Menu bisa untuk MPASI (Makanan Pengganti ASI) Bahan-bahan 1 ekor ikan tongkol 1 batang serai, geprek 2 lembar daun jeruk, iris 2 iris tipis lengkuas Secukupnya santan Secukupnya air Garam Gula Pasir Merica Minyak untuk menumis Haluskan 1 siung bawang merah 1 siung bawang putih 2 iris tipis kunyit Langkah Kukus ikan tongkol, kemudian suir-suir. Panaskan minyak, tumis bumbu yang dihaluskan, tambahkan serai, daun jeruk, dan laos. Tumis sampai harum. Masukkan tongkol yang telah disuir, tambahkan air, santan, gula, garam, dan merica, aduk-aduk sampai tercampur. Masak sampai airnya surut, tes rasa. Sajikan dengan nasi hangat. Bisa dibeli di: Restoran Ikan Tude Manado...
Ulat tersebut bisa dijumpai di dalam pohon enau yang sudah tumbang. Ukurannya cukup besar, sebesar ibu jari orang dewasa antara tiga hingga empat sentimeter Bila Anda tidak suka memakan mentah, ulat-ulat ini bisa dimasak. Ada yang dibakar seperti sate ataupun ditumis pedas dengan menggunakan bumbu. Bumbu ini campuran santan kelapa, kemangi, serei, daun bawang, daun jeruk, kunyit, cabai, jahe, dan daun pandan. Bisa dipesan di: “Lapo Mariras” di Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara http://tujuhhalterunik.blogspot.co.id/2010/06/ulat-enau-makanan-lezat-dan-penambah.html
Manuk Pinogiot adalah makanan tradisional di Bolaang Mongondow. Dahulu, masyarakat Bolaang Mongondow apalagi para petani suka beternak ayam baik yang dipelihara di rumah (di kandang atau di halaman rumah) maupun di kebun. Ternak ayam peliharaan tersebut sebagian dijual dan sebagian untuk dikonsumsi sendiri. Itulah sebabnya di Bolaang Mongondow terdapat beberapa makanan tradisional dari daging ayam antara lain Manuk Pinogiot. Pada tahun 1990 Dharma Wanita Kabupaten Bolaang Mongondow mewakili Dharma Wanita Provinsi Sulawesi Utara mengikuti lomba makanan khas daerah dan berhasil mendapat juara tingkat Nasional antara lain dengan makanan tradisional Manuk Pinogiot. Bahan : Bawang Merah Bawang putih Cabai Merah Kemiri Kunyit Jahe Serai Garam Cara : Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, kunyit, jahe, serai, dan garam. Campurkan dengan potongan ayam, santan kental, daun jeruk purut, dau...
Beilo merupakan makanan khas Bolaang Mongondow Utara. Beilo adalah sagu yang di masak dengan alat masak yang terbuat dari tanah liat yang terbentuk bulat yang disebut dengan Donongea. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5317
Lutu adalah salah satu jenis makanan khas di Minahasa dengan bahan baku tumbuhan pakis atau paku hutan. Cara memasaknyapun sangat unik yaitu diisi dalam bambu lalu dibakar. Bahan selengkapnya terdiri dari: daun pakis, garam, minyak kelapa, daging (babi atau lainnya) dan bambu Cara Membuat: Campur bahan-bahan Masukan bahan-bahan ke dalam bambu Bakar bambu hingga bahan-bahan tersebut matang Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5329
Pedaa adalah jenis kuliner tradisional yang bahan-bahannya ramuannya dari berbagai jenis sayuran, umbian, labu, rempah-rempah penyedap dan sebagainya. Makanan ini setelah dimasak terlihat sangat kental dan kenyal serta berasa oleh karena terbuat dari berbagai campuran sayuran, beras/tepung jagung, umbian dan bahan penyedap lainnya. Kuliner tradisional ini merupakan asal muasal makanan tinutuan (bubur Manado) yang bahan ramuannya hampir sama https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5333
Bahan : Tepung sagu Kelapa muda Garam Perasan pandan jahe Cara membuat: Dikabupaten Sangihe salah satu makanan pokoknya adalah sagu (humbia) Tepung sagu diperoleh dari batang pohon baru (sejenis palma) yang dipisahkan dari kulit kerasnya (bala) dengan cara memukul sagu (memangkong). Daging sagu kemudian diperas, diendapkan, dan dikeringkan. Bahan ini kemudian dicampur dengan kelapa muda, garam, dan perasan pandan jahe menjadi adonan. Adonan ini kemudian dibakar dalam bambu tipis yang bagian dalamnya dibungkus daun pisang. Setelah masak, Bowahe dipotong-potong dan siap dimakan. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=5816
Winongos adalah jenis kuliner tradisional yang bahan bakunya berasal dari alam sekitar. Bahan: Terdiri dari daun pepaya / kates, atau jenis sayuran lain. Misalnya : sayur paku (pakis), daun ubi kayu, dll. Jenis kuliner ini adalah makanan khas Minahasa yang sering disajikan dan sangat digemari dan disukai oleh banyak orang Minahasa bahkan oleh orang selain orang Minahasa, karena rasa dan nikmatnya makanan ini. Orang Minahasa rasanya belum merasa puas apabila menghadiri acara pesta jika belum menikmati sayuran winongos ini. Winongos berasal dari kata bahasa Tontemboan, yang adalah sub-etnik bahasa Minahasa, kata wongos berarti : layu = mengenai daun, dan/atau masak dan/atau dibuat menjadi layu atau mengerut/masak misalnya : daging atau ikan, dll. Dalam hal ini layu/masak, karena dimasak atau karena dibungkus dengan sesuatu benda atau karena proses alam atau karena dibuat menjadi layu/masak. Prosesnya baik karena dikerjakan oleh alam maupun juga oleh buatan tangan manus...
Wari'mbis adalah jenis kuliner tradisional khas Minahasa. Bahannya berasal dari alam sekitar. Sangat digemari oleh orang Minahasa. Bahan dasar masakan dan makanan ini adalah cendawan atau atau dalam bahasa Minahasa Rumpun Tontemboan disebut kulat. Bahan-bahan untuk membuat wari'mbis : Cendawan atau jamur sesuai jenisnya, tentu yang dapat dimakan atau dijadikan masakan, bawang batang atau bawang merah, bawang putih, cabe atau rica dan garam secukupnya Cara membuat : Siapkanlah cendawan atau jamur sesuai kebutuhan atau banyaknya sesuai selera dan kebutuhan atau sesuai dengan ketersediaan bahan baku. Sobek-sobeklah apabila itu adalah cendawan payung. Cucilah dan keringkan air di cendawan atau jamur yang siap dimasak. Cucilah juga bawang putih, bawang batang atau bawang merah dan juga cabe atau rica. Irislah bawang putih secara halus dan juga bawang batang iris seadanya. Demikianpun...