Budaya Indonesia
598 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Dikutuk Menjadi Batu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Di sebuah desa nelayan. Hidup seorang ibu dengan seorang anak lelakinya bernama Malin Kundang. Hidup mereka sangat miskin. Ayah Malin sudah lama meninggal dunia. Ketika kecil, Malin senang mengejar dan suka memukul ayam-ayam tetangga. Suatu hari, ia jatuh terpeleset ketika mengejar-ngejar ayam. Lengannya luka dan meninggalkan bekas yang tidak dapat hilang. Ketika dewasa, Malin Kundang pergi bekerja ke negeri seberang. Setelah berhasil menjadi pedagan kaya, suatu hari Malin Kundang singgah di kampung halamannya. Dengan penuh suka cita, ibunya segera pergi ke pelabuhan menyambut Malin Kundang. Sampai di pelabuhan, ia melihat Malin keluar dari kapal besar dan mewah dengan pakaian yang sangat indah. “Ya Tuhan… Itu Malin...” serunya bangga dan bahagia. Tapi tidak disangka. Malin tiba-tiba mendorong ibunya sampai tersungkur ke tanah. Ibunya kaget, “Aku ibumu Malin. Biar kulihat apakah kau Malin anakku atau bukan,” si ibu segera menyingkap pak...

avatar
dans suha
Gambar Entri
Asem Pandeh Daging
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Selain rendang, Padang juga memiliki satu lagi kuliner khas yakni asam pandeh daging. Sekilas daging pada kuliner ini sama seperti daging rendang yang berwarna kecoklatan dan sedikit berkuah. Soal rasa, kuliner berbahan dasar daging sapi ini tidak kalah lezat dari rendang yang sudah terkenal mendunia. Sama seperti rendang, asam pandeh daging biasanya juga menjadi sajian utama saat acara-acara adat di Padang seperti pernikahan. Asam padeh sendiri memiliki arti asam pedas karena bumbu dari kuliner ini didominasi oleh cabe. Selain pedas, nuansa rasa asam dari daging berasal dari asam kandis. Paduan rasa asam dan pedas menjadikan daging begitu nikmat saat disantap. Belakangan kuliner ini mengalami perkembangan dengan mengganti bahan utama daging dengan ikan maupun ayam. Penggantian bahan utama ini biasanya dilakukan sesuai selera dari si pembuat masakan. Bagi Anda yang ingin menikmati kuliner ini, cobalah berkunjung ke rumah makan yang ada di tanah Minang. Asam pandeh dagin...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Legenda Tuanku Taram
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Taram Nan Tujuah, begitulah nama nagari ini lebih dikenal. Penggunaan  angka tujuh pada nama nagari itu merupakan sebuah keharusan karena banyak hal yang serba tujuh ada di Taram, di antaranya Nagari Taram terdiri atas tujuh suku, yaitu Simabua, Piliang Godang, Piliang Loweh, Bodi Caniago, Sumpadang, Pitopang, dan Malayu. Nagari Taram pun terdiri atas tujuh buah jorong, yaitu Jorong Sipotai, Jorong Tanjuang Ateh, Jorong Tanjuang Kubang, Jorong Balai Cubadak, Jorong Subarang, Jorong Parak Baru, dan Jorong Gantiang. Selain itu, Taram pun memiliki tujuh bukit, yaitu Bukik Godang dan Bukik Kociak, Bukik Talioa, Bukik Garudo, Bukik Bakia, Bukik Panjang, Bukik Sigorak, dan  Bukik Pingumbuak. Dulu, Negeri Taram tanahnya gersang. Musim kering berkepanjangan. Tidak ada sumber air untuk mengairi sawah. Kalaupun ada sawah yang ditanami, itu hanya mengharapkan curah hujan. Hal itu terjadi akibat musim panas lebih lama daripada musim hujan. Padi dari sawah tadah hujan hanya cukup u...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Mancik
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Barat

Bukan tikus-tikus ya. Ntah kenapa nama permainan satu ini jadi mancik-mancik, ada yang tau kenapa? Bahasa Indonesia nya petak umpet, bahasa Inggris nya hide and seek, ntah kenapa bahasa Minang nya mancik-mancik. Permainan ini sih yang paling universal, kapan aja dan dimana aja bisa main nya, tapi sayang anak jaman sekarang jarang main mancik-mancik. Dulu kalo main mancik-mancik pasti ada yang pernah sembunyi di belakang orang yang jaga, dan pas orang yang jaga selesai ngitung langsung deh di tab tembok nya bilang "mancik-mancik", ini ni yang "cadiak buruak" alias gak acih.

avatar
Habibi Rizqi Ramadhan
Gambar Entri
kejaran em tingga surang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Barat

Ntah apa namanya di setiap daerah kamu, tapi yang pasti main kejaran ini siapa yang jadi pasti bakalan "kanai asek" (aduhh, penulis gak tau bahasa Indonesia nya kanai asek, kena asap gak pas, terjemahin sendiri aja yaa), soalnya permainan ini kayak never ending game, yang pernah main ini dulu pasti bakalan ngerti perasaan never ending game dan kanai asek. Pasti salah satu dari pembaca punya bekas luka di lutut atau siku nya akibat dari main kejaran ini kan?

avatar
Habibi Rizqi Ramadhan
Gambar Entri
Batik Sumatera Barat Dan Penjelasannya
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Daerah yang terkenal dengan menu masakan berupa rendang ini juga merupakan salah satu provinsi di indonesia yang memiliki corak batik khas dan unik. Meskipun sumatra barat atau yang juga biasa di sebut Padang lebih terkenal dengan kerajinan kain tenunnya, namun belakangan batik dan pengerajin batik mulai bermunculan di ranah minang. Motif batik di provinsi sumatera barat bercirikan kehidupan masyarakat daerah setempat, baik itu dari segi sisi kebudayaan maupun kekayaan alam yang terkandung pada bumi sumatera barat. Ada banyak motif batik yang berkembang di sumatera barat, adapun beberapa motif batik yang cukup populer adalah motif batik tanah liek atau tanah liat, motif pucuk rebung, motif batik rangkiang, motif batik itiak pulang petang, motif tumbuhan merambat atau akar berdaun, dan motif keluk daun pakis. Berikut penjelasan dari beberapa motif batik sumatera barat atau padang : Motif Batik Tanah Liek atau Tanah Liat Tanah liek merupakan bahasa minangkabau yang berarti t...

avatar
Seblakceker
Gambar Entri
Hikayat Sabai Nan Aluih
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

Di daerah Sumatra Barat, Indonesia, terkenal sebuah kaba (prosa Minangkabau) yang sering dinyanyikan oleh para tukang kaba sejak dahulu kala. Dalam cerita rakyat tersebut diceritakan bahwa Sabai nan Aluih adalah seorang gadis yang cantik namun berani dalam membela kesewenang-wenangan. Berikut kesimpulan dari cerita Sabai Nan Aluih. Alkisah, di Padang Tarok, Sumatra Barat, hiduplah sepasang suami istri, Rajo Babanding dan Sadun Saribai. Mereka tinggal bersama kedua orang anaknya di sebuah rumah bergojong (berujung) empat yang terletak di sekitar hilir Sungai Batang Agam. Anaknya yang sulung adalah seorang gadis cantik bernama Sabai nan Aluih, sedangkan anak bungsunya seorang pemuda tampan bernama Mangkutak Alam. Meskipun dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga yang sama, kedua kakak beradik tersebut memiliki sifat yang berbeda. Mangkutak adalah seorang pemalas. Kerjanya setiap hari hanya bermain layang-layang, sehingga kulitnya menjadi hitam karena ter...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Legenda Terbentuknya Danau Singkarak
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Danau Singkarak dengan luas 107,8 m2 merupakan danau terluas kedua setelah Danau Toba di Pulau Sumatra, Indonesia. Danau yang berada di ketinggian 36,5 meter dari permukaan laut ini terletak di dua kabupaten di Provinsi Sumatra Barat, yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar.  Jika para wisatawan yang ingin menikmati keindahan panorama Danau ini, ada beberapa titik yang perlu di singgahi yakni di Daerah Kenagarian Kacang, Paninggahan, Malalo dan Pitalah. Menurut penduduk setempat ada sebuah cerita yang turun temurun di”kaba” kan tentang asal mula terbentuk nya Danau Singkarak. Bagaimana terbentuk nya Danau Singkarak? Kita simak dibawah ini mengenai Legenda Terbentuknya Danau Singkarak Pada zaham dahulu kala, di sebuah taratak kecil di nagari Minangkabau, menetaplah keluarga Pak Buyung. Pak Buyung tinggal di sebuah gubuk kecil di pinggir sawah bersama istri dan seorang putra. Putra pak Buyung masih kecil , Ia bernama Indra. Sehari-hariny...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Legenda Asal Mula Sawahlunto
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Kota Sawahlunto adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota yang terletak 95 km sebelah timur laut kota Padang ini, dikelilingi oleh 3 kabupaten di Sumatera Barat, yaitu kabupaten Tanah Datar, kabupaten Solok, dan kabupaten Sijunjung. Kota Sawahlunto memiliki luas 273,45 km² yang terdiri dari 4 kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 54.000 jiwa. Pada masa pemerintah Hindia Belanda, kota Sawalunto dikenal sebagai kota tambang batu bara. Kota ini sempat mati, setelah penambangan batu bara dihentikan. Saat ini kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua yang multi etnik, sehingga menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia. Di kota yang didirikan pada tahun 1888 ini, banyak berdiri bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Sebagian telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat dalam rangka mendorong pariwisata dan mencanangkan Sawahlunto menjadi “Kota Wisata Tambang yang Berbudaya” Berikut Legenda Asal...

avatar
Sobat Budaya