Sumber :Arsip.Dok.Monumen Kota Ambon (ttps://2.bp.blogspot.com/) Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu pahlawan perempuan yang ada di Indonesia. Pahlawan yang berasal dari Maluku ini merupakan salah satu pahlawan yang sangat berani meskipun usianya masih sangat muda yaitu 17 tahun. Konon dulu dalam pertempuran melawan Belanda, Martha Christina Tiahahu yang masih muda melemparkan batu kepada tentara Belanda ketika pasukannya kehabisan Amunisi. Karena keberanian besarnya dalam melawan senjata api hanya dengan batu, masyarakat Maluku menyebutnya seorang wanita Kabaressi (Berani). Untuk mengenang keberanian dan jasanya tersebut, pemerintahan Provinsi Maluku membuatkan sebuah monumen. Monumen Martha Christina Tiahahu berada di depan kantor DPRD Provinsi Maluku, posisinya yang berada diatas bukit membuat monument ini bisa dilihat di Kota Ambon Maluku. Selain Monumen Martha Christina Tiahahu, landmark yang berada di Provinsi Maluku Utara lainnya adalah Patung K...
Baju Cele Baju Cele atau kain salele merupakan pakaian tradisional Maluku yang paling terkenal. Meski terkesan sederhana dan cukup mudah untuk dikenakan atau dipakai , tapi pakaian adat Maluku ini mempunyai nilai filosofis dan estetis yang tinggi. Salah satu ciri khas pakaian adat Maluku yang bernama baju Cele adalah warnanya yang merah terang dengan motif bergaris perak ataupun emas yang geometris. Baju ini juga terbuat dari bahan kain yang tebal tapi masih nyaman ketika dipakai. Untuk baju adat Cele khusus laki-laki bagian atas memakai kemeja sebagai dalaman dan ditutupi baju Cele yang mirip seperti kemeja. Sedangkan bagian bawah memakai celana bahan berwarna putih ataupun hitam. Dan baju adat khusus wanita biasanya baju Cele akan dikenakan bersama dengan kebaya yang memiliki warna sama. Selain kebaya, baju cele ini juga sering dipakai bersama kain sarung yang ditenun. https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-maluku/
Kebaya Putih Tangan Panjang Berbahan Brokat, pakaian adat ini mempunyai warna putih yang dahulu biasa dikenakan wanita kalangan tertentu, seperti wanita kerajaan, guru dan bangsawan. Kebaya putih tangan panjang dilengkapi dengan beragam aksesori, seperti kancing di tangan, kancing bagian depan, hiasan bordir di bagian belakang, kaos kaki putih, tusuk konde (karkupeng), sanggul berbentuk bulang, serta alas kaki putih dan canela https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-maluku/
Kebaya Dansa Kebaya dansa termasuk pakaian adat Maluku yang biasanya digunakan ketika ada pesta rakyat. Pakaian ini adalah kemeja berleher bundar tanpa kancing. Kain yang digunakan untuk membuatnya adalah jenis kain polos berkembang kecil. Beda dengan Baniang putih, kebaya dansa dapat dikenakan oleh pria maupun wanita. https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-maluku/
Kebaya Hitam Gereja Kebaya hitam gereja merupakan Kebaya lengan panjang dari bahan brokat hitam yang dipadukan dengan bawahan sarung dari jenis kain yang sama. Beberapa aksesoris seperti lenso, canela hitam, dan kaos kaki putih, serta sanggul bulan lengkap dengan haspel (tusuk konde) biasanya digunakan sebagai penambah nilai estetis. Sesuai namanya, pakaian ini secara umum hanya digunakan sebagai pakaian ibadah gereja. https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-maluku/
Baju Nona Rok Baju Nona Rok berupa kebaya putih panjang berbahan Brokat halus dan rok bermotif kembang kecil. Baju nona rok biasa digunakan lengkap dengan aksesoris berupa ikat pinggang perak (peding), sanggul (konde bulan), tusuk konde (haspel), dan berbagai perlengkapan lain seperti yang digunakan pada baju cale. https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-maluku/
Baniang Putih Pakaian Baniang putih merupakan pakaian adat Maluku Tengah yang hanya dipakai kaum pria. Pakaian adat Maluku ini berupa kemeja dengan leher bundar yang dilengkapi kancing putih. Baniang putih secara umum biasanya digunakan sebagai dalaman jas. https://www.silontong.com/2018/08/02/pakaian-adat-maluku/
Lagu Rasa Sayange atau Rasa Sayang-Sayange merupakan lagu anak anak yang selalu dinyanyikan secara turun-temurun sejak dahulu kala oleh masyarakat Maluku sebagai ungkapan rasa sayang mereka terhadap lingkungan dan juga sosialisasi antar masyarakat. Meski lagu Rasa Sayange populer di Indonesia, namun sekitar bulan Oktober 2007 lagu Rasa Sayange sempat diklam milik Malaysia. Lagu ini pada waktu itu digunakan oleh departemen Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan pariwisataan Malaysia. Hingga Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras bahwa “Lagu Rasa Sayange” adalah milik Indonesia. Gubernur melihat bukti otentik bahwa lagu Rasa Sayange adalah merupakan lagu rakyat Indonesia berbahasa Maluku, yang di buktikan dengan rekaman lagu Rasa Sayange yang direkam oleh perusahaan rekaman Lokananta Solo 1962 pada tanggal 11 November 2007. Lagu Rasa Sayange direkam Lokananta, Solo Indonesia pada tahun 1962 dalam pi...
Ketika di banyak daerah warga diintai kelaparan, suku Rana yang hidup terisolasi di dataran dan perbukitan di sekitar Danau Rana, Pulau Buru, Maluku Tengah, tak pernah dipusingkan dengan persoalan perut. Mereka menyatu dengan alam untuk membangun lumbung pangan yang tak lekang sepanjang masa. Bahkan warga Rana bebas dari kebutuhan beras. Masyarakat Rana menanami lahan tadah hujannya dengan tanaman semusim seperti jagung, kacang, padi, singkong, dan hotong (mirip gandum). Tanaman pangan itu dibudidayakan secara bergiliran sesuai dengan ketersediaan air pada lahan tadah hujan.Jenis tanaman pangan pada setiap musim itu membentuk pola konsumsi makanan yang mengikuti bahan pangan yang ada. Masyarakat Rana tidak pernah terjebak dalam ketergantungan, karena tidak pernah bergantung pada satu jenis bahan pangan. Mereka menikmati apa saja yang dihasilkan oleh alam. Tidak ada gengsi-gengsian harus makan beras. Kemampuan mereka menyelaraskan diri dengan kondisi alam telah membentuk kear...