Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Utara Manado
Sayur Petsai - Manado - Sulawesi Utara
- 17 Februari 2018
Makanan yang memiliki citra rasa pedas seolah-olah tidak bisa dipisahkan dari lidah masyarakat Indonesia.
 
Mereka kerap kali beranggapan bahwa tanpa makan pedas bak sayur tanpa garam. Untuk itulah, banyak sekali makanan yang disulap menjadi makanan pedas, salah satunya yaitu tumis sayur petsai atau tumis sawi putih. Tumis sawi putih adalah salah satu menu makanan sederhana yang diminati oleh banyak orang. Selain menghasilkan citra rasa yang begitu nikmat, tumis sawi putih pun memiliki kandungan yag bermanfaat untuk tubuh kita.
 
 
 
Citra rasa dari tumis sawi putih dengan sensai pedas ini akan menggugah selera. Rasanya yang begitu lezat akan setiap saat memanjakan lidah anda. Untuk itulah bagi anda semua pecinta pedas anda harus mencoba membuat tumis yang satu ini di rumah.
 
Tumis sawi putih pedas ini akan sangat nikmat jika disantap bersama nasi putih hangat di siang hari. Rasanya yang pedas akan menyegarkan ketika musim panas. Terlebih lagi adanya sedikit campuran bahan pelengkap lainnya yang menjadikan tumis sawi ini terasa sedikit asam.
 
Nah, selain mudah didapatkan harga dari sawi putih pun sangat terjangkau. Hanya mengeluarkan sedikit uang saja anda bisa mendapatkan hidangan lezat yang menyegarkan ini. Resep tumis sawi putih pedas ini sangatlah sederhana sekali. Sangat cocok bagi anda yang baru belajar memasak. Dan di bawah ini akan kami sajikan resep dan cara membuat/memasak sayur tumis sawi putih pedas yang sederhana dan lezat khusus untuk anda.
 
Bahan Utama Tumis Sayur Sawi Putih Pedas
200 gram sawi putih
100 gram udang
1 batang daun bawang
2 sendok makan minyak untuk menumis
50 ml air
 
Bumbu Tumis Sayur Sawi Putih Pedas
  1. 3 siung bawang putih
  2. 6 butir bawang merah
  3. 1 buah tomat
  4. 4 buah cabai merah
  5. 1/2 sendok teh gula pasir
  6. 3/4 sendok teh garam
  7. 1/8 sendok teh cuka
  8. 1/4 sendok teh merica bubuk
 
Cara Menyiapkan Bahan dan Bumbu Tumis Sayur Sawi Putih Pedas
  1. Pertama-tama cuci sawi putih hingga bersih. Lalu potong dengan ukuran sesuai selera.
  2. Kupas udang yang telah disiapkan. Lalu potong kecil-kecil.
  3. Potong daun bawang dengan arah menyerong.
  4. Haluskan bumbu-bumbu yang telah disiapkan seperti bawang merah, bawang putih, tomat dan cabai merah.
  5. Cara Membuat/Memasak Tumis Sayur Sawi Putih Pedas
  6. Langkah pertama yaitu, panaskan minyak. Lalu tumis semua bumbu yang telah dihaluskan.
  7. Tambahkan udang, lalu aduk sampai berubah warna.
  8. Setelah itu, masukan sawi putih yang telah dipotong-potong. Aduk sampi layu.
  9. Selanjutnya, tambahkah gula, garam merica dan terakhir air. Aduk kembali sampai merata dan masak semua bahan sampai meresap.
  10. Terakhir, masukan cuka serta daun bawang. Aduk sampai merata dan angkat.
  11. Itulah resep dan cara membuat/memasak tumis sayur sawi putih yang sederhana dan lezat. Tumis sawi putih ini akan lebih nikmat jika disantap dalam keadaan hangat. Semoga dengan adanya resep ini pengetahuan akan resep masakan anda bisa semakin bertambah, sehingga anda bisa mempraktekannya untuk keluarga tercinta di rumah. Selamat mencoba, dan bagikan resep ini kepada teman atau saudara terdekat anda agar pengetahuan resep masakan mereka pun semakin bertambah.
 
Sumber:
https://selerasa.com/resep-dan-cara-membuat-memasak-tumis-sayur-sawi-putih-pedas-yang-sederhana-dan-lezat

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker