Adat Nusantara
375 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Balopeh
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Balopeh merupakan upacara adat yang dilakukan oleh orang Silungkang, Sumatera Barat. Balopeh adalah acara pemberian gelar kepada calon mempelai pria di Silungkang. Pria dewasa yang telah menikah di Silungkang harus memiliki gelar, contohnya D atuk Maringgi, Rajo Sampono, dsb.  Pria yang telah menikah dan memiliki gelar di Silungkang  sudah tidak dipanggil sesuai nama panggilannya, melainkan dipanggil dengan gelarnya. Pemberian gelar ini dilakukan oleh tetua adat di desa tersebut. Nama yang digunakan di gelar adalah nama turun temurun dari keluarga calon mempelai pria tersebut. Pemberian gelar ditunjukkan agar jika suatu saat terjadi sengketa lahan atau permasalahan yang lain, lebih mudah diselesaikan karena orang-orang yang bermasalah bisa dilihat gelarnya, dan diselesaikan dengan para tetua pemilik gelar yang sama. Acara balopeh dilakukan di Rumah calon mempelai pria. Pada pagi hari  induk bako atau tante dari calon mempelai wanita mendatangi rumah calon mempe...

avatar
OSKM_16518193_Rifqi Ghifari
Gambar Entri
Tari Gelombang
Tarian Tarian
Sumatera Barat

Dalam adat Minang biasanya saat ada acara adat seperti pernikahan atau penyambutan tamu khusus diadakan sebuah penyambutan sebelum acara dimulai. Penyambutan ini biasanya berupa tari-tarian dan salah satunya yaitu tari gelombang. Tari gelombang dilakukan dalam bentuk 2 baris vertikal. Penarinya bisa laki-laki atau perempuan dan saat menari mereka berada di bagian dari rombongan yang datang atau menyambut. Tarian diawali dari gerakan2 silat yang membentuk wujud gelombang laut. Lalu dengan iringan musik yang selaras dan harmonis terbentuklah gerakan tari gelombang yang baik. Keindahannya akan sempurna jika semua penari bergerak secara bersamaan berdiri tinggi kemudian merendah, bergerak maju dan mundur dengan perlahan, seperti gelombang air laut. OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16318275_Mochammad Kivlan Marcellyo Darma Putra
Gambar Entri
Inyiak Balang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

DI  Kabupaten Solok harimau tidak semata dikenal sebagai binatang buas. Bagi masyarakat perkampungan, memiliki pemaknaan khusus dibanding hewan lain. Untuk penyebutannya saja, orang di Solok ada yang menyebut Inyiak Balang, bahkan dijuluki si-Ampang Limo. Secara tradisi, selain meyakini harimau memiliki perasaan, kepekaan yang baik serta mengerti salah dan benar, sudah turun temurun dan menyimpan arti sebagai hewan yang dihormati. Apalagi, harimau sesungguhnya juga sebagai penjaga kampung. Dalam cerita yang sudah berkembang, hewan yang bagi orang Minang disebut Inyiak Balang ini, ada yang jadi peliharaan orang tertentu. Pada mulanya, si harimau, suka memangsa ternak warga, kemudian juga mengganggu kenyamanan kampung. Oleh pawang harimau, Inyiak Balang ditangkap. Lalu bertuan pada manusia, siap dipanggil dan disuruh sewaktu-waktu sesuai kehendak tuannya. Hubungan antarâ tuan dengan harimau ini memang cenderung mistis.  Di Kabupaten Solok, Inyiak Balang ad...

avatar
OSKM_16618385_FERDY
Gambar Entri
Datuk Sebagai Kepala Suku Minangkabau
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Datuk Sebagai Kepala Suku Minangkabau Minangkabau atau yang sekarang disebut sebagai daerah sumatera barat merupakan wilayah yang masih sangat kental budayanya. Mereka masih berkumpul menjadi beberpa suku suku yang dipimpin oleh seorang datuk. Datuk merupakan pemimpin dari suatu suku yang sangat dihormati baik oleh sukunya sendiri maupun oleh orang di luar suku itu. Mereka biasa di elu elukan dan di puji puji oleh semua orang, sehingga banyak orang yang ingin menyandang gelar datuk. Namun untuk mendapatkan gelar tersebut tidak lah mudah. Laki laki yang ingin menjadi seorang datuk harus menunggu datuk sebelumnya dari suku itu untuk meninggal terlebih dahulu. Tidak seperti daerah daerah lain, minang menganut system matrinal, yang artinya anggota lelaki suku dapat menjadi datuk apabila dia keturunan minang melalui garis ibu. jadi ibu dari lelaki tersebut lah yang harus merupakan keturunan minang.  Gelar datuk yang diturunkan dari suatu suku akan tetap sama dengan gelar seb...

avatar
OSKM18_16618307_MuhammadGhiffari Aurelli
Gambar Entri
Tradisi Pernikahan Khas Minang
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Indonesia memiliki beragam suku dan kebudayaan yang menarik untuk disimak. Terlebih jika kita bicara mengenai pesta pernikahan adat. Prosesi pernikahan mulai dari busana adat, dekorasi pernikahan, hingga tata cara tradisi yang penuh makna merupakan pengalaman berkesan yang tidak boleh dilewatkan. Salah satu yang seringkali kita jumpai adalah tradisi adat pernikahan Minang. Seperti halnya dengan tradisi adat pernikahan lainnya di Indonesia, tradisi Minang memiliki prosesi pernikahan yang menarik. Berikut ini tata cara adat pernikahan Minang. 1. Marasek Lamaran atau maresek merupakan tahap perkenalan antar calon mempelai. Sesuai dengan sistem kekerabatan matrilineal, pihak keluarga wanita mendatangi pihak keluarga pria. Dalam prosesi ini biasanya pihak mempelai wanita terlebih dahulu yang datang ke pihak mempelai pria dengan membawa buah tangan seperti kue atau buah-buahan.   2. Maminang / Batimbang Tando Keluarga mempelai wanita kembali datang ke pihak mempe...

avatar
OSKM18_16618383_Winardi Abdurrahman
Gambar Entri
Upacara Adat Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Upacara Tabuik adalah upacara tahunanyang berasal dari Sumatera Barat dan dilakukan oleh masyarakat Minangkabau khususnya di daerah Pariaman. Upacara ini diselenggarakan dalam rangka mempengeringati meninggalnya cucu dari Nabi Muhammad SAW, yaitu Imam Husain, dan Pertempuran Karbala. Upacara Tabuik berlangsung selama 10 hari, dimulai dari tanggal 1 Muharram,  dan diakhiri pada tanggal 10 Muharram. Rangkaian Upacara Tabuik terdiri dari tujuh tahapan, yaitu mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-jari, mengarak sorban, tabuik naik pangkek, hoyak tabuik, dan acara diakhiri, dan memuncak, dengan membuang tabuik ke laut. Tabuiknya sendiri dibuat di dua daerah berbeda yang dibatasi oleh sebuah sungai, yakni di Pasa (berlokasi di sisi selatan sungai), dan Subarang (berlokasi di sisi utara sungai). Pembuatan Tabuik biasanya diiringi oleh gendang untuk meningkatkan semangat para pengusung (pengangkut). Kedua Tabuik akan dipajang berhadap-hadapan sebagai...

avatar
OSKM18_16018234_Muhammad Athar Iswandi
Gambar Entri
Randai
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

Randai adalah salah satu permainan tradisional yang berasal dari Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok membentuk lingkaran kemudian berjalan perlahan-lahan. Randai menggabungkan berbagai unsur seni seperti seni lagu, musik, tari, drama dan silat menjadi satu. Randai ini dimainkan oleh pemeran utama yang akan bertugas menyampaikan cerita, pemeran utama ini bisa berjumlah satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih tergantung dari cerita yang dibawakan, dan dalam membawakan atau memerankannya pemeran utama dilingkari oleh anggota-anggota lain yang bertujuan untuk menyemarakkan berlansungnya acara tersebut. Dalam sejarah adat Minangkabau memiliki sejarah lumayan panjang. Konon kabarnya ia sempat dimainkan oleh masyarakat Pariangan, Tanah Datar ketika masyarakat tersebut berhasil menangkap rusa yang keluar dari laut. Di cerita lain ada yang mengganggap bahwa permainan randai berawal dari permainan sekelompok pemuda dari perguruan silat. Cerita-cerita yang sering dibawakan saat...

avatar
Oskm18_16018160_dinny
Gambar Entri
Gonjong Rumah Gadang Minangkabau
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Barat

Istilah Rumah Gadang pada umumnya telah banyak diketahui sebagai rumah adat tradisional Minangkabau. Namun, tahukah Anda dengan istilah Gonjong?  Gonjong erat kaitannya dengan Rumah Gadang, karena pada dasarnya Gonjong merupakan istilah atap dari Rumah Gadang tersebut. Arsitektur Gonjong itu sendiri yang meruncing pada bagian ujungnya menjadi ciri khas tersendiri dari Rumah Gadang. Atap yang meruncing adalah simbol dari tanduk kerbau, karena kerbau merupakan binatang simbolik yang erat kaitannya dengan asal usul terbentuknya Minangkabau. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa Gonjong meniru  Siriah Basusun  (Sirih yang tersusun) yang melambangkan penyambung silahturahmi. Bentuk atap Rumah Gadang diibaratkan sebagai harapan untuk mencapai tuhan dan melambangkan kekuatan dan utilitas masyarakat Minangkabau yang terbentuk ketika setiap individu menjadi bagian masyarakat yang lebih besar dan tidak berdiri sendiri. Dahulunya, Gonjong tersusun dari bahan ijuk, te...

avatar
OSKM18_16318163_Alifa Utari Parsiayunda
Gambar Entri
Mayirak Bareh Kunyik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Dalam adat minangkabau seorang suami atau sumando sangat dihargai dan dihormati di keluarga istri atau pasumandan.Hal ini dikarenakan saat seorang laki laki menikah dalam adat minangkabau maka dia akan tinggal di rumah istrinya.Tidak seperti kebanyakan suku di indonesia yang patrelinial,minang menganut paham Matrilineal atau garis keturunan berdasarkan ibu.Oleh karena itu seorang laki laki yang telah menikah maka ia akan tinggal di rumah istrinya. Selama tinggal di rumah istri ia akan di jamu seperti raja,karna seorang laki laki biasanya akan dilayani sepenuhnya dalam adat minang Maka tidak heran,saat penyambutannya pun akan sangat meriah,salah satu ritual atau tradisinya adalah manyirak bareh kunyik.Manyirak bareh kunyik adalah suatu ritual dimana seorang pengantin pria atau marapulai yang akan masuk ke rumah istri akan dilemparkan/di taburi bareh kunyik sebagai tanda penyambutan dan penghormatan pada marapulai tersebut.Acara tersebut berlangsung cukup lama karena sebelumnya di...

avatar
Oskm2018_16618221_salsa adizasalsabila