Rebab muncul karena adanya pengaruh dari budaya Timur yang masuk ke Indonesia. Bentuk dari alat musik ini mungkin lebih mirip dengan biola dan cara memainkannya pun sama dengan menggesekan alat gesek ke senar. Rebab Kalimantan Utara memiliki lubang resonansi yang berbentuk bulat. Di Kalimantan Utara, alat musik ini sering digunakan untuk pengiring upacara adat dan sering untuk dimainkan pada acara musik daerah. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-kalimantan-utara/
Orang Dayak Lun Dayeh di Indonesia banyak di sekitaran daerah Malinau, Kerayan, Sesayap dan Bahau, jika di Serawak mereka disebut dengan Lun Bawang dan di Sabah digolonkan dalam rumpun Murut. Menurut legenda asal muasal orang Lun Dayeh adalah dari daerah Kalimantan Timur. Konon dahulu ada seorang manusia yang perkasa dan memiliki kesaktian bernama RANG DUNGO, entah bagaiman ia secara tidak sengaja menemukan sebutir telor yang sangat besar di puncak gunung. Dari telor ini keluarlah seorang wanita yang cantik jelita dan ia menamakannya TERUR ECO (Telor matahari), yang kemudian dinikahi oleh RANG DUNGO dan merupakan leluhur Dayak Lun Dayeh.Tidak banyak literature yang membahas tentang budaya asli Dayak Lun Dayeh ini, bagaimana sistem kepercayaan mula-mulanya sebelum agama Kristen masuk. Sebelumnya orang Lun Dayeh menamakan dirinya sesuai aliran sungai atau nama pemimpinnya. Misal LUN LABU (Orang Labu), LUN KEMALOH (Orang Kemaloh). Itulah sebabn...
Suku Dayak Lundayeh merupakan salah satu sub-suku Dayak yang mendiami wilayah Kalimantan, tepatnya di kawasan Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan terdapat pula di negara tetangga, yakni di Malaysia. Suku Dayak Lundayeh sendiri memiliki tradisi yang cukup unik pada adat istiadat pernikahannya, yakni Tradisi Purut. Tradisi Purut sendiri sudah lama dikenal oleh masyarakat Lundayeh, bahkan sampai sekarang tradisi tersebut masih berlangsung walaupun sedikit telah berevolusi mengikuti perkembangan global. Tradisi tersebut dilangsungkan ketika mempelai laki-laki berkeinginan untuk menikahi mempelai perempuan yang berasal dari suku Dayak Lundayeh, keluarga dari pihak perempuan akan mengajukan permintaan yang harus dipenuhi oleh keluarga besar dari pihak laki laki sebelum adat pernikahan dilaksanakan. Permintaan yang biasa diajukan meliputi Guci antik, Mandau (Senjata Tajam khas Kalimantan), Gong, Mesin Jahit, manik-manik, dan sebagainya. Dibalik semua itu, Tradisi Purut menyembuny...
“Birau” berasal dari Bahasa Bulungan yang artinya “Pesta Besar” . Birau telah dilaksanakan secara turun temurun setiap tahun sejak masa Kesultanan Bulungan. Awalnya Birau merupakan perayaan untuk acara penting di Kesultanan, seperti penobatan sultan, pernikahan anak sultan, sunatan anak sultan, dan lain-lain. Pada tahun 1959, Kesultanan Bulungan berubah menjadi beberapa kabupaten dan kota yang berada di Kalimantan Utara. Sejak saat itu, Birau dirayakan setiap 2 tahun sekali pada tanggal 12 Oktober bersamaan dengan peringatan HUT Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan . Rangkaian acara Birau yang dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan ini cenderung berbeda setiap tahunnya. Berikut adalah rangkaian acara tersebut : Upacara bendera Dalam memperingati HUT Tanjung Selor dan Bulungan, upacara bendera dilaksanakan di Lapangan Agatis, Tanjung Selor dengan susunan ac...
Festival Iraw Tengkayu adalah upacar a tradisional dan perlombaan yang diadakan oleh masyarakat suku Tidung di Tarakan , Kalimantan Utara . Festival ini berupa upacara ritual menghanyutkan sesaji ke laut dan berbagai macam perlombaan. Festival ini biasanya di laksanakan setiap 2 tahun sekali dan bertepatan dengan hari jadi Kota Tarakan Sejarah Iraw Tengkayu merupakan upacara turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat suku Tidung, Tarakan , Kalimantan Utara . Iraw Tengkayu itu sendiri mempunyai dua arti kata diambil dari bahasa Tidung. Iraw yang berarti perayaan atau pesta, sedangkan Tengkayu adalah pulau kecil yang dikelilingi oleh laut, yang dimaksud pulau kecil disini adalah pulau Tarakan . Upacara Inti dari Festival ini ialah ritual adat Parade Padaw Tuju Dulung yaitu perahu hias yang diarak keliling kota....
Di dalam baloy mayo terdapat empat ruang utama, yaitu ambir kiri (tempat untuk menerima masyarakat yang mengadukan perkara atau masalah adat), ambir tengah (tempat pemuka adat bersidang), ambir kanan (ruang istirahat), dan lamin dalom (singgasana pemimpin adat). Rumah ini termasuk jenis panggung. Sumber: http://kawulala.blogspot.com/2014/12/tarian-adat-rumah-adat-pakaian-adat_91.html
Pakaian Ta’a adalah pakaian adat yang khusus dikenakan oleh para perempuan Dayak di Kalimantan. Pakaian ini terbuat dari kain beludru berwarna hitam dengan pernik atau hiasan berupa manik-manik yang dijahit. Ta’a terdiri dari atasan dengan model menyerupai rompi (tanpa lengan), bawahan berupa rok dengan warna dan motif yang sama, serta penutup kepala berhias bulu burung enggang, dan aksesoris lainnya seperti gelang, kalung, dan manik-manik. Motif hiasan rompi dan rok Ta’a sangat kental dengan perpaduan warna-warna mencolok seperti putih, hijau, biru, merah, dan warna lainnya yang sangat kontras dengan warna kain rompi. Di bagian dada dan lengannya dilengkapi rumbai-rumbai dengan warna motif yang sama. Perbedaan utama antara pakaian Sapei Sapaq dan Taa terletak pada motifnya. Untuk motif pakaian adat Kalimantan Utara, baik pada baju Ta’a maupun Sapei Sapaq sebetulnya terbagi menjadi 3, yaitu motif burung enggang, motif harimau atau hewan lainnya, ser...
Pakaian Adat Kaltara untuk Pria : Baju Sapei Sapaq Baju Sapei Sapaq adalah baju adat Kalimantan Utara yang diperuntukan bagi para pria. Dari bahan pembuatan, model dan motifnya, baju ini sangat mirip dengan baju Ta’a. Hanya saja, untuk bawahan, pakaian yang dikenakan kaum pria hanyalah berupa gulungan selendang yang bentuknya menyerupai celana dalam. Kendati begitu, bawahan seperti ini sekarang umumnya sudah diganti dengan celana pendek hitam karena dinilai kurang begitu elok dipandang mata. Pelengkap baju Sapei Sapaq adalah sebuah mandau yang diselipkan di pinggang, perisai perang, serta kalung-kalung dari bahan alam seperti tulang, taring babi, dan biji-bijian. Nah, itulah yang dapat saya sampaikan mengenai pakaian adat Kalimantan Utara. Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/08/pakaian-adat-kalimantan-utara-nama.html
Tari magunatip atau tari lalatip merupakan tarian adat Kalimantan Utara khususnya daerah Tarakan dan juga Malinau. Dulunya, tari magunatip ini diselenggarakan sebagai latihan ketangkasan kaki ketika melompat dan menghindari rintangan karena masih ada perang antar suku pada masa tersebut yang kemudian dijadikan sebuah tarian. Dalam tarian dari Kalimantan Utara ini, ada 3 kelompok pemain yakni kelompok penjepit kaki memakai batang kayu, kelompok penari yang menari sekaligus menghindari penjepit kayu dan juga kelompok pemusik menggunakan alat musik tradisional berupa kendang dan gong. Ketika menyaksikan tarian ini akan terlihat menegangkan sebab penari bisa saja terjepit oleh batang kayu jika terlambat menghindari terutama disaat para penari akan menari dengan kedua mata yang ditutup. SUMBER : https://budayalokal.id/tarian-kalimantan-utara/