Makanan khas berikutnya adalah Dinondoyog, makanan yang terbuat dari sagu asli dan dicampur dengan gula merah/gula aren ini merupakan salah satu makanan khas Mongondow yang sering dibuat karena sangat cocok untuk dinikmati saat berkumpul dengan keluarga tercinta. Namun dalam rangka memperkenalkan makanan khas Mongondow, maka saat ini ada beberapa tempat yang menjual makanan tersebut, diantaranya di beberapa tempat makan atau restoran di Kota Kotamobagu. Dan tentu saja dapat dengan mudah anda temukan jika anda berkunjung ke Kota Kotamobagu. Bisa dibeli di: Toko oleh-oleh Kota Mobagu
Selain Sinandoi, Binarundak adalah Makanan yang juga dimasak didalam patung (bambu) namun isinya yang berbeda berupa beras ketan yang sudah dicampur dengan bumbu-bumbu alami antara lain santan, jahe, bawang merah dan lain-lain. Sebelum beras ketan dimasukkan kedalam bambu, beras ketan yang sudah tercampur dengan bumbu tersebut dibungkus dengan daun pisang yang masih muda, sehingga dalam penyajiannya tidak secara utuh tetapi binarundak yang sudah matang dipotong sesuai ukuran yang bervariasi. Salah satu yang menarik konsumen untuk menikmati makanan khas ini terletak pada aroma nasi ketan yang dibakar. Proses Pembakaran Binarundak Untuk itu ketika anda berkunjung ke Kotamobagu jangan melewatkan makanan khas yang satu ini, karena dijamin akan membuat anda kembali dan kembali lagi ke Kotamobagu. Binarundak siap disajikan Se...
Dari namanya saja, makanan ini sudah membuat penasaran, bagaimanan kalau dimakan ya, apakah akan goyang-goyang. Hehe, maksud dari goyang disini bukan rasanya yang goyang-goyang, tetapi cara pembuatannya yaitu dengan cara digoyang-goyang. Makanan ini sering muncul saat ada acara hajatan di masyarakat Kota Manado. Kacang goyang yang merupakan kacang atom yang dibalut dengan tepung terigu dan dulumuri gula yang manis dilapisan luarnya. Kota yang terkenal pembuat kacang goyang ini yaitu Kotamobagu. Makanan ini cocok sebagai camilan di kala santai. Sumber: https://disiniaja.net/makanan-khas-manado/
Sumber Gambar : https://andriyaniwidya.files.wordpress.com Apa kalian sudah pernah membayangkan untuk menyantap kelelawar atau yang juga biasa disebut kalong? kalau kamu mau, maka kamu bisa datang ke Sulawesi Utara tepatnya di Manado. disana itu ada makanan khas yang menggunakan daging kelelawar atau kalong yang biasa disebut Paniki. Paniki ini dihidangkan dengan kuah santan berbahan utama daging kelelawar atau kalong tersebut. gak kebayang deh, kalau pas kamu santap terus kamu lihat kepala kelelawarnya gitu.. ihh, ngeriii~ didalam penyajiannya terdapat banyak juga potongan-potongan cabai, apa mungkin karena orang Manado itu suka pedas? ternyata alasan mereka itu untuk menyamarkan aroma kelelawar yang cenderung amis, nah, selain diolah menjadi Paniki yang pedas biasanya kelelawar juga di goreng atau di bentuk sate. hhmm, apa kalian tertarik untuk mencicipinya?. Bisa dibeli di: Waro...
Makanan yang dikenal dari negeri matahari terbit ini juga sudah banyak dijual di berbagai restoran di Indonesia. Namun, Kota Bitung menjual sashimi khas Bitung yang mempunyai keunikan tersendiri. Sashimi yang disajikan di Kota Bitung berasal dari daging ikan tuna yang disegarkan. Uniknya, sashimi khas Bitung disajikan bersamaan dengan bumbu kecap manis yang menghasilkan rasa lezat dan tidak kalah dengan sashimi di restoran-restoran Jepang. Sayangnya, sashimi tuna segar tersebut harus disajikan dengan keadaan tetap fresh agar penikmatnya juga merasakan lezatnya daging mentah. Sangat disarankan apabila wisatawan ingin membawa sashimi tuna segar khas Bitung ini, tetap dijaga dalam kondisi dingin, agar tuna mentah tetap terasa lezat dan mantap. Bahan Dasar Sashimi - Daging Size A ikan Tuna segar - Empat Buah Bawang Merah - Empat Buah Bawang Putih - Jahe - Daun Serei - Kecap Manis - Kecap Asin atau Bisa diganti dengan Jeruk - Kacang Goreng...
RM yang menyediakan: Klabat Restoran & Catering Jl Gadang No. 37, Tanjung Priok, Jakarta (021) 4352837 Sumber: https://www.senibudayaku.com/2018/01/makanan-dan-minuman-khas-sulawesi-utara.html
Makanan yang memiliki citra rasa pedas seolah-olah tidak bisa dipisahkan dari lidah masyarakat Indonesia. Mereka kerap kali beranggapan bahwa tanpa makan pedas bak sayur tanpa garam. Untuk itulah, banyak sekali makanan yang disulap menjadi makanan pedas, salah satunya yaitu tumis sayur petsai atau tumis sawi putih. Tumis sawi putih adalah salah satu menu makanan sederhana yang diminati oleh banyak orang. Selain menghasilkan citra rasa yang begitu nikmat, tumis sawi putih pun memiliki kandungan yag bermanfaat untuk tubuh kita. Citra rasa dari tumis sawi putih dengan sensai pedas ini akan menggugah selera. Rasanya yang begitu lezat akan setiap saat memanjakan lidah anda. Untuk itulah bagi anda semua pecinta pedas anda harus mencoba membuat tumis yang satu ini di rumah. Tumis sawi putih pedas ini akan sangat nikmat jika disantap bersama nasi putih hangat di siang hari. Rasanya yang pedas akan menyegarkan ketika musim pa...
Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado, Sulawesi Utara. Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa, Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya. Resep Tinutuan Bahan: 500 Gram beras, cuci dan tiriskan Air secukupnya 5 Siung bawang putih, haluskan 3 Batang serai, memarkan 3 Lembar daun saam 2 Buah jagung, sisir dari tongkolnya 100 Gram daun bayam 100 Gram daun kangkung 200 Gram ubi jalar, potong 300 Gram labu kuning, potong 100 Gram Daun Melinjo 50 Gram daun kemangi Garam secukupnya Cara Membuat : Rebus air hingga mendidih, masukan beras, bawang putih, serai dan daun salam. M...
Dinahaga adalah nasi dari beras ketan dengan campuran kunyit sehingga warnya kuning. makanan ini disajikan pada acara adat tertentu. seperti Doa Mintahang-Harua yaitu kegiatan warga Bolmong sebelum menyambut bulan Ramadhan. http://manado.tribunnews.com/2012/07/16/doa-mintahang-haruah-sambut-ramadhan