Kota Cirebon merupakan salah satu daerah yang terletak di pantai utara Propinsi Jawa Barat bagian timur. Letak geografis yang strategis tersebut membuat Kota Cirebon digunakan sebagai jalur utama transportasi dari Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah via pantai utara (pantura). Daerah ini terkenal sebagai daerah yang masih memiliki Keraton yang disebut Keraton Kanoman. Keraton tersebut masih melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat setempat seperti Kesenian Tarawangsa, upacara peringatan Bulan Sura (Dalam kalender Jawa atau Muharram pada kalender Hijriah) dan lain sebagainya. (Sumber gambar : wikipedia ) Salah satu hal yang menarik dari peringatan Bulan Sura yakni adanya sajian Bubur Sura/Syura yang khas disajiikan pada peringatan tersebut. Bubur ini berisi beberapa macam jenis makanan seperti bubur yang lengkap dengan lauk pauk seperti sayur-sayuran, kacang, sambal hingga buah-buahan disajikan di atas daun pisang berbentuk perahu seb...
Pengertian Alat Musik Angklung Asal Masyarakat Sunda Jawa Barat Penjelasan alat musik tradisional Angklung yang berasal dari masyarakat Sunda Jawa Barat. Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang terbuat dari bambu. Cara memainkannya cukup mudah hanya dengan menggoyangkannya. Bunyi yang dihasilkan disebabkan oleh benturan badan pipa bambu. Bunyi yang dihasilkan bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010 Asal Usul Angklung Belum ditemuka...
"TOTOPONG / IKET" Totopong (ikat kepala) mulai dikenal sekitar tahun 1450 Masehi atau pada masa Kerajaan Pajajaran. Awalnya, totopong dikenakan untuk melindungi kepala dari panas terik dan sebagai identitas diri.Pada masa perang kemerdekaan, totopong digunakan sebagai identitas para pejuang. Pada era itu pula, totopong menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan. Totopong juga menjadi simbol pemersatu dan pengobar semangat orang Sunda kala itu. Totopong merupakan ikat kepala terbuat dari kain polos atau kain batik. Ukuran kain pada umumnyasekitar 1 m2. Khusus totopong, memiliki ukuran setengah meter dan bentuk kain terbelah tengah secara diagonal atau sering dise-but setengah iket. Totopong biasanya memiliki motif batik khusus, misalnya batik kangkung, kumeli, sida mukti, kawung ece, seumat sahurun, gjringsing, manyingnyong, katuncar mawur, kalangkang ayakan, dan porod, eurih. Sebagaimasyarakat agraris, para leluhur Sunda memanfaatkan totopong sebagai pelindung dari sengatan matahar...
Goong tiup Meski bernama Goong (gong) suara yang dihasilkan Goong Tiup, tidak seperti gong dari logam, Goong Tiup mirip suara dengungan menggema atau terompet pemanggil hewan ternak milik bangsa Eropa. Alat musik ini terbuat dari batang bambu utuh berukuran sedang sepanjang kurang lebih 1.5 hingga dua meter. Goong Tiup dimainkan dengan menghembuskan nafas melalui ujung bambu yang lebih kecil, tidak memiliki nada namun dapat memberi efek suara berkesan magis. Alat serupa dimiliki Suku Aborigin di Australia, bedanya mereka membuatnya dari batang kayu yang dilubangi.
Bangbaraan Batang bambu sepanjang kurang lebih 50 cm yang dicoak pada kedua sisinya hingga menyerupai huruf "U". Dimainkan dengan dipukul, hingga getaran bambu akan berdengaung menyerupai dengungan sayap bangbara (kumbang hitam). Alat musik ini kerap digunakan dalam pertunjukan musik etnik atau musik pengiring pertunjukan drama karena keunikan efek suaranya
Suling sunda Suling adalah salah satu alat musik tiup yang terdapat di Jawa Barat, terbuat dari bambu jenis tamiang dengan panjang ukuran panjang 52 hingga 62 cm dan diameter 15 hingga 18 mm dengan beberapa lubang. Satu lubang diikat dengan rotan yang telah ditipiskan sebagai sumber suara, dan 6 hingga 9 lubang sebagai pangatur nada. Pada awalnya, suling di dalam karawitan sunda terdapat dua jenis; pertama adalah suling lubang enam (liang genep) biasanya digunakan dalam tembang Sunda cianjuran, gamelan degung kreasi, kedua adalah suling lubang empat (liang opat) biasanya digunakan dalam gamelan degung klasik dan tembang Sunda cianjuran. Tangga nada yang biasanya terdapat dalam suling lubang enam adalah tangga nada pentatonis Sunda; salendro, degung dan madenda, sedangkan tangga nada yang biasanya terdapat dalam suling lubang empat adalah tangga nada pentatonis Sunda; degung.
Tari Parebut Seeng Seni Pertunjukan Parebut Seeng merupakan pertunjukan yang bersifat presentasi estetis, ide garapannya dilatarbelakangi oleh upacara adat Parebut Seeng yang bersifat ritual bertempat di Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Dulu pertunjukan seni Parebut Seeng bersifat sederhana lebih menekankan kepada ritual, dimana aspek-aspek pertunjukan kurang diperhatikan, pesilat yang berperan dalam Parebut Seeng hanya dua orang laki-laki, dan iringan musik pun menggunakan alat musik yang selalu diguna kan untuk pencak silat. Sangat berbeda dengan bentuk penyajian seni pertu njukan Parebut Seeng saat ini. Bentuk penyajian seni Pertunjukan Parebut Seeng dibawakan secara berkelompok oleh penari laki-laki dan penari perempuan, dengan membawa seeng. Dengan iringan musik gamelan salendro, dan musik nya lebih meriah. Ini berarti, penyajian seni Pertunjukan Parebut Seeng merupakan seni Pertunjukan yang tidak menghilangkan kekhasan dari kesenia...
Jaipongan adalah jenis tarian traidisional Sunda, tepatnya dari Karawang. Lahir dari tangan kreatif H. Suanda pada tahun 1976. Tarian Jaipongan adalah campuran dari seni lain seperti pencak silat, topeng banjet, ketuk tilu, wayang golek dan lain-lain. Tarian ini sangat pesat berkembangnya, musiknya pun diiringi oleh degung, ketuk, rebab, gendang, kecrek, sinden, dan goong. Cocok ya, tari tradisional iringan musiknya juga tradisional, pakaiannya pun menggunakan pakaian tradisional Sunda yang terdiri dari sampur, apok dan sinjang. Biasanya penari berlenggak lenggok mengikuti instrumen musiknya. Walau terdengar gampang, sebenarnya tarian ini lebih susah karena membutuhkan kelenturan tubuh.
Seperti yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya tentang alat musik tradisional Bandung, Degung menjadi alat tradisional Bandung yang sudah terkenal di penjuru Indonesia. Degung pertama kali dibuat oleh H.J Oosting sejak 1879. Diambil dari bahasa belanda “De Gong” artinya gamelan. Alat musik ini kian marak hingga sekarang dan mengundang banyak peminat seni. Kalau didengar bunyinya sih, bisa mengiringi musik dangdut, Jaipongan, mengiringi Sinden, dan lain-lain. Berkesan tradisional, tapi ini lhooo identitas kesenian Sunda