Bahan : - 1/4 Kg beras (cuci dan rendam), - 1/2 ekor ayam cuci bersih, - 250 gr udang rebus, - Bawang goreng, - Garam secukup nya. Bumbu : 1 sdm ketumbar, 1 sdt merica, 1 sdt adas manis, 3 buah peka, seruas jari kayu manis, 8 bawang merah, 1/2 ruas jari jahe, 1/2 buah biji pala. semua bahan dihaluskan dan dibungkus dengan kain tipis. Cara membuat : Beras disangrai sampai kuning dan ditumbuk kasar. Rebus ayam dan beras, hingga ayamnya empuk dan berasnya menjadi bubur. Ayam empuk potong-potong bentuk dadu. Kedalam rebusan bubur masukan bumbu yang sudah dibungkus, garam. Setelah matang hidangkan dengan menabur ayam potong dadu, udang rebus, dan bawang goreng.
Bahan : 15 potong ayam 1 sdt garam ½ sdt air jeruk nipis 250 cc santan daun kemang 2 lembar daun jeruk 1 sdt gula pasir 100 cc air kaldu minyak secukupnya untuk menumis Bumbu halus : 15 siung bawang putih 10 siung bawang merah 15 buah cabe merah 1 sdt kunyit bubuk 2 cm jahe Cara membuat : Tumis bumbu halus hingga harum dan matang. Masukkan ayam, santan, air kaldu, daun jeruk, gula pasir, garam, masak hingga matang. Kalau airnya sudah agak menyusut dan ayam sudah empuk masukkan air jeruk, aduk rata dan angkat. Sajikan dengan nasi panas. RM yang menyediakan: Beautika Manado Jl. Hang Lekir No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (021) 722 6683 Beautika Manado Jl. Abdul Muis No. 70, Tanah Abang, Jakarta Pusat, (021) 381 2340 Beautika Manado Jl. Jendral Sudirman No. 52...
Resep Bubur Manado Bahan: 100 gr beras 750 ml air 1 lembar daun pandan 2 batang serai, memarkan 1 sdt garam 150 gr jagung manis pipilan 250 gr labu kuning, potong dadu 1 ikat bayam 1 ikat kangkung 2 ikat daun kemangi Pelengkap: sambal tomat dan ikan jambal asin goreng Cara Membuat: Buat bubur : masak beras bersama air, daun pandan, batang serai, dan garam hingga menjadi bubur yang lunak. Masukkan jagung manis dan labu kuning, masak hingga lunak. Tambahkan bayam dan kangkung, masak sebentar, masukkan kemangi, aduk rata, angkat. Sajikan bubur sayuran dengan sambal tomat dan ikan jambal asin. Selamat mencoba RM yang menyediakan: Waroeng Manado & Bir Jl. Boulevard Artha Gading Blok A No.9, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Klp. Gading, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240 (021) 45850315
Bahan : 100 ml minyak sayur 3 lembar daun pepaya muda, rebus sebaiknya jangan terlalu lembek, iris kasar 250 gram bunga pepaya, siangi, rebus 100 gram daun melinjo muda, iris kasar 3 batang serai, ambil bagian putihnya iris halus 10 lembar daun jeruk agak muda, iris halus 3 lembar daun pandan, iris halus 2 lbr daun kunyit, iris halus 3 batang daun bawang/prei, iris halus 8 tangkai daun kemangi, petiki daunnya. 2 cm jahe, cincang atau iris halus 200 gr ± ¼ bagian ikan cakalang asap (fufu) /pindang tongkol, suwir 2 /bisa diganti ikan asin gabus/ teri medan Haluskan bumbu : 10 bh cabai merah keriting 20 cabai rawit hijau / sesuai selera 15 siung bawang merah garam secukupnya Cara membuatnya : Panaskan minyak, masukan irisan daun pandan..sampai harum, kemudian tambahkan bumbu halus, tumis hingga bumbu matang, Tambahkan ikan cakalang suwir, sayuran dan bumbu iris (kecuali daun kemangi)....
Ikan Bakar Ricarica khas Manado Bahan: 1 ekor ikan kerapu 250 gr cabai merah keriting 100 gr bawang merah 100 gr jahe 200 ml minyak goreng 1 bh tomat, iris dadu kecil 2 bh jeruk nipis 1 sdt garam 1 sdt gula pasir Cara Membuat: 1. Bersihkan ikan kerapu, lumuri dengan garam dan air jeruk nipis. Diamkan 30 menit. 2. Haluskan cabai merah, bawang merah, dan jahe. Sisihkan. 3. Lumuri ikan dengan 3 sendok makan bumbu halus dan tambahkan 3 sendok makan minyak, aduk rata. 4. Bakar ikan sambil sesekali diolesi bumbu sampai ke dua sisinya matang. 5. Panaskan minyak, tumis sisa bumbu halus sampai harum, tambahkan tomat, garam, dan gula masak sampai tomat layu dan bumbu matang. RM yang menyediakan: Dermaga Makassar Seafood The Breeze, Jl. Grand Boulevard BSD, Green Office Park BSD City, BSD, Serpong, Tangerang 021 50386870
CERITA GUMANSALANGI Untuk mendalami kebudayaan sangihe, sebaiknya memahami sastera lisan sangihe, sastera lisan sangihe adalah salah satu bukti peninggalan kebudayaan sangihe masa lalu yang masih dilestarikan sampai saat ini. Dari beberapa sastera lisan sangihe yang paling melegenda adalah cerita Gumansalangi. Dari cerita tersebut kita dapat melihat keberadaan sangihe dari penduduk mula-mula sampai terbentuknya kerajaan-kerajaan yang menjadi dasar terbentuknya sebuah suku yang dinamakan suku sangihe . Kisah Gumansalangi sebagai penduduk mula-mula tergambar secara utuh dalam “ Tamo ” karena tam...
Raja Jakobus Manoppo ialah raja Bolaang Mongondow yang pertama mendapatkan pendidikan di Hoofden School Ternate, karena ia telah dibawa oleh pedagang V.O.C. sesudah melalui persetujuan ayahnya raja Loloda Mokoagow (datu Binagkang). Jakobus Manoppo adalah raja ke-10 yang memerintah pada tahun 1691-1720, yang diangkat oleh V.O.C., walaupun pengangkatannya sebagai raja tidak direstui oleh ayahnya. Jakobus Manoppo pada saat dilantik menjadi raja beragama Roma Katolik. Pada zaman pemerintahan raja Cornelius Manoppo, raja ke-16 (1832), agama Islam masuk daerah Bolaang Mongondow melalui Gorontalo yang dibawa oleh Syarif Aloewi, yang kawin dengan putri raja itu tahun 1866. Karena keluarga kerajaan sebelum raja Cornelius Manoppo memeluk agama Islam, maka agama itu dianggap sebagai agama raja, sehingga sebagian besar penduduk Bolaang Mongondow memeluk agama Islam juga telah turut memengaruhi perkembangan kebudayaan dalam beberapa segi kehidupan masyarakat. Over de Vorsten van Bolaang Mongondow...
Asal mula Suku Mongondow berasal dari keturunan Gumalangit dan Tendeduata serta Tumotoibokol dan Tumotoibokat. Tempat tinggal mereka di gunung Komasaan (wilayah Bintauna). Makin lama turunan kedua keluarga itu semakin banyak, sehingga mereka mulai menyebar ke timur di Tudu in Lombagin, Buntalo, Pondoli', Ginolantungan. Ke pedalaman di tempat bernama Tudu in Passi, Tudu in Lolayan, Tudu in Sia', Tudu in Bumbungon, Mahag, Siniow dan lain-lain. Peristiwa perpindahan ini terjadi sekitar abad 8 dan 9. Pokok pencaharian adalah berburu, mengolah sagu hutan, atau mencari sejenis umbi hutan, menangkap ikan. Pada umumnya mereka belum mengenal cara bercocok tanam. dalam perkembangan selanjutnya Suku Mongondow mendirikan kerajaan dengan nama Kerajaan Bolaang. Kerajaan Bolaang di kemudian hari lebih di kenal sebagai kerajaan Bolaang Mongondow. Perkembangan Pada abad 13 para Bogani (pemimpin kelompok masyarakat Mongondow yang menduduki wilayah tertentu) bersatu membentuk satu pemerintahan kerajaan...
Bahan: 1 ekor ikan kerapu 250 gr cabai merah keriting 100 gr bawang merah 100 gr jahe 200 ml minyak goreng 1 bh tomat, iris dadu kecil 2 bh jeruk nipis 1 sdt garam 1 sdt gula pasir Cara Membuat: 1. Bersihkan ikan kerapu, lumuri dengan garam dan air jeruk nipis. Diamkan 30 menit. 2. Haluskan cabai merah, bawang merah, dan jahe. Sisihkan. 3. Lumuri ikan dengan 3 sendok makan bumbu halus dan tambahkan 3 sendok makan minyak, aduk rata. 4. Bakar ikan sambil sesekali diolesi bumbu sampai ke dua sisinya matang. 5. Panaskan minyak, tumis sisa bumbu halus sampai harum, tambahkan tomat, garam, dan gula masak sampai tomat layu dan bumbu matang. RM yang menyediakan: Dermaga Makassar Seafood The Breeze, Jl. Grand Boulevard BSD, Green Office Park BSD City, BSD, Serpong, Tangerang 021 50386870