Tari Baladewan (https://www.youtube.com) Tari Baladewan diambil dari salah satu babak tari Tari dari daerah Banyumas yang menceritakan tentang semangat prajurit yang gagah, berani maju dalam medan perang. Tari ini dapat ditarikan baik oleh perempuan maupun pria. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/09/tarian-tradisional-banyumas-jawa-tengah-2-dari-2/
Tari Senggot massal (https://www.suarapurwokerto.com) Senggot merupakan sebuah lancaran dari Brebes yang ditirukan dalam lancaran Banyumasan dengan media alat musik bambu (Calung). Kata Senggot juga terdapat pada bahasa lokal Banyumas yang berarti gayung atau siwur yang terbuat dari bathok (tempurung kelapa) kelapa yang berpangkal panjang, Kata ini terdapat dalam parikan Bahasa Banyumas yang berarti senggot, atau ngegot (sebuah gerak pinggul). Tari secara visualisasi menggambarkan para wanita yang lincah dan perkasa, gerak merupakan pengembangan dari gerak tradisi Banyumasan dan Pasundan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/09/tarian-tradisional-banyumas-jawa-tengah-2-dari-2/
Tari Topeng Sinok (https://kesenianbrebes.blogspot.co.id) Merupakan salah satu seni tari khas asal Brebes yang diciptakan oleh Suparyanto dari Dewan Kesenian Kabupaten Brebes yang menggambarkan perempuan yang cantik, luwes dan treingginas. Tarian Topeng Sinok, menceritakan tentang perempuan Brebes, yang pada umumnya mereka merupakan adalah wanita pekerja keras. Kecantikan, keluwesan, dan kenggunannya tak mengurangi kecintaan mereka pada alam dan pekerjaannya sebagai petani. Tari yang merupakan paduan bentuk seni Cirebon, Banyumas dan Surakarta tersebut, seolah hendak mengatakan bahwa perempuan daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat ini bukanlah pribadi yang manja, cengeng, dan malas. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/05/tarian-tradisional-brebes-jawa-tengah/
Tari Reog Banjarharjo (https://fesbukerbrebes.blogspot.co.id) Tari Reog Banjarharjo adalah salah satu kesenian tradisional yang berkembang di wilayah tengah Kabupaten Brebes tepatnya di Kecamatan Banjarharjo yang nyaris punah. Berbeda dengan reog yang selama kita kenal dari Ponorogo, Jawa Timur. Dalam pertunjukan Reog Ponorogo ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai “Singa Barong”, raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa. Tapi reog asal Brebes, dimainkan dua orang bertopeng. Reog Banjarharjo dimainkan oleh dua orang, satu orang ditokohkan sebagai orang yang baik, dan satunya berwatak jahat. Tokoh yang baik mengenakan topeng pentul, dan yang jahat barongan. Dua lakon ini bertarung ketika pertunjukan berlangsung. Ceriteranya mengisahkan seputar mahluk halus yang menghuni sebuah tempat atau rumah. Manakala rumah itu akan ditempati, pentul datang untuk men...
Tari Ronggeng Kaligua (https://mabrurisirampog.wordpress.com) Merupakan tradisi yang dilakukan saat ulang tahun PTPN IX Kaligua. Dalam ulang tahun itu, selalu ditampilkan tarian ronggeng. Di mana tarian ronggeng ini, dulunya saat perkebunan Kaligua didirikan, dimaksudkan untuk menghibur para pekerja. Sehingga para pekerja waktu itu, tidak bosan dan malas-malasan dalam bekerja, karena sudah dihibur dengan tarian ronggeng. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/05/tarian-tradisional-brebes-jawa-tengah/
Hampir sama dengan Tari Wireng. Bedanya Tari Pethilan mengambil adegan atau bagian dari cerita pewayangan. Ciri-cirinya Tarian Tari boleh sama, boleh tidak Menggunakan ontowacono (dialog) Pakaian tidak sama, kecuali pada lakon kembar Ada yang kalah atau menang atau mati Perang mengguanakan gendhing srepeg, sampak, gangsaran Memetik dari suatu cerita lakon Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/05/tarian-tradisional-surakarta-jawa-tengah/
Seperti yang telah kita ketahui bersama, salah satu cerita menyebutkan, asal mula tombak Kanjeng Kyai Plered tercipta dari alat vital Syekh Maulana Maghribi yang ditarik oleh seorang gadis bernama Rasawulan karena ketahuan mengintipnya. Adipati Pragola yang lahir di Jambeyan dan kemudian berkedudukan sebagai Bupati di Pati, adalah putra Adipati Puger dari Demak, yang merupakan putera ke-3 Panembahan Senopati Mataram. Dia masih sedarah dengan Sultan Agung. Sayangnya, sewaktu Sultan Agung dinobatkan sebagai Raja di Mataram menggantikan Sinuhun Sedo Krapyak, Adipati Pragola melakukan pemberontakan. Dia menyatakan daerah Pati dan Pesisir Utara terlepas dari kekuasaan Mataram. Sultan Agung datang sendiri memimpin pasukannya untuk memadamkan pemberontakan di Pati ini. Kuat dugaan kalau dia tahu persis kalau Adipati Pragola ini sangat sakti. Salah satunya, dia tak mempan oleh senjata tajam dan pusaka apapun, selain dengan pusaka sakti bernama Tombak Kanjeng Ky...
Motif Nitik Karawitan (https://www.kaskus.co.id) Pada batik motif Nitik Karawitan mempunyai unsur motif ceplok, digunakan sebagai kain panjang (jarik), memiliki makna inti yaitu mengenai Kebijaksanaan. Dengan demikian, para pemakainya diharapkan akan menjadi orang yang bijaksana. Itulah mengapa orang-orang yang dituakan di lingkungannya banyak menggunakan batik motif ini. Motif Nitik Karawitan (https://pradika22.blogspot.co.id) Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/06/batik-motif-nitik-karawitan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Jaka_Linglung Jaka Linglung Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Jaka Linglung merupakan putera Aji Saka yang berwujud ular naga raksasa pada masa Kerajaan Medang Kamulan . Berbagai tempat dihubungkan dengan kisah perjalanan hidupnya hingga meninggal, salah satunya adalah Bleduk Kuwu . Daftar isi 1 Nama 2 Perjalanan hidup 2.1 Versi Serat Centhini 2.2 Versi lain 3 Lihat juga 4 Referensi Nama [ sunting | sunting sumber ] Nama "Jaka Linglung" memiliki arti "jejaka (pria muda yang belum menikah) yang kebingungan/ linglung". Terdapat beberapa versi bagaimana nama tersebut diperoleh Jaka Linglung. Versi per...