sumber : (http://www.pergiberwisata.com) Pulau Bali identik dengan sejumlah pantai cantik. Tapi apabila bosan dan ingin mencari sisi yang lain, traveler bisa mampir ke Taman Soekasada Ujung di Kabupaten Karangasem. Mungkin tidak banyak yang menyangka, kalau ada sebuah taman indah dengan arsitektur Eropa di Karangasem. Dihimpun detikTravel, Kamis (26/11/2015) tempat yang dikenal dengan nama Taman Soekasada Ujung atau 'Water Palace' tersebut merupakan istana tempat peristirahatan Raja Karangasem. Taman Soekasada Ujung dibangun pada tahun 1909 oleh seorang arsitek Belanda bernama van Den Hentz serta arsitek China bernama Loto Ang atas perintah Raja Karangasem. Tanpa melupakan arsitektur adat khas Bali, Taman Soekasada Ujung memadukan arsitektur bergaya Eropa dan Bali. Namun pada tahun 1963 dulu, taman ini sempat porak-poranda oleh letusan Gunung Agung, gunung terbesar di Bali. Tidak sampai situ saja, gempa yang terjadi pada tah...
Sumber : (https://cdn.rentalmobilbali.net/wp-content) Tirta Gangga, dulunya sebuah taman air kerajaan Karangasem yang berada di Bali timur. Saat ini taman Tirta Gangga Karangasem berfungsi sebagai tempat wisata di Bali timur. Apabila anda memiliki pertanyaan, apakah ada tempat wisata yang jarang dikunjungi di Bali oleh wisatawan Indonesia, taman air di Bali ini jawabannya. Mayoritas wisatawan yang berlibur ke taman Tirta Gangga Karangasem adalah wisatawan asing. Namun saat ini, objek wisata taman air Tirta Gangga sudah mulai diminati wisatawan Indonesia walaupun tidak banyakTirta Gangga Bali berada di kabupaten Karangasem, kabupaten yang berada di Bali timur. Jika anda menginap di tempat wisata Kuta, anda akan menempuh 2 jam waktu perjalanan dengan menggunakan mobil. Jika anda memerlukan peta petunjuk arah untuk mencari lokasi dari Taman Tirtagangga Karangasem Bali, silakan gunakan link ini, Lokasi Taman Tirtagangga Karangasem. Selain objek wisata Tirtagangga, kabu...
Istana Tampaksiring adalah istana yang dibangun setelah Indonesia merdeka, yang terletak di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Istana ini berdiri atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan adanya tempat peristirahatan yang hawanya sejuk jauh dari keramaian kota, cocok bagi Presiden Republik Indonesia beserta keluarga maupun bagi tamu-tamu negara. Arsiteknya adalah R.M. Soedarsono dan istana ini dibangun secara bertahap. Komplek Istana Tampaksiring terdiri atas empat gedung utama yaitu Wisma Merdeka seluas 1.200 m2 dan Wisma Yudhistira seluas 2.000 m2 dan Ruang Serbaguna. Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira adalah bangunan yang pertama kali dibangun yaitu pada tahun 1957. Pada 1963 semua pembangunan selesai yaitu dengan berdirinya Wisma Negara dan Wisma Bima. Tampaksiring Nama Tampaksiring berasal dari dua buah kata bahasa Bali, yaitu "tampak" dan "siring", yang masing-masing bermakna telapak dan miring. Konon, menurut sebuah le...
Tampak sekilas, senjata perang ini bentuk Blakas yang besar mirip dengan “golok cepot”, atau sebutan lainnya “golok dapur”. Golok saat ini dipakai untuk perlengkapan dapur dan juga dipakai untuk memotong hewan qurban akan terasa tidak pas dan beresiko menimbulkan kesalahan potong, atau meleset. Ide dua pisau beda dimensi dalam satu sarung, adalah pilihan yang bagus. Satu bilah sangat tebal berat, dan satu lagi bilah pisaunya tipis ringan serta melengkung. Artinya, alat tersebut kemana saja sudah bisa dipakai untuk pekerjaan didalam rumah. Sumber : https://www.silontong.com/2018/04/25/senjata-tradisional-bali/
Wedhung adalah senjata tradisional Bali yang berasal dari jenis belati (pisau). Ia dibuat dari bahan logam tempaan bergagang kayu yang diukir. Senjata tradisional ini sebetulnya tidak hanya bisa ditemukan di Bali. Di Cirebon, ditemukan pula sebuah senjata yang memiliki bentuk serupa. Bedanya, jika wedhung Cirebon bilah pisaunya polos, wedhung Bali biasanya dilengkapi dengan motif yang menambah nilai seninya. Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2017/03/senjata-tradisional-bali-gambar.html Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Keunikan dan kesakralan keris Bali bikin banyak orang mencarinya, baik untuk kepentingan ritual atau sekadar untuk dikoleksi. Hampir sama dengan keris Jawa, karakter utama dari keris Bali adalah lekukan yang diciptakan dalam proses penempaan. Sesuai dengan pakem yang mengikuti keris Jawa, maka jumlah lekukan harus selalu berjumlah ganjil. Pembuat keris beranggapan, keris yang sempurna selalu berjumlah ganjil karena memiliki filosofi tertentu. Sumber : https://www.silontong.com/2018/04/25/senjata-tradisional-bali/
Tiuk sebetulnya merupakan senjata yang nyaris serupa dengan Wedhung, yakni berupa jenis senjata belati atau pisau. Bedanya, bila Wedhung digunakan sebagai sarana pertahanan diri dalam peperangan bagi kaum pria, Tiuk lebih digunakan sebagai alat untuk memasak, membuat sesaji, atau keperluan dapur lainnya. Selain itu, desain tiuk juga lebih sederhana dibandingkan desain Wedhung. Berikut ini penampakan dari senjata tradisional Bali ini. Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2017/03/senjata-tradisional-bali-gambar.html Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Hobi tarung ayam bangkok memang sangat digemari masyarakat Bali, tak heran jika kemudian dalam kebudayaannya kita juga dapat menemukan taji sebagai salah satu senjata tradisionalnya. Selain umumnya digunakan sebagai perlengkapan tarung ayam, taji atau tajen juga digunakan untuk upacara adat tabur roh. Upacara adat ini adalah upacara korban yang dilakukan dengan menaburkan darah hewan dengan menyembelihnya. Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2017/03/senjata-tradisional-bali-gambar.html Disalin dari Blog Adat Tradisional.
Tombak merupakan senjata perang pada zaman dahulu. Konon, ketika Nusantara masih terdiri dari kerajaan-kerajaan, tombak digunakan oleh prajurit kerajaan yang berfungsi sebagai senjata perang. Senjata tombak bisa tergambarkan dalam tari Bali dikenal dengan nama tari Wirayudha. Tari Wirayudha merupakan tari perang yang diperankan oleh 2 sampai 4 pasang penari pria bersenjatakan tombak. Tari tersebut menggambarkan sekelompok prajurit Bali Dwipa yang sedang bersiap-siap untuk maju ke medan perang. Sumber : https://www.silontong.com/2018/04/25/senjata-tradisional-bali/