pahlawan
413 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sandawa
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Kalimantan Tengah

Sandawa atau senjata api juga merupakan senjata yang dibawa pendatang Cina ketika memasuki Kalimantan. Didalam beberapa acara adat sandawa ini sering digunakan misal dalam acara nyobeng Dayak Bidayuh di Sebujit. Dalam cerita Tetek Tatum Dayak Ngaju, yang mengajarkan pengetahuan mengenai Sandawa atau senjata yang menggunakan mesiu ini adalah “Sempung” ayah dari Bungai (salah satu tokoh pahlawan kenamaan Dayak Ngaju Bungai dan Tambun). Diceritakan Sempung ini belajar ke negeri Cina mengenai persenjataan yang menggunakan mesiu. Ada pula yang beranggapan bahwa Sempung ini memang adalah orang Cina yang melakukan perjalanan ke pulau Kalimantan. Manuskrip kuno Tiongkok menyebutkan tentang mendaratnya sekelompok suku dari daerah provinsi Yunan (RRC) di pantai utara pulau Borneo, pada sekitar 700 tahun sesudah Masehi dibawah pimpinan Sam Hau Fung. Sebuah sungai di daerah Sabah mereka masuki sampai ke hulunya, sungai itu lalu dinamakan mereka sungai Miri. Sesudah beberapa...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Tirakatan
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Di Bantul, ada kebudayaan tirakatan saat malam 17 Agustus. Biasanya tirakatan dilakukan setiap RT atau bisa jadi 1 se dusun. Tirakatan berisi doa2 untuk para pahlawan dan leluhur kita yang sudah gugur serta doa untuk kebaikan digenerasi-generasi saat ini, lalu dilanjutkan pembagian makanan dan kemudian dimakan bersama-sama. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_ftsl_refo
Gambar Entri
Tirakatan 17an
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Di Bantul, ada kebudayaan tirakatan saat malam 17 Agustus. Biasanya tirakatan dilakukan setiap RT atau bisa jadi 1 se dusun. Tirakatan berisi doa2 untuk para pahlawan dan leluhur kita yang sudah gugur serta doa untuk kebaikan digenerasi-generasi saat ini, lalu dilanjutkan pembagian makanan dan kemudian dimakan bersama-sama. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16618213_refo
Gambar Entri
Budaya Lek-Lekan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...

avatar
OSKM18_16918290_Zufar Zufar Taufiqurrahman Fattah
Gambar Entri
Tugu Perjuangan di Jalan KH. Agus Salim
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Monumen ini berbentuk persegi empat, di atasnya terdapat semacam kepala. Konon, ketika awal dibangun di sekeliling kepala tugu ditanam pecahan peluru meriam, mortir, granat tangan, dan selongsong peluru ukuran 12,7 mm yang diambil dari berbagai pertempuran di sekitar Bekasi dan Cakung. Keberadaan barang-barang tersebut memang tidak bisa dilihat secara jelas, karena sekitar tugu dipasang rantai pembatas yang akan menghalangi orang untuk mendekat. Penjelasan yang lebih ilmiah datang dari sahabat saya yang dikenal sebagai Sejarawan Bekasi yang bernama Ali Anwar. Ia menceritakan bahwa tugu di Jalan Agus Salim, menggambarkan berbagai pertempuran hebat yang pernah terjadi pada masa Agresi II. Berbagai peristiwa penting, seperti di daerah Kali Abang Bungur, Gardu Cabang dan Medan Satria, Kranji dan di berbagai tempat serta peristiwa pembakaran oleh tentara Sekutu diperingati oleh para pejuang dengan membangun tugu ini. Seandainya tidak ada Moch Toha, pahlawan dari bandung Selatan, mungkin...

avatar
Oskm18_16818271_agustin
Gambar Entri
Makna Dibalik Lagu
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Papua

Yamko Rambe Yamko merupakan salah satu lagu daerah dari Papua yang terdengar gembira. Tetapi kenyataannya lagu Yamko Rambe Yamko mengisahkan tentang kesedihan rakyat Papua, dimana lagu ini menceritakan tentang kesedihan karena pada waktu itu terjadi peperangan antar suku pada masa penjajahan. Terjadi pertumpahan darah di negeri yang terkenal dengan sebutan mutiara hitam ini.    Lirik Lagu Yamko Rambe Yamko Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro   Arti Lirik Lagu Yamko Rambe Yamko Hai jalan yang dicari sayang perjanjian Hai jalan yang dicari sayang perjanjian Sungguh pembunuhan di dalam negri Sebagai bunga bangsa Sungguh pembunuhan di dalam negri Seb...

avatar
Oskm_FSRD_Olivia
Gambar Entri
Cut Nyak Dhien
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Aceh

Cut Nyak Dhien adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda bersama dengan suaminya, Teuku Umar, pada masa Perang Aceh. Cut Nyak Dhien lahir pada tahun 1848 di Lampadang, Kerajaan Aceh, dan meninggal pada 6 November 1908 di Sumedang, Jawa Barat. Keberanian dan kegagahan Cut Nyak Dhien begitu menginspirasi para wanita untuk terus memperjuangkan kebenaran. Salah satu bentuk kekaguman terhadap Cut Nyak Dhien dituangkan melalui sebuah lagu yang diciptakan oleh T. Djohan dan Anzib.   Cut Nyak Dhien Cipt: T. Djohan dan Anzib   Masa prang Aceh, Meugah Cut Nyak Dhien Teubiet ue mideuen, Neuprang Beulanda Sunggoh that putroe, nanggroe neupeu theuen Bek jiet keurajeuen, uleh Beulanda.   Di Aceh Meugah putroe pahlawan Masa neu meuprang deungon Beulanda Putroe jroh peu e hate neu pih trang Putroe nyang sayang nanggroe ngon bangsa   Hana neu gundah keu darah ile Putro...

avatar
OSKM18_16018045_Dhea Iwata
Gambar Entri
Budaya Lek-Lekan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Budaya Lek-Lekan Budaya Lek-Lekan merupakan salah satu budaya yang berkembang di Kota Semarang, budaya Lek-Lekan apabila dilakukan menjelang peringatan hari kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus, tepatnya tanggal 16 Agustus malam hingga dini hari disertai dengan doa-doa untuk para pahlawan juga disebut sebagai Tirakatan. Budaya Lek-Lekan dilakukan pada malam kemerdekaan dan saat malam 1 Suro (Malam 1 Muharram dalam kalender Islam). Kegiatan saat Lek-Lekan juga disesuaikan dengan kondisi, contohnya: Dalam peringatan Hari Kemerdekaan dikenal juga sebagai Malam Tirakatan, maka acaranya adalah menyanyikan Lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, semangat kebangsaan, dan sebagai ajang perekatan antar warga. Apabila dilakukan saat Malam 1 Suro, maka diisi dengn berbagai macam doa awal tahun, zikir malam, dilanjutkan dengan solat malam. Apabila dilakukan menjelang tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban), maka diisi dengan penjagaan hewan kurban secara berga...

avatar
OSKM18_16918290_Zufar Zufar Taufiqurrahman Fattah
Gambar Entri
PTPN XI SURABAYA - PENINGGALAN ESTETIK DAN HORROR
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Timur

Halo, di sini aku mau cerita pengalaman aku ketika tour di PTPN XI.   PT. Perkebunan Nusantara XI atau yang sering disebut sebagai PTN XI merupakan salah satu peninggalan Belanda yang vintage dan berada di Surabaya tepatnya di Jalan Merak, Jawa TImur, Indonesia. Saat ini, bangunan ini dikelola oleh BUMN yang memiliki spesialisasi di bidang perkebunan karet. Saat liburan sekolah SMA, saya dan teman saya sebenarnya tidak memiliki rencana untuk mengujungi gedung PTPN XI ini. Waktu itu kami sedang berada di House of Sampoerna yang juga terletak di Surabaya. Di House of Sampoerna ini, ada banyak spot yang estetik dan juga museum tentang asal-usul rokok Sampoerna. Ketika kami sedang asik melihat-lihat di museum, tiba-tiba ada seorang pegawai yang menawari kami untuk ikut "Tour House of Sampoerna". Tour ini disediakan gratis oleh HoS dan meliputi berkeliling ke monumen-monumen peninggalan bersejarah yang ada di Surabaya. Monumen-monumen yang dikunjungi di tour ini antara lain...

avatar
OSKM18_16718419_REGINA