HARI PAHLAWAN
384 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sejarah Songket Pandai Sikek
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Tidak ada sejarah yang pasti tentang kapan tenun songket mulai dikembangkan di Minangkabau atau di Pandai Sikek. Akan tetapi kepandaian menenun tetuntulah sudah dibawa oleh nenek moyang kita bangsa Austronesia atau yang disebut juga Malayo-Polynesia, dari Tanah Asal, ketika terjadi migrasi besar-besaran penduduk dari daratan Asia ke arah selatan dan timur beberapa ribu tahun yang lalu, bersamaan dengan segala kepandaian yang esensial untuk kehidupan, seperti kepandaian bercocok tanam, kepandaian membuat dan menggunakan alat-alat pertanian dan pertukangan dan senjata, dan sebagainya. Sesuai dengan fitrah manusia, kepandaian dasar pertukangan tentu mengalami pengkayaan estetika sehingga menjadi apa yang sekarang dikenal dengan istilah kerajinan, dan kemudian menjadi seni. Hal ini sejalan dengan perkembangan di bidang ekpresi lainnya seperti seni gerak, seni suara dan seni pementasan. Sebagai warisan demikian, tenun bisa dikatakan sama umurnya dengan stelsel matrilinial orang Minang,...

avatar
OSKM18_16918192_mirza Artha Vardia
Gambar Entri
Sejarah Kelok 9
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Barat

Kalau umumnya orang lebih mengenal Sumatera Barat dengan jam gadangnya di Bukittinggi. Kini Kabupaten lima puluh kota dengan Jembatan Kelok 9 tidak kalah menarik dan sayang untuk dilewatkan. Memang sih, hanya berupa jalan dan jembatan. Tapi yang membuat istimewa adalah pemandangan alam dan tentu saja arsitektur jembatannya yang unik. Jalan Kelok 9 tahun 1910 Kelok 9 Tahun 2008 Sebelum melihat Kemegahan Jembatan, kita lebih baik mengetahui seluk beluk Kelok sembilan. Sesuai namanya, Kelok Sembilan mempunyai 9 buah kelok (bahasa Minang yang berarti tikungan) dengan sudut putar 180 derjat, yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat menuju Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong Aie Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatera dan Pantai Timur Sumatera. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan leb...

avatar
OSKM18_16918192_mirza Artha Vardia
Gambar Entri
Bako
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Bako adalah istilah dalam bahasa minang yang berarti keluarga dari pihak ayah. pihak bako ini wajib berpartisipasi dalam beberapa adat yang dijalani oleh seorang anak minang untuk mengisi acara serta melaksanakan suatu kegiatan. Adat-adat tersebut diantaranya adalah perkawinan, kematian, khitanan, memotong rambut anak beberapa hari setelah dilahirkan, ataupun saat diangkat menjadi datuk. Contohnya saat perkawinan adalah sebelum menikah ada proses yang disebut babako / meminang. Meminang tidak hanya mempertemukan orang tua kedua belah pihak namun juga keluarga Ayah dari masing-masing mempelai. Disini pihak bako memiliki hak untuk menyetujui atau tidak dengan calon pasangan hidup anaknya masing-masing. Jika setuju maka mereka turut andil dalam waktu pelaksanaan pernikahan. Selain itu contoh lain yaitu saat setelah disunat tradisinya disebut 'manyilau anak bako', dalam acara ini keluarga bako khususnya para wanita membawa berbagai macam makanan. Namun yang unik adalah cara membawa mak...

avatar
OSKM18_16718222_Puti Annisa
Gambar Entri
Upacara Adat Turun Mandi
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Suku Minangkabau  sebagai suku yang berasal dari Sumatera Barat merupakan suku yang kaya akan adat istiadat dan budaya luhur, tak jarang banyak wisatawan dan orang luar minangkabau yang sengaja datang ke minangkabau hanya untuk menyaksikan upacara adat minangkabau, salah satunya adalah upacara turun mandi. upacara turun mandi merupakan upacara sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan yang maha esa terhadap kelahiran seorang bayi. Hingga saat ini upacara turun mandi masih dipertahankan dan dilestarikan oleh para masyarakat minangkabau. tujuan dari upacara turun mandi adalah untuk memperkenalkan bayi yang baru lahir sebagai keturunan minangkabau kepada masyarakat dan juga sebagai ajang sang ibu untuk keluar pertama kali dari rumah pasca pemulihan setelah melahirkan. dalam prosesinya, sebelum menyelenggarakan upacara turun mandi banyak hal yang harus dipersiapkan dan diperhitungkan, salah satunya mengenai hari yang tepat dalam penyelenggaraan, jika bayi laki-laki, maka pen...

avatar
OSKM18_16318214_Hafidz
Gambar Entri
Tradisi Pulang Basamo Masyarakat Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Mudik atau pulang sementara ke kampung halaman merupakan tradisi yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Mudik dilakukan untuk melepas kerinduan terhadap sanak saudara yang tinggal di kampung halaman. Mudik biasanya dilakukan pada saat menjelang hari raya Idul Fitri sampai beberapa hari setelah Idul Fitri. Mudik khas masyarakat minangkabau disebut dengan Pulang Basamo (Pulang Bersama). Berbeda dengan mudik pada umumnya, mudik yang dilakukan oleh orang minangkabau dilakukan secara bersama-sama dengan orang-orang yang berasal dari satu jorong (dusun) ataupun nagari (desa) yang sama. Peserta pulang basamo terlebih dahulu mendaftarkan diri untuk mengikuti pulang basamo tersebut. Pulang basamo biasanya dilakukan melalui jalur darat menggunakan bis ataupun rombongan mobil yang dilengkapi atribut yang menunjukkan bahwa rombongan tersebut adalah rombongan pulang basamo suatu jorong atau nagari. Ketika sampai di tujuan, rombongan pulang basamo mendapat sambutan yang meriah dan dia...

avatar
OSKM18_16618168_Ardaffa Randra Irhami
Gambar Entri
Basuluak
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Basuluak merupakan ritual berdiam di masjid untuk beribadah dengan khusyuk selama bulan puasa.  Jemaah membawa segala keperluan sehari-hari seperti pakaian dan membawanya ke masjid, sementara makanan sahur dan buka puasa biasanya disediakan oleh warga sekitar masjid. Kegiatan ini umumnya diikuti oleh pengikut Tarekat Naqsyabandiyah yang paling cepat dimulai sepuluh hari sebelum bulan Ramadhan sampai selesai, berkisaran paling lama empat puluh hari. Basuluak sendiri berasal dari bahasa Minang yang berarti bersemedi atau berdiam diri.    Ritual ini dilakukan dengan tujuan agar para jemaah dapat lebih dekat dengan Allah SWT selama bulan Ramadhan. Selama Basuluak, peserta berdzikir, berdoa dan beribadah sepanjang hari, mulai dari shalat subuh sampai malam. Basuluak dipimpin oleh seorang imam yang dipanggil mursyid atau khalifah, yang berwenang memutuskan jika seseorang dapat mengikuti basuluak atau tidak.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618125_Fiona Fiona Mutiara Nazilla
Gambar Entri
Makanan Khas Pariaman Gulai Bagar
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Makanan Khas Pariaman Gulai Bagar Pernahkah anda menemukan di restoran khas padang gulai bagar? saya rasa jarang karena memang makanan gulai bagar ini sangat jarang sekali dapat ditemui, apalagi yang khas Pariaman. Masakan ini biasa dibuat oleh nenek saya dan hanya beliau saja yang bisa membuatnya dengan rasa yang paling enak. Dahulu, gulai bagar merupakan masakan yang setiap tahunya di sajikan pada saat berbuka puasa hari terakhir saat malam takbiran di Kota Pariaman. Gulai bagar merupakan makanan berbahan dasar daging sapi namun hanya bagian sengkelnya(sengkel terletak di bagian depan atas dan belakang atas kaki sapi) saja lalu dicampur dengan berbagai macam rempah-rempah yang semuanya diiris. Makanan ini merupakan makanan berkuah yang rasanya campuran antara seger, pedas, gurih, dan ada sedikit asamnya. Masakan ini sangat lezat karena memasaknya dengan 13 macam Rempah. Cara pembuatanya adalah: Bahan-bahan : 1kg daging, pilih daging sengkel Bumbu yang dihaluskan...

avatar
OSKM2018_16018326_Faiz Aldiza
Gambar Entri
Asal Muasal Minangkabau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Cerita rakyat ini akan meceritakan asal muasal sebuah tempat di Sumatera Barat yaitu Minangkabau. Zaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Pagaruyung. Raja Pagaruyung adalah seorang pemimpin yang arif dan adil. Suatu hari, ada sebuah kabar bahwa Kerajaan Majapahit akan menyerang Kerajaan Pagaruyung. Pasukan Kerajaan Majapahit mulai berdatangan dan berdiam di daerah perbatasan untuk mengatur strategi. Raja Pagaruyung mengumpulkan para panglima perang untuk berunding. Para panglima berpendapat bahwa berperang akan menimbulkan kesengsaran bagi rakyat dan mengusulkan untuk mengadakan perundingan dan apabila perundingan tersebut tidak berjalan dengan lancar maka mereka akan menantang Kerajaan Majapahit untuk adu kerbau. Raja Pagaruyung pun setuju dengan ide tersebut. Raja memerintahkan putrinya, Datuk Tantejo Gerhano, untuk pergi ke perbatasan. Datuk Tantejo Gerhano adalah seorang gadis yang mempunyai tata krama yang tinggi dan lembut hati. Sebelum pergi, ia meminta dayang-...

avatar
OSKM18_16618124_Milzam Fadhlillah Winarno
Gambar Entri
Karupuk Lado Masik
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Karupuk Lado Masik atau dalam bahasa Indonesia Kerupuk Cabe Kering merupakan salah satu makanan khas daerah Saning Bakar, Solok, Sumatera Barat. Makanan ini bermula karena turun nya harga cabe pada saat musim panen sehingga petani lebih memilih menyimpan cabe dibanding menjual nya. Oleh karena itu, Cabe dikeringkan supaya dapat bertahan lama. Untuk kebutuhan makanan sehari hari akhirnya dibuatkalah Karupuk Lado Masik. Saat ini, Karupuak Lado Masik dijadikan ciri khas di setiap acara, salah satunya acara Baralek (pernikahan).  Bahan Karupuk Lado Masik : Cabe yang sudah dikeringkan Bawang Merah Kerupuk Udang Kecil atau Ikan Bada (Teri) Cara Membuat : Pertama, Gorenglah bawang merah Lalu goreng kerupuk hingga mengembang Gorenglah udang kecil atau ikan bada (Teri) Panaskan cabe kering dengan cara doreng tanpa minyak Tumbuk hingga halus cabe yang telah dipanaskan, beri garam secukupnya Gorenglah cabe terse...

avatar
OSKM18_16018006_Ulya Halimah