Lombok, selalu memiliki ragam budaya yang unik, budaya inilah yang menjadi daya tarik bagi setiap wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Seperti halnya Upacara Rebo Bontong yang menjadi rutinitas tahunan masyarakat Pringgabaya di Lombok Timur. Biasanya upacara adat ini dilaksanakan di Pantai Ketapang Pringgabaya. Upacara Rebo Bontong bertujuan untuk tolak bala (menolak marabahaya). Tradisi ini menjadi andalan bagi masyarakat Pringgabaya, sebab selain untuk ritual, Tradisi Rebo Bontong juga dijadikan sebagai salah satu event wisata tahunandi Pantai Ketapang dan Pantai Tanjung Menangis yang ada di Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur. Upacara ini disebut dengan istilah Rebo Bontong karena puncak pelaksanaannya dilaksanakan pada hari Rabu terahir di bulan Syafar. Upacara ini dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada minggu terahir bulan Syafar (perhitungan tahun Hijriah dan tahun Sasak). Sebelum dilaksanakannya acara puncak Rebo Bontong, masyarakat Prin...
Setiap daerah memiliki adat isitidat yang berbeda, salah satunya adat ketika ada warganya yang meninggal. Seperti halnya di Lombok, tepatnya di Desa Pelambik Kabupaten Praya. Di desa ini, bila ada penduduk yang meninggal maka keluarga yang di tinggalkan harus menyembelih sapi atau kerbau minimal satu ekor. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum/almarhumah. Daging sapi atau kerbau tersebut sebagian dibagikan mentah kepada para pelayat yang datang ke rumah duka. Sebagian lagi dimasak untuk dihidangkan ketika pengajian pada hari kematian ke 3, 7, dan ke 9 . Lamanya pengajian yaitu sembilan hari secara berturut turut.
Setiap daerah memiliki adat isitidat yang berbeda, salah satunya adat ketika ada warganya yang meninggal. Seperti halnya di Lombok, tepatnya di Desa Pelambik Kabupaten Praya. Di desa ini, bila ada penduduk yang meninggal maka keluarga yang di tinggalkan harus menyembelih sapi atau kerbau minimal satu ekor. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan terakhir kepada almarhum/almarhumah. Daging sapi atau kerbau tersebut sebagian dibagikan mentah kepada para pelayat yang datang ke rumah duka. Sebagian lagi dimasak untuk dihidangkan ketika pengajian pada hari kematian ke 3, 7, dan ke 9 . Lamanya pengajian yaitu sembilan hari secara berturut turut.
Tangkil adalah peralatan yang dipakai dalam tari Rabintir. Tari Rabintir adalah sebuah tari yang dianggap dari suatu tradisi berupa upacara pengobatan secara tradisional. Tangkil disebut juga dulang berne (dulang berkaki), yang dalam kehidupan sehari-hari biasanya dipergunakan untuk tempat buah. Tangkil dibuat dari bahan kuningan. di dalam Tangkil terdapat peralatan yang dipakai dalam tari Rabintir. Tangkil ini dibawa oleh penari Rabintir dan peralatan tari lain didalamnya dipergunakan sesuai urutan gerakan tari yang telah ditetapkan. Permukaan Tangkil dihiasi dengan ragam hias Sumbawa seperti lonto engal, kemang setange, dll. Tangkil pada umumnya tidak diproduksi lagi. kebanyakan tangkil dimiliki oleh keluarga-keluarga di sumbawa sebagai peninggalan jaman dulu (barang antik). Daftar Pustaka: Yaningsih, Sri. 1988. Peralatan Hiburan Dan Kesenian Tradisional Daerah Nusa Tenggara Barat. Jakarta : Proyek Inventarisasi dan Dokumtasi Kebudayaan Daerah. OSKMITB2018
Kerotok adalah benda berbentuk lonceng yang dikalungkan pada leher sapi dalam permainan maleang . Permainan maleang adalah permainan rakyat daerah Lombok. Kalian tahu karapan sapi? Nah, maleang ini cukup mirip. Namun, berbeda dengan karapan sapi yang bertempat di tanah lapang, maleang diadakan di sawah yang berlumpur, yaitu pada saat sawah sedang begau (digaru). Benda ini disebut kerotok karena bunyinya 'tok tok tok.' Sebenarnya, kerotok berfungsi sebagai hiasan leher sapi atau kambing sekaligus sebagai tanda bagi pemilik untuk mengetahui ke mana ternaknya berjalan, terutama pada malam hari. Kerotok pada permainan maleang mempunyai keunikan karena ukurannya yang bisa dibilang raksasa. Kerotok raksasa ini terbuat dari kayu terep . Kayu terep adalah sejenis kayu yang tumbuh di Hutan Sesaot, Lombok Barat. Kayu jenis lain bisa juga dipakai misalnya kayu bal , n...
Cecenge adalah makanan khas dari NTB, terutama Lombok Timur. Makanan ini seperti sayur lodeh, tapi terdapat perbedaan pada bahan yang digunakan. Makanan ini bukan merupakan makanan yang disajikan saat acara-acara adat atau acara penting lainnya, melainkan sebagai hidangan sehari-hari saja. Cara memasak Sediakan terung panjang/bulat, labu kuning, labu siam, kecipir, biji komak (biji komak di sini merupakan biji komak adalah bahasa Sasak, bukan komak bahasa Indonesia, saya tidak tahu bahasa indonesianya), cabai hijau, terasi, garam, bawang putih, cabai rawit hijau, santan kelapa dan bumbu penyedap lain. Cara memasak : Kupas terong, labu kuning, dan labu siam Potong terong,labu kuning, labu siam, kecipir, cabai hijau, dan cabai rawit hijau. Masukkan ke dalam panci bersama dengan biji komak. Haluskan garam, cabai rawit, bawang putih, dan terasi. Kemudian masukkan ke dalam panci. Masukkan santan ke dalam panci yang berisi bahan. Kemudian mulail...
Disebuah desa kecil, hiduplah sepasang suami istri yang baru saja dikaruniai anak.Telah lama mereka menanti kehadiran sang buah hati, Seorang bayi lelaki yang tampan dan lucu. Anak itu mereka beri nama La Golo, yang artinya adalah Pembuka Jalan. Kedua orangtua La Golo sangat berharap nantinya sang bayi mungil tumbuh menjadi pria dewasa yang gagah berani, membuka lahan untuk pertanian dan memimpin masyarakat dengan bijaksana. Sayangnya, La Golo tak seperti harapan ayah ibunya. Sejak kecil, sudah terlihat sifat manja dan pemalasnya. Ia suka menangis dan merengek ketika meminta sesuatu, dan merajuk jika keinginannya tidak terpenuhi. La Golo juga tidak mau membantu pekerjaan di rumah, kerjanya hanya makan dan bermalas-malasan saja. ‘’DahuIu kita beri ia nama La Golo dengan harapan agar saat dewasa nanti membawa golo atau golok keluh sang suami pada istrinya suatu malam. “Kita berharap ia mampu membuka lahan pertanian dan perkebunan baru agar sejahtera, tapi dia...
Di Desa Lekong, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa terdapat sebuah batu besar, tinggi, bundar bagian atasnya datar. Batu itu menggantung pada tebing bukit yang tinggi dekat sungai Lekong. Dari atas batu itu orang dengan leluasa dapat melihat ke bawah. Itulah sebabnya disebut “batu nong”. Kata “nong” dalam bahasa Sumbawa berarti “melihat ke bawah dari atas”. Jika batu nong itu dilihat dari kejauhan, kedudukannya sangat genting. Kalau ada getaran sedikit saja, rasa-rasanya batu itu pasti akan runtuh. Dalam kenyataan, telah beratus-ratus tahun batu itu tetap tidak bergeming. Bagaimana batu itu bisa berada di tempat tersebut, inilah ceritanya. Tersebutlah sebuah negeri di zaman dahulu kala. Negeri itu terkenal makmur, aman, dan damai. Tidak pernah terdengar perselisihan di antara penduduknya. Laki-laki dan perempuan kedudukannya sama, kecuali dalam satu hal, yaitu laki-laki tabu mencuci pantat anaknya yang habis buang air besar. Hal yang demikian d...
Pada zaman dahulu di pantai selatan Pulau Lombok terdapat sebuah kerajaan yang bernama Tonjang Beru. Sekeliling di kerajaan ini dibuat ruangan - ruangan yang besar. Ruangan ini digunakan untuk pertemuan raja - raja. Negeri Tonjang Beru ini diperintah oleh raja yang terkenal akan kearifan dan kebijaksanaannya Raja itu bernama raja Tonjang Beru dengan permaisurinya Dewi Seranting. Baginda mempunyai seorang putri, namanya Putri Mandalika. Ketika sang putri menginjak usia dewasa, amat elok parasnya. Ia sangat anggun dan cantik jelita. Matanya laksana bagaikan bintang di timur. Pipinya laksana pauh dilayang. Rambutnya bagaikan mayang terurai. Di samping anggun dan cantik ia terkenal ramah dan sopan. Tutur bahasanya lembut. Itulah yang membuat sang putri menjadi kebanggaan para rakyatnya. Semua rakyat sangat bangga mempunyai raja yang arif dan bijaksana yang ingin membantu rakyatnya yang kesusahan. Berkat segala bantuan dari raja rakyat negeri Tonjang Beru menjadi hi...