Tarling pada awalnya merupakan anak-anak muda dikala melepas lelah setelah seharian bekerja. Saat itu, pada masa akhir pendudukan jepang, dan memasuki awal revolusi kemerdekaan, permainan mereka hanya menggunakan sebuah gitar dengan menirukan pola tabuhan saron. Motif pukulan/tabuhan saron (gamelan) yang berhasil di transfer ke dalam petikan gitar, akhirnya menjadi kebiasaan remaja saat itu dan dimainkan sambil berkeliling kampung pada malam hari. Hal itu mereka lakukan secara spontanitas dengan membawakan lagu-lagu tradisional yang biasa di iringi musik ensambel gamelan khas cirebon. Sementara, yang pertama kali mempelopori bentuk sajian musik gitar dan suling di Cirebon adalah JAYANA bersama temannya seorang pemuda keturunan Cina bernama LIEM SIN YOU yang di kenal dengan nama PAK BARANG. Secara historis, tarling baru terbentuk pada sekitar tahun 1950-an, dan dalam jangka waktu yang relatif singkat mampu meraih sukses yang luar biasa dengan merajai bursa hiburan rakyat di d...
Ritual Seblang adalah salah satu ritual masyarakat Osing yang hanya dapat dijumpai pada dua desa di lingkungan kecamatan Glagah, Banyuwangi, yakni desa Bakungan dan Olehsari. Ritual ini dilaksanakan untuk keperluan bersih desa dan tolak bala, agar desa tetap dalam keadaan aman dan tentram. Ritual ini hampir sama seperti ritual Sintren di wilayah Cirebon, Jaran Kepang, dan Sanghyang di Bali. Penyelenggaraan tari i Seblang di dua desa tersebut memiliki perbedaan, seperti perbedaan waktu pelaksanaannya. Di desa Olihsari diselenggarakan satu minggu setelah Idul Fitri, sedangkan di desa Bakungan yang bersebelahan, diselenggarakan seminggu setelah Idul Adha. Para penarinya dipilih secara supranatural oleh dukun setempat, dan biasanya penari harus dipilih dari keturunan penari seblang sebelumnya. Di desa Olehsari, penarinya haruslah gadis yang belum akil baligh , sedangkan di Bakungan, penarinya haruslah wanita berusia 50 tahun ke atas yang telah mati haid (manopouse). Tari...
“Berokan” atau biasa disebut juga "Barong Kepet", topeng yang digunakan dalam kesenian daerah sekitar Cirebon dan Indramayu. Topeng ini yg terbuat dari kayu dan wajahnya dibuat menyerupai makhluk yg menakutkan. Topeng ini mulutnya bisa digerakan, dan dalam pertunjukan gerakan mulut ini menghasilkan bunyi "plak-plok” yang kemudaian berpadu dengan suara alat tiup empetan yang digunakan pemaiannya (bunyinya pet-petan). Bersamaan dengan hadirnya suara musik instrumen tradisional yang mengiringi. Topeng berpadu dengan pakaian berupa waring/kain/goni/kulit kambing, yang menutupi seluruh tubuh hingga menyisakan kaki. Gerakan dalam topeng ini cukup lincah, di akhir adegan, Berokan akan mengejar penonton sebagai penanda mengusir bala, dan tentunya sebagai sesuatu yang menghibur. Anak-anak & penonton lain yg dikejar biasany akan lari. Kadang-kadang kesenian Berokan dihubungkan cerita wayang Yudhayaka. Kalangan tertentu percaya kesenian Berokan berfungsi sebag...
Alat musik ini terbuat dari kayu. Rampai Geurimpheng ditampilkan oleh sepuluh hingga dua puluh pemain dalam posisi duduk bersila membentuk saf. Lantunan syair-syair bernuansa Islam dalam kesenian geurimpheng berpadu dengan iringan musik rapai. Tradisi menyanyikan pujian berfungsi untuk membimbing serta menanamkan rasa keagamaan yang menjadi pandangan hidup masyarakat. Melalui pertunjukan ini, pesa-pesan religius dapat disampaikan secara indah.
Alat musik ini terbuat dari kayu dan kulit binatang. Rapai Pase termasuk alat musik pukul. Permainan alat musik ini digelar pada malam hari dan dimainkan oleh sekita enam puluh orang. Irama yang selaras sangat indah mengiringi syair bernafaskan agama Islam dan nasehat hidup yang ditampilkan dalam kesenian Rapai Pase.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Teganing termasuk alat musik sitar tabung (idio-kordofon). Teganing dimainkan dengan cara bagian yang berdawai dipukul dengan peguel (stik) dan dalam waktu bersamaan lubang dibawahnya juga dipukul. Teganing khusus dimainkan oleh beberapa orang (gadis-gadis pada saat bersantai di lepo / rumah adat pada waktu sore atau malam hari.
Alat musik ini terbuat dari kayu. Seurune Kale merupakan alat kesenian tradisional dalam kelompok hobo. Seurune Kale banyak ditemui di Kabupaten Pidie Aceh Utara, Aceh Besar dan Aceh Barat. Alat musik tiup ini mempunyai enam lubang sebagai tingkatan nada. Seuruni Kale dimainkan bersamaan dengan geundrang.
Alat musik ini terbuat dari kayu. Termasuk dalam kelompok alat musik tiup. Alat musik tradisional ini dihiasi dengan motif bunga, serune dimainkan bersama dengan rapai.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Bebelan termasuk alat musik tiup dalam kelompok serunai (hobo) memiliki lima lubang yang akn menghasilkan nada yang indah ketika ditiup. Bebelan dimainkan oleh seseorang dan berfungsi sebagai alat musik tradisional di Kabupaten Aceh.