Singkong adalah salah satu tanaman ubi-ubian yang bisa di buat menjadi banyak sekali jenis olahan masakan. Dan makanan hasil olahan singkong ini banyak sekali kita temui di daerah jawa tengah, Jogja dan jawa timur. Dari nenek moyang sampai tahun ini pun singkong masih merajai sebagai bahan olahan yang memiliki banyak macam olahan. Beberapa makanan yang di hasilkan dari singkong adalah getuk, Potil, Slondok, keripik singkong dan Samiler atau samier. Tidak hanya itu banyak makanan-makanan yang ada di minimarket terdekat yang berbahan dasar singkong dan rasanya pun enak sekali. Dan harganya cukup untuk di kantong. Akan tetapi makanan olahan singkong yang biasa kita beli diminimarket memilki bumbu yang kurang begitu sehat untuk anak-anak dan kita. karena banyak menggunakan penyedap rasa yang jika di konsumsi terlalu banyak akan membuat sakit. Untuk itu kami Ommasakom.com ingin membahas makanan olahan singkong...
Gendu anak laki-laki yang tampan. Kulit tubuhnya kuning langsat, bersih, dan bercahaya. Mirip pangeran dari kerajaan meskipun ia hanyalah anak sepasang pencari kayu bakar yang miskin. Sayangnya, Gendu tak pernah mau pergi bersama kedua orangtuanya ke hutan mencari kayu bakar. Ia pun tak mau bertandang ke desa tetangga. Ia malu mempunyai orangtua yang hitam, dekil, dan miskin. Setiap pagi, saat Gendu masih tidur mendengkur, Bapak dan Emak sudah berangkat ke hutan. Menjelang siang, Gendu baru bangun. Yang dibuka pertama kali adalah tudung saji di atas meja kayu yang telah kusam dan lapuk. Semua yang terhidang itu dimakannya. Setelah itu, ia pergi dan bermain dengan anak-anak orang kaya. Selama ini Gendu mengaku pada mereka bahwa dirinya anak bangsawan. Ia tak pernah mengakui Bapak dan Emak sebagai orangtua kandungnya. Suatu hari, ia kepergok tiga orang pemburu yang mampir ke rumah. Saat itu ia sedang makan bersama kedua orangtuanya. “Lho...
Batik motif Gurdo berasal dari Yogyakarta. Nama Gurdo diambil dari Burung garuda, dalam kitab Mahabharata burung garuda adalah wahana (kendaraan) Dewa Wisnu yang merupakan pemelihara dan pelindung alam semesta. Bentuk ornamen gurda dalam motif semen ini, terdiri dari dua buah sayap ( lar ) dan di tengah-tengahnya terdapat badan dan ekor. Filosofi Sebagai pengingat bahwa kekuasaan adalah amanat dari rakyat, dan pemimpin harus eling (ingat) bahwa tanpa dukungan dan cinta dari rakyatnya, kekuasaannya tidak akan berarti apa-apa. Sumber: https://www.tokoseragambatik.com/2017/11/09/batik-yogyakarta-motif-semen-dan-filosofi-luhurnya/
Batif motif Semen Kuncoro (baca: Muncar(Jawa) merupakan motif batik yang dipakai untuk keserahian Kraton Yogyakarta. Filosofi Orang yang memakai batik motif Semen Kuncoro dianggap akan memancarkan kebahagiaan pada wajahnya. Sumber: http://www.batikbumi.net/2016/09/motif-batik-khas-yogyakarta.html
Motif Sate berasal dari Blora, Jawa Tengah. Batik motif sate ini merupakan batik tulis. Motif Sate merupakan motif khas yang terdapat dalam Batik Blora. Dimana sate merupakan salah satu menu makanan yang bisa dijumpai dengan sangat mudah, mulai dari daerah pedesaan hingga kota-kota besar. Kalau pada umumnya dijumpai para pedagang sate ayam khas Madura, tapi di daerah Blora memiliki sate ayam khas kota ini. Sate Ayam Blora memiliki keunikan tersendiri karena pada saat selesai makan tidak dihitung per porsi tetapi dihitung berapa banyak jumlah lidinya. Sumber: https://infobatik.id/batik-blora-motif-sate/
"Anglo" yakni tungku gerabah salah satu alat masak untuk menghasilkan panas api yang terbuat dari tanah liat. Pembuatan anglo di Sukoharjo sudah mulai dikembangkan sejak tahun 1960-an. Supinah adalah salah satu pengrajin dari 5 orang pengrajin anglo yang tersisa di wilayah Sukoharjo. kerajinan anglo di desa tersebut semakin jarang dan hampir punah, sedikit dari pengguna anglo adalah masyarakat kota yang masih menggunakan anglo, biasanya para pedagang makanan, restoran yang menunya bakar," katanya. Sumber: http://sp.beritasatu.com/home/kerajinan-anglo-asal-sukoharjo-masih-diminati/88221
Dandang adalah alat masak tradisional untuk memasak nasi. Dandang biasanya terbuat dari tembaga, berwarna kuning keemasan dan memiliki bentuk seperti topi pesulap yang dibalik. Penggunaan dandang untuk menanak / masak nasi dengan cara mengukusnya. Peralatan dapur untuk membantu menanak nasi (mengukus nasi setengah matang / nasi tim / nasi aron). Dandang terbuat dari logam. Dandang tradisional terbuat dari tembaga, sedangkan yang lebih modern terbuat dari aluminium. Dandang berfungsi sebagai wadah untuk merebus air yang uapnya digunakan untuk mengukus, sekaligus sebagai tempat diletakkannya alat lain untuk menampung beras/nasi. Beras yang telah ditim atau diaron(direbus sampai airnya terserap) atau nasi diletakkan pada kukusan. Kukusan pada dandang tembaga tradisional dibuat dari anyaman bambu berbentuk runcing di bawah, sedangkan pada dandang aluminium modern terbuat dari aluminium pula. Di bagian bawah kukusan bambu diletakkan separuh batok kelapa yang...
Dandang adalah alat masak tradisional untuk memasak nasi. Dandang biasanya terbuat dari tembaga, berwarna kuning keemasan dan memiliki bentuk seperti topi pesulap yang dibalik. Penggunaan dandang untuk menanak / masak nasi dengan cara mengukusnya. Peralatan dapur untuk membantu menanak nasi (mengukus nasi setengah matang / nasi tim / nasi aron). Dandang terbuat dari logam. Dandang tradisional terbuat dari tembaga, sedangkan yang lebih modern terbuat dari aluminium. Dandang berfungsi sebagai wadah untuk merebus air yang uapnya digunakan untuk mengukus, sekaligus sebagai tempat diletakkannya alat lain untuk menampung beras/nasi. Beras yang telah ditim atau diaron(direbus sampai airnya terserap) atau nasi diletakkan pada kukusan. Kukusan pada dandang tembaga tradisional dibuat dari anyaman bambu berbentuk runcing di bawah, sedangkan pada dandang aluminium modern terbuat dari aluminium pula. Di bagian bawah kukusan bambu diletakkan separuh batok kelapa yang...
Dandang adalah alat masak tradisional untuk memasak nasi. Dandang biasanya terbuat dari tembaga, berwarna kuning keemasan dan memiliki bentuk seperti topi pesulap yang dibalik. Penggunaan dandang untuk menanak / masak nasi dengan cara mengukusnya. Peralatan dapur untuk membantu menanak nasi (mengukus nasi setengah matang / nasi tim / nasi aron). Dandang terbuat dari logam. Dandang tradisional terbuat dari tembaga, sedangkan yang lebih modern terbuat dari aluminium. Dandang berfungsi sebagai wadah untuk merebus air yang uapnya digunakan untuk mengukus, sekaligus sebagai tempat diletakkannya alat lain untuk menampung beras/nasi. Beras yang telah ditim atau diaron(direbus sampai airnya terserap) atau nasi diletakkan pada kukusan. Kukusan pada dandang tembaga tradisional dibuat dari anyaman bambu berbentuk runcing di bawah, sedangkan pada dandang aluminium modern terbuat dari aluminium pula. Di bagian bawah kukusan bambu diletakkan separuh batok kelapa yang...