Satu persatu penari naik ke atas panggung. Lima orang penari bergerak melingkar, memutar, dan berbaris lurus dengan gerak dasar tumit, tangan dan pinggul. Kemudian mereka berpencar dan saling berhadapan satu sama lain dalam bentuk setengah lingkaran. Gerakan tari dilanjutkan dengan penari berjongkok seraya meragakan gerakan memetik padi. Inilah tari Petik Pari, tari khas Pacitan yang ditarikan untuk merayakan hasil panen padi. Usai menampilkan gerakan utama, kemudian 5 penari melakukan gerak saling berangkulan, memainkan kaki, memutar putran kecil, dan berlanjut ke putaran besar. Empat orang penari mengelilingi 1 penari dan berhenti dengan posisi seolah-olah sedang menyambut penonton. Rupanya gerakan indah ini merupakan gerakan penutup dan para penari kembali ke belakang panggung. Beberapa daerah masih memegang teguh tradisi penghormatan terhadap Dewi Sri. Figur Dewi Sri menjadi simbol dan kerangka acuan berpikir bagi orang Jawa khususnya petani Jawa di dalam prosesi siklus...
Tari ini bernama batik pace. Konon terinspirasi dari pendiri Kota Pacitan yang dalam perjuangannya suka minum sari buah pace (mengkudu) yang banyak tumbuh di kawasan Pacitan. Secara koreografi tarian batik pace menggambarkan kegiatan membatik, mulai dari menuang lilin ke canting diatas permukaan kain. Gerakan mewarnai dengan mencelup dan gerakan menjemur atau mengeringkan kain. Lima orang penari masuk ke pentas dengan gerak memutar cepat didepan panggung. Kemudian penari membentuk formasi menjadi 3 penari di sudut kiri panggung dan 2 orang di sudut kanan panggung. Tiga penari memperagakan gerak dengan tangan kiri dan kanan mengarah ke atas dan kebawah bergantian, seraya bergerak mundur teratur. Sedangkan seorang penari memerankan gerak mencelup batik dan seorang penari lainnya memerankan gerak mengeringkan kain batik yang telah dibuat. Kelima penari kemudian menggunakan media kain batik pace dengan meletakan kain batik di belakang pinggul dan memutarkan kedepan diikuti gerak...
Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.
Tari Tayub merupakan Tarian khas Bojonegoro yang dibawakan oleh penari wanita beserta iringan laki-laki atau pengibing. Tari Tayub sendiri mulai dikenal sejak abad ke-19 oleh para pakar kebudayaan., dimana banyaknya sanggar di sekitar daerah Bojonegoro mengawali berkembangnya Tari Tayub di Bojonegoro. Tayub sendiri berasal dari kata Tata dan Guyub, yang artinya kurang lebih adalah bersenang - senangnya pengibing bersama penari wanita ( ledhek ), di mana di Bojonegoro biasa disebut dengan Waranggono. Alat musik yang digunakan untuk mengiringi Tari Tayub adalah seperangkat gamelan Jawa, mulai dari Saron, Demung, Bonang, Kendang hingga Gong. Jenis musik yang dibawakan bernuansa kental musik khas Jawa. Dari segi kostum sendiri Tari Tayub pada masa dahulu biasa menggunakan kemben, namun sekarang telah menggunakan baju yang lebih sopan tanpa mengurangi ciri khas adat Jawa yaitu kebaya Jawa dengan batik motif Bojonegoro. Pementasan Tari Tayub sendiri diawali dengan beberapa r...
-bahan Rujak Cingur : Kangkung 200 gram ( cuci bersih, siangi ) Tauge 100 gram ( siangi ) Daging buah nanas 150 gram Mentimun jawa/kampung 150 gram Bengkuang 150 gram ( kupas bersih ) Mangga muda 150 gram ( kupas bersih ) Tempe 150 gram ( goreng hingga berwarna kecoklaan, tiriskan ) Tahu putih atau tahu cina 175 gram ( goreng hingga kecoklatan, tiriskan ) Cingur sapi / kikil sapi 500 gram ( bersihkan ) Bahan Bumbu Sambal Kacang Petis : Pisang batu 3 buah ( 100 gram ), iris tipis Cabai rawit merah 6 buah Bawang putih 2 siung Garam 1 sendok teh Kacang tanah 50 gram ( digoreng ) Gula merah 50 gram ( disisir ) Air asam jawa 3 sendok makan Petis udang 4 sendok makan Air matang 100 mili liter Bahan Pelengkap Rujak Cingur : Lontong Kerupuk / emping melinjo Cara Membuat Rujak Cingur Surabaya: Langkah awal, rebus kangkung dan tauge hingga matang, angkat, tiriskan. Selanjutnya potong-potong buah nanas, mentimun, bengkuang, mangga muda, tempe goreng, tahu goreng dan cingur sapi, sisihka...
Tari Bedayan merupakan salah satu tarian khas Kota Malang yang biasa difungsikan sebagai tarian penyambutan tamu. Menurut legenda, Tari Bedayan menggambarkan pertemuan raja-raja Jawa dengan Ratu Laut Selatan Nyi Roro Kidul. Tari Bedayan mengisyaratkan keterbukaan dan perlakuan istimewa terhadap tamu, di mana diharapkan akan mendapatkan keberkahan. Tari Bedayan dibawakan oleh sembilan penari dengan nama atau julukan beserta peran yang berbeda-beda. Nama-nama tersebut antara lain Apit ngajeng, Apit Meneng, Apit Wingking, Batak, Buncit, Dada, Endel, Endel Weton, dan Gulu. Peran berbeda yang dimaksudkan di sini adalah setiap penari memiliki bagian tersendiri namun tetap selaras dalam kesatuan gerakan. Ciri khas dari Tari Bedayan adalah gerakan tarian yang lemas gemulai dengan formasi yang teratur. Musik yang digunakan untuk mengiringi tarian ini berjenis musik alunan Jawa dengan iring-iringan gamelan sendu membuat para penonton Tari Bedayan merasakan keterikatan em...
Untuk sebagian masyarakat, menu nasi tahu telur mungkin sudah sangat biasa untuk semua daerah. Salah satu nya adalah daerah Madiun, Jawa Timur. Di kota Madiun, yang berbeda menu nasi tahu telur adalah penyajiannya yang menggunakan bumbu kacang yang dicampur petis. Berikut bahan-bahan yang kalian perlukan untuk membuat menu ini beserta langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 1 porsi nasi putih 1 tahu 1 telur ayam 1/4 bongkol kubis putih 4 sdm kecambah rebus minyak goreng 1 bawang putih 1 sdt garam kerupuk Bahan bumbu : 3 bawang putih, digoreng 9 cabe rawit 50 gram kacang tanah, digoreng 2 sdm petis 1/2 sdt garam 1 sdm gula pasir secukupnya air Langkah pembuatannya : Potong-potong tahu. Masukkan kedalam larutan air, bawang putih, dan garam selama 15 menit. Setelah itu goreng tahu hingga setengah matang. Dadar telur, lalu i...
Jaran Bodhag dalam terminologi bahasa Jawa “Jaran” berarti kuda dan “bodhak” (bahasa Jawa dialek Jawa Timur, khususnya wilayah Timur) berarti wadah, bentuk lain. Walaupun belum diketahui angka tahun yang pasti sejak kapan kesenian “Jaran Bodhag” ini mulai diciptakan dan dikenal oleh masyarakat kota Probolinggo, namun dari beberapa sumber diketahui bahwa “Jaran Bodhag” diciptakan oleh orang-orang kota Probolinggo pada zaman awal kemerdekaan. Pada waktu itu orang-orang Probolinggo, terutama orang-orang pinggiran dan miskin mendambakan suatu seni pertunjukan. Seni pertunjukan yang populer di kalangan masyarakat Kota Probolinggo adalah “Jaran Kencak”, yakni kuda (jaran) yang “ngencak” (menari). “Jaran Kencak” sebutan dalam dialek lokal untuk menyebut “Kuda Menari”, sejenis pertunjukkan yang menggunakan kuda yang dilatih khusus untuk menari dan dirias dengan pakaian serta aksesoris l...
Lontong kikil merupakan makanan khas dari Surabaya, Jawa Timur. Sesuai dengan namanya, makanan ini dibuat dari kikil sebagai bahan utamanya dan lontong sebagai pendampingnya. Rasanya yang sangat gurih dan nikmat, membuat lontong kikil disukai oleh banyak masyarakat Surabaya. Berikut bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat lontong kikil besera langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 750 gram kikil sapi 2 ruas jahe, geprek 2 ruas lengkuas, geprek 4 lembar daun jeruk purut, buang tangkai, sobek daun 700 ml air matang secukupnya Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Minyak goreng untuk menumis Bumbu halus : 1 sdm ketumbar 1/2 sdt jinten 3 ruas kunyit 2 ruas kencur 10 bawang merah 6 bawang putih 5 kemiri utuh 5 cabe merah besar 2 ruas temu kunci Bahan sambal kemiri : 1 ons cabe rawit 3 cabe merah besar...