budaya
81 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
jus jagung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Riau

  Salah satu minuman Khas Riau yang gampang dicari dan bergizi tinggi adalah Jus Jagung . Jus Jagung ini rasanya yang sangat segar, sehingga memberikan kenikmatan saat meminumnya. Minuman ini sangat  cocok untuk penderita penyakit Diabetes atau dapat menghindari Anda dari penyakit diabetes. Jika seseorang sudah mengalami gejala diabetes, maka minumlah jus susu jagung yang diolah tanpa gula. Berikut ini resep pembuatan jus jagung : Bahan : - 200 gram biji jagung manis - Satu senduk gula cair - Susu kental manis secukupnya - 150 mlr air Cara Membuat: 1. Masukkan biji jagung manis ke dalam blender 2. Tambahkan air, gula cair dan susu kental manis 3. Blender sampai terlihat halus 4. Jus jagung siap disajikan.   Alamat & Kontak Penjual: Yurika Jl. Soetomo, Gobah, Pekanbaru       Sumber Foto : budaya-indonesia.org  

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Kebaya Labuh dan Teluk Belanga
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Riau

                  Letak Kepulauan Riau berbatasan dengan Malaysia, Vietnam, dan Kamboja. Oleh karena itu akulturasi sangat kentara terlihat dalam khazanah budaya yang berkembang di provinsi ini. Salah satu hasil akulturasi tersebut adalah pakaian adat Kepulauan Riau, yakni Kebaya Labuh dan Teluk Belanga.   Kebaya Labuh Kebaya Labuh merupakan salah satu jenis baju kurung yang tersebar di masyarakat etnik Melayu. Konon pakaian ini merupakan jenis tertua yang masih ada hingga sekarang. Kebaya labuh berbentuk semacam kebaya pada umumnya, namun bagian bawahnya menjuntai hingga menutupi lutut. Sebagaimana kebaya pada umumnya, dua sisi bagian depan kebaya labuh dikaitkan dengan tiga buah kancing, pada jaman dahulu menggunakan peniti, sehingga bagian bawah kebaya labuh tampak melebar dan terbuka.  Cara pemakaiannya biasanya dipadukan dengan kain batik sebagai bawahan. Terkada...

avatar
Oase
Gambar Entri
Rumah Adat Riau
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

Rumah adat Riau sering juga disebut sebagai Pencalang atau rumah Lontik. Disebut Pelancang karena bentuk hiasan kaki pada dinding bagian depan rumah mirip dengan perahu, dan dinding rumahnya menyerupai layar dari perahu. Hal tersebut menyebabkan rumah adat tersebut mirip rumah perahu atau magon (jika dilihat dari jauh). Rumah tersebut berbentuk panggung. Hal itu untuk menghindari serangan binatang buas atau menghindari banjir. Disamping itu ada kebiasaan dari masyarakat untuk menyimpan hewan ternak di kolong rumah mereka. Balok penumpu untuk dinding bagian luar melengkung ke arah atas dan terkadang dibubuhi ukiran pada sudut-sudutnya. Rumang Lancang diduga merupakan perkawinan antara budaya masyarakat Kampar dengan Minangkabau. Dari segi atap yang melengkung menyerupai rumah Gadang pada masyarakat Minang, sementara rumah berbentuk perahu ciri khas masyarakat Kampar. (Sumber : http://rangkumanku.wordpress.com/senikebudayaan/rumah-adat-riau/)   &nbs...

avatar
Eniwinarti
Gambar Entri
Batik Tabir Riau
Motif Kain Motif Kain
Riau

Awal Mula Batik Riau Batik Riau bermula sejak jaman Kerajaan Melayu dulu, yakni Kerajaan Daik Lingga (1824-1911) di Kepulauan Riau. Batik di jaman Lingga ini tidak menggunakan lilin sebagai perintang warna, melainkan pewarna perak dan kuning dicap pada bahan kain menggunakan perunggu yang bercorak khas melayu. Kain yang digunakaan adalah kain halus, seperti sutra. Seiring perjalanan waktu, penggunaan logam perunggu ini pun berakhir dan digantikan dengan bahan kayu yang lunak yang disebut kerajinan Telepuk. Kerajinan Telepuk ini menggunakan menggunakan bahan cap yang berasal dari buah-buahan keras, seperti kentang. Telepuk sendiri berarti gambar bunga-bungaan dengan perada pada kain atau kertas. Kain Telepuk merupakan kain berbunga-bunga yang berasal dari India. Batik Riau Modern Pada tahun 1985, Pemerintah Provinsi Riau berupaya membangkitkan kembali Batik Riau dengan memberi pelatihan kepada masyarakat. Teknik dan pembuatan Batik Riau sama halnya...

avatar
Arlene Nadya Nafarin
Gambar Entri
Pacu Jalur
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Asal Usul dan Perkembangan Kuantan Singingi adalah sebuah daerah yang secara administratif termasuk dalam Provinsi Riau. Daerahnya banyak memiliki sungai. Kondisi geografis yang demikian, pada gilirannya membuat sebagian besar masyarakatnya memerlukan jalur1 sebagai alat transportasi Kemudian, muncul jalur-jalur yang diberi ukiran indah, seperti ukiran kepala ular, buaya, atau harimau, baik di bagian lambung maupun selembayung-nya. Selain itu, ditambah lagi dengan perlengkapan payung, tali-temali, selendang, tiang tengah (gulang-gulang) serta lambai-lambai (tempat juru mudi berdiri). Perubahan tersebut sekaligus menandai perkembangan fungsi jalur menjadi tidak sekadar alat angkut, namun juga menunjukkan identitas sosial. Sebab, hanya penguasa wilayah, bangsawan, dan datuk-datuk saja yang mengendarai jalur berhias itu. Perkembangan selanjutnya (kurang lebih 100 tahun kemudian), jalur tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi dan simbol status sosial seseorang, tetapi...

avatar
Ressy vemialita
Gambar Entri
Permainan Ali Oma
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Pada masyarakat di Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, ada sejenis permainan yang disebut ali oma. Permainan ini dinamakan ali oma, karena pada waktu melakukannya diiringi oleh nyanyian ali oma. Inti dari permainan ali oma, sebenarnya sama dengan permainan petak umpet yang dimainkan oleh anak-anak yang ada di Jakarta, yaitu mencari tempat persembunyian pemain lain, sambil menjaga “benteng” pertahanannya, agar tidak disentuh atau dipegang oleh pemain lain. Dalam konteks ini, “benteng” adalah sebuah tembok atau batang pohon yang harus dijaga oleh seorang pemain dari “serangan” (sentuhan) pemain yang lain.   Konon, pada masa penjajahan Belanda, nama permainan ini bukanlah ali oma, melainkan “main sembunyi-sembunyi”, yang dilakukan oleh anak-anak pada malam hari di sekitar pekarangan rumah. Namun, sejak zaman kemerdekaan nama permainan tersebut disesuaikan dengan kata-kata yang terdapat dalam nyanyiannya, yaitu “Ali Oma&rd...

avatar
Ressy vemialita
Gambar Entri
Permainan Tali Merdeka
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Kuansing (Kuantan Singingi) adalah sebuah daerah yang secara administratif termasuk dalam Provinsi Riau. Di daerah yang masyarakatnya adalah pendukung kebudayaan Melayu ini ada sebuah permainan yang disebut sebagai tali merdeka. Inti dari permainan ini adalah melompat tali-karet yang tersimpul. Penamaan permainan ini ada kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan pemain itu sendiri, khususnya pada lompatan yang terakhir. Pada lompatan ini (yang terakhir), tali direnggangkan oleh pemegangnya setinggi kepalan tangan yang diacungkan ke udara. Kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang ketika mengucapkan kata “merdeka”. Gerakan tangan yang menyerupai simbol kemerdekaan itulah yang kemudian dijadikan sebagai nama permainan yang bersangkutan. Kapan dan dari mana permainan ini bermula sulit diketahui secara pasti. Namun, dari nama permainan itu sendiri dapat diduga bahwa permainan ini muncul di zaman penjajahan. Pem...

avatar
Ressy vemialita
Gambar Entri
Asal Mula Kabupaten Kuantan Singingi
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Riau

Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) adalah salah satu kabupaten di Povinsi Riau, Indonesia Kabupaten Kuansing disebut pula dengan rantau Kuantan atau sebagai daerah perantauan orang-orang Minangkabau (Rantau nan Tigo Jurai). Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kuansing menggunakan adat istiadat serta bahasa Minangkabau. Kabupaten Kuantan Singingi pada awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Indragiri Hulu, namun setelah dikeluarkannya Undang-undang Nomor 53 tahun 1999, Kabupaten Indragiri Hulu dimekarkan menjadi 2 ( dua ) kabupaten yaitu Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi dengan Ibu Kotanya berkedudukan di Teluk Kuantan. Setelah dilakukan Pemekaran Wilayah, Kuantan sekarang berada di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), yang ber-Ibu Kota Taluk Kuantan.Daerah ini lebih dikenal dengan sebutan ‘Rantau Kuantan’ yang terdiri dari 4 empat kecamatan, yaitu Kecamatan Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Kuantan Hilir dan Kecamatan Cerenti (Sekarang dim...

avatar
Novan
Gambar Entri
Gambus
Alat Musik Alat Musik
Riau

Gambus merupakan salah satu alat musik tradisional yang dipetik yang mirip dengan mandolin dan berasal dari daerah Riau. Kesenian gambus ini pada mulanya banyak berkembang di Pulau Bengkalis, Pulau Penyengat dan Siak Sri Indrapura. Senar pada gambus ini memiliki jumlah antara tiga sampai duabelas senar dan panjang dari alat ini mencapai 1meter dengan tebal sekitar 10 cm. Fungsi dari alat ini adalh digunakan pada saat pertunjukkan tari zapin dibarengi dengna permainan rebana, marwas dan gendang. Cara memainkan gambus, yakni dengan meletakkan gambus diatas kaki yang sedang bersila. Gambus dimainkan oleh laki-laki dewasa dan orang tua pada malam hari. Bahkan ada juga yang menggunakan lirik dengan bahasa Arab ketika nyanyi dengan diiringi dengan alat musik tradisional gambus. "Gambus sudah berakar di Siak karena keberadaan Kerajaan Siak saat menerima masuknya Islam. Sampai sekarang gambus selalu digunakan untuk upacara, event kebudayaan, dan acara nikahan"-ujar salah satu wa...

avatar
Dwika Permata Sani