D i sebuah desa, Remboken namanya tinggallah dua orang bersahabat karib. Mereka pandai membuat kail. Pekerjaan mereka, sehari-hari adalah mengail. Suatu waktu, sahabat karib itu bersama-sama pergi mengail, ternyata di antara kedua kail itu, hanya satu yang selalu membawa hasil. Setiap kail itu dilemparkan ke air segera saja ditelan ikan. Sedangkan kail milik yang seorang lagi, walaupun telah berulang kali dilemparkan, tidak pernah disambar ikan. Pada suatu hari, pemilik kail yang tidak pernah membawa hasil itu, menemui kawannya untuk meminjam kail. Katanya : ”Sahabatku, bolah saya pinjam kailmu? “Jawab sahabatnya : “O, boleh saja sahabatku tetapi ada syaratnya. Apabila kail itu hilang atau putus, harus dicari lalu dikembalikan. Sama sekali tidak dapat diganti dengan kail lain. “Oh, tidak apa-pa, jangan kuatir, “Jawab sahabatnya itu, lalu kail itu dibawanya pergi. Setibanya di tempat mengail kail itu dilemparkan dan segera dimakan ikan. Pada...
Cerita Rakyat, PUPA dan NARINARE adalah dua sahabat yang tinggal di hutan belantara. Mereka adalah dua sosok pemuda yang suka mengembara dan tinggalnya di hutan-hutan belantara. Di tempat itu, mereka membuka lahan kebun dan menanam berbagai tumbuh-tumbuhan. Jadi mata pencaharian mereka sehari-hari adalah berkebun dan berburu. Pada suatu siang, ketika mereka pulang dari bekerja di kebun, mereka sepakat untuk pergi kehutan berburu babi hutan (wam helo). Tapi, pada waktu berangkat Narinare memutuskan untuk menjaga rumah. Maka hanya Pupa seorang diri, dengan membawa parang dan tombak sebagai senjata pergi berburu. Lembah dan bukit pun dia lalui sambil waspada terhadap binatang-binantang buruan. Akar-akar kayu tak menjadi halangan untuknya. Menjelang sore, di tepi kali kecil berlumpur, dia melihat seekor babi hutan sedang berkubang. Pupa mengendap-endap dan mengatur langkah pelan-pelan memdekati babi yang asyik menikmati lumpur hitam itu. Satu, dua, tiga, jub…tombak bermat...
Tari Iyo-iyo adalah sebuah tari tradisi yang biasanya dilaksanakan bersamaan dengan upacara kenduri sko. Tari ini sudah ada sejak lama, dan kehadirannya bersamaan dengan kenduri sko. Kata “iyo-iyo” berasal dari yo yo maksudnya membenarkan atau meng-iyakan yang disampaikan oleh para ninik mamak/pemimpin adat/depati. Pada saat benda pusaka diturunkan dari tempatnya, maka para kaum wanita bersamasama menyambutnya sambil menarikan iyo-iyo. Mereka menari sambil menyanyi (tale) yang mengiringi geraknya. Syair lagu/nyanyiannya ialah: Iyo-iyo rilok tarai kayo sadou rinai iyo-iyo-iyo Iyo-iyo rayun jaroilah saludeang jateuh iyo-iyo-iyo Iyo-iyo rantok kakai kudea dibularoi iyo-iyo-iyo Iyo-iyo semauk tapijeak rideak ralah matai iyo-iyo-iyo Setelah benda pusaka tersebut diturunkan lalu dicuci, selanjutnya diperlihatkan di hadapan masyarakat dan dibawa ke halaman atau tanah lapang. Setelah didahului oleh pencak silat yang dilakukan oleh hulu balang, maka kaum p...
Pengertian Perayaan pernikahan masyarakat Bali disebut dengan upacara pawiwahan. Tujuan diadakannya tradisi tersebut adalah untuk mewujudkan keluarga yang bahagia lahir batin hingga memiliki keturunan. Tata Cara Upacara Terdapat 8 langkah upacara. Pertama adalah Mapesedek . Upacara ini terlihat seperti upacara lamaran pada umumnya di mana mempelai pria datang ke rumah keluarga wanita untuk memberitahukan keinginan menikahi. Dilanjutkan dengan Makta Penangsek yaitu kunjungan keluarga pria ke keluarga wanita dengan membawa sesajen dan bingkisan. Ngambil Pengantin Istri adalah ritual berikutnya. Saat ini pria menjemput wanita untuk di bawa ke rumah sang pria. Dilanjutkan dengan Ngayab Pabiya Kaon yaitu ritual penyucian diri dari hal buruk yang mungkin menyertai kedua mempelai. Puncak acara dikenal sebakai Mekalan-kalan yaitu kelanjutan ritual penyucian diri. Tidak berhenti di situ, penyucian diri dan permohonan restu kepada Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifesta...
Ritual Byakukung merupakan salah satu upacara yang dilakukan petani di Bali saat tanaman padi mulai mengandung( beling ). Ritual byakukung ini adalah ritual untuk menghilangkan bahaya (untuk keselamatan) padi yang sedang hamil dan siap untuk melahirkan. emikian dituliskan peneliti dari Universitas Airlangga Ni Wayan Sartini dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Makna simbolik bahasa ritual pertanian masyarakat Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali Volume 07, Nomor 02, tahun 2017. Sartini memberikan ulasan bahwa kata byakukung berasal dari kata bya dan kukung. Bya dari kata byut ‘bahaya’, kata kukung berasal dari bahasa Jawa Kuno makukung ‘badan’, tertelungkup bungkuk, bagian tengah terangkat ke atas. Badan yang tertelungkup bungkuk itu menyerupai orang yang sedang hamil. Pendapat lain mengatakan bahwa byakukung berasal dari bya ‘prabea’ dan kung ‘kasmaran’. Dalam hal ini...
Ki Rangga adalah putra angkat Prabu Aria Pelabu, Raja Kahuripan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, yang sakti mandraguna. Tidak seorang pun di kerajaan tersebut yang sanggup mengalahkan kesaktiannya. Setelah dewasa, Ki Rangga dinikahkan dengan seorang gadis yang cantik dan diberi wilayah kekuasaan di ujung timur Kerajaan Kahuripan. Namun, semua kebaikan Prabu Aria itu ia balas dengan pengkhianatan. Suatu malam, Ki Rangga secara diam-diam menyelinap masuk ke dalam kamar kedua putri sang Prabu. Tentu saja perilaku Ki Rangga tersebut membuat sang Prabu amat murka kepadanya dan berniat untuk menghukumnya. Mampukah Prabu Aria Pelabu menghukum Ki Rangga yang sakti itu? Ikuti kisahnya dalam cerita Ki Rangga berikut ini. * * * Di kaki Gunung Sasak, Lombok Barat, berdiri sebuah istana yang amat megah. Istana itu adalah tempat kediaman Prabu Aria Pelabu, raja dari Kerajaan Kahuripan. Sang Prabu bersama permaisuri dan kedua putri kesayangannya, Hina Manu dan Hina Hentar, hidup...
Dulu, di daerah Tewah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, ada seorang perempuan bernama Nyai Balau. Selain anggun dan rupawan, Nyai Balau memiliki perangai yang baik, sopan dalam berucap dan santun dalam berperilaku. Ia juga penurut dan patuh kepada kedua orangtuanya. Kecantikannya telah mengundang decak kagum para pemuda di kampungnya. Namun, tak seorang pun yang berani melamarnya karena Nyai Balau berasal dari keluarga terpandang sehingga orangtuanya menginginkan Nyai Balau menikah dengan laki-laki dari keluarga terpandang pula. Mendengar kabar kecantikan Nyai Balau, seorang pemuda yang berasal dari keluarga terpandang bernama Kenyapi datang melamarnya. Selain tampan, pemuda itu pun bijaksana. Maka, keluarga Nyai Balau pun langsung menerima lamaran itu. Pernikahan antara Nyai Balau dan Kenyapi dilangsungkan dengan meriah. Setelah menikah, Nyai Balau bermaksud untuk hidup mandiri bersama suaminya. Maka, ia ditemani sang Suami menyampaikan niat tersebut kepada kedua ora...
"DATU PUJUNG DAN PUTRI JUNJUNG BUIH" adalah kisah tentang seorang bayi yang ditemukan oleh raja dan diasuh hingga dewasa kemudian menjadi penerus tahta kerajaan. Cerita rakyat dari Kalimantas Selatan ini merupakan salah satu dari cerita rakyat Indonesia yang cukup terkenal. Untuk lebih jelasnya marilah kita simak bersama cerita rakyat dari Kalimantan Selatan yang berjudul Putri Junjung Buih. cerita rakyat putri cantik junjung buihKerajaan Amuntai dipimpin oleh dua bersaudara, yakni Padmaraga yang disebut Raja Tua dan Sukmaraga yang biasa disebut Raja Muda. Keduanya tidak berputra. Oleh karena itu, mereka terus berdo’a agar segera dikaruniai keturunan. Raja Muda berdo’a di sebuah tempat dekat Kota Banjarmasin. Begitu kuanya dia memohon sehingga tak lama kemudian, istrinya hamil dan dianugerahi sepasang anak kembar yang rupawan. Demikian pula Raja Tua berdo’a di Candi Agung, di luar Kota Amuntai. Setelah sekian lama berdo’a dia pulang ke Amuntai. Da...
seperti yang diceritakan pada Legenda mengenai Ular naga Erau dan Putri Karang Melenu. dikisahkan pada jaman dahulu kala sepasang suami Istri yaitu Petinggi Hulu Dusun dan istrinya tidak dikarunia anak dan memohon kepada dewa agar diberi keturunan. lalu terjadilah hujan selama 7 hari 7 malam. Karena kehabisan persediaan kayu bakar Petinggi hulu dusun ingin membelah kayu kasau untuk kayu bakar mereka. disaat itu ia menemukan ulat kecil sedang melingkar dan memandang kearahnya dengan matanya yang halus, seakan-akan minta dikasihani dan dipelihara. lalu pada saat ulat itu diambil Petinggi, keajaiban alam pun terjadi. Hujan yang tadinya lebat disertai guntur dan petir selama tujuh hari tujuh malam, seketika itu juga menjadi reda. Hari kembali cerah seperti sedia kala. Lalu dipeliharalah Ulat kecil tadi dengan baik oleh keluarga Petinggi Hulu Dusun. Hari berganti hari, bulan berganti bulan, ulat itu membesar dengan cepat dan ternyata ia adalah seekor naga. Pada suatu malam petinggi h...