Upacara Padha Weton adalah upacara yang dilakukan ketika hari kelahiran dan pasaran dari bayi yang lahir tersebut sama dengan hari kelahiran dan pasaran orang tuanya, bisa Bapak atau Ibu. Sebagai contoh si bayi lahir di hari Kamis dengan pasaran Legi, begitu pula dengan bapaknya. Upacara ini berasal dari Pulau Jawa, terutama daerah Jawa Tengah dan disebut demikian karena padha berarti ‘sama’ dalam Bahasa Jawa sedangkan weton ialah kombinasi dari hari dan pasaran Jawa ( Pon, Wage, Kliwon, Legi, dan Pahing .) Akan tetapi, upacara ini kini sudah jarang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Menurut kepercayaan orang Jawa apabila terjadi padha weton, hal ini akan membawa nasib buruk karena diyakini bayi tersebut bila sudah tumbuh dewasa akan menjadi orang yang kasar, galak, dan durhaka kepada orang tuanya. Upacara ini dilaksanakan ketika si anak masih bayi dan diawali dengan melakukan Upacara Mbucal Bayi (membuang bayi) kemudian dil...
Sate merah , merupakan makanan tradisional khas Jawa Tengah daerah Rembang. Sate ini sangatlah unik karena tidak seperti sate yang menggunakan bumbu kacang pada umumnya. Sate ini mirip dengan sate taichan, bedannya adalah warna merah pada sate ini. Sate ini memiliki rasa yang unik , ada rasa manis dan asam dibalik gurihnya bumbu santan. cara memasaknya cukuplah mudah. pertama-tama giling cabai beserta bawang putih, kemudian panaskan sebentar agar tahan lama. Kemudian siapkan bahan kedua yaitu santan dan daun jeruk. Godok/panaskan keempat bahan tadi lalu tambahkan saus tomat secukupnya. Sambil menunggu bumbu santan kental, siapkan ayam yang sudah ditusuk sate, lalu rebus ayammnya sampai setengah matang. Angkat rebusan ayam, lalu masukkan pada bumbu santan sembari dipanaskan supaya bumbu meresap ke ayam. Setelah dirasa cukup meresap, bakar ayam (dapat menggunakan panggangan). Angkat dan letakan diatas piring kemudian siram dengan bumbu santan. Sate siap disajikan bersama de...
Opor ayam adalah masakan khas Indonesia yang merupakan ayam berkuah santan. Resep ini menggunakan ayam yang sudah direbus diberi kuah kental bersantan dan dimasak dengan aneka rempah-rempah seperti kunyit, serai, kencur, dan sebagainya. Resep ini biasa dihidangkan saat merayakan Lebaran dalam tradisi Jawa Tengah bersama dengan ketupat. Saat ini, opor ayam masih belum diketahui asal usulnya dan hanya disebut-sebut "resep warisan leluhur." Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Opor_ayam https://makanan-indonesia.weebly.com/home/opor-ayam #OSKMITB2018
Mirong merupakan salah satu makanan khas yang biasa ditemukan di desa Dukuh Jeruk, kecamatan Banjarharjo, Kab.Brebes, Jawa Tengah. Makanan khas desa Dukuh Jeruk yang satu ini sering disantap sebagai lauk dan bisa juga sebagai camilan oleh orang disana. Mirong ini merupakan makanan olahan yang dibuat dari bahan dasar ikan asin pipirik. Rasanya asin dan gurih. Cara untuk membuat mirong ternyata mudah. Kita cukup membutuhkan tepung beras, bumbu dapur, minyak, dan juga ikan asin pipirik. Pertama-tama, campurkan air pada tepung beras dan diaduk sedikit-sedikit hingga rata. Sambil diaduk, masukkan bumbu dapur yaitu Bawang merah, garam, dan muncang. Setelah campuran rata, panaskan wajan yang telah dituangkan minyak goreng kedalamnya. Setelah panas, ikan asin pipirik yang sudah disiapkan, tempel disisi-sisi wajan diatas minyak goreng dan taburi sedikit-sedikit olahan tebung beras tadi keatas ikan asin pipirk tersebut. Karena panas wajan, lama-lama ikan asin pipirik yang tela...
Tari Retno Tanjung merupakan tarian putri tunggal asal Kota Tegal yang dapat ditarikan berkelompok maupun individu. Pada tari ini, penari-penari menggambarkan remaja putri yang selalu bersyukur atas rezeki berupa kekayaan alam laut yang melimpah yang diberikan Tuhan. Tarian ini diciptakan pada tahun 2007 oleh seorang guru seni budaya di SMA Negeri 1 Tegal bernama Endang Supadmi. Makna dari kata Retno Tanjung yaitu Retno yang berarti permata dan Tanjung yang berarti daerah lautan, maka disimpulkan Tari Retno Tanjung adalah tarian putri yang berasal dari daerah lautan. Tari Retno Tanjung ini juga mencerminkan kondisi masyarakat Kota Tegal yang menggambarkan betapa pentingnya kebersamaan dan rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki yang telah diberikan yang serta untuk dinikmati dan selalu menjaga kelestariannya. Endang Supadmi menciptakan Tari Retno Tanjung dengan kreativitas yang memiliki unsur dasar gerak tari Tegalan, Solo dan Jawa Barat, yang kemudian dikembangkan dan d...
Banyaknya makanan di Indonesia tidak membuat eksistensi makanan daerah hilang. Salah satunya adalah getuk. Makanan ini sudah banyak dijumpai di masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namun, ada salah satu jenis getuk yang unik dan berbeda. Getuk kinca namanya. Getuk adalah makanan yang terbuat dari singkong yang berasal dari Jawa Tengah. Getuk kinca dibuat dari singkong yang dikukus sampai empuk. Kemudian ditumbuk sampai halus ketika masih panas. Lalu, dilumatkan dan dibentuk memanjang untuk kemudian dipotong - potong. Setelah itu, getuk dibungkus dengan daun pisang yang sudah dilumuri dengan sedikit minyak goreng agar tidak kering. Perbedaan getuk kinca dengan getuk lainnya adalah dengan adanya kinca sebagai pelengkap. Kinca sendiri dibuat dari gula merah yang direbus sampai mengental. Jaman dahulu getuk kinca disajikan dengan menggunakan daun jati, karena harganya yang murah atau bahkan tinggal memetiknya langsung. Namun saat ini yang banyak dijumpai adalah dengan da...
Sluku Sluku Bathok adalah lagu yang berasal dari Jawa Tengah. Lagu ini sangat dikenal dan sering dinyanyikan oleh anak-anak jaman dahulu. Pada saat awal lagu ini diciptakan, lagu ini digunakan Wali Songo sebagai metode berdakwah menyebarkan agama Islam. Lagu ini menggunakan Bahasa Jawa yang diangkat dari Bahasa Arab, agar mudah masuk ke masyarakat awam yang kental budayanya. Berikut adalah lirik lagu Sluku Sluku Bathok beserta filosofi dan artinya. Sluku-sluku bathok/Usluku suluka bathnaka Artinya: Hidup tidak boleh dihabiskan hanya untuk bekerja, waktunya istirahat ya istirahat, untuk menjaga jiwa dan raga agar selalu dalam kondisi yang seimbang, bathok atau kepala kita perlu beristirahat untuk memaksimalkan kemampuanya. Bathoke ela-elo/Bathnaka La ilaha illallahu Artinya: Dengan berdzikir (ela elo laa ilaaha ilalloh) mengingat allah, syaraf neuron di otak akan mengendur, ingatlah Allah, dengan mengingat-Nya hati menjadi tentram. Si Rama menyang Solo/Siiruu ma'aa ma...
Acara 1 Suro ini diadakan di seluruh wilayah Jawa setiap tanggal 1 Suro yang juga bertepatan dengan tanggal 1 Muharram. Tanggal 1 Suro ini juga adalah hari pertama dalam kalender Jawa. Salah satu tempat diadakannya acara ini adalah di keraton Surakarta pada malam hari. Dalam acara ini, ada kirab kerbau bule (albino), kirab kereta pusaka keraton, kirab keris, dan senjata pusakak keraton. Kerbau yamg dilibatkan adalah kerbau bule, keturunan Kiai Slamet. Dalam buku babad Solo karya Raden Mas (RM) Said. Leluhur kerbau bule adalah hewan kesayangan Sultan Pakubuwono II. Dalam acara ini, kotoran kerbau menjadi rebutan petani untuk sawahnya. Petani yakin, bisa membuat sawahnya subur, jika dipupuk kotoran kerbau yang dikirab (diarak).
Jawa merupakan salah satu suku yang memiliki kalendernya sendiri, yang sampai sekarang masih cukup banyak yang menggunakannya sebagai penanggalan sehari-hari dalam kebudayaan Jawa. Kalender Jawa mengandung keistimewaan karena merupakan akulturasi dari sistem penanggalan Islam, Hindu, dan Julian. Kalender ini pertama kali digunakan di Kerajaan Mataram Islam. Ketika itu, dekrit dari Sultan Agung Hanyokrokusumo (Raja Mataram Islam) penanggalan Jawa menjadi kelanjutan dari penanggalan Saka yang sebelumnya digunakan. Penanggalan Jawa menggunakan sistem seperti penanggalan Hijriah, dimana perhitungannya dengan mengamati perputaran bulan/lunar. Tujuan Sultan Agung sendiri dalam mengubah penanggalan ini karena dia ingin menyebarkan agama Islam kepada rakyatnya. Sistem ini berlaku di seluruh daerah Jawa dan Madura yang merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Mataram. Penggunaan kalender Saka yang awalnya berdasarkan perputaran matahari digantikan dengan kalender Jawa yan...