masyarakat adat
268 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Festival Cisadane #DaftarSB19
Ritual Ritual
Banten

Festival Cisadane merupakan festival budaya tahunan yang diselenggarakan di tepian sungai Cisadane Kota Tagerang. Dalam festival ini ditampilkan prosesi puncak-puncak kreativitas daerah yang merefleksikan orisinalitas, kemandirian, dan kearifan lokal. Festival ini berkaitan erat dengan masyarakat Tionghoa yang bermukim di sekitar Sungai Cisadane, khususnya di Tangerang. Warga keturunan Cin itu telah mendiami daerah tersebut sejak tahun 1700-an masehi. Maka tidak mengherankan jika budaya mereka kerap dijumpai baik secara murni maupun hasil akulturasi di Kota Tangerang. Festival Cisadane merupakan istilah pemerintah kota untuk menyebut perayaan yang dahulu bernama Peh Cun, dalam bahasa Tiongkok berarti 'mendayung perahu'. Di negara asalnya, Cina, festival ini sudah dirayakan sejak zaman Dinasti Qin, sedangkan di Tangerang mulai diadakan sejak tahun 1910. Festival ini diadakan setiap tanggal 5 bulan 5 dalam kalender Cina, atau jika dikonversikan ke kalender masehi jatuh pada sekitar bula...

avatar
Oskm18_16318178_irfando
Gambar Entri
5 Hal Tentang Nasi Jagal
Makanan Minuman Makanan Minuman
Banten

Nasi Jagal, mungkin untuk warga Kota Tangerang sudah sering mendengar makanan yang spesial ini. Tetapi, masih banyak yang belum mengetahui tentang hal-hal yang menarik dari makanan khas Tangerang ini khususnya bagi para pelancong maupun bagi warga Tangeranynya sendiri. Atas landasan dasar itu, penulis akan mencoba berbagi pengalaman serta ilmu mengenai Nasi Jagal ini, berikut adalah 5 hal yang perlu kamu ketahui tentang kuliner khas yang satu ini: Disebut "Nasi Jagal" karena berlokasi di kawasan Rumah Potong Hewan Kota Tangerang; Biasa disajikan dalam bentuk 2 varian, yakni Nasi Jagal (nasi putih serta daging yang di"lumuri" dengan kecap kental manis) dan Nasi Goreng Jagal; Rasanya ENAK! Enak yang dimaksud adalah bumbu rempah-rempah yang sangat terasa, gurih, dan dagingnya ada yang empuk ada pula yang kenyal; Dagingnya berasal dari bagian daging sapi yang lembut, seperti bagian kepala, gajih, dan jeroan; MURAH! Hanya dengan membayar Rp6.000,00 (dapat berubah sewaktu-waktu...

avatar
OSKM18_19718257_Ilham
Gambar Entri
Urang Kanekes, Si Penyendiri dari Banten
Ritual Ritual
Banten

Pernahkah kalian melihat suku Baduy secara langsung? Atau malah pernah berkunjung ke desa mereka? Urang Kanekes, atau yang biasa dikenal sebagai suku Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda yang tinggal di Desa Adat Baduy yang terletak di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Populasi mereka sekitar sekitar 26.000 orang, dan mereka merupakan salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar karena menurut kepercayaan yang dianut oleh sebagian besar suku Baduy, warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia. Perilaku unik suku Baduy seringkali mengundang rasa penasaran banyak orang. Saya sendiri pun merasa antusias untuk memperhatikan dan mengamati mereka ketika berkesempatan melihat Suku Baduy Luar yang sedang berjalan kaki hingga ke kota. Saya kagum dengan kekuatan dan ketahan fisik (terumata kaki) mereka karena mampu berjalan sangat jauh bahkan seringkali saya temui tanpa alas kaki....

avatar
OSKM18_FMIPA_Rahel Drupadi
Gambar Entri
Poris Pelawad : Kampung singa betina
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Banten

Poris Pelawad : Kampung sang Jawara                 Berada didaerah urban sebagai daerah transit maupun daerah penyangga ibukota Indonesia membuat kota Tangerang acap kali disinggahi berbagai macam penduduk di penjuru bangsa ini. Maka dari itu, kebiasaan masyarakat kota Tangerang sangatlah terbiasa bersikap ramah dalam menerima tamu-tamunya. Ibukota Indonesia, DKI Jakarta sekaligus daerah yang kental akan kultur Betawi. Atas dasar kesamaan latar belakang historis dan geografis, membuat kultur Betawi sangat terasa di berbagai pelosok kota Tangerang. Dasar historis tersebut sudah lama terdengar sayup syupnya dari ujung timur kota Tangerang. Dimana terletak dikecamatan terdapat sebuah kampung atau desa yang cukup besar. Dalam desa tersebut terdapat beberapa sentral ekonomi khususnya bagi kota Tangerang, seperti pasar taman Royal, Terminal Poris Pelawad, dan juga stasiun Batu Ceper. Desa atau daerah terse...

avatar
OSKM18_19718146_Alif
Gambar Entri
Masjid Raya Al-A'zhom
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Banten

Masjid Raya Al-A'zhom adalah salah satu masjid yang sangat populer di kota Tangerang. Berlokasi di komplek Pusat Pemerintahan Kota Tangerang yang dapat menampung jamaah sebanyak 15.000 orang. Masjid ini dibangun di atas tanah sebesar 2,25 hektare dengan luas bangunan mencapai 5.775 m 2 . Masjid ini pertama kali diresmikan pada 23 April 2003 oleh walikota Tangerang saat itu bernama H Moch Thamrin. Di sekitar masjid terdapat sejumlah tempat wisata kuliner bagi anda yang suka wisata kuliner. Tempatnya berupa tenda-tenda pedagang kaki lima yang menjual berbagai macam makanan dan minuman, sehingga anda tidak akan merasa jenuh untuk berkunjung ke sana. Salah satu keunikan dari masjid ini yaitu kubahnya. Kubah Masjid Raya Al-A'zhom merupakan kubah masjid terbesar di dunia yang berjumlah lima buah. Empat diantaranya merupakan anak kubah dan satu diantaranya adalah kubah induk. Filosofi mengenai jumlah kubah yang berjumlah lima yaitu melambangkan ibadah sholat fardhu sebanya...

avatar
Oskm18_19918069_Dhya Rizqi Andryan Zain
Gambar Entri
Kepingan Sejarah Keraton Kaibon
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Banten

Provinsi Banten memiliki banyak kisah sejarah masa lalu yang peninggalannya sampai  saat ini masih dapat kita jumpai, seperti Masjid Agung Banten, Danau Tasikardi, Vihara Avalokitesvara, Keraton Surosowan, Keraton Kaibon, dan masih banyak lagi. Keraton ini terletak di kawasan Banten Lama, tepatnya di Kampung Kroya, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Kaibon diambil dari kata ‘keibuan’, yang lama kelamaan masyarakat terbiasa menyebutnya dengan kata ‘Kaibon’. Berdasarkan sejarah, keraton ini dibuat oleh Sultan Syafiuddin untuk ibundanya, Ratu Aisyah sebagai perwujudan rasa terima kasih karena telah mendamping dan membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan dari saat ia diangkat menjadi raja di usia 5 tahun. Salah satu bangunan dari keraton ini memiliki keunikan, yaitu kamar Ratu Aisyah dan Sultan Syafiuddin yang dilengkapi dengan sistem pendingin ruangan, tentu bukan pendingin ruangan yang digunakan saat ini. Sistem pendingin dimaksud adala...

avatar
Wita
Gambar Entri
Syair Pupujian dan Nasihat Agama
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Banten

Syair merupakan salah satu jenis puisi lama yang tak lagi banyak berkembang dalam masyarakat Indonesia dewasa ini. Padahal dahulu syair memegang peranan penting dalam penyebaran Agama Islam, serta pembentukan karakter bangsa Indonesia dengan berbagai pesan keagamaan dan kehidupan yang terkandung di dalamnya.  Hampir setiap daerah menyadur syair dari kebudayaan Arab ini dengan cara dan bahasanya masing-masing. Dalam kebudayaan Sunda, syair banyak dilagukan hingga dapat lebih mudah diingat. Sebelum penurunan eksistensinya, syair banyak dinyanyikan (Dishalawatkan) melalui pengeras suara di berbagai masjid di daerah Jawa Barat dan Banten. Berikut merupakan salah satu syair pupujian dalam bahasa sunda.   Pupujian   Dupi sadayana puji Tetep ka Allah nu hiji Nu nikmatna teu ka uji Nu tara sulaya janji   Sukur ka Ibu ka Rama Kana ngurus nu utama Dimulai jadi jalma...

avatar
OSKM18_16918070_Achmad Fachran Rafly
Gambar Entri
Seni Debus Sorowan
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Banten

Seni debus memerlukan keyakinan yang kuat serta kepercayaan yang tinggi terhadap keagungan Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu dapat ditempuh melalui latihan jasmani dan rohani, seni yang bernafaskan Islam ini tampak tumbuh dan berkembang sejak zaman Sultan Maulana Hasanuddin. Pada umumnya seni debus dimiliki dan di pelajari oleh para laskar tentara Kesultanan Banten, sehingga secara fisik tentara tersebut telah mahir menguasai ilmu debus. Dengan menguasai ilmu tersebut membuat para laskar tentara Banten menjadi berani dalam berjuang mempertahankan tanah airnya yaitu mengusir penjajah dari persada Nusantara. Pada tahun 1681 saat zaman Sultan Ageng Tirtayasa, kesenian debus digunakan untuk menghibur para raja di Istana Surosowan di Banten. Konon, kesenian yang disebut sebagai debus ada hubungannya dengan tarikat Rifaiah yang dibawa oleh Nurrudin Ar-Raniry ke Aceh pada abad ke-16. Para pengikut tarikat ini ketika sedang dalam kondisi epiphany (kegembiraan yang tak terhingga karena "berta...

avatar
OSKM_16718453_Marchiano Kaffa
Gambar Entri
Banten Kaya Akan Pakaian
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Banten

                 Banten merupakan salah satu dari sekian banyak propinsi yag berada di Indonesia yang memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah pakaian adat tradisonal. Pakaian tradisional khas Banten salah satunya adalah pakaian Pengantin Banten Kebesaran, pakaian Adat suku Baduy, Banten Gaya Tangerang. Pakaian-pakaian tersebut biasa digunakan sebagai upacara pernikahan, upacara adat, saat ritual, dan lain - lain.                  Sesuai dengan namanya, pakaian Pengantin Banten Kebesaran digunakan saat upacara pernikahan. Kedua mempelai menggunakan kain beludru yang dibalut dengan warna hijau dan hitam. Untuk hiasannya, mempelai pria mengenakan penutup kepala yang disebut dengan makutaraja. Sedangkan mempelai wanita memakai penutup kepala bernama makuta. Tambahan hiasan lainnya yaitu selop dan tombak pendek senagai hiasan untuk mempelai pria. Dan mempelai wanita menggunakan kalung,...

avatar
OSKM18_19918232_Muhammad Fakhri