Wanita
2.366 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bali Tari Cendrawasih
Tarian Tarian
Bali

Tari Cendrawasih Tari Cendrawasih yang berasal dari Bali ini adalah hasil karya seni gerak dari I Gede Manik. Menurut informasi, tari ini pertama kali ditampilkan di subdistrik atau kecamatan Sawan di Kabupaten Buleleng pada 1920an. Seiring berjalannya waktu, tari Cendrawasih yang sering dipertunjukan adalah hasil olahan koreografi oleh N. L. N. Swasthi Wijaya Bandem, yang diaransemenkan pada penampilan pertamanya di tahun 1988. Bak tari burung Merak dari Jawa Barat (Jabar), tari Cendrawasih Bali menggambarkan keindahan corak dan tubuh burung Cendrawasih. Menjadi ikon tanah Papua, burung Cendrawasih bagi masyarakat Bali dikenal sebagai Manuk Dewata. Jumlah penari pada Tari Cendrawasih sebanyak 2 orang wanita yang berperan sebagai burung Cendrawasih jantan dan cendrawasih betina. Pada Geraknnya, kedua burung ini ibarat sepasang burung yang memadu kasih dan meliuk-liuk seperti ketika menjelang perkawinan.   https://www.silontong.com/2018/09/18/tarian-adat-trad...

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Betawi Lenggo Jingke
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Tari Lenggo Jingke Tarian Lenggo Jingke merupakan bahasa Betawi yang artinya melenggang kaki sambil berjinjit, sesuai dengan unsur utama dalam gerak tarian ini, yakni berjinjit. Pada pertujukkannya, tarian adat ini dipentaskan oleh penari wanita dengan cara berkelompok.   https://www.silontong.com/2018/09/01/tarian-tradisional-betawi/

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Mowindahako Sulawesi Tenggara
Tarian Tarian
Sulawesi Tenggara

Tari Mowindahako   Tari Mowindahako tarian adat tradisional daerah Sulawesi Tenggara. Bersifat ekslusif, tarian ini dilaksanakan hanya bagi bangsawan atau anakia. Yaitu dilaksanakan apabila suatu pinangan mereka sudah diterima. Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa senang maka diadakan tarian Mowindahako atau yang dikenal dengan nama lain yaitu tarian membesara. Ada yang menyatakan bahwa tarian ini mirip dengan kegiatan pada saat upacara adat perkawinan. Seperti menggunakan kalo, siwole dan menirukan model percakapan antara juru bicara laki-laki dan wanita.   https://www.silontong.com/2018/10/10/tarian-tradisional-daerah-sulawesi-tenggara-gambar/

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Moida-ida Sulawesi Tenggara
Tarian Tarian
Sulawesi Tenggara

Tari Moida-ida Tari Moida-ida adalah tarian daerah yang berasal dari daerah Sulawesi Tenggara. Tarian ini diiringi dengan nyanyian dan  alat musik tradisional , sementara sekelompok orang berkumpul membentuk lingkaran dan masing-masing berpegangan pada seutas tali sehingga membentuk cincin. Penampakan cincin sangat jelas dilihat oleh penonton jika dari atas. Tidak tahu pasti apa maksud dari cerita cincin pada tarian ini. Mungkin maksudnya adalah seorang pria yang hendak melamar wanita dengan mahar cincin.      https://www.silontong.com/2018/10/10/tarian-tradisional-daerah-sulawesi-tenggara-gambar/

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Dinggu Tolaki
Tarian Tarian
Sulawesi Tenggara

Tari Dinggu Tari Dinggu adalah tarian adat tradisional dari daerah Sulawesi Tenggara yang merupakan tarian tradisional rakyat yang menggambarkan sifat kegotongroyongan masyarakat Tolaki. Gotong royong dilakukan masyarakat ketika saat musim panen padi tiba. Pada umumnya, tarian ini biasanya ditampilkan oleh penari laki-laki dan wanita dengan mengenakan busana petani pada zaman dahulu. S ejarah  menyatakan bahwa tarian ini berawal dari kebiasaan masyarakat Tolaki yang melakukan panen padi dengan cara bergotong-royong, mulai dari memetik padi hingga membawa hasil panenan padi sampai di rumah. Setelah panen selesai dan terkumpul semua, diadakan sebuah acara modinggu, yaitu bersama-sama menumbuk padi hasil panen yang dilakukan oleh muda-mudi.   https://www.silontong.com/2018/10/10/tarian-tradisional-daerah-sulawesi-tenggara-gambar/

avatar
Roro
Gambar Entri
Tari Tarian Perang Toerang Batu Sulawesi Barat
Tarian Tarian
Sulawesi Barat

Tari Toerang Batu Tari Toerang Batu adalah tarian tradisional daerah yang berasal dari provinsi Sulawesi Barat. Pada biasanya, tarian ini dilakukan oleh para penari pria sebagai para prajurit, sedangkan para penari wanita hanya sebagai pendukung tari. Masyarakat sepakat bahwa tari Toerang Batu ini merupakan tarian perang yang hampir punah. Atas kesadaran bersama, budaya tari ini mulai dihidupkan kembali oleh masyarakat. Kita berharap jangan sampai tarian tradisional Indonesia punah ditelan masa. Ayo sama – sama kita merawatnya.   https://www.silontong.com/2018/10/08/tarian-tradisional-dareah-sulawesi-barat/

avatar
Roro
Gambar Entri
Asal Usul dan Arti Nama Orang Bali
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Jika Anda sedang berada di Bali, Anda tentu sering mendengar nama-nama khas Bali mulai Wayan, Made, Nyoman, Ketut, dan sebagainya. Semua nama itu ternyata ada artinya. Kita mulai dulu dengan sebutan I dan Ni pada nama-nama orang Bali. Huruf I di depan nama Wayan misalnya, adalah kata sandang yang bermakna laki-laki. Sementara kata sandang penanda kelamin perempuan adalah Ni. I dan Ni juga bermakna seorang lelaki dan wanita dari keluarga masyarakat kebanyakan, tidak berkasta atau biasa disebut orang jaba. Jika ia terlahir di keluarga penempa besi,  maka orang Bali ini bernama Pande. Bila di depan Wayan gelarnya Ida Bagus, ia tentu terlahir di keluarga Brahmana. Ida Bagus berarti yang Tampan atau Terhormat.  Jika saja ia digelari Anak Agung, maka ia lahir di keluarga bangsawan. Nama Wayan berasal dari kata “wayahan" yang artinya yang paling matang.  Titel anak kedua adalah Made yang berakar dari kata "Madia" yang artinya tengah. Anak ketiga dipanggil Nyoma...

avatar
Aze
Gambar Entri
Sang Hyang Semara Ratih, Simbol Cinta Kasih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Dalam mitologi tentang Sang Hyang Semara Ratih, yang merupakan sepasang dewa dewi sebagai simbol cinta kasih yang penuh dengan keinginan dan kesetiaan serta pengorbanan. Diceritakan kisahnya dalam lontar cundamani II. Dalam kutipan tersebut diceritakan bahwa sorga sedang diserang oleh raksasa Nilarudraka, seorang raksasa yang sakti ingin menguasai sorga. Para dewa-dewa semuanya kalah tidak ada yang sanggup melawannya. Akhirnya para dewa-dewa datang menghadap Bhagawan Wraspati untuk menanyakan dan meramalkan siapa yang akan sanggup mengalahkan raksasa tersebut. Akhirnya hasil ramalan ternyata bahwa raksasa Nilarudraka hanya akan dapat dikalahkan oleh putranya Dewa Siwa yang berkepala gajah. Ternyata pada saat itu Bhatara Siwa belum berputra di samping itu beliau sedang bersemadi (bertapa), yang tidak ada seorang pun yang berani untuk mengganggunya. Sehingga ditugaskanlah Dewa Kama untuk menggoda dan membangunkan Dewa Siwa. Walaupun tugas tersebut penuh...

avatar
Aze
Gambar Entri
Hel Keta
Ritual Ritual
Nusa Tenggara Timur

Indonesia timur salah satunya, terkenal dengan adat istiadatnya yang masih kental dipegang oleh masyarakat setempat secara turun-temurun dari para nenek moyang hingga kini. Upacara-upacara atau ritual keagamaan dan adat istiadat masih dipegang teguh dan dilaksanakan oleh masyarakat setempat. Salah satu tradisi yang masih dilakukan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang dan sekitarnya adalah acara "Hel Keta" bagi para calon pengantin baru yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Setiap orang yang ikut dalam acara ini wajib memakai pakaian adat seperti kain beti bagi kaum laki-laki, dan kain tais bagi perempuan. Acara "Hel Keta" merupakan salah satu tahap yang harus dilalui sebelum acara malam adat untuk penyerahan mahar atau dalam istilah di Timor disebut Belis. Setelah itu dilakukan pemberkatan sah di gereja karena mayoritas penduduk asli adalah pemeluk agama Katholik dan Kristen Protestan. Acara ini biasa dilakukan sebagai simbol pertemuan an...

avatar
Aze