Magetan - Ribuan pengunjung memadati obyek wisata telaga Sarangan di Magetan karena bertepatan dengan puncak acara tradisi Festival Gebyar Labuhan dengan acara larung tumpeng 'Gono Bau'. 'Gono Bau', adalah nama sebutan sesaji berupa tumpeng nasi raksasa. Tumpeng raksasa dengan ukuran tinggi sekitar 3 meter itu diarak dengan dipikul 4 orang berpakaian adat jawa. Selain tumpeng nasi putih ada pula ikut di barisan belakangnya tumpeng gunungan hasil bumi berupa aneka sayuran yang juga dipikul dengan tandu. Satu tumpeng nasi dan tiga gunungan hasil bumi tersebut diarak dari pintu masuk retribusi Telaga Sarangan sisi utara untuk dibawa menuju telaga. Arak-arakan itu dikawal iringan 8 pasukan berkuda yang berada di barisan paling depan. Tumpeng nasi putih dan tiga gunungan hasil bumi diserahkan ke bupati Magetan secara...
Kotokan ikan rasanya sangat segar karena diberi kuah santan dipadukan dengan bumbu dan blimbing wuluh membuat rasanya menjadi semakin kaya ada asam,pedas,dan manis pokoknya komplit. lebih enak jika disajikan dalam keadaan masih panas dengan nasi pulen yang masih hangat juga. Berikut bahan dan cara membuat kotokan ikan khas Gresik. Bahan-bahan 1 kg ikan (ikan sesuai selera) 1 papan tempe 1 papan tahu 5 buah cabe merah besar 5 buah cabe hijau besar 8 siung bawang merah 4 siung bawang putih Kemiri secukupnya Kunyit secukupnya 3 lembar Daun salam 1 ruas Lengkuas 2 buah Tomat 1 batang Daun bawang Sedikit Penyedap rasa Gula sesuai selera Garam secukupnya Air secukupnya Cara memasak Potong2 bentuk dadu agak besar tempe & tahu goreng setengah matang lalu goreng ikan setengah matang. Haluskan...
Jajanan Khas Gresik ini mirip dengan jenang. Dibuatnya dari campuran ketan hitam, ketan putih, santan kelapa, telur, gula dan wijen. Penyajiannya unik, dibungkus dengan selongsong warna putih kecoklatan berasal dari daun pohon pinang muda yang dianyam mirip gelas mini. Daun pinang ini biasa dikenal masyarakat dengan nama Jubung, dan itu alasan makanan ini disebut dengan nama Jubung . Berikut bahan dan cara membuat Jubung manis khas Gresik . Bahan-bahan : Beras Ketan Gula Pasir Santan Wijen Cara Pembuatan : Beras Ketan di rendam selama 4 jam kemudian di keringkan Lalu di giling hingga Menjadi tepung Campur GuLa pasir untuk pemanisnya Kemudian tambahkan Santan Setelah Matang di Kasih Wijen Sajikan Selamat mencoba. https://resepnusantara.id/kue-jubung-manis-khas-gresik/
Bahan-bahan 250 gr ubi jalar 50 gr gula merah 50 tepung tapioka secukupnya Kelapa parut Pewarna makanan Langkah Kupas ubi jalar cuci bersih lalu kukus sampai matang dan haluskan Tambahkan tepung tapioka aduk rata ...
Bahan-bahan 1 kg ubi kayu, kupas kulit parut 1 bks agar agar 1/2 kelapa parut 1/4 gula pasir Pewarna makan pasta, hijau, kuning dan merah Cara membuat Langkah Masukan bahan jd satu, ubi parut, agar agar bubuk dan gula, bagi adonan mnjdi tiga bagian,, masing masing di kasih pewana pasta, lalu masukan ke dalm cetakan kue lupang, kukus adonan lalu dingin kan, trahir beri klapa parut yg uda di kukus, bole d coba Resep Kelepon ubi kayu #5resepterbaruku...
Bahan-bahan 1/4 kg cumi 1 buah bawang bombai 2 buah bawang putih 2 buah paprika secukupnya Lada bubuk secukupnya Saos tomat secukupnya Saos sambal Kecap sedikit saja secukupnya Gula secukupnya Garam Penyedap rasa Langkah Bersihkan cumi, setelah bersih kasih jeruk nipis biar hilang bau amis nya, soalnya suami sensitif klo untuk bau amis...
Alkisah Prabu Kertamarta, Raja Kerajaan Daha, memiliki dua orang putri, Galuh Ajeng dan adiknya, Candra Kirana. Si sulung, Galuh Ajeng memiliki paras cantik, namun Candra Kirana jauh lebih cantik. Si Bungsu Candra Kirana telah memiliki tunangan, yaitu seorang pangeran tampan, putra mahkota Kerajaan Kahuripan bernama Raden Inu Kertapati. Diam-diam Si Sulung, Galuh Ajeng juga mencintai Raden Inu Kertapati. Oleh karenanya ia sangat iri melihat keberuntungan Candra Kirana. Galuh Ajeng kemudian mempunyai niat jahat menyingkirkan adiknya dari istana Kerajaan Daha. Ia meminta bantuan seorang nenek sihir jahat. Nenek sihir jahat tersebut terkenal memiliki mantra kutukan sangat mengerikan. Galuh Ajeng meminta nenek sihir agar mengutuk Candra Kirana menjadi sesuatu hal mengerikan. Nenek sihir menyanggupi permintaan Galuh Ajeng. Tapi Ia memberikan syarat Candra Kirana harus dikeluarkan terlebih dahulu dari istana sehingga ia bisa leluasa menyihirnya. Setelah bertemu nenek sihir jahat, Galuh Aj...
Tersebutlah seorang lelaki bernama Subanjar yang terkenal brutal, suka berkelahi, menggoda wanita bahkan sampai memperkosa dan membunuh tanpa merasa berdosa. Keluarganya tentu saja resah, apalagi ayahnya adalah pemimpin Padepokan Tunggul Wulung yang disegani. Berdasarkan berbagai masukan, akhirnya Subanjar disarankan agar segera dinikahkan saja. Subanjar adalah anak sulung dua bersaudara dari seorang bapak bernama Cahyo Tunggal, yang sudah ditinggalkan istrinya. Saudara atau adik perempuannya bernama Sekar Dinulih. Ketika Subanjar diminta menikah, dia menolak sebelum dirinya menjadi orang sakti. Maka berangkatlah Subanjar bertapa di pesarean Asam Boreh. Sementara itu, di pesarean tersebut berdiam mahluk lelembut bernama Nyi Blorong dan Gendruwo Putih. Mengetahui ada manusia yang bertapa, Gendruwo Putih langsung merasuk dalam raga Subanjar, dengan maksud agar dapat mendekati Sekar Dinulih menjadi isterinya. Begitu Subanjar kembali ke rumah, mengutarakan keinginannya hendak menikah,...
Sarip Tambak Oso ialah legenda yang masyhur di Sidoarjo dan kemudian juga Jawa Timur. Sarip merupakan pemuda kampung yang tinggal di wilayah sekitar sungai di Dusun Tambak Oso. Wilayah ini sekarang berada di sekitar Gedangan, Waru, dan Sedati Sidoarjo. Pada masa kehidupan Sarip, wilayah Tambak Oso dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian timur dan bagian barat. Bagian barat Tambak Oso dikuasai oleh seorang pesilat jago yang berprofesi sebagai kusir dokar. Pesilat itu bernama Paidi, yang kelak menjadi lawan tanding Sarip. Paidi dikenal dengan senjata andalannya yang bernama Jagang Baceman. Sementara bagian timur Tambak Oso menjadi wilayah kekuasaan Sarip. Ayah Sarip meninggal ketika Sarip masih kecil, tidak ada informasi pasti berapa usia Sarip saat itu. Menurut cerita yang beredar, ayah Sarip merupakan seorang pejuang dalam perang Diponegoro. Sejak kematian itu, Sarip kecil berada dalam pengasuhan ibunya yang penyayang. Sarip tumbuh menjadi anak yang sangat berbakti dan penuh kasih s...