HARI PAHLAWAN
359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Jen Apui
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Jen Apui (Jin Api) Jenis hantu satu ini disebut Jen Apui karena mirip bola Api. Ada yang mengatakan makhluk ini mirip kelapa bolong yang menyala. Ada juga yang mengatakan kalau jin ini menyerupai monyet yang dapat menyemburkan api dalam mulutnya. Namun hal itu tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya karena menurut persepsi masing-masing yang mengisahkan. Biasanya Jen Apui ini sering berkeliaran di area persawahan pada malam hari dan konon katanya juga dapat membakar setiap yang dijumpainya. Ada yang mengisahkan kalau jin ini juga hobi mengejar dan menakut-nakuti orang. Sumber: https://acehsatu.com/8-makhluk-mitologi-masyarakat-aceh/

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kisah Hantu Halimah Jurang Seunapet
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Bicara misteri jurang Seunapet yang berlokasi di Lembah Seulawah, Aceh Besar, tidak bisa dipisahkan dengan kisah hantu Halimah yang konon katanya kerap menggganggu para pelintas jalan.  Menurut sumber yang layak dipercaya dan dibarengi dengan penerawangan gaib tim investigasi hantu Aceh, bahwa kehadiran sosok perempuan cantik nan misterius di jurang itu berawal dari sebuah kisah pilu puluhan tahun lalu.  Kisah ini diawali dengan sebuah peristiwa pembunuhan terhadap seorang gadis muda oleh beberapa pemuda yang sedang dimabuk syahwat. Kisah itu terjadi pada tahun 1980-an. Berikut kisahnya.  Cerita ini mengalir begitu saja dari sosok Halimah yang berhasil ditemui oleh tim investigasi hantu Aceh. Dialog batin itu berlangsung selama satu jam. Untuk menghindari kesan horor, penulis hanya menguraikan pokok bahasan saja.  Perempuan yang mengaku saat dibunuh masih berusia 18 tahun, bercerita bahwa pada suatu hari dia sedang dalam perjalanan pulang k...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Legenda Putri Pucuk Gelumpang yang Terbuang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Pada jaman dahulu hiduplah seorang bangsawan yang mempunyai dua orang teman, yang satu bernama Lesamana, dan yang lainnya bernama Pedanelam. Dua orang teman bangsawan ini kerjanya selalu menghasut tuannya. Hasutannya ialah bila ia punya anak laki-laki hendaklah dipelihara, jika punya anak perempuan hendaklah dibunuh lalu dagingnya dijadikan gulai untuk dimakan. Bangsawan ini mempunyai seorang istri yang sedang hamil. Cerita rakyat Aceh ini mengkisahkan bahwa suatu ketika ia berencana pergi ke Pulau Pinang, lalu ia bertanya kepada istrinya, “Dinda, berapa usia kandunganmu saat ini?” “Ya Kakanda, kandunganku sudah tujuh bulan,” kata istrinya. “Baiklah. Aku akan berangkat hari ini. Kalau nanti anak kita laki-laki bunyikan rantai perak. Tetapi kalau nanti anak kita perempuan, bunyikan rantai tembaga. Nah ketika mendengar isyarat itu aku akan pulang,” kata bangsawan kemudian. Sesungguhnya ucapan bangsawan itu mengandung makna tersendiri. Bila bayinya n...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Cut Nyak Dhien
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Aceh

Cut Nyak Dhien adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda bersama dengan suaminya, Teuku Umar, pada masa Perang Aceh. Cut Nyak Dhien lahir pada tahun 1848 di Lampadang, Kerajaan Aceh, dan meninggal pada 6 November 1908 di Sumedang, Jawa Barat. Keberanian dan kegagahan Cut Nyak Dhien begitu menginspirasi para wanita untuk terus memperjuangkan kebenaran. Salah satu bentuk kekaguman terhadap Cut Nyak Dhien dituangkan melalui sebuah lagu yang diciptakan oleh T. Djohan dan Anzib.   Cut Nyak Dhien Cipt: T. Djohan dan Anzib   Masa prang Aceh, Meugah Cut Nyak Dhien Teubiet ue mideuen, Neuprang Beulanda Sunggoh that putroe, nanggroe neupeu theuen Bek jiet keurajeuen, uleh Beulanda.   Di Aceh Meugah putroe pahlawan Masa neu meuprang deungon Beulanda Putroe jroh peu e hate neu pih trang Putroe nyang sayang nanggroe ngon bangsa   Hana neu gundah keu darah ile Putro...

avatar
OSKM18_16018045_Dhea Iwata
Gambar Entri
Tradisi Menyambut Tahun Baru Suku Tionghua Aceh
Ritual Ritual
Aceh

        Setiap daerah memiliki budayanya masing-masing, hal itu juga bersangkutan pada etnis Tionghua yang menetap di daerah tersebut. Suku Tionghua Aceh memiliki cara yang berbeda dalam merayakan tahun baru masehi. Asal mula merayakan tahun baru ini berasal dari nenek moyang yang bersuku Tionghua Hakka dan budaya tersebut masih berjalan terus hingga sekarang.           Pada tanggal 1 Januari , pihak keluarga pertama saling mengunjungi pihak keluarga kedua dengan mengenakan baju baru , bersalaman kepada yang tua hingga pemberian angpao kepada sanak keluarga yang belum menikah layaknya Hari Raya Imlek. Cemilan-cemilan kue kering pun disediakan untuk menemani perbincangan keluraga besar.                   Puncak perayaan terjadi pada tanggal 31 Januari malam hari dimana bermacam-macam hidangan lezat di hidangkan kepada keluraga besar dari kedua pihak, istilah i...

avatar
OSKM18_16118068_nicholas
Gambar Entri
Meulaot
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Aceh

Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...

avatar
OSKM18_16518286_Arthur Edgar Yunanto
Gambar Entri
Meulaot
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Aceh

Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...

avatar
OSKM18_16518286_Arthur Edgar Yunanto
Gambar Entri
Meulaot
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Aceh

Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...

avatar
OSKM18_16518286_Arthur Edgar Yunanto
Gambar Entri
Meulaot
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Aceh

Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...

avatar
OSKM18_16518286_Arthur Edgar Yunanto