Salah satu tarian masyarakat Betawi yang merupakan hasil kebudayaan Melayu. Pengaruh Melayu tampak pada kostum, musik, tari, dan teaternya. Gerakan tarinya banyak menunjukkan persamaan dengan umumnya tari Melayu, mengutamakan gerak langkah kaki dan lenggang berirama. Tari Samrah biasa dilakukan berpasangan atau perorangan. Mereka menari dengan diiringi nyanyian seorang biduan dengan nyanyian berupa pantun. Tarian ini diiringi musik gambus yang terdiri dari harmonium , gendang, biola, dan gambus. Cara menarinya hanya melenggak-lenggok sambil menggerakkan kedua belah tangan seperti tarian Melayu. Tarian itu bertujuan menghibur dan memperluas pergaulan. Sambil menari, para penari juga dapat berkenalan dengan gadis-gadis cantik yang kemudian dapat dijadikan pacarnya. Perbedaan antara tari Samrah dengan tari Zapin, Belenggo, Cokek, dan Topeng terletak pada gerakan jongkok, yang di...
Budaya betawi mengenal cara yang bertingkat-tingkat untuk sampai pada tahap berumah tangga. Tahap-tahap itu pada saat ini memang jarang atau tidak lagi dilakukan, karena berbagai halangan. Tahap-tahap tersebut adalah: a. Ngedelegin , mencari calon menantu perempuan yang di lakukan oleh Mak Comblang. b. Ngelamar , pernyataan meminta pihak lelaki kepada pigak perempuan. c. Bawa Tende Putus , pernyataan atau kesepakatan kapan pernikahan akan dilaksanakan. d. Ngerudat , rombongan keluarga pengantin laki-laki menuju rumah pengantin perempuan, seraya membawa serah-serahan seperti roti budaya, pesalin, sie, dan lain-lain. e. Akad Nikah , ikrar yang di ucapkan oleh pengantin laki-laki di hadapsn wali pengantin perempuan. f. Kebesaran , upacara kedua mempelai duduk di...
Roti Buaya merupakan Simbol Khas Adat Betawi dimana Roti Buaya biasa dijadikan simbol pernikahan adat betawi untuk seserahan kepada sang mempelai wanita dari mempelai pria. Biasanya Roti Buaya ini diberikan dua pasang. Ukurannya pun bermacam-macam dari yang berukuran mini hingga berukuran seperti buaya aslinya. Roti Buaya dijadikan simbol karena dalam adat Betawi Buaya digambarkan sebagai diri mempelai Pria, dimana biasanya buaya hanya menikah satu kali seumur hidupnya yang dianggap mempunyai arti kesetiaan dan arti kemapanan. Roti buaya pada awalnya dibuat seperti membuat roti tawar yaitu tidak ada rasa, namun pada era modern saat ini banyak dimodifikasi roti buaya menjadi rasa manis, coklat, vanila, dan berbagai macam kreasi rasa lainnya.
Siapa yang tak tahu Ondel-Ondel? Ya Ondel-ondel merupakan kesenian atraktif dari Betawi yang merupakan sepasang Boneka Besar yang berukuran sekitar 2.5 Meter dan lingkar 80 cm. Ondel-ondel dibuat dari anyaman bambu yang dibentuk seperti sangkar yang dapat dioperasikan dengan cara dipikul oleh orang yang ada didalamnya. Ondel-ondel biasanya ada sepasang yaitu pria yang berwarna merah dan wanita yang berwarna putih. Pada awalnya Ondel-Ondel berfungsi sebagai penangkal bala yang juga diberikan sesajen-sesajen. Namun seiring perkembangan pemikiran tersebut ditinggalkan dan Ondel-ondel biasanya diadakan untuk perayaan-perayaan yang berhubungan dengan adat Betawi, seperti pernikahan, perayaan Ulang Tahun Jakarta juga diadakan saat ada festival-festival kebudayaan, serta acara-acara lain seperti peresmian atau pembukaan gedung dan lainnya yang biasanya diiringi oleh musik khas Betawi.
Pria : Memakai jas panjang yang dipadu dengan celana panjang, lalu dipinggangnya diikat sarung. Di kain itu disisipkan belati. Kepalanya memakai penutup kepala semacam belangkon. Wanita : Memakai baju kebaya yang dipadan dengan kain batik. Kepalanya memakai selendang transparan.
Pada suatu malam, centeng-centeng di rumah Babah Yong di Kemayoran terkapar di lantai. Babah Yong sendiri terikat di tiang ruang tengah. Perabot rumah berantakan. Barang-barang berharga dibawa kabur kawanan perampok. Malam itu juga, Tuan Ruys penguasa daerah Kemayoran segera datang mempelajari bekas-bekas perampokan. Di situ juga Nadir Bek Kemayoran. Petugas lain yang ikut sibuk adalah para opas. “Tangkap Asni!” perintah Tuan Ruys kepada Bek Kemayoran. Keesokan harinya seorang pemuda yang gagah sudah diborgol dan ditahan di kantor Opas Kemayoran. Bek Kemayoran melaporkan hasil tangkapannya kepada Tuan Ruys. “Langsung saja masukkan ke penjara, Saeyan!” perintah Tuan Ruys kepada Bek Kemayoran. Asni keberatan dimasukkan ke penjara. Dia menjelaskan bahwa dia tidak berbuat apa-apa. Malam itu dia di rumah. Dia tidak pergi ke mana-mana. Saksinya juga berkata kalau malam itu Asni di rumah. Setelah diselidiki dengan teliti, akhirnya Asni dilepas kembal...
Jenis busana Betawi yang biasa dipakai oleh none mantu dalam acara pernikahan adat Betawi. Dalam acara lain busana encim dalam bentuk kebaya encim sering digunakan para ibu dalam berbagai acara baik formal maupun informal. Pada mulanya, kebaya encim yang merupakan kebaya asli Betawi, hanya diperuntukkan golongan nyai-nyai. Karena harganya mahal, maka masyarakat Betawi yang ekonominya lemah tidak mampu membelinya. Orang Cina yang sangat pandai bergaul mencoba mengadaptasi pakaian asli Betawi ini. Dengan mengenakan pakaian penduduk asli, orang Cina berharap ia bisa diterima dan menjadi bagian dari penduduk asli. Dan karena secara ekonomi orang Cina lebih baik maka lebih banyaklah yang mengenakannya. Karena sebagian besar yang memakai orang Cina maka kebaya tadi sering disebut kebaya encim. Pada mulanya, orang Betawi ketika melihat seseorang memakai kebaya encim akan mengatakan " eh, elo pake kebaya encim nih ". Oleh karena itu Persatuan Wanita Betawi kini memperkenalkan baju tersebu...
Van Wely (1906: 47) mengungkapkan bahwa bahasa Belanda-Indo di Hindia- Belanda lahir sekitar abad ke-18 sebagai pengganti kreol Portugis dan digunakan sebagai bahasa pergaulan antara tentara Belanda dengan penduduk asli. Cress (1998: 23) mengartikan bahasa Pecok sebagai sebuah variasi dari bahasa Belanda yang kosa kata, pengucapan dan penerapan aturan tata bahasanya dipengaruhi oleh bahasa Melayu, Jawa atau bahasa setempat lainnya – kadang secara langsung, kadang turunan dari bahasa itu dan kadang dalam bentuk campuran hingga membuat kata-kata dan aturan sendiri. Seperti yang telah dinyatakan oleh De Gruiter (1990: 17), bahasa Belanda- Indo merupakan bahasa yang lahir akibat persentuhan bahasa Belanda dengan bahasa lain di tempat lahirnya bahasa Indo tersebut. Contohnya adalah bahasa Krojo, bahasa Belanda-Indo yang lahir akibat persentuhan bahasa Belanda dengan bahasa Jawa di Semarang dan Petjo – bahasa Belanda-I...
Tari Cokek merupakan tarian yang berasal dari budaya Betawi. Selain Betawi, tari ini juga seringkali dijumpai di kawasan Tangerang. Sebab, tari ini merupakan hasil gesekan budaya Betawi, Banten, dan Cina. Tari Cokek sudah ada sejak abad 19 di daerah Teluknaga, Tangerang yang dibawa oleh saudagar Cina yang bernama Tan Sio Kek. Saudagar tersebut juga membawa alat musik Rebab Dua Dawai, yang kemudian dikolaborasikan dengan alat musik setempat, semisal suling, kempul, gong, kecrek, dan kendang. Lantunan tembang perpaduan tradisi daratan Cina dan Tangerang tersebut dinamakan Gambang Kromong. Awal kemunculannya, Tari Cokek dimainkan oleh tiga penari perempuan. Sekarang, pertunjukan Tari Cokek seringkali dimainkan oleh lima hingga hingga orang penari perempuan dan beberapa orang laki laki sebagai pemain musik yang sebagian ikut mengiringi tarian wanita. Sehelai selendang yang terikat di pinggang penari perempuan merupakan salah satu ornamen baju utama para penari wanita dipadu keba...