Info Manfaat Terkini 7 Manfaat Kentang Rebus Untuk Maag Dalam Waktu Cepat 11:30:07 am Tuesday 13th, November 2018 / Buah Buahan Daging Herbal Makanan Nutrisi Olahraga Sayur Tumbuhan Home » Herbal » Begini Manfaat Rebusan Daun Salam dan Sereh Bagi Kesehatan Begini Manfaat Rebusan Daun Salam dan Sereh Bagi Kesehatan...
Bahan : 2 piring nasi dingin yang pera, aduk-aduk supaya buyar (tidak menggumpal) 1,5 sdm saus tiram 3-4 sdm kecap manis 1/2 sdt garam 1/2 sdt gula pasir 3 butir bawang merah, iris tipis 1 sdt kecap ikan 1 sdm tauco 1 batang daun bawang, iris tipis 100 gr udang, kupas kulitnya 3 batang sawi hijau, potong 2 cm 1 butir telur dibuat orak arik 2 bh sosis, potong bulat-bulat 3 butir bakso, potong sesuai selera bawang goreng untuk taburan Bumbu halus : 3 siung bawang putih 3 butir kemiri 1 sdm ebi, rendam air panas sampai lunak Cara membuat : Dalam wadah besar campur nasi dingin, saus tiram, kecap manis, garam dan gula pasir. Aduk sampai rata dan koreksi rasanya, sisihkan. Panaskan sedikit minyak di wajan, tumis bawang merah sampai agak kering. Masukkan kecap ikan dan bumbu halus, aduk-aduk sampai bumbu halus agak kering juga. Menyusul udang, tauco, daun bawang dan sawi hijau, aduk sampai rata. Terakhir masukkan nasi...
Tari Jaran Lumping (https://djangki.wordpress.com) Tari Jaran Lumping dahulu disebut juga Tari Jaran Bari dari kata Birahi atau Kasmaran, karena mengajarkan apa dan bagaimana seharusnya kita mencintai Allah dan Rasulnya. Oleh karena itu tarian Jaran Lumping digunakan sebagai alat dalam mengembangkan agama Islam. Yang menciptakan Jaran Lumping adalah Ki Jaga Naya dan Ki Ishak dari Dana Laya Kecamatan weru, Kabupaten Cirebon. Waditra yang digunakan yaitu bonang kecil, bonang Gede, panglima, Gendang, Tutukan, Gong, dan Kecrek. Sarana lainnya Damar Jodog, Sesajen, Pedupaan, Bara Api/Aran dan Jaran Lumping 5 buah yaitu Jaran Sembrani, Jaran Widusakti, Jaran Widujaya, Jaran Sekadiu. Busana penari menggunakan ikat wulung gundel meled, udeng merah, sumping kantil dan melati,selendang, rompi, celana sontok, kestagen atau bodong dan kain batik. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/07/tarian-tradisional-kabupaten-cirebon-jawa-barat/
Tari Tayuban (https://www.disparbud.jabarprov.go.id) Tari Tayuban konon lahir di lingkungan kraton dan digunakan untuk menghormati tamu-tamu agung juga digunakan untuk acara-acara penting seperti pelakrama agung (perkawinan keluarga Sultan), tanggap warsa, peringatan ulang tahun, papakan, atau sunatan putra dalem. Tayuban kemudian menyebar dan berkembang di masyarakat dengan pengaruh negatif baik datangnya dari luar maupun dari dalam. Waditra yang digunakan adalah laras pelog, gendang, bedug, saron, bonang dsb. Wiyaga berjumlah 15 orang. Busana Wiyaga bendo, baju taqwa, kain batik dan celana sontok. Busana Ronggeng kembang goyang, melati suren, sanggung bokor, cinatok, sangsangan, krestagen dan alat perhiasan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/07/tarian-tradisional-kabupaten-cirebon-jawa-barat/
Tari Berokan (https://abualkarim13.blogspot.com) Tari Berokan atau Barongan adalah jenis kegiatan yang menggunakan alat utama berokan atau barongan yaitu suatu bentuk tituan kepada binatang singa dan tiruan badan Singa Duga yang dimainkan oleh seorang dalang yang menyusup ke dalam tiruan tubuh raksasa sambil mengoceh dengan meniup terompet yang disimpan di dalam mulut. Fungsi kesenian ini adalah menyebarkan agama Islam di Cirebon tempo dulu. Waditra yang digunakan adalah terbang, gong, bambu, terompet, gendang dsb. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/07/tarian-tradisional-kabupaten-cirebon-jawa-barat/
Tarian ini dilatarbelakangi oleh kisah Tumenggung Magang Diraja yang diutus untuk menaklukkan Jinggananom. Kedok yang harus digunakan oleh tokoh Tumenggung adalah Slasi, Drodos dan Sanggan. Sementara tokoh Jinggananom memakai kedok Tatag Prekicil, Peloran dan Mimis. Kedua tarian ini berkarakter putra bersifat gagah dengan ciri-ciri kualitas tenaga kuat dan jangkauan ruang yang luas dengan tempo cepat. Gending yang mengiringi tari Tumenggung Magang Diraja adalah Gending Tumenggung atau Barlen, sedangkan tari Jinggananom diiringi dengan musik Bendrong. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/07/tarian-tradisional-kabupaten-cirebon-jawa-barat/
Perkembangan tayuban di Sumedang berawal dari bupati sumedang yaitu Pangeran Suria Kusumah Adinata (1863 – 1882) yang menyukai tari gagahan yang diiringi oleh lagu sonteng atau panglima. Selama masa periode ke-tiga bupati sumedang. Muncul sebuah anjuran bahwa para pejabat atau menak harus bisa menari, atas dasar anjuran tersebut para pejabat atau kalangan menak saling berlomba untuk belajar menari, karena bagi mereka tayuban tersebut merupakan sebuah ajang unjuk gigi dan mengangkat derajatnya sebagai kalangan terhormat. Tetapi, sekarang bukan hanya para menak yang boleh menari dalam tayuban. Tarian ini mengungkapkan kegembiraan. Gerakannya merupakan improvisasi. Secara spontanitas, penari tayub bisa menciptakan improvisatoris, tapi tetap sesuai dengan musik pengiring. Keseni...
Tari Gawil (https://unicom.ac.id) Tari Gawil diciptakan pada tahun 1930 oleh Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah (Alm) tari ini mapag perang waktu amarta kehilangan jimat Layang Kalimusada, yang diambil oleh Mustaka Weni dari negara Manik Mantaka. Tari Gawil ini merupakan tarian ladak (lincah) menggambarkan karakter manusia yang lincah sehingga dalam pewayangan biasa ditarikan oleh satria ladak seperti tari Dipatikarna, Arayana dan Ekalaya. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/01/tarian-tradisional-sumedang-jawa-barat/
Tari Rengkong (https://www.indonesiakaya.com) Tarian ini biasanya dilakukan setelah panen, sebagai rasa terima kasih kepada Dewi Sri. Selesai panen padi itu dahulu merupakan geugeusan = diikat) dibawa ke suatu tempat yang menjadi milik kepentingan bersama seperti Balai Desa atau Lumbung Desa. Iringan iringan itu didahului dengan membawa umbul-umbul kemudian disusul dengan pikulan yang merupakan iringan rengkong. Untuk keperluan itu, pikulan dibuat dari batang bambu yang diatur sehingga bila di gerakan setelah digantungi padi, maka dengan adanya gesekan tali kepada batang bambu itu menimbulkan suara yang berirama. makin banyak memikul makin meriah rengkng itu. Barisan rengkong di susul oleh pembawa alat-alat tatanen, dan paling belakang barisan angklung dan dogdog jojor.Tabuhan itulah yang paling memeriahkan suasana. Sesampainya di tempat yang dituju, barisan angklung dan dogdog 5. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/01/tarian-tradisional-sumedang-jawa-barat/