Rendang Siantar Bahan: 500 g daging sapi 200 g kelapa segar parut atau 50 g kelapa parut kering 400 ml santan Bumbu halus: 6 siung bw merah 4 siung bawang putih 1 buah cabai merah (tergantung selera boleh lebih) 2 cm kunyit segar (1 sdt kunyit bubuk) 4 cm jahe Bumbu daun 2 buah daun jeruk 1 batang serai 1/4 lembar daun kunyit 3 sdm minyak goreng untuk menumis bumbu air secukupnya Cara membuat : 1. Sangrai kelapa parut segar atau kelapa parut kering hingga kecoklatan. Blender hingga lembut. 2. Blender bumbu halus, tumis dengan minyak goreng hingga kecoklatan dan matang. Catatan: Jika ingin sensasi rendang yang berminyak-minyak, bumbu ditumis terlebih dahulu. Tapi kalau ingin mengurangi minyak, bumbu tidak usah ditumis. 3. Masukkan dalam wajan bertutup: daging, kelapa...
Cimpa (Sumatera Utara) Bahan yang diperlukan: 1 kg tepung beras 1 kg gula merah 1 buah kelapa Serbuk vanili secukupnya Cara membuat: Tepung beras diencerkan dengan santan kelapa dan gula merah yang sudah dicairkan sehingga menjadi adonan yang kental. Kemudian ditambah dengan sedikit vanili. Siapkan wajan yang agak tebal, sebaiknya yang tidak lengket (teflon). Olesi sedikit minyak goreng setelah wajan panas. Masukkan adonan ± 50 cc, tutup sampai mengering kemudian dibalik, dimasak sampai matang di atas api kecil. SELAMAT MENCOBA :) Sumber: http://kuliner.ilmci.com/resep/2011/12/cimpa-sumatra-utara.aspx
Indonesia memiliki banyak sekali Budaya yang unik dan berbeda untuk setiap daerah. Indonesia yang memiliki Kekayaan Budaya yang beragam dari sabang sampai merauke merupakan suatu kebanggaan bagi kita. Dan kita sebagai penerus bangsa sudah sewajarnya melestarikannya dan selalu mengabadikannya untuk anak cucu kita nanti, dan mengenalkan kepada mereka identitas kita sebagai negara yang besar. Dalam kesempatan ini saya akan mengupas tentang salah satu Tradisi adat Batak toba yaitu Mangokal Holi (menggali dan memindahkan tulang belulang leluhur) sebagai bentuk cagar budaya, yang kita harapkan dapat menjadi sarana pelestarian budaya, agar kelak para generasi penerus kita tidak kehilangan identitas bangsa kita tercinta ini. Adapun Tradisi mangokkal holi atau menggali dan memindahkan tulang belulang leluhur Bagi masyarakat Batak Toba di Sumatra Utara, merupakan ajang untuk menghormati para leluhur. Lewat mangokal holi juga, orang Batak Toba berharap mendapat limpahan berkat, berupa banyak...
Masyarakat batak sudah sejak lama mengenal seni musik jauh sebelum mengenal alat musik modern seperti sekarang ini.salah satu alat musik yang terkenal adalah alat musik hasapi. Cara menggunakan hasapi alat musik tradisional batak adalah dengan cara dipetik karena hasapi tersebut memiliki senar yang umumnya jumlahnya dua buah. Jadi alat musik hasapi tersebut masuk dalam kategori kordofon. Tidak banyak orang yang dapat menggunakan hasapi tersebut seperti layaknya gitar. Hasapi banyak ditemukan di parapat dan pulau samosir dan juga biasanya dijual kepada wisatawan yang berkunjung ke danau toba. Ada beberapa toko souvenir yang menjual alat musik tersebut. Pembuat hasapi sudah sedikit ditemukan, karena biasanya pengrajin hasapi adalah orang yang juga pandai memainkan alat musik tersebut dan biasanya pengrajinnya adalah orang-orang tua dan kemudian diwariskan kepada keturunannya. Alat musik hasapi sendiri merupakan alat musik yang melodis dan ritmis karena hasapi sendiri tidak meng...
Mamoholi disebut manomu-nomu yang maksudnya adalah menyambut kedatangan (kelahiran) bayi yang dinanti-nantikan itu. Disamping itu juga dikenal istilah lain untuk tradisi ini sebagai mamboan aek ni unte yang secara khusus digunakan bagi kunjungan dari keluarga hula-hula/tulang. Pada hakikatnya tradisi mamoholi adalah sebuah bentuk nyata dari kehidupan masyarakat Batak tradisional di bona pasogit yang saling bertolong-tolongan (masiurupan). Seorang ibu yang baru melahirkan di kampung halaman, mungkin memerlukan istirahat paling tidak 10 hari sebelum dia mampu mempersiapkan makanannya sendiri. Dia masih harus berbaring di dekat tungku dapur untuk menghangatkan badanya dan disegi lain dia perlu makanan yang cukup bergizi untuk menjamin kelancaran air susu (ASI) bagi bayinya. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, maka saudara-saudara sekampung akan secara bergantian dari hari ke hari berikutnya mempersiapkan makanan bagi si ibu berupa nasi, lauk daging ayam atau ika...
1. Perkawinan Proses perkawinan dalam adat kebudayaan Batak-Toba menganut hukum eksogami (perkawinan di luar kelompok suku tertentu). Ini terlihat dalam kenyataan bahwa dalam masyarakat Batak-Toba: orang tidak mengambil isteri dari kalangan kelompok marga sendiri ( namariboto ), perempuan meninggalkan kelompoknya dan pindah ke kelompok suami, dan bersifat patrilineal, dengan tujuan untuk melestarikan galur suami di dalam garis lelaki. Hak tanah, milik, nama, dan jabatan hanya dapat diwarisi oleh garis laki-laki. Ada 2 (dua) ciri utama perkawinan ideal dalam masyarakat Batak-Toba, yakni (1) Berdasarkan rongkap ni tondi (jodoh) dari kedua mempelai; dan (2) Mengandaikan kedua mempelai memiliki rongkap ni gabe (kebahagiaan, kesejahteraan), dan demikian mereka akan dikaruniai banyak anak. Berdasarkan jenisnya ritus atau tata cara yang digunakan, perkawinan adat Bata Toba dibagi menjadi 3 (tiga) tingk...
Bulung namartampuk, bulung ni simarlasuna, Nunga hujalo hami tintin marangkup, Dohonon ma hata pasu-pasuna. Hot pe jabu i, tong doi margulang-gulang Sian dia pe mangalap boru bere i, tong doi boru ni Tulang. Sai tong doi lubang nangpe dihukkupi rere, Sai tong doi boru ni Tulang, manang boru ni ise pei dialap bere. Amak do rere, dakka do dupang, Anak do bere, Amang do Tulang. Asing do huta Hullang, asing muse do huta Gunung Tua, Asing do molo tulang, asing muse do molo gabe dung simatua. sumber: batak-network.blogspot.co.id/2016/08/kumpulan-umpasa-dalam-budaya-adat-batak.html
Pernahkah anda mendengar Margala, begitulah sebut warga Bonapasogit. Jika disimak dari kata-katanya penamaan permainan tradisional yang berasal dari batak toba ini cukup membuat penasaran. Ada sebagian daerah Toba provinsi Sumatera Utara menamakannya Marcabor. Mirip dengan permainan galasin, atau disebut juga galah asin atau gobak sodor di beberapa daerah lain. Permainan tradisional ini ternyata sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan permainan margala adalah salah satu permainan sebagai hiburan resmi para raja batak. Permainan ini dulunya dimainkan pada saat rondang bulan atau poltak tula yang artinya terang bulan. Dan ketika rondang bulan inilah seluruh rakyat berkumpul di halaman rumah sang raja. Permainan tradisional ini adalah permainan yang sangat ditunggu-tunggu, pasalnya bagi remaja yang memainkannya biasanya mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk sekaligus mencari jodoh, dapat dikatakan pada budaya batak dahulunya permainan ini dijadikan sebagai ajang pencarian jodoh....
Aek Sipitu Dai, Cerita tentang Kehausan dan Pencarian 'Pariban' Aek Sipitu Dai atau Air Tujuh Rasa sudah menjadi lokasi wisata yang cukup ternama di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Bagaimana tidak, tujuh pancur dari mata air ini bisa mengeluarkan air dengan rasa yang berbeda-beda. Entah apakah ada pendapat yang masuk akal untuk menjelaskan fenomena tersebut, namun yang jelas ada dua cerita yang melatarbelakangi lahirnya Air Tujuh Rasa. Menurut Ompung Bona br Sihotang, yang rumahnya persis di depan Aek Sipitu Dai, sumber air ini sudah ada sejak zaman dulu. Cerita berawal saat Ompung Langgat Limbong, generasi ke dua dari Marga Limbong, sedang kehausan dan pergi mencari air. "Namun dia ini tak kunjung mendapatkan mata air untuk diminum. Ia lalu berhenti persis di lokasi mata air yang ada saat ini,” cerita Ompung Bona br Sihotang kepada batakgaul.com di rumahnya, belum lama ini. Aek Sipitu Dai, Samosir/s...