Mungkin tak banyak orang Aceh yang mengenal daerah Labuhan Haji di Aceh Selatan ini. Kecamatan yang diapit oleh Bukit Barisan dan laut ini dulunya adalah salah satu tempat keberangkatan jemaah yang akan berangkat haji lewat laut. Hal ini pula yang menjadi cikal bakal nama Labuhan Haji. Meski sejarahnya tak begitu dikenal banyak orang, tapi Labuhan Haji menyimpan begitu banyak kenangan. Aku menghabiskan masa kecilku di daerah ini. Salah satu kenangan yang masih aku ingat jelas adalah menangguk udang di parit pinggir sawah. Air parit yang hanya sebetis menjadi hangat terjemur matahari dan udang-udang di dalamnya menjadi mabuk. Tak perlu waktu lama dan tenaga lebih untuk menangkap udang-udang di sana. Udang hasil tangkapan ini tidak dijual, tapi Mamak mengolahnya menjadi berbagai masakan super enak khas kampung. Bisa di gulai asam padeh, digoreng, digulai santan, dan disambal. Tapi masakan mamak yang paling membuat lidah berdecak dan liur meleleh setiap kali memb...
Dikatakan teuphep mungkin karena masakan ini tidak terlalu berkuah, sehingga kesannya seperti basah-basah gitu. Sedangkan kareng adalah sejenis ikan kecil-kecil (ikan bileh = dalam bahasa Aceh) yang telah dikeringkan. Sebenarnya, resep masakan ini hampir sama dengan masakan kuah teucrah yang pernah saya posting beberapa waktu yang lalu. Hanya saja, masakan ini menggunakan santan sehingga rasanya ada gurih-gurihnya. Sama juga dengan masakan-masakan khas Aceh lainnya, masakan ini merupakan yang sering disajikan sehari-hari. Berikut resep membuat masakan teuphep kareng khas Aceh : Bahan-bahan : ½ kg ikan kareng 5 buah cabai merah keriting untuk bumbu halus 3 buah cabai merah keriting untuk dipotong 5 buah kentang 5 buah...
Salah satu jenis kue basah dari Aceh adalah Timphan. Timphan ini menjadi suatu tradisi di Aceh untuk hidangan istimewa, biasanya dihidangkan waktu acara hajatan dan memperingati hari besar keagamaan. Dulu, timphan hanya berkutat pada buah pisang sebagai bahan utamanya. Namun seiring berjalannya waktu, banyak orang membuat timphan dengan berbagai macam bahan dasar seperti labu kuning dan sigkong. Hanya saja, untuk bahan dasar labu kuning dan pisang harus dibuat adonan dengan campuran tepung dan telur. Sedangkan membuat timphan dari singkong jauh lebih praktis dan gampang. Walaupun begitu, timphan dari pisanglah yang sampai saat ini masih menjadi favorit masyarakat Aceh. Bahan kulit : 1 kg singkong parut yang telah diperas airnya Sedikit garam ½ sdt v...
Sie Tho adalah daging kerbau yang dikeringkan menjadi makanan masyarakat Aceh Barat di bulan puasa terutam di waktu sahur. Tak heran pada waktu meugang tiba sebagian masyarakat Aceh Barat membeli daging dalam jumlah yang banyak. Daging tersebut disamping dikonsumsi di hari meugang, sebagian besar dibuat Shio Tho (daging kering) untuk disimpan sebagai menu di bulan puasa. Bahan: 5 potong sie balui/sie tho minyak goreng secukupnya Cara Membuat: Cuci sie balui sampai bersih, goreng dalam minyak sampai setengah matang. Kemudian diangkat untuk di ketok sampai tipis dan di goreng kembali sampai garing Sumber : https://issuu.com/wahyuandhikafatwa/docs/buku_resep
Cicah reubong adalah makanan khas dari Meulaboh, Aceh Barat. Cicah reubong sendiri terbuat dari reubong (rebung) yang direbus kemudian dicampur dengan kelapa sangrai dan sangat cocok dimakan dengan nasi disiang hari dan juga dapat dimakan tanpa nasi. Bahan-bahan: 1 buah reubong beutong ukuran sedang, dicincang ukuran korek api Kelapa gonseng, giling kasar 3 siung bawang merah, giling kasar 8 buah cabai rawit, giling kasar 3 buah asam sunti, giling kasar 3 lembar daun jeruk, iris tipis 2 lembar daun kunyit, iris tipis 1 batang serai, iris tipis air kelapa garam secukupnya Cara Membuat: 1. Remas-remas reubong dengan garam lalu cuci 2. Kemudian rebus lalu tiriskan. 3. Setelah itu, campur reubong yang sudah ditiriskan dengan bumbu yang sudah digiling kasar lalu tambahkan garam, daun jeruk, daun kunyit dan serai. Sajikan Sumber : https://issuu.com/wahyuandhikafatwa/docs/buku_resep
Masakan yang sering dimasak pada waktu hari meUgang dan pada saat menyajikan nasi linto baro dan sangat disukai balita, karena rasanya yang gurih dan tidak pedas. Bahan: 1 ekor ayam kampung 100 ml santan 2 batang sereh, memarkan 3 cm kayu manis 2 lembar daun salam 1/2 butir pala 1 buah jeruk nipis 2 lembar daun jeruk2 3 buah kapulaga 2 bunga lawang 2 sdm minyak makan 1 siung bawang merah, iris 1 siung bawang putih, iris 1 ruas jahe Bumbu: 5 butir kemiri 5 buah bawang merah 3 siung bawang putih 1 sdt bumbu gulai putih Cara Membuat: 1. Bersihkan ayam, belah dari dada jangan sampai putus 2. Lumuri dengan garam dan air jeruk nipis 3. Haluskan bumbu, balurkan pada ayam 4. Tambahkan santan, daun salam, sereh, lengkuas, pala, dan kayu manis 5. Tekan ayam dengan batu supaya bentuk belahan ayam tetap 6. Tunggu sampai ayam empuk, kemudian di bakar Alamat Penjual: Rumah Makan Khas Aceh Rayeuk...
Matak artinya tidak masak/mentah karena kelapa muda dan beras yang juga dihidangkan pada makanan ini disajikan mentah-mentah. Sekarang Nditak Matah lebih sering ditemukan pada acara-acara resmi seperti pesta penikahan ataupun acara yang berhubungan dengan fase kehidupan seperti melahirkan dan meninggalnya seseorang. Pada acara kelahiran, masakan ini dihidangkan untuk tamu dan untuk ibu yang baru melahirkan. Biasanya dihidangkan pada hari ke-4 setelah melahirkan dan sifatnya dianggap wajib. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain: 1. Beras 2. Kelapa Muda yang telah diparut 3. Garam 4. Gula 5. Sepotong ayam Cara membuat: 1. Beras direndam selama sekitar 3 jam agar lembek 2. Setelah agak lembek, beras ditumbuk hingga hancur. 3. Siapkan kelapa muda, kemudian parut dan tambahkan gula serta garam sesuai selera. 4. Campurkan dan aduk kelapa yang telah diparut dengan beras dan kemudian adonan tersebut diperas d...
Makanan ini berbahan utama kelapa dan sagu. Masyarakat Singkil biasa menghidangkan makanan ini sebagai cemilan sehari-hari karena prosesnya yang relatif mudah dan singkat. Bahan-bahan yang digunakan antara lain: 1. Sagu 2. Kelapa parut 3. Garam 4. Air Cara membuat: 1. Aduk seluruh bahan hingga merata dan menjadi adonan yang agak kenyal. 2. Letakkan adonan dalam kuali, kemudian teka-tekan adonan tersebut hingga pipih. Ukuran dan bentuk adonan dibuat sesuai selera. 3. Panaskan adonan yang telah dipipihkan tersebut selama kurang lebih 30 detik. Kemudian balikan adonan tersebut agas sisi yang lainnya pun matang. 4. Setelah matang, makanan pun siap dihidangkan. Alamat dan Kontak Penjual: ISTANA KUEH TRADISIONAL ACEH Jl. Cut Nyak Dhien No. 7, Lampisang, Peukan Bada, Lampisang, Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23232 0823-6588-5500 Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail...
Njekhuk adalah salah satu jenis makanan yang sangat populer di Kutacane khususnya saat musim durian, karena kuliner ini terbuat dari durian. Cara pembuatan Njekhuk itu sendiri sangatlah mudah, yaitu durian yang telah matang dikupas dan diambil bagian dagingnya saja, kemudian masukkan pada wadah yang tertutup dan diinapkan selama 2 hari sehingga daging durian tersebut menjadi asam. Durian yang telah menjadi asam tersebutlah yang dinamakan dengan Njekhuk. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6785