportasi ini di wilayah Cirebon, Indramayu , dan Majalaengka. Pedati adalah semacam gerobak beroda dua ditarik sapi/kerbau. Binding gerobak terbuat dari papan dan bagian atasnya seperti jeruji yang dicat warna merah, kuning, hitam dan putih. Blora atau atap dari daun kelapa dengan bentuk suhunan panjang. Digunakan untuk mengangkut barang atau hasil bumi biasanya beroperasi malam hari untuk menghindari hewan penariknya dar...
Keadaan naskah cukup baik, lengkap, jelas, dan masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 17 x 11 cm dengan ukuran ruang rulisan 13x8 cm, jumlah baris per halaman 11 baris ditulis di atas kertas Eropa berwarna putih kecokelatan. Naskah ini teksnya berbentuk puisi, tembang pupuh yang diawali dengan Pupuh Kinanti, dan ditulis dengan tinta berwarna hitam dan merah. Naskah ini berasal dari Cirebon IsiKandungan Naskah Teks naskah Babulhak Nyimas Gandasari berisi tentang perjuangan Sunan Gunung Jati dalam menyebarkan agama Islam di Jawa Barat sampai mendirikan kerajaan Islam di Cirebon yang dipimpin olehnya. Sunan Gunung Jati adalah raja yang arif dan bijaksana sehingga kuwu-kuwu di wilayah Cirebon tunduk dan patuh kepadanya kecuali Palimanan. Salah satu wilayah Kerajaan Cirebon adalah Panguragan, dipimpin oleh seorang wanita cantik bernama Nyimas Gandasari, meski sudah dikalahkan oleh raja dari Syam dia belum bersedia untuk menikah sehingga Sunan Gunung Jati menyarankan agar m...
Kerajaan Dayeuh Manggung Masanggrahan adalah sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh raja bernama Prabu Panggung Keraton. Meski kecil namun kerajaan ini sangat makmur dan rakyatnya terjamin kesejahteraannya. Sang prabu memiliki seorang adik perempuan yang sangat cantik bernama Putri Rarang Purbaratna. Masyarakat Dayeuh Manggung meyakini bahwa Putri mereka adalah titisan bidadari karena Putri Rarang Purbaratna memiliki paras yang sangat jelita. Kecantikannya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Rambutnya sehitam malam dan panjang bak mayang terurai. Tubuhnya tinggi semampai dan dipercantik dengan kulit yang seperti mutiara. Matanya bening dan selalu berbinar seperti bintang. Alisnya hitam melengkung seperti busur. Hidungnya mancung dan bibirnya semerah delima. Kecantikannya semakin sempurna dengan sikap sang putri yang baik hati dan selalu menebar senyumnya yang menawan. Namun prabu Panggung Keraton sangat khawatir karena hingga usianya yang sudah menginjak remaja, putri Raran...
Siapa tidak mengenal Putri Kandita? Masyarakat Jawa Barat mengenal putri Prabu Siliwangi penguasa Kerajaan Pakuan Pajajaran mengenalnya sebagai putri yang berwajah cantik dengan sifat arif dan bijaksana. Sifat-sifat istimewa inilah yang membuat Prabu Siliwangi menyayanginya, bahkan mencalonkannya sebagai penerus takhta kerajaan. Rupanya, perlakuan istimewa Prabu Siliwangi terhadap Putri Kandita memunculkan kecemburuan (iri hati) dari para selir dan para putri Prabu Siliwangi lainnya. Mereka pun bersekongkol menyingkirkan Putri Kandita. Sebagai tokoh yang mempengaruhi sejarah Jawa Barat, tentu banyak cerita rakyat Indonesia yang berkembang dari tokoh Putri Kandita, karena mendasarkan pada tradisi lisan. Cerita rakyat Indonesia ini mengingatkan saya sosok Nyi Roro Kidul, yang bersemayam di Laut Selatan Jawa. Bagaimana nasib Putri Kandita? Ikuti saja dalam cerita rakyat yang berjudul Putri Kandita ini sendiri. ***  ...
Di tengah kehidupan masyarakat Purwagaluh yang hanya menggantungkan sumber makanan dari hasil buruan, kehidupan berubah menjadi neraka ketika hutan tak lagi menyediakan binatang untuk diburu. Tanah kering kerontang dan sungai tidak lagi menyisakan air yang memberi kehidupan pada hewan dan tumbuhan. Purwagaluh adalah satu wilayah yang tengah mengalami bencana kekeringan terparah. Sadana, Adikara, dan Dewi Sri, tiga orang yang ditugaskan mencari jalan keluar untuk membebaskan warga dari kesulitan dan memperbaiki kehidupan Purwagaluh secara keseluruhan. Namun dalam perjalanan tugas yang pertama pun mereka sudah menemukan kesulitan yang datang dari musuh bebuyutan mereka sejak kecil. Demi mendapatkan Adikara yang dicintainya sejak kecil, Nuridami tak pernah berhenti mengejar dan menghalalkan segala cara dengan memanfaatkan kesaktian sang nenek, Nyi Ulo juga kakaknya Sapigumarang dan Singasatru. Dalam satu pertarungan, Dewi Sri yang menyamar...
Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana . Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram. Semua sangat menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak . Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Penasehat Prabu menyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu dan Ratu tidak setuju. “Buat kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anak angkat,” sahut mereka. Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihat istrinya. Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keingina...
Nyi Anteh Pada jaman dahulu kala di Jawa Barat ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Pakuan. Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam yang sangat indah. Rakyatnya pun hidup damai di bawah pimpinan raja yang bijaksana . Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama-sama jelita dan selalu kelihatan sangat rukun. Yang satu bernama Endahwarni dan yang satu lagi bernama Anteh. Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya, meski sebenarnya kedua gadis itu memiliki status sosial yang berbeda. Putri Endahwarni adalah calon pewaris kerajaan Pakuan, sedangkan Nyai Anteh adalah hanya anak seorang dayang kesayangan sang ratu. Karena Nyai Dadap, ibu Nyai Anteh sudah meninggal saat melahirkan Anteh, maka sejak saat itu Nyai Anteh dibesarkan bersama putri Endahwarni yang kebetulan juga baru lahir. Kini setelah Nyai Anteh menginja k remaja, dia pun diangkat menjadi dayang pribadi putri Endahwarni. “...