masyarakat adat
248 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bubur Sehat Khas Manado
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Utara

Sarapan merupakan salah satu kebutuhan kita di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Lain tempat, lain pula jenis sarapannya. Bubur merupakan salah satu makanan yang sudah akrab bagi masyarakat Indonesia di pagi hari. Kegemaran mengonsumsi bubur tidak hanya pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Bubur memiliki tekstur yang lembut sehingga sangat cocok bagi anak-anak karena mudah dicerna. Di kalangan orang dewasa, bubur ayam mungkin masih menjadi "bintang" di antara jenis bubur yang ada. Tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya bubur kurang cocok untuk dijadikan sarapan? Menurut Prof Hardiansyah dalam doktersehat.com, tekstur bubur yang mudah dipecah dalam sistem pencernaan dapat membuat kenaikan gula darah dengan cepat. Tapi ternyata ada loh jenis bubur yang cukup ideal untuk dijadikan sarapan. Tinutuan atau lebih akrab dengan sebutan bubur manado ini merupakan bubur yang dimaksudkan tadi. Tinutuan mungkin masih asing ditelinga masyarakat Indonesia yang mayoritas lebih memilih bub...

avatar
Vidhiajees
Gambar Entri
Marhusip
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sulawesi Utara

Sumatera Utara adalah provinsi yang luas dan indah.Memiliki banyak budaya khas sendiri.Mulai dari makanan, lagu , tari -tarian , permainan, dan banyak lagi.Hal yang akan saya bahas kali ini adalah permainan adat dari silindung atau disebut juga tarutung. Nama permainan ini adalah marhusip.Anggota yang dibutuhkan sekitar 4-6 orang dalam satu grup dan dimainkan oleh 2 grup atau lebih serta dibutuhkan 2 atau 3 orang untuk memandu jalannya permainan.Cara bermainnya adalah satu grup terdiri dari 4-6 dan membentuk sebuah barisan serta menghadap ke grup lawan.Pemandu permainan akan memberikan sebuah kategori kepada grup yang mulai pertama.Setelah itu pemain yang paling belakang akan membisikkan sebuah kata ke depan yang sesuai dengan kategori tersebut.Terus berbisik sampai paling depan, lalu yang paling depan akan berbicara kata tersebut tanpa suara.Sehingga grup lawan harus menebak kata tersebut.Permainan ini dilakukan sebanyak 3 ronde, dengan satu rondenya dilakukan secara bergantian.Bila...

avatar
OSKM18_16418122_[Dimas] Natanael
Gambar Entri
Mengenal Budaya Menyanyi "Mesamper"
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sulawesi Utara

Siau merupakan sebuah pulau yang termasuk bagian dari kabupaten Sitaro, sekaligus sebagai pusat kabupaten Ondong. Kepulauan tersebut berada di bagian provinsi Selawesi Utara. Untuk berkunjung ke pulau Siau, pendatang hanya dapat menggunakan transportasi kapal; dimana kapal tersebut paling cepat membutuhkan sekitar 3 jam untuk mencapai tujuan. Namun, ada juga beberapa kapal yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan, sekitar 6 sampai 7 jam. Suatu waktu pada jaman dahulu, pulau Siau merupakan bagian dari Kabupaten Sangihe Talaud. Namun, sejak tahun 2007, terjadi pemekaran dimana Siau dianggap jadi masuk kabupaten Sitaro (Siau, Tagulandang dan Biaro). Salah satu kekayaan alam yang dimilikinya adalah gunung berapi bernama gunung Karangetang. Walaupun gunung tersebut seringkali mengeluarkan api, namun masyarakat sekitar tidak takut; mereka memilliki kepercayaan bahwa gunung tersebut 'sedang batuk'.  Budaya seni pertunjukan Pulau Siau yang paling populer di k...

avatar
OSKM18_19718341_keisya
Gambar Entri
Upacara Tulude
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Upacara Tulude adalah upacara besar di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara yang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan. Upacara Tulude dilaksanakan setiap tanggal 31 Januari karena tanggal tersebut diyakini sebagai tanggal lahirnya kerajaan pertama di tanah Sangihe­–Kerajaan Tampunganglawo.   Rangkaian kegiatan dalam upacara Tulude adalah sebagai berikut: Mesahune-mapakasingka’u Tulude (pemukulan tambur keliling kota untuk pemberitahuan pelaksanaan upacara Tulude) Menensomahe sake su Bandara Naha Menensomahe sake su rumah jabatan Mendangeng sake su rumah jabatan Menengong mamaeng Memansele bawello (pemukulan tambur) Megause sake Memindura (penghormatan) Pemukulan nanaungang (gong) dan tambur Mendangeng tamong banua (tamong banua diarak menuju tempat upacara) Menengong tamong banua Mendae tamong banua Darumating (pengantar kata) Kakumbaede Menahulen...

avatar
OSKM18_16818208_Ananda
Gambar Entri
Marsiadapari
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Marsiadapari adalah budaya gotong royong dalam suku Batak. Rasa saling mempunyai hal-hal secara bersama (terutama sawah) dan rasa syukur terhadap tanah pemberian Tuhan adalah rasa yang mendasari gotong royong bangsa Batak ini. Pada zaman dahulu kala, biasanya di tiap desa, semua penduduk saling membantu tetangganya di desa tersebut contohnya dalam bercocok tanam. Misalnya, di desa tersebut ada 6 rumah beserta keluarga. Mereka akan membagi waktu dan jadwal agar dapat membantu persawahan rumah 1 dahulu bersama-sama, lalu dianjutkan ke rumah ke-2 keesokan harinya dan seterusnya hingga semua rumah dan sawah dapat panen dan menghasilkan hasil yang baik. Kerjasama ini pun membuat kehidupan di desa seimbang dan teratur. Saat saya berbicara dengan ayah saya, beliau berkata, "dahulu, belum ada transaksi uang seperti sekarang. Orang tidak dibayar karena mengerjakan sawah tetangganya, karena itulah yang harus ia lakukan. Kebutuhan rakyat pun semua nya tercukupi, hidup berjalan dengan t...

avatar
OSKM18_16718160_Sonia Florence Serevin
Gambar Entri
Sulim / Seruling Batak
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Utara

Sulim/Seruling Batak   Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan sebagai sarana hiburan. Sulim adalah salah satu alat musik tradisional Batak yang termasuk dalam keluarga flute atau seruling.  Instrumen ini tergolong dalam jenis aerophone dengan spesifikasi side blown flute (meniup dari samping) yang terdiri dari sebuah lobang tiupan dan 6 (enam) buah lobang nada.  Sulim hampir sama dengan dengan jenis seruling yang ada pada etnis lain pada umumnya.  Perbedaannya hanya pada lobang tambahan (antara lobang tiupan dan lobang nada).  Lobang tambahan ini dapat menciptakan warna bunyi yang menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan intrumen seruling yang lain. Sulim terbuat dari seruas bambu yang dibentuk sedemikian rupa dengan satu buah lobang tiupan (penghasil bunyi) di bagian atasnya dan enam buah lobang nada sebagai penghasil nada-nada yang diinginkan.  Diantara lobang penghasil buny...

avatar
Matthewjgt
Gambar Entri
Upacara Toki Pintu
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Upacara Toki Pintu merupakan salah satu dari rangkaian upacara pernikahan adat Manado. Upacara Toki Pintu adalah bagian dari Upacara Maso Minta. Kata Toki Pintu sendiri memiliki arti "Mengetuk Pintu", dimana upacara ini diawali dengan memastikan bahwa kediaman pengantin wanita dalam keadaan sepi dan sunyi. Semua jendela dan pintu harus tertutup dan lampu dimatikan. Lalu rombongan pengantin pria menghampiri kediaman mepelai wanita dipimpin oleh seorang wali/utusan dengan membawa mas kawin berupa kain bentenan, buah-buahan, aneka makanan khas Manado, umbi-umbian, dan seperangkat busana/kosmetik seperti sepatu atau perhiasan. Lalu wali pihak pria akan mengetuk pintu tiga kali. Diketukannya yang pertama dan kedua, pintu tidak akan dibuka. Baru pada ketukan ketiga pintu akan dibuka, dan disambut oleh wali pengantin wanita. Ini adalah simbol bahwa si pengantin wanita bukanlah perempuan murahan. Setelah itu diadakan dialog dalam bahasa daerah Minahasa. Kemudian Pengantin pria mengetuk...

avatar
Oskm18_19918021_Ezra
Gambar Entri
'Pengucapan' Adat Suku Minahasa
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Pengucapan  merupakan sarana penduduk Minahasa untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat yang telah diterima selama setahun.  Pengucapan   pada dasarnya serupa dengan perayaan "thansgiving" yang sering diadakan oleh orang Barat. Pada mulanya,  pengucapan  diadakan setelah panen cengkeh sebagai ucapan syukur atas hasil panen yang baik. Dahulu kala,  pengucapan  dilakukan di dalam gereja, biasanya penduduk menjual beragam makanan di depan gereja kemudian hasil penjualan disumbangkan kepada gereja itu sendiri. Namun, saat ini, penduduk sudah tidak lagi mengikuti tradisi panen, mereka melakukan  pengucapan  mulai dari bulan Juni sampai Agustus secara bergantian disesuaikan dengan pemerintah di daerah masing - masing. Pengucapan  dilakukan dengan mengadakan "open house" dan menyediakan beragam hidangan khas Minahasa untuk para tamu yang akan mampir. Makanan yang sangat identik dengan&...

avatar
OSKM18_16518104_Gillian Tuerah
Gambar Entri
'Pengucapan' Adat Suku Minahasa
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Pengucapan merupakan sarana penduduk Minahasa untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat yang telah diterima selama setahun.  Pengucapan  pada dasarnya serupa dengan perayaan "thansgiving" yang sering diadakan oleh orang Barat. Pada mulanya,  pengucapan diadakan setelah panen cengkeh sebagai ucapan syukur atas hasil panen yang baik. Dahulu kala, pengucapan  dilakukan di dalam gereja, biasanya penduduk menjual beragam makanan di depan gereja kemudian hasil penjualan disumbangkan kepada gereja itu sendiri. Namun, saat ini, penduduk sudah tidak lagi mengikuti tradisi panen, mereka melakukan pengucapan mulai dari bulan Juni sampai Agustus secara bergantian disesuaikan dengan pemerintah di daerah masing - masing. Pengucapan dilakukan dengan mengadakan "open house" dan menyediakan beragam hidangan khas Minahasa untuk para tamu yang akan mampir. Makanan yang sangat identik dengan  pengucapan  adalah "nas...

avatar
OSKM18_16518104_Gillian Tuerah