Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan dan Kesehatan
Obat Tradisional Jawa Barat Jawa Barat
Rebusan Daun Salam dan Sereh
- 13 November 2018
11:30:07 am
Tuesday 13th, November 2018 /
 

Home » Herbal » Begini Manfaat Rebusan Daun Salam dan Sereh Bagi Kesehatan

Begini Manfaat Rebusan Daun Salam dan Sereh Bagi Kesehatan

 

Daun salam dan sereh terkenal sebagai bumbu pendamping untuk mengolah beberapa macam masakan, contohnya seperti opor ayam. Beberapa menu masakan akan terasa kurang nikmat tanpa menyertakan daun salam dan sereh. Disamping bermanfaat untuk mempertajam rasa pada menu masakan, ternyata rebusan daun salam dan sereh memiliki banyak manfaat untuk kesehatan pula. Selama berabad-abad yang lalu, rebusan daun salam dan sereh dikenal memiliki reputasi yang cukup baik sebagai ramuan obat.

 

Hal ini dikarenakan daun salam memiliki kandungan zat aktif yang mudah menguap seperti myrcene, limonere, linalool, metil chavicol, nerol, garanyl asetat, p-cymene, eugenol dan chavicol yang merupakan sumber antioksidanantibiotik dan anti kanker. Selain itu, daun salam merupakan sumber mineral seperti tembaga, kalsium, kalium, magnesium, mangan, seng dan besi yang sangat baik untuk mengontrol tekanan darah dan detak jantung serta pembentukan trombosit.

Cara membuat rebusan daun salam dan sereh antara lain:

  • Siapkan 3-5 lembar daun salam dan setengah batang sereh
  • Cuci kedua bahan tersebut menggunakan air mengalir
  • Rebus daun salam dan sereh dengan 2 gelas air hingga tersisa satu gelas air saja
  • Minum air rebusan daun salam dan sereh selagi masih hangat

Berikut manfaat rebusan daun salam dan sereh untuk kesehatan, simak penjelasannya.

  • Obat Penyakit Asam Urat dan Kencing Manis

Rasa sakit yang sering timbul akibat asam urat memang sangat mengganggu kenyamanan saat beraktivitas. Kondisi semacam ini harus segera diatasi dengan cepat. Karena bila dibiarkan terus-menerus maka dalam kurun waktu yng lama penderita asam urat dapat mengalami kelumpuhan atau cacat permanen akibat kerusakan sendi yang semakin parah. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan meminum air rebusan daun salam dan sereh. Dengan meminum air rebusan tersebut berkhaisiat untuk memperbanyak urine sehingga dapat menurunkan kadar asam urat. Selain itu dapat pula sebagai peluruh kencing dan dapat mengurangi rasa sakit.

  • Menurunkan Darah Tinggi

Darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh pola makan, kegiatan dan juga keadaan emosi. Meminum air rebusan daun salam dan sereh secara rutin  kali sehari dapat efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Minum ramuan ini saat pagi hari, kemudian ampasnya dapat digunakan kembali saat sore harinya.

  • Membantu Menurunkan Berat Badan

Salah satu fungsi dari rebusan daun salam dan sereh bagi kesehatan adalah untuk mengendalikan berat badan bagi Anda yang sedang diet. Kandungan vitamin dan mineral pada daun salam dapat memperlancar pencernaan dan mengatasi beberapa masalah pencernaan seperti solusi diare, sembelit dan lain sebagainya. Meskipun belum ada penelitian yang menunjukkan secara khusus bahwa konsumsi air rebusan daun salam dan sereh dapat menurunkan berat badan secara efektif, namun sudah banyak masyarakat yang menggunakan resep tersebut untuk membantu menurunkan berat badannya. Karena itulah, muncul beberapa minuman instan atau pun dalam bentuk jamu berbahan daun salam dan sereh yang diperkaya untuk dapat melangsingkan tubuh.

  • Meredakan Batuk

Air rebusan daun salam dan sereh mampu memerangi gejala pilek, flu dan batuk baik pada anak-anak maupun orang dewasa.Konsumsi ramuan ini 2 kali sehari dapat meredakan batuk yang mengganggu. Selain dengan cara diminum, penggunaannya dapat pula dengan meletakkan kain yang sebelumnya telah direndam dengan ramuan ini di dada.

sumber: https://manfaat.co.id/manfaat-rebusan-daun-salam-dan-sereh

#SBJ

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Panduan Memahami Asal Usul Gresik:
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rambu Solo':
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...

avatar
Kianasarayu