Motif ini pada dasarnya berupa motif daun yang sarat dengan isen-isen. Sedangkan pacitan-nya (dasarnya) berupa gabahan (padi yang masih menempel pada tangkainya). Penggarapan bentuk motif ini sebenarnya hanya ada 4 macam bentuk daun, tetapi pembuatan isen-isen dan warna daun tersebut berbeda-beda sehingga kelihatannya bentuk daunnya dibuat bermacam-macam. https://infotegal.com/2013/09/galeri-motif-batik-tegalan-bagian-1/
Prasasti kedua disebut Wurudu Kidul B, juga merupakan akta yang diberikan kepada Sang Dhanadi, karena seseorang bernama Sang Pamariwa menyangka Sang Dhanadi sebagai seorang Khmer. Sang Dhanadi mengadukan tuduhan itu ke pengadilan. Sang Pamariwa mendapat dua kali panggilan ke pengadilan untuk Dipahatkan pada satu lempeng tembaga. Aksara dan bahasanya Jawa Kuno dalam internet, website: http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Wurudu_Kidul
Undang-Undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya menyebutkan bahwa salah satu cara perlindungan adalah dengan menerapkan sistem zonasi. Dengan kata lain pada sebuah kawasan diatur ruang-ruang yang terdiri atas zona inti, zona penyangga, zona pengembangan, dan zona penunjang. Khusus untuk konsep penyusunan zonasi di Kawasan Candi Dieng didasarkan pada konsep kosmologi pada masa Indonesia-Hindu berlaku dalam pemilihan lokasi pendirian bangunan candi. Berikut adalah Sistem Zonasi Kawasan Dieng. Z ona I nti meliputi area di mana bangunan cagar budaya berada ditambah 4 meter dari batas situs. Batas situs yang dimaksud adalah batas asli bangunan biasanya berbentuk pagar atau pondasi pagar yang terbuat dari batu. Dalam hal ini dapat disebutkan bahwa zona inti di kawasan candi Dieng ini terdiri atas zona inti Kelompok Candi Arjuna, Zona inti Kelompok Candi Gatutkaca, zona inti Candi Dwarawati, zona inti Candi Setyaki, zona inti Candi Bima, dan zona inti kelompo...
Gek kepriye Duh kaya ngene rasane Anake wong ora duwe Ngalor ngidul tansah diece Karo kanca kancane Pye pye pye pye ya ben rasakna Pye pye pye pye rasakna dewe Pye pye pye pye ya ben rasakna Pye pye pye pye rasakna dewe Besuk kapan aku bisa Urip kang luwih mulya Melu nyunjung drajating bangsa Indonesia kang mulya Pye pye pye pye mbuh ra weruh Pye pye pye pye mbuh ra ngerti Pye pye pye pye mbuh ra weruh Pye pye pye pye mbuh ra ngerti http://liriknusantara.blogspot.com/2012/09/gek-kepriye.html
Jaranan Jaranan . .. Jaranan Jarane jaran teji Sing numpak ndoro Bei Sing ngiring poro abdi Cek cek nong ... cek cek gung Jarane mlebu ning lurung Gedebuk krincing ... Gedebuk krincing Gedebuk krincing ... prok prok Gedebuk jeder (2x) Jaranan . .. Jaranan Jarane jaran kepang Sing nunggang klambi abang Mlakune ndhut ndutan Cek cek nong ... cek cek gung Jarane mlebu ning lurung Gedebuk krincing ... Gedebuk krincing Gedebuk krincing ... prok prok Gedebuk jeder (2x) Jaranan . .. Jaranan Jarane jaran kore Ora ono kendaline Jarane mlayu dewe Cek cek nong ... cek cek gung Jarane mlebu ning lurung Gedebuk krincing ... Gedebuk krincing Gedebuk krincing ... prok prok Gedebuk jeder (2x) http://liriknusantara.blogspot.com/2013/02/jaranan.html
Sabdo Palon merupakan sekelumit kisah yang menggambarkan Majapahit yang dituturkan oleh pengikut setia raja terakhir Majapahit. Ia mengatakan bahwa agama Hindu memang akan digantikan oleh agama Islam, yang pada waktu itu didakwahkan oleh Wali Sanga. Namun, 500 tahun kemudian, Islam akan digantikan oleh suatu agama baru, yang disebutnya sebagai “agama budi”. Anda percaya atau tidak, berikut kami tampilkan beberapa cuplikan Ramalan Sabdo Palon yang beredar di masyarakat sebagai bagian dari pengetahuan serta kajian dalam kesusastraan di Indonesia. 1. Pada sira ngelingana, Carita ing nguni-nguni, Kang kocap ing serat babad, Babad nagri Mojopahit, Nalika duking nguni, Sang-a Brawijaya Prabu, Pan samya pepanggihan, Kaliyan Njeng Sunan Kali, Sabda Palon Naya Genggong rencangira. (Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Majapahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan...
Sobokartti, Perkumpulan Seni Budaya dan Gedung Cagar Budaya Semarang. *Banyak disebut dengan Sobokarti, nama asli Gedung Sobokartti (2 huruf t). Minat dan perhatian Thomas Karsten pada kebudayaan dan kesenian lokal ( Jawa ) sudah diperhatikannya semenjak kedatangannya di Nusantara. Ia termasuk pendiri Java Institut dan tokoh de Oudheidkundige Commissic. Kedua organisasi tersebut bergerak di bidang kebudayaan dan kesenian Jawa. Berdasarkan pengkajiannya dan pemahamannya tentang kesenian rakyat setempat, ia mengajukan usulan rancangan teater untuk mempertunjukkan kesenian tersebut. Teater ini sebagaimana ditandaskan berbeda dengan teater Barat, sehingga rancangan gedungnyapun harus menunjukkan hal tersebut . Di dalam gedung ini dapat dipertunjukkan baik wayang orang maupun wayang kulit. Teater Sobokarti merupakan karya Karsten kedua yang bertampang Jawa, setelah sebuah pendopo di komplek Istana Mangkunegara, Surakarta (1923). Nyata sekali bahwa ia belajar banyak dari bentu...
Benteng Willem II ( Benteng Oengaran ) adalah sebuah benteng peninggalan Belanda yang berada di Ungaran. Benteng Willem II Ungaran yang di buat oleh Belanda serta didirikan pada tahun 1786.[1] Benteng Willem II juga menjadi salah satu ikon Kota Ungaran Kabupaten Semarang. Benteng Willem II Ungaran. terletak di Tengah Kota Ungaran (terkenal dengan nama Benteng Ungaran/ Diponegoro) tepat pinggir jalan Semarang-Solo, di depan kantor DPRD kota Ungaran. Benteng ini juga memainkan peran dalam sejarah Indonesia, karena di benteng ini Diponegoro dipenjara sambil menunggu diasingkan ke Makassar. Sejarah benteng ini didirikan untuk memperingati pertemuan bersejarah antara Pakubuwono II dengan Gubernur Jendral Van Imhoff pada 11 Mei 1746, Ketika penguasa Kraton Mataram Paku Buwono II dipindahkan dari Kartosuro ke Surakarta (Solo). Ketika kraton baru dibangun Benteng "The Generosity " didirikan di depannya. Pada 11 Mei 1746 Gubernur Jenderal Baron van Imhoff Gustavus tiba di Ungaran...
Bahan-bahan 10 buah mentimun 1/4 kg daging sapi 1 bngks santan kelapa instan 6 siung bawang merah 3 siung bawang putih secukupnya Kemiri secukupnya Merica 5 Cabai merah secukupnya Garam, micin, royco, gula merah/putih secukupnya Lada bubuk, ketumbar bubuk Langkah Pertama cuci bersih daging sapi... kmudian di potong menjadi beberapa bagian.. setelah itu, di rebus dulu pda panci sampai daging nya empuk... kmudian sisihkan !...