Suling sunda
Suling adalah salah satu alat musik tiup yang terdapat di Jawa Barat, terbuat dari bambu jenis tamiang dengan panjang ukuran panjang 52 hingga 62 cm dan diameter 15 hingga 18 mm dengan beberapa lubang. Satu lubang diikat dengan rotan yang telah ditipiskan sebagai sumber suara, dan 6 hingga 9 lubang sebagai pangatur nada. Pada awalnya, suling di dalam karawitan sunda terdapat dua jenis; pertama adalah suling lubang enam (liang genep) biasanya digunakan dalam tembang Sunda cianjuran, gamelan degung kreasi, kedua adalah suling lubang empat (liang opat) biasanya digunakan dalam gamelan degung klasik dan tembang Sunda cianjuran. Tangga nada yang biasanya terdapat dalam suling lubang enam adalah tangga nada pentatonis Sunda; salendro, degung dan madenda, sedangkan tangga nada yang biasanya terdapat dalam suling lubang empat adalah tangga nada pentatonis Sunda; degung.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la`` <pre><code><pre><code><pre><code><pre><code><pre><code><pre><code><p></code></pre></code></pre></li> </ol> </code></pre></li> </ol> <p> <p> <p> </p></li> </ol> Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao"...