kasih sayang
2.294 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tanah pusako
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Barat

Rayola - Tanah pusako   Pondok tirih balantai tanah Badindiang tadiah cando ka rabah Di sinan denai mandeh lahiakan Babaduang kasih tangih bamulo Di sinan denai mandeh lahiakan Babaduang kasih tangih bamulo   Ulah dek mamak nan mati raso Nyo jua juo  tanah pusako Mandeh tasisiah pai manjauh Ka urang mambaok tangih Mandeh tasisiah pai manjauh Ka urang mambaok tangih   Di rantau urang ma adu untuang Hujan jo paneh kawan sadendang Di sinan denai yo di gadangkan Bapaluah ibo jo aia mato   Kini mandeh alah tiado Nan hanyo tingga tanah pusaro Taragak kampuang lah hilang bayang Lah hilang tando kama di cari Taragak kampuang lah hilang bayang Lah hilang tando kama di cari…   Ulah dek mamak nan mati raso Nyo jua juo tanah pusako Mandeh tasisiah pai manjauh Ka urang mambaok tangih Mandeh tasisiah pai manjauh Ka ura...

avatar
Roro
Gambar Entri
Bali Tari Cendrawasih
Tarian Tarian
Bali

Tari Cendrawasih Tari Cendrawasih yang berasal dari Bali ini adalah hasil karya seni gerak dari I Gede Manik. Menurut informasi, tari ini pertama kali ditampilkan di subdistrik atau kecamatan Sawan di Kabupaten Buleleng pada 1920an. Seiring berjalannya waktu, tari Cendrawasih yang sering dipertunjukan adalah hasil olahan koreografi oleh N. L. N. Swasthi Wijaya Bandem, yang diaransemenkan pada penampilan pertamanya di tahun 1988. Bak tari burung Merak dari Jawa Barat (Jabar), tari Cendrawasih Bali menggambarkan keindahan corak dan tubuh burung Cendrawasih. Menjadi ikon tanah Papua, burung Cendrawasih bagi masyarakat Bali dikenal sebagai Manuk Dewata. Jumlah penari pada Tari Cendrawasih sebanyak 2 orang wanita yang berperan sebagai burung Cendrawasih jantan dan cendrawasih betina. Pada Geraknnya, kedua burung ini ibarat sepasang burung yang memadu kasih dan meliuk-liuk seperti ketika menjelang perkawinan.   https://www.silontong.com/2018/09/18/tarian-adat-trad...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pantun Atui
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Riau

Pantun Atui adalah penyampaian kisah cinta dalam bentuk suara hati seorang laki-laki kepada perempuan yang menjadi pujaan hatinya. Bernama Pantun atui (seratus pantun) kerena urutan pantun yang dibawakan ada seratus buah, dengan pembagian masing-masing satu pantun untuk satu malam. Filosofinya adalah betapa tulus dan kuat sang laki-laki memberikan keyakinan cintanya kepada buah hatinya, sehingga harus menyediakan seratus pantun selama seratus malam. Pantun atui dinyanyikan sambil duduk – biasanya diatas tilam yang disediakan di tengah rumah. Bentuk pantun atui adalah pantun berkait, berjenis pantun kasih sayang atau pantun muda-mudi. Bahasa yang digunakan adalah bahasa melayu daratan dialeg Limo Koto Kampar. Pada masa kini pantun atui dapat diringi dengan instrumen biola atau rebab. Sumber : Buku Pentapan WBTB 2018

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Asal Usul Padi Menurut Legenda Hindu Bali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Berdasarkan legenda, sebenarnya orang Bali hanya meminum air tebu sebagai pengganti asupan makanan. Lalu, demi mengangkat manusia dari penderitaan, Dewa Wisnu memutuskan turun ke Bumi.    Penggalan kisah ini merupakan bagian dari kisah yang dituturkan Miguel Covvarubias berjudul Persawahan di Bali dan dihimpun oleh Adrian Visckers (2012) dalam buku Bali Tempo Doeloe. Kisah ini berlanjut dengan turunnya Wisnu ke Bumi. Dewa Air sekaligus kesuburan datang dengan sembunyi-sembunyi untuk menganugerahkan makananan yang lebih banyak.    Kemudian, Dewa Wisnu menghamili Ibu Pertiwi, Dewi Kasih Sayang, hingga akhirnya melahirkan padi.    Wisnu kemudian menuntut Dewa Indra untuk memintanya mengajarkan manusia tentang cara menanam padi.    Sehingga, legenda ini menjelaskan bahwa padi yang merupakan sumber utama kehidupan dan kemakmuran merupakan hadiah dari para dewa. Padi lahir dari penyatuan kosmik di...

avatar
Aze
Gambar Entri
Persiapan Kelahiran Anak Menurut Hindu-Bali
Ritual Ritual
Bali

Berikut merupakan hal-hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan oleh calon orang tua, untuk persiapan kelahiran anak. Menurut tradisi Agama Hindu di Bali 1. Ketika Anak Baru Lahir Ucapkan Mantram Gayatri sebanyak mungkin, minimum tiga kali. Kalau bisa sambil membawa Japamala (ganitri). Maha Mantra Gayatri disebut juga sebagai Mantra Savitri atau Mantra Savita, sebagai ibu dari Veda yang memberikan pencerahan kepada kecerdasan dalam menapak kehidupan menuju kesempurnaan. Bisikkan Maha Mantra Gayatri tiga kali masing-masing di telinga kanan (dharma) dan kemudian di telinga kiri (sakti). 2. Waktu Dikasi Ari-Ari Ketika sudah diberikan ari-ari dari pihak rumah sakit, bidan dll. Bungkus dengan kain putih sukla, sebaiknya sudah disiapkan payuk tanah yang cukup besar, dengan tutupnya, lalu ari-ari itu dimasukkan ke dalam payuk setelah itu di bawa pulang 3. Mencuci Ari-Ari Setelah sampai di rumah maka oleh ayah si anak ari – ari diletak...

avatar
Aze
Gambar Entri
Tradisi Melancaran Tapakan Nawa Sanga Ida Bhatara Luhur Pucak Kembar
Ritual Ritual
Bali

Pura Luhur Pucak Kembar merupakan salah satu pura kahyangan jagat di Pulau Bali. Pura ini sangat mudah dijangkau oleh umat mengingat lokasinya sangat strategis jalur utama Denpasar-Singaraja, tepatnya di Desa Pakraman Pacung, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Pura ini memiliki keunikan tersendiri dimana terdapat pralingga berupa tapakan Nawa Sanga serta baris Nawa Sanga dengan Ratu Lingsir. Menariknya tapakan Nawa Sanga itu menjelang pujawali ageng berlangsung anggara kasih prangbakat, setiap tiga tahun sekali dilaksanakan tradisi melancaran ke-110 pura di Bali dalam waktu empat puluh dua hari. Melancaran tersebut dilakukan secara estafet dari satu pura ke pura yang lain di empat kabupaten seperti Kab. Tabanan, Kab. Badung, Kab. Gianyar, dan Kab. Bangli. Tradisi melancaran tersebut dapat dijadikan sebagai sarana integrasi bagi umat Hindu di era globalisasi sekarang ini. Di samping itu, mengandung nilai spiritual-religius untuk mensejahterakan umat manusia...

avatar
Aze
Gambar Entri
Pagelaran Wayang Niskala di Pura Luhur Pucak Kembar
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Bali

Pura Luhur Pucak Kembar merupakan salah satu pura kahyangan jagat di Pulau Bali. Pura ini sangat mudah dijangkau oleh umat mengingat lokasinya sangat strategis jalur utama Denpasar-Singaraja, tepatnya di Desa Pakraman Pacung, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Pura yang diempon oleh masyarakat Desa Pakraman Pacung dan krama Subak Gede Poyan/ Peneng ini memiliki keunikan tersendiri pada saat pujawali ageng berlangsung setiap satu setengah tahun sekali tepatnya anggara kasih prangbakat berlangsung pementasan wayang niskala. Pementasan wayang niskala dilaksanakan tanpa dalang tanpa wayang. Hanya saja dilengkapi dengan api blencong, upakara, kelir (layar), gender dengan penabuhnya. Pada saat pementasan wayang tersebut terlihat bayangan berupa wayang pada kelir yang telah disiapkan. Bayangan tersebut munculnya tidak terlalu lama dan tidak bersuara mengingat bersifat niskala yang tentu tidak sama seperti pementasan wayang oleh seorang dalang. Penampakan wayang niskal...

avatar
Aze
Gambar Entri
Memahami Makna Tumpek Kandang dalam Tradisi Hindu
Ritual Ritual
Bali

Tumpek Kandang atau Tumpek Wewalungan atau Tumpek Uye merupakan hari selamatan binatang-binatang peliharaan (binatang yang dikandangkan) atau binatang ternak ( wewalungan ).  Tentang Tumpek kandang sudah tersurat dalam Lontar Sunarigama dinyatakan sebagai berikut : Saniscara Kliwon Uye pinaka prakertining sarwa sato Artinya : pada hari Saniscara Kliwon Uye  hendaknya dijadikan tonggak untuk melestarikan semua jenis hewan. Makna Tumpek Kandang Tumpek Kandang adalah upacara selamatan untuk binatang-binatang seperti binatang yang disemblih dan binatang piaraan. Hakekatnya pada rahina ini untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Siwa Pasupati yang disebut Rare Angon, penggembala makhluk. Berdasarkan kutipan ini, tegas bahwa yang dipuja adalah Ida Sang Hyang Widhi, bukan memuja binatang, demikian pula terhadap tumbuh-tumbuhan, senjata-senjata, gamelan dan sebagainya. Tujuan Tumpek Kandang Kenapa harus ada upacara...

avatar
Aze
Gambar Entri
Sang Hyang Semara Ratih, Simbol Cinta Kasih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Dalam mitologi tentang Sang Hyang Semara Ratih, yang merupakan sepasang dewa dewi sebagai simbol cinta kasih yang penuh dengan keinginan dan kesetiaan serta pengorbanan. Diceritakan kisahnya dalam lontar cundamani II. Dalam kutipan tersebut diceritakan bahwa sorga sedang diserang oleh raksasa Nilarudraka, seorang raksasa yang sakti ingin menguasai sorga. Para dewa-dewa semuanya kalah tidak ada yang sanggup melawannya. Akhirnya para dewa-dewa datang menghadap Bhagawan Wraspati untuk menanyakan dan meramalkan siapa yang akan sanggup mengalahkan raksasa tersebut. Akhirnya hasil ramalan ternyata bahwa raksasa Nilarudraka hanya akan dapat dikalahkan oleh putranya Dewa Siwa yang berkepala gajah. Ternyata pada saat itu Bhatara Siwa belum berputra di samping itu beliau sedang bersemadi (bertapa), yang tidak ada seorang pun yang berani untuk mengganggunya. Sehingga ditugaskanlah Dewa Kama untuk menggoda dan membangunkan Dewa Siwa. Walaupun tugas tersebut penuh...

avatar
Aze