monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
437 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Accera Kalompong
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Accera Kalompoang merupakan upacara adat untuk membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa. Inti dari upacara ini adalah allangiri kalompoang, yaitu pembersihan dan  penimbangan salokoa (mahkota) yang dibuat pada abad ke-14. Mahkota ini  pertama kali dipakai oleh Raja Gowa, I Tumanurunga, yang kemudian disimbolkan  dalam pelantikan Raja- Raja Gowa berikutnya. Adapun benda-benda kerajaan yang dibersihkan di  antaranya: tombak rotan berambut ekor kuda (panyanggaya barangan), parang  besi tua (lasippo), keris emas yang memakai permata (tatarapang), senjata  sakti sebagai atribut raja yang berkuasa (sudanga), gelang emas berkepala naga (ponto janga-jangaya), kalung kebesaran (kolara), anting-anting emas murni (bangkarak ta‘roe), dan kancing emas (kancing gaukang).  Selain benda-benda pusaka tersebut, juga ada beberapa benda impor yang tersimpan  di Museum Balla Lompoa turut dibersihkan, sep...

avatar
Rizki Azizah
Gambar Entri
Kubur Bayi dalam Pohon
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Para bayi keturunan Tana Toraja yang meninggal sebelum giginya tumbuh dikuburkan di dalam sebuah lubang yang dibuat di pohon Tarra. Kemudian, lubang tersebut ditutup dengan menggunakan anyaman ijuk. Upacara penguburan ini dilaksanakan secara sederhana dan bayi yang dikuburkan tidak dibungkus dengan kain, sehingga bayi seperti masih berada di rahim ibunya. Penempatan jenazah bayi disesuaikan dengan strata sosial masyarakatnya. Kuburan pun mengarah ke tempat tinggal keluarganya. Makna dari ritual penguburan ini adalah pengharapan kelahiran bayi-bayi yang lahir setelahnya akan diselamatkan. Sebab, mereka menganggap bahwa sang bayi seperti dikembalikan ke rahim ibunya.   Sumber: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/2186097/3-ritual-penguburan-khas-tana-toraja-sulawesi-selatan

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Accera’ Kalompoang
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Accera’ Kalompoang  dalam makna harfiahnya adalah persembahan suci kepada kebesaran kerajaan Gowa. Acccera kalompoang rutin diadakan setiap hari raya idul adha di Istana Balla Lompoa ri Gowa. Prosesi ini berlangsung selama dua hari berturut-turut. Dimulai dengan pemotongan kerbau, barzanji, dan pemanggilan para leluhur di hari pertama. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan air di sumur tua yang terletak di Katangka, Gowa. Air tersebut diarak oleh orang-orang dengan pakaian adat. Sulawesi Selatan, tepatnya Gowa juga punya tradisi hari raya Idul Adha yang sangat sakral, yaitu Accera Kalompoang. Tradisi ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yang dimulai saat sehari menjelang Idul Adha dan hari raya itu sendiri. Ini adalah acara resmi untuk mencuci benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Gowa. Prosesinya dilakukan di Istana Raja Gowa atau Rumah Adat Balla Lompoa. Acara Idul Adha ini sendiri menjadi salah satu upaya untuk mempersatukan keluarga kerajaan...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Adu Betis
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Di Indonesia yang sebagian besar masyrakatnya adalah petani mempunyai banyak tradisi untuk mensyukuri musim panen. Salah satunya di Dusun Paroto, Desa Sanaeko, Barebbo, Bone, Sulawesi Selatan yang melakukan tradisi adu betis. Unik bukan? Tradisi ini dilakukan lewat permainan Malanca. Intinya para pemuda harus mengeluarkan kekuatannya agar bisa mengikuti tradisi adu betis ini.   Sumber: https://www.shopback.co.id/blog/12-tradisi-unik-yang-hanya-bisa-ditemukan-di-indonesia

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Mappalanca
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Sebagai negara agraris, kehidupan masyarakat Indonesia sudah tentu bergantung pada hasil pertanian. Oleh karena itu banyak penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai petani. Mereka ini tak kenal lelah menanam dan memanen padi agar bisa dikonsumsi diri sendiri dan orang lain. Maka nggak berlebihan dong kalau setelah panen mereka bersuka cita dengan menggelar sebuah perayaan. Sebut saja salah satunya yaitu perayaan Mappalanca. Baru dengar? Perayaan ini diselenggarakan oleh masyarakat Bone, Sulawesi Selatan. Mappalanca adalah salah satu tradisi unik sekaligus ekstrim yang ada di Indonesia. Nama lain dari tradisi ini adalah adu betis. Nah sudah tahu kan mengapa disebut ekstrim. Tradisi ini dilakukan setiap tahun setelah masa panen. Bagaimanakah jelasnya tradisi Mappalanca ini? Simak terus artikel menarik ini. Adu Betis Setelah Panen Mappalanca atau juga biasa disebut Mallanca sebenarnya adalah permainan tradisional Bone. Permainan ini dilakukan masyarakat Bone setelah...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Mappacokkong Ri Baruga
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Liputan6.com, Luwu:  Sinar Sang Surya sangat terik ketika enam pendeta Bissu berkumpul di suatu hari di Dusun Cerekang, Luwu, Sulawesi Selatan. Bissu adalah sebutan bagi pendeta tradisional dalam masyarakat adat di Sulawesi Selatan, terutama Suku Bone dan Bugis. Dalam bahasa Bugis, Bussi berasal dari kata "Bessi" yang berarti bersih. Mereka adalah para lelaki yang berpenampilan seperti wanita, namun memiliki kekuatan gaib yang jarang dimiliki sembarang orang. Sikap kewanita-wanitaan yang mereka perlihatkan adalah suatu kesengajaan dan bagian dari tuntutan adat yang mereka yakini sesuai Kitab La Galigo. Aktivitas para Bissu yang dipimpin Puang Toa Saidi di Cerekang itu adalah bagian dari suatu prosesi besar yang tengah digelar oleh Kedatuan Luwu Raya di Tanah Bugis. Mereka sedang menyambut utusan Datu Luwu yang berniat mengambil air suci  Pisimeuni  dari rumah Puak Cerekang. Pada hari itu dan beberapa hari berikutnya, seluruh warga Kedatuan Luwu memang tenga...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Kisah La Tongko-Tongko
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kisah La Tongko- Tongko berasal dari cerita rakyat Sulawesi Selatan. Ada orang yang sangat bodoh. Namanya La Tongko-Tongko . Dia tinggal bersama ibunya. Suatu hari, La Tongko-Tongko mengatakan kepada ibunya bahwa dia ingin menikah. “Jika Anda ingin menikah, Anda harus mencari gadis terlebih dahulu. Kemudian mintalah dia untuk menikah dengan Anda.” La Tongko-Tongko mendengarkan ibunya. Jadi, dia mulai mencari gadis. Dan saat dia melihat sekeliling, dia bertemu dengan seorang gadis. Dia membawa kentang di tasnya. “Hei, gadis aku ingin menikah, apakah kamu mau jadi istriku?” Gadis itu marah! Dia pikir La Tongko-Tongko mengejeknya. Dia melemparkan kentang ke arahnya. La Tongko-Tongko kabur! Di rumah, La Tongko-Tongko memberitahu ibunya tentang gadis yang ditemuinya hari ini. “Oh, kamu sangat bodoh La Tongko-Tongko kamu bisa meminta gadis untuk menikah seperti itu kamu dan dia harus saling mencintai, maka kamu bisa menikah,” je...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
6_Kue Te're
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Kue Te’re tidak kalah lezat dengan kue lainnya. Kue Te’re atau bisa disebut juga kue jaring, karena tekstur kue nya yang mirip dengan jaring-jaring. Kue ini berwarna agak kecoklatan dan memiliki rasa yang manis. Warna cokelat dan rasa yang manis ini berasal dari gula merah yang dicairkan. Kue Te’re ini sudah ada sejak jaman kerajaan, ketika itu kue ini disajikan untuk para raja. Namun saat ini semua orang bisa mencicipinya dan dijadikan makanan dalam adat pernikahan kepulauan selayar. Proses pembuatannya pun cukup sederhana, pertam-tama siapkan bahannya terlebih dahulu seperti minyak sayur, gula pasir, gula merah dan tepung beras. Setelah semua bahannya siap saatnya kita buat kuenya. Pertama kita ambil air gula terlebih dahulu setelah air gula matang, campurkan air gula yang kita masak tadi dengan tepung beras sambil diaduk hingga merata. Selanjutnya kita menggoreng adonan kue te’re ini menggunakan cetakan yang dinamakan kada’ro. Kada’ro m...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
6_Rumah Adat Atakkae
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Perumahan adat Attakkae terletak di pinggiran Danau Lampulung, kelurahan Attakkae, Kecamatan tempe tiga kilometer sebelah timur Kota Sengkang. Kawasan rumah adat ini dibangun pada tahun 1995. Di dalam kawasan perumahan adat ini terkumpul rumah-rumah adat tradisional dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wajo.  Dari keseluruhan rumah, ada satu rumah yang lebih besar dari yang lain. Rumah ini dijuluki istana Saoraja La Tenribali. Rumah adat ini terdapat tepat di sebelah Danau Lampulung. Yang menarik, rumah adat terbesar ini memiliki 101 buah tiang yang masing-masing memiliki berat 2 ton. Tiang-tiang tersebut terbuat dari kayu Ulin yang didatangkan khusus dari Kalimantan. Masing-masing tiang memiliki garis tengah 0,45 meter dan tinggi dari tanah ke loteng 8,10 meter. Total ukuran Saoraja ini adalah panjang 42,20 meter, lebar 21 meter dan tinggi bubungan 15 meter. Saat ini, perumahan adat Attakkae digunakan sebagai tempat pelaksanaan pameran, semnar dan atraksi budaya permai...

avatar
adhaagary