Tentang Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta: Nama Dewantara Kirti Griya berarti tempat atau rumah yang berisi karya-karya dan rekaman perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Selain itu, kronologi kehidupannya dari muda hingga wafat juga diabadikan di museum ini. Museum ini dapat menceritakan biografi sosok Ki Hadjar Dewantara melalui benda-benda dan foto-foto yang dipajang melalui tata cara tertentu di ruang-ruang pameran museum. Di museum ini terdapat perpustakaan yang memungkinkan wisatawan untuk mendalami pemikiran Ki Hadjar Dewantara. Museum Dewantara Kirti Griya didirikan atas permintaan Ki Hadjar Dewantara, dan diresmikan pada tanggal 2 Mei 1970. Museum ini banyak mengoleksi benda peninggalan Ki Hadjar Dewantara. Dunia pendidikan tanah air tidak terlepas dari peran RM. Suwardi Suryaningrat, cucu Paku Alam III, yang lebih dikenal dengan nama Ki hajar Dewantara. Tanggal kelahirannya kemudian diperingati bangsa Indonesia sebagai Hari Pendidikan Na...
Museum memorial Jenderal Besar Soeharto diresmikan bertepatan dengan hari lahir beliau 08 Juni di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul , DIY. Di atas lahan seluas 3.620 meter persegi, museum ini didirikan untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau semasa hidupnya untuk bangsa Indonesia. Di museum ini juga memajang berbagai prestasi yang diraih beliau semasa menjabat Presiden RI ke-2. Museum memorial Jenderal Besar Soeharto ini dibangun dan diresmikan oleh Bapak H. Probosutedjo (adik dari Soeharto) dan Mbak Tutut (putri pertama Soeharto) terdiri dari beberapa bangunan utama seperti pendopo, ruang diorama dan masjid kecil di sebelah selatan persis ruang diorama ini. Dalam kunjungannya di museum ini, redaksi kotajogja.com sempat melakukan wawancara singkat dengan Aryo Winoto keponakan dari Bp Soeharto. “Memorial ini dibangun menjadi tetenger dan sumber inspirasi bagi generasi muda, selain itu untuk mengenang jasa dan pengabdian beliau kepada bangsa negar...
Prasasti Raja Sankhara adalah prasasti yang berasal dari abad ke-8 masehi yang ditemukan di Sragen, Jawa Tengah. Prasasti ini kini hilang tidak diketahui di mana keberadaannya.[1] Prasasti ini pernah disimpan oleh museum pribadi, Museum Adam Malik, namun diduga ketika museum ini ditutup dan bangkrut pada tahun 2005 atau 2006, koleksi-koleksi museum ini dijual begitu saja tanpa sepengetahuan pemerintah dan Direktorat Permuseuman, termasuk prasasti ini. Foto prasasti ini ditampilkan di buku Sejarah Nasional jilid 2. ISI PRASASTI Dalam prasasti itu disebutkan seorang tokoh bernama Raja Sankhara berpindah agama karena agama Siwa yang dianut adalah agama yang ditakuti banyak orang. Raja Sankhara pindah agama ke Buddha karena di situ disebutkan sebagai agama yang welas asih. Sebelumnya disebutkan ayah Raja Sankhara, wafat karena sakit selama 8 hari. Karena itulah Sankhara karena takut akan ‘Sang Guru’ yang tidak benar, kemudian meninggalkan agama Siwa, menjadi pemelu...
Entah dari mana dan kapan pemakaian nama sejenis ikan hewan laut dipakai sebagai nama orang pada zaman Majapahit. Yang jelas pada zaman Majapahit beberapa nama orang sekelas bangsawan apapun tingkatannya tidak ada yang memakai nama atau gelar yang mengambil nama sejenis ikan. Rata-rata mereka memakai nama hewan darat atau hewan terbang/angkasa. Selebihnya jika dikaitkan dengan nama hewan melata adalah sejenis ular atau buaya. Orang-orang pada zaman Majapahit kebanyakan memakai nama sejenis hewan darat dengan sifat-sifat yang mencitrakan kekuatan, keberanian, kegarangan, dan kelincahan seperti kidang telangkas, kuda sempana, jaran panoleh, sima rodra, singa yudha, mahesa cempaka, lembu sora, kebo kenongo, dan gajah mada. Sedangkan hewan sejenis burung seperti Hayam Wuruk, Sawung Galing, Gagak Seta, dan jenis hewan air seperti Bajul Sengara, Sawer Wulung, atau yang lainnya jarang dipakai. Apalagi hewan air sejenis ikan,tampaknya sulit atau tidak ditemukan pada orang-orang sezaman...
Sabdo Palon merupakan sekelumit kisah yang menggambarkan Majapahit yang dituturkan oleh pengikut setia raja terakhir Majapahit. Ia mengatakan bahwa agama Hindu memang akan digantikan oleh agama Islam, yang pada waktu itu didakwahkan oleh Wali Sanga. Namun, 500 tahun kemudian, Islam akan digantikan oleh suatu agama baru, yang disebutnya sebagai “agama budi”. Anda percaya atau tidak, berikut kami tampilkan beberapa cuplikan Ramalan Sabdo Palon yang beredar di masyarakat sebagai bagian dari pengetahuan serta kajian dalam kesusastraan di Indonesia. 1. Pada sira ngelingana, Carita ing nguni-nguni, Kang kocap ing serat babad, Babad nagri Mojopahit, Nalika duking nguni, Sang-a Brawijaya Prabu, Pan samya pepanggihan, Kaliyan Njeng Sunan Kali, Sabda Palon Naya Genggong rencangira. (Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Majapahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan...
Temuan prasasti berhuruf Cina berbahan batu Andesit di Panjer semakin menguak misteri sejarah betapa pentingnya Kebumen di masa lalu yang dikenal dengan nama Panjer dengan ibukota yang dibumihanguskan Belanda pada tahun 1832 dan disulap menjadi NV. Oliefabrieken Insulinde Keboemen tahun 1851. Pabrik ini diswastakan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1915 dan diubah nama Mexolie. Pada masa Nasionalisasi perusahaan Belanda di Indonesia tahun 1958 Mexolie diubah menjadi Nabatiyasa dan masuk dalam pengelolaan Bappit Pusat. Semenjak dilimpahkan kepada Provinsi Jawa Tengah pada awal 1980 an Pabrik Minyak kelapa terbesar di Indonesia ini pun berubah menjadi Sari Nabati hingga kebangkrutannya di tahun 1986. Meski telah bangkrut, kondisi pabrik ini masih cukup baik dan lengkap hingga sekitar tahun 2005. Adanya pelelangan mesin – mesin raksasa, atap dan rangka baja bahkan rel beserta lori serta semua yang memiliki nilai jual di pabrik yang dahulu...
Mendem Ari-Ari (Menanam Plasenta Bayi) di Jawa Plasenta merupakan organ yang menjadi jalur hidup jabang bayi sebelum dilahirkan. Plasenta dalam bahasa Jawa sering disebut dengan istilah ari-ari. Menurut tradisi Jawa ari-ari atau plasenta bayi adalah batir (teman/saudara) yang menemani bayi sebelum dilahirkan. Hal ini disebabkan karena ari-ari selalu mengikuti kelahiran seorang bayi. Oleh karena itu untuk mengormati dan penjagaan terhadap ari-ari masyarakat Jawa yang masih menjaga tradisi selalu mendem ari ari (menanam ari ari) di dalam tanah dengan cara dan tempat yang baik. Adapun cara menguburkan ari-ari adalah sebagian berikut: 1.Setelah janig lahir, ari-ari dibersihkan oleh petugas kesehatan Beralaskan dau senthe, ari-ari dimasukan kedalam periuk yang terbuat dari tanah. Kemudian ditutup dengan cobek atau tempurung kelapa. 2.Di atas wadah diberi berbagai ubarampe atau barang syarat. Jenis-jenis umbere yang digunakan setiap daerah berbeda-beda. Di daerah penulis tepatny...
Candi Indonesia seri Jawa Edi, Sedwati and Hariani, Santiko and Hasan, Djafar and Ratnaesih, Maaulana and Wiwin DjuwitaSudjana, Ramelan and Chaidir, Ashari (2013) Candi Indonesia seri Jawa. Candi Indonesia Seri Jawa . Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. ISBN 9786021766934 This is the latest version of this item. Text Candi Indonesia Seri Jawa.pdf Download (68MB) Abstract Buku Candi Indonesia Seri Jawa yang diterbitkan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Buku ini merupakan upaya mendekatkan pesona candi-candi tersebut ke hati sanubari masyarakat. Terdapat kehebatan 96 candi di Jawa di buku ini, yang dapat dibawa o...
Dalam rangka menyambut imlek, femina akan mengeluarkan resep-resep klasik imlek mulai 23 - 28 Januari 2017. Resep-resep ini diambil dari buku Masakan Peranakan Tionghoa Semarang karya Hiang Marahimin yang diterbitkan oleh PT Gaya Favorit Press. Salah satunya adalah resep Mi Goreng Spesial berikut ini. Bahan 250 g mi segar 50 g jamur kancing 1 sdt angciu ¼ sdt gula pasir 4-5 sdm minyak goreng 2 siung bawang putih, cincang halus 50 g daging ayam tanpa tulang, iris tipis, potong persegi 2 x 2 cm 100 g kee kian siap pakai, iris tipis serong ½-1 cm 50 g udang kupas ukuran kecil/sedang, belah punggungnya 1 batang daun bawang, potong melintang 2 cm 100 g sawi hijau/pok cai, potong-potong 3-4 cm 75 g kol, buang bagian tengahnya, iris-iris 2 cm 125 ml kaldu Bahan Bumbu : campur jadi satu 1½ sdm kecap asin 1½ sdm kecap manis...