Adat Nusantara
353 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ornamen Rumah Adat Jawa Tengah
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

Ornamen Rumah Adat Jawa Tengah   Sering kali kita menjumpai banyak ukiran-ukiran atau ornamen yang terdapat pada rumah-rumah adat saat mengunjungi Jawa Tengah yang terlihat sangat unik dan indah. Ternyata ornamen-ornamen tersebut tidak dibuat sembarangan, ada makna tertentu dibaliknya. Seperti; gunungan, tlacapan, banyu-tetes, ularnaga, banaspati dan masih banyak lainnya.     Gunungan   Simbol yang biasa disebut Kayon atau Kekayon ini mejadi simbol dari jagad raya. Sementara puncak dari simbol tersebut melambangkan keagungan dan keesaan. Secara keseluruhan, orang jawa biasanya mengukir motif ini pada rumahnya sebagai pengharapan akan adanya kententraman dan lindungan Tuhan didalam rumah.   Lung-Lungan Secara harafiah kata ‘Lung’ adalah batang tumbuhan yang masih muda. Simbol yang biasanya di ukir adalah berupa tangkai, buah, bunga dan daun yang distilir yang berwarna emas. Tumbu...

avatar
OSKM18_19718334_Deanne Lintang Kinari
Gambar Entri
Upacara Adat Ruwahan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Disetiap daerah di Indonesia terdapat tradisi sejarah. Kebanyakan sejarah lisan, namun ada pula dalam bentuk tulisan. Tradisi itulah yang bisa digunakan sebagai sumber sejarah lokal. Kali ini saya akan memaparkan salah satu tradisi yang berada di daerah saya yaitu upacara adat ruwahan yang berdasarkan sumber wawancara saya kepada orang tua saya melalui media sosial. Berikut paparan saya mengenai upacara adat ruwahan. Ruwahan adalah tradisi yang dilakukan masyarakat jawa khususnya jawa tengah. Tradisi ini dilaksanakan setahun sekali pada bulan ruwah dalam kalender Jawa atau bulan Syaban pada kalender Hijriah. Tradisi tradisi yang dilaksanakan pada bulan itu ialah nyadran. Nyadran dilakukan dengan membawa kenduri ke makam para leluhur. Kenduri yang berupa makanan tadi dibawa ke makam lalu mereka berdoa bersama sama. Makanan tadi berisi nasi tumpeng, ingkung ayam, dan lauk lainnya, setelah berdoa mereka membagi bagikan makanan yang mereka bawa lalu dimakan bersama di tempat itu. La...

avatar
OSKM18_19818053_Rahma Kharismawati
Gambar Entri
Dieng Culture Festival
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Dieng Culture Festival adalah suatu ritual tahuhan yang diselenggarakan di Dieng, Banjarnegara. Dieng Culture Festival (DCF) yang terakahir diselenggarakan pada tanggal 3-5 Agustus 2018, DCF ini merupakan DCF yang ke -9. Acara ini dihadiri oleh bupati dan wakil bupati Banjarnegara yaitu bapak Budhi Sarwono dan Syamsudin. Acara DCF ini biasanya diselelenggarakan pada saat musim kemarau dengan alasan agar para wisatawan/pengunjung dapat merasakan dinginya suhu udara di Dieng serta bisa merasakan kenyamanan suasananya. Acara DCF juga diikuti oleh bapak Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah. Hal ini diikuti dengan antusias pengunjung yang jumlahnya melebihi jumlah peserta pada tahun sebelumnya. Sabtu, 4 Juli 2018 Kakang Mbekayu Duta Wisata Banjarnegara berkesempatan ambil bagian dalam Kirab Budaya anak rambut gembel yang dimulai dari rumah pemangku adat Dieng yaitu Mbah Sumanto, hingga ke lapangan Pandawa, kompleks Candi Arjuna lokasi panggung Dieng Culture Festival 2018. Dihari ke...

avatar
OSKM18_16918017_Marcelino Fredianto
Gambar Entri
Ngapati
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Ngapati berasal dari bahasa jawa, yaitu 'papat' yang artinya empat. Tradisi ini dilakukan oleh sebagian besar rakyat jawa yang percaya dapat memberikan banyak manfaat. Pada usia kandungan bayi empat bulan, masyarakat jawa yang percaya akan tradisi ini akan mengadakan acara selamatan ngapati yang berisi doa-doa permohonan kepada Allah swt. untuk masa depan anak mereka kelak. Doa-doa dan permohonan yang dipanjatkan diharapkan sesuai dengan cita-cita kedua orangtuanya. Salah satunya adalah pengharapan akan anak yang lahir dan tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah. Tradisi ngapati tidak hanya memperhatikan adat istiadat masyarakat setempat, namun juga terdapat unsur agama di dalamnya. Hadits yang terkait dengan tradisi ini berbunyi, "Malaikat masuk untuk meniupkan ruh pada janin setelah berumur 40 hari" Sufyan berkata; "Lima puluh atau empat hari, lalu Malaikat berkata; 'Wahai Rab, apakah dia termasuk yang bahagia ataukah celaka, apakah laki-laki ataukah perempu...

avatar
OSKM18_19818080_Rachma Anisa Maulani
Gambar Entri
Rijstaffel
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Rijstaffel merupakan bentuk percampuran budaya Eropa dengan budaya nusantara berupa kuliner nusantara yang disajikan dengan tata cara jamuan makan Eropa. Didahului dengan makanan pembuka, dilanjutkan dengan menu utama, lalu ditutup dengan pencuci mulut. Rijstaffel sangat populer diantara kalangan Belanda pada era kolonial abad 19 dan abad 20 awal di pulau Jawa. Penyajiannya biasa digelar dengan mewah pada acara-acara resmi atau restoran elite di perkotaan. Versi resmi rijstaffel adalah iring-iringan pelayan pribumi berpakaian kebaya, atau setelan sarung dan belangkon, masuk ke ruang makan membawa berbagai macam hidangan nusantara secara marathon. Porsi yang dihidangkan cenderung sedikit supaya para tamu jamuan dapat menikmati segala macam kuliner eksotis nusantara dalam sekali pertemuan. Iring-iringan pelayan tersebut akan terus berlanjut membawa hidangan hingga makanan penutup. Pada era kemerdekaan, rijstaffel menghilang dari Indonesia sebab dianggap mengeksploitasi bangsa...

avatar
OSKM_16818025_Mangambar Arumsari
Gambar Entri
Di Balik Adat Kematian Suku Jawa
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Kegiatan tahlilan setelah seorang anggota keluarga meninggal dunia bukanlah kegiatan yang asing di dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Banyak keluarga Islam yang merupakan keturunan Jawa melakukan prosesi tersebut. Namun ternyata hal ini tidak sepenuhnya merupakan ajaran Islam. Banyak ulama-ulama yang menentang digelarnya prosesi ini dan menganggap acara ini bi’dah atau sesat. Sebuah pertanyaan muncul, mengapa orang-orang Islam Jawa mewarisi adat ini? Akarnya ternyata ada di ratusan tahun yang lampau, ketika Indonesia masih terdiri dari kerajaan-kerajaan dan masyarakat yang memeluk Islam mungkin masih bisa dihitung jari. Salah satu Wali Sanga, Sunan Kalijaga, yang berniat untuk mengislamkan Jawa—yang pada saat itu hampir seluruh penduduknya masih memeluk agama Hindu, Buddha, atau bahkan animisme dan dinamisme—menggagas prosesi berikut demi diterimanya agama Islam dengan besar hati oleh penduduk. Sunan Kalijaga memikirkan sebuah cara agar Islam bis...

avatar
OSKM18_16318190_Farah
Gambar Entri
Wayang Potehi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), wayang adalah boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu, dsb. yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional. [1] Wayang dapat dimanfaatkan untuk memerankan    tokoh dalam pertunjukan drama tradisional (Bali, Jawa, Sunda, dan sebagainya). Pertunjukan Wayang biasanya dimainkan oleh seseorang yang disebut dalang dengan diiringi oleh berbagai alat musik daerah. UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur ( Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity ). Namun ternyata, wayang tidak hanya dimiliki oleh bangsa Indonesia saja. Potehi berasal dari kata pou 布 (kain), te 袋 (kantong) dan hi 戯 (wayang). Wayang Potehi adalah waya...

avatar
Oskm18_16418191_gianvere
Gambar Entri
Tradisi Merti Desa di Pamriyan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

. Maksud upacara tersebut agar desa dilimpahkan kesejahteraan oleh Sang Hyang Widi. Terlepas dari kepercayaan yang baik. Apabila lingkungan bersih, sungai-sungai bersih dari sampah dan limbah apapun, maka alirannya yang berfungsi mengairi persawahan akan lancar. Lingkungan sungai menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menjadikan tanaman tanaman di sekitar kita menjadi subur menjadikan panen yang didapat lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih maka kita sebagai masyarakat dapat juga terjaga kesehatannya sehingga masyarakat menjadi sehat dan terjamin kesehatannya. Ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Maha Kuasa. Dalam tradisi merti desa, lampiasan rasa syukur ini diujudkan dalam bentuk sedekah yang kemudian menjadi ciri dalam setiap ritualnya. Di pengujung acara, sedekah yang diujudkan dalam bentuk gunungan berikut sesajian dan beragam ubo rampe itu akan dibagikan kepada seluruh warga desa serta siapa pun yan...

avatar
Oskm_16918005_bagas
Gambar Entri
Merti Desa di Pamriyan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Merti Desa di Desa Pamriyan, Pituruh Purworejo Di masyarakat Jawa maih memiliki upacara adat yang disebut bersih desa (merti desa). Upacara ini dilakukan untuk menghormati Sang Hyang Widi serta para leluhur kita. Maksud upacara tersebut agar desa dilimpahkan kesejahteraan oleh Sang Hyang Widi. Terlepas dari kepercayaan tersebut, upacara yang dilakukan dengan cara membersihakn lingkungan disekitar desa tersebut serta membersihkan sungai yang mengalir di desa tersebut yang menghasilkan dampak lingkungan yang baik. Apabila lingkungan bersih, sungai-sungai bersih dari sampah dan limbah apapun, maka alirannya yang berfungsi mengairi persawahan akan lancar. Lingkungan sungai menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menjadikan tanaman tanaman di sekitar kita menjadi subur menjadikan panen yang didapat lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih maka kita sebagai masyarakat dapat juga terjaga kesehatannya sehingga masyarakat menjadi se...

avatar
Oskm18_16918005_bagas