guru
619 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
5_Sejarah Kerajaan Nagur Pulo Pandan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Utara

Umum Setelah mempelajari dan membaca beberapa buku-buku sejarah dunia dapatlah diketahui bahwa di daerah Nusantara atau lebih dikenal orang zaman sekarang dengan sebutan Asia Tenggara, telah berdiri tiga kerajaan abad ke-5 Masehi yaitu : Kerajaan Taruma Negara di Jawa Barat. Kerajaan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur. Kerajaan Nagur di Sumatera Timur. Yang akan diterangkan dalam tulisan ini ialah mengenai keberadaan satu kerajaan di pedalaman Sumatera Timur abad ke-5 Masehi yaitu Kerajaan Nagur (selanjutnya lihat peta). Memang dalam buku-buku sejarah nasional Indonesia bahwa keberadaan Kerajaan Nagur itu tidak ada tercantum, tetapi dari hasil penyelidikan para ahli-ahli sejarah di kemudian hari sepeti H. Maratua Siregar guru sejarah di  Vervolg School  di zaman Belanda di Pamatang Siantar bahwa ada satu kerajaan di pedalaman Sumatera Timur di tepi sungai Bah Bolon lebih kurang 3 kilometer dari kota Pardagangan sekara...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Tembo Puyang Gindo Lura
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bengkulu

Tembo Puyang Gindo Lura ~ Asal mula puyang Gindo Lura menurut riwayatnya berasal dari Dusun Rena Panco. Dan beliau ini termasuk keturunan dari keluarga Puyang Darah Manis. Sewaktu beliau berumur dua belas tahun ayah dan ibunya telah meninggal dunia tewas dalam pertempuran di medan peperangan. Oleh karena Gindo Lura ini berjiwa pahlawan maka dia telah bertekad dalam hatinya berjanji untuk membalas peristiwa terbunuhnya orang tuanya, setelah beliau dewasa nanti.    Kemudian Gindo Lura ini ingin menuntut ilmu bathin serta ilmu silat agar nantinya dia dapat menjadi orang yang gagah perkasa. Untuk dapat memenuhi hasratnya itu Gindo Lura mendatangi Puyang Rena Kandis. Setelah beliau sampai di rumah Puyang Rena Kandis, beliau bermohon kepada Gindo Lura lalu berkata; "Wahai Tuan Puyang Rena Kandis, aku datang ke sini bukan sembarang datang, melainkan ada keperluan, keperluannya ini adalah bermohon supaya puyang dapat mengajari aku soal ilmu bathin d...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
5_Asal Usul Dusun Napal Melintang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bengkulu

Asal Usul Dusun Napal Melintang   Asal Usul Dusun Napal Melintang ~ Dusun ini tempatnya di Kecamatan Talo Bengkulu Selatan dan dusun ini pada zaman dahulu didiami oleh seorang kepuyangan yang disebut Puyang Melintang. Pada zaman dahulu dusun ini telah didiami oleh orang, tapi belum begitu ramai jika kita bandingkan dengan penduduknya sekarang. Dusun ini pada mulanya merupakan daerah pedalaman. Karena orangnya tiap tahun bertambah, baik pertambahan di dalam dusun itu sendiri maupun yang datangnya dari daerah lain maka dusun itu makin ramai. Dusun ini diapit oleh dua buah sungai yang besar sehingga merupakan persinggahan bagi pelayar-pelayar yang mengarungi kedua buah sungai ini. Lalu dusun ini disebut dusun "Talang Alai", yang artinya dusun tempat bersinggah. Dusun ini, terletak di atas tebing yang tinggi, dan tebing ini merupakan tanah liat yang sangat keras sekali dan tanah liat inilah yang disebut orang napal. Napal inilah yang menjadikan puy...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Dalam Loka
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Barat

Dalam Loka merupakan peninggalan bersejarah dari kerajaan yang berlokasi di kota Sumbawa Besar. Dalam Loka dibangun pada tahun 1885 oleh Sultan Muhammad Jalalludin III (1883-1931) untuk menggantikan bangunan-bangunan istana yang telah dibangun di tanah tersebut sebelumnya karena telah lapuk dimakan usia bahkan hangus terbakar. Istana-istana itu diantaranya Istana Bala Balong, Istana Bala Sawo dan Istana Gunung Setia. Dalam Loka sendiri berasal dari dua kata yakni dalam yang berarti istana atau rumah-rumah di dalam istana dan loka yang berarti dunia atau tempat. Jadi, Dalam Loka bermakna istana tempat tinggal raja. Bangunan Dalam Loka disusun oleh bangunan kembar yang disokong atau ditahan oleh 98 pilar kayu jati dan 1 pilar pendek (pilar guru) yang dibuat dari pohon cabe. Jumlah dari seluruh tiang penyokong adalah 99 tiang yang mewakili 99 sifat Allah dalam Al-Qur'an (Asmaul Husna). Di Dalam Loka ini terdapat ukiran-ukiran yang merupakan ukiran khas daerah Pulau Sumbawa atau disebu...

avatar
Oase
Gambar Entri
5_Cerita Lahmuddin dan Putri Raja
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bengkulu

Cerita Lahmuddin dan Putri Raja ~ Di suatu negeri, tinggal seorang anak namanya Lahmuddin. Pada suatu hari dia berkata kepada bapaknya. Bapak saya mau sekolah sebab kawan-kawan saya semuanya telah bersekolah." Bapaknya lalu menjawab; "Bagaimana kamu mau sekolah, sedangkan baju saja tidak punya." Kemudian Lahmuddin memohon kepada orang tuanya agar ia dibelikan baju. Orang tuanya berkata; "bagaimana nak, untuk makan saja kita tak dapat. Sedangkan pencaharian bapak sehari-hari hanya mengambil rumput dan menjualnya ke pasar, hasilnya hanya dapat secanting beras, untuk dimakan saja tak cukup."   Mendengar kata bapaknya itu Lahmuddin maklum, karena ingin sekali bersekolah ia setiap hari pergi juga ke sekolah. Hanya saja ia mengintip dari luar, sambil memperhatikan pelajaran yang diajarkan oleh guru kepada murid-muridnya. Begitulah seterusnya dan waktupun terus berjalan. Lahmuddin tetap rajin datang ke sekolah dan tekun memperhatikan pelajaran. Biar ia hanya dari...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Rumah Adat Joglo Jogja
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

a. Joglo Sinom b. Joglo Pangrawit Rumah Joglo Pengrawit karena memakai lambang gantung, atap bronjong merenggang dari atap penanggap, atap emper merenggang dari atap penanggap, tiap sudut diberi tiang (saka) bentung tertancap pada sudut, tumpang lima buah, memakai singup dan geganja. c. Joglo Semar Tinandu Rumah Joglo yang memakai dua buah pengeret dan dua buah tiang (saka) guru diantara dua buah pengeret. Biasanya dua buah tiang tadi diganti dengan tembok sambungan dari beteng kebanyakan rumah bentuk ini dipakai sebagai regol (gapura). Susunan ruangan yang terdapat dalam rumah tradisional ini tergantung pada besar kecilnya rumah, fungsi ruangan dan kebutuhan keluarga. "Panggangpe" adalah bentuk rumah dengan susunan ruangan yang paling sederhana sedangkan bentuk "joglo" mempunyai susunan ruangan yang lebih banyak. Untuk bangunan tempat ibadah (langgar dan masjid) arsitektur tradisionalnya berbentuk "tajug". "Tajug" ini mirip "joglo" hanya atapnya tidak berbentuk " br...

avatar
Oase
Gambar Entri
Rumah Adat Jawa Tengah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Rumah Jawa lebih dari sekedar tempat tinggal. Masyarakat Jawa lebih mengutamakan moral kemasyarakatan dan kebutuhan dalam mengatur warga semakin menyatu dalam satu kesatuan. Semakin lama tuntutan masyarakat dalam keluarga semakin berkembang sehingga timbullah tingkatan jenjang kedudukan antar manusia yang berpengaruh kepada penampilan fisik rumah suatu keluarga. Lalu timbulah jati diri arsitektur dalam masyarakat tersebut. Rumah Jawa merupakan lambang status bagi penghuninya dan juga menyimpan rahasia tentang kehidupan sang penghuni. Rumah Jawa merupakan sarana pemiliknya untuk menunjukkan siapa sebenarnya dirinya sehingga dapat dimengerti dan dinikmati orang lain. Rumah Jawa juga menyangkut dunia batin yang tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat Jawa. Bentuk dari rumah Jawa dipengaruhi oleh 2 pendekatan yaitu : Pendekatan Geometrik yang dikuasai oleh kekuatan sendiri Pendekatan Geofisik yang tergantung pada kekuatan alam lingkungan Kedua pendekatan itu akhirnya m...

avatar
Oase
Gambar Entri
Joglo Semar Tinandu
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Joglo Semar Tinandu (semar diusung/semar dipikul) diilhami dari bentuk tandu. Joglo ini biasanya digunakan untuk regol atau gerbang kerajaan, dengan ciri- ciri : Denah berbentuk persegi panjang Pondasi bebatur, yaitu tanah yang diratakan dan lebih tinggi dari tanah disekelilingnya. Diatas bebatur dipasang umpak yang sudah diberi purus wedokan, umpak ini nantinya akan disambung dengan tiang saka Memakai 2 saka guru sebagai tiang utama yang menyangga atap brunjung dan 8 saka pananggap yang berfungsi sebagai penyangga yang berada diluar saka guru Bagian bawah tiap saka diberi purus lanang untuk disambung ke purus wedokan dan diperkuat dengan umpak Terdapat 2 pengeret sebagai penyangga balok tandu Memiliki tumpang 3 tingkat yang ditopang balok tandu Atapnya memiliki 4 jenis empyak yaitu empyak brunjung, empyak cocor pada bagian atas dan empyak penanggap serta empyak penangkur dibagian bawah. Pada atap terdapat molo Menggunakan usuk rigereh, usuk yang pada bagian atas bersandar pada dud...

avatar
Oase
Gambar Entri
Joglo Lambang Sari
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Joglo Lambang Sari merupakan joglo dengan sistem konstruksi atap menerus. Bentuk ini paling banyak dipakai pada bangunan tradisional jawa. Bentuk joglo yang menggunakan lambangsari, dengan ciri- ciri : Bentuk denah persegi panjang Memakai pondasi bebatur, yaitu tanah yang diratakan dan lebih tinggi dari tanah disekelilingnya. Diatas bebatur ini dipasang umpak yang sudah diberi purus wedokan Terdapat 4 saka guru sebagai penahan atap brunjung yang membentuk ruang pamidangan yang merupakan ruang pusat dan 12 saka pananggap yang menyangga atap pananggap (tiang pengikut), masing-masing saka ditopang oleh umpak menggunakan sistem purus Memakai blandar, pengeret, sunduk, serta kilil. masing- masing blandar dan pengeret dilengkapi dengan sunduk dan kili sebagai stabilisator Menggunakan tumpang dengan 5 tingkat. Balok pertama disebut pananggap, balok ke dua disebut tumpang, balok ke tiga dan empat disebut tumpangsari, dan balok terakhir merupakan tutup kepuh yang berfungsi sebagai balok tum...

avatar
Oase