Kemerdekaan Indonesia
284 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mentiko Betuah (aceh)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Nanggroe Aceh Darussalam merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang juga wilayahnya terdiri dari beberapa pulau kecil, salah satu di antaranya adalah Pulau Simeulue. Namun, pulau ini tidak sepopuler dengan pulau-pulau lainnya yang ada di daerah ini, seperti Pulau Weh, yang terkenal dengan Kota Sabang dan titik 0 (nol) kilometernya, yaitu sebagai wilayah Indonesia yang terletak paling barat. Simeulue termasuk salah satu kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat sejah tahun 2000, yang terletak di tengah Lautan Hindia dan beribukota Sinabang. Kabupaten Simeulue terkenal dengan Kerbau Simeulue dan hasil cengkehnya, sehingga Pulau Simeulue pernah mendapat gelar "Pulau Cengkeh" sebelum akhirnya batang-batang cengkeh itu tidak memiliki harga lagi di pasaran. Keistimewaan lain yang dimiliki oleh Kabupaten Simeulue adalah keanekaragaman budayanya, seperti bahasa, upacara-upacara tradisional, permainan rakyat dan cerita-cerita rakyatny...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Si Kepar (aceh)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Nanggroe Aceh Darussalam termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di ujung paling Barat Pulau Sumatera. Selain terkenal sebagai "Serambi Mekah", provinsi ini juga terkenal dengan kanekaragaman suku-bangsanya. Salah satu di antaranya adalah suku-bangsa Alas, yang bermukim di Kabupaten Aceh Tenggara. Menurut sejarah, suku-bangsa Alas merupakan pecahan dari suku-bangsa Gayo, karena nenek moyang mereka berasal dari Kabupaten Gayo Lues. Oleh karena itu, kedua suku-bangsa ini seringkali disatukan menjadi suku-bangsa Gayo-Alas. Menurut pendapat sebagian ahli, kata "Alas" berasal dari bahasa Gayo yang berarti "tikar". Pemberian nama ini dikaitkan dengan keadaan wilayah pemukiman orang Alas yang terbentang luas seperti tikar terkembang di sela-sela Bukit Barisan. Pendapat lain mengatakan bahwa orang Alas berasal dari daerah Singkil, Kabupaten Aceh Selatan, yang ditandai dengan adanya tari Alas di daerah itu. Dalam bahasa Singkil, "Alas" diartikan sebagai "muqaddimah" atau "p...

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Banta Berensyah.
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Banta Berensyah adalah seorang anak laki-laki yatim dan miskin. Ia sangat rajin bekerja dan selalu bersabar dalam menghadapi berbagai hinaan dari pamannya yang bernama Jakub. Berkat kerja keras dan kesabarannya menerima hinaan tersebut, ia berhasil menikah dengan seorang putri raja yang cantik jelita dan dinobatkan menjadi raja. Bagaimana kisahnya? Ikuti cerita Banta Berensyah berikut ini! * * * Alkisah, di sebuah dusun terpencil di daerah Nanggro Aceh Darussalam , hiduplah seorang janda bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Banta Berensyah. Banta Berensyah seorang anak yang rajin dan mahir bermain suling. Kedua ibu dan anak itu tinggal di sebuah gubuk bambu yang beratapkan ilalang dan beralaskan dedaunan kering dengan kondisi hampir roboh. Kala hujan turun, air dengan leluasa masuk ke dalamnya. Bangunan gubuk itu benar-benar tidak layak huni lagi. Namun apa hendak dibuat, jangankan biaya untuk memperbaiki gubuk itu, untuk makan sehari-hari pun mereka kesulitan....

avatar
tresna purnama dewi
Gambar Entri
Bate Lada
Ornamen Ornamen
Aceh

 Batee dalam bahasa Aceh berarti batu dalam bahasa Indonesia. Lada dalam bahasa Aceh berarti lada atau merica dalam bahasa Indonesia. Dikatakan batee lada karena di antara salah satu jenis rempah yang dihancur lumatkan dengan batu ini adalah lada. Batee lada adalah sejenis batu gilingan yang dapat menghancur lumatkan segala jenis bumbu masak seperti lombok, bawang merah, bawang putih, ketumbar dan lain sebagainya. Batee lada terbuat dari sejenis batu yang dipahat sedemikian rupa dengan menambah sebuah batu bulat panjang sebagaipenggilingnya. Batu bulatpanjang ini disebut aneuk batee lada. Panjang sebuah batee lada kira-kira 30 cm dengan lebar kira-kira 20 cm dan tingginya 10 cm. Sedangkan aneuk batee lada bergaris tengah 7 cm dengan panjangnya selebar batee lada.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Bruek Boi
Ornamen Ornamen
Aceh

Salah satu alat memasak kue tradisional selain bruek keukaraih terdapat lagi bruek boi, yang dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan cetakan kue bolu. Bruek boi dibuat dari tembaga dalam berbagai ukuran, ada yang besar atau kecil. Bentuknya bermacam-macam, ada yang bundar atau empat persegi. Tempat cetakannya ada berbagai motif seperti motif ikan, bunga dan lain-lain. Alat ini dipergunakan untuk mencetak kue bolu (boi), yang dalam kehidupan masyarakat Aceh merupakan kue yang penting. Boi selalu dipergunakan dalam pesta-pesta adat seperti pada saat upacara me bu, dan euntat dara baro serta pada acara lebaran. Karena bahan bakunya dari tembaga, maka bruek boi tidak dapat dibuat di sembarang tempat. Untuk memperolehnya terpaksa harus membeli di pasar atau pada pedagang yang menjajakannya ke kampung-kampung. Pemakaian bruek boi sangat sederhana. Adonan kue yang telah disiapkan, dimasukkan ke dalam cetakan ini. Lalu dimasukkan ke dalam kualj yang sepertiganya telah diisi dengan pa...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Dandang
Ornamen Ornamen
Aceh

Dandang digunakan untuk memasak nasi. Selain mempergunakan kanet sebagai wadahnya, dalam kehidupan sehari-hari di dapur rumah tangga masih dipakai pula dandang atau disebut juga kanet dangdang atau sangku tanoh. Perkataan yang sama di dalam masyarakat Gayo disebut kukusen, sedangkan di masyarakat Aneuk Jamee disebut dandang. Dangdang dalam bahasa Indonesia disebut dandang atau kukusan. Bentuknya pada bagian bawah bundar, pada bagian tengah genting serta di bagian atas berbentuk terbuka serta tutup sebagai penutupnya. Pada bagian tengah yang genting tadi terdapat penyekat yang diberi berlubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai tempat penguapan pada saat beras dikukus untuk dimasak menjadi nasi. Dandang sebagaimana halnya kanet dan blangong dibuat dari tanah liat dengan mempergunakan teknik putar. Dandang dipergunakan untuk memasak nasi, baik nasi biasa maupun nasi ketan. Beras yang sudah dicuci dimasukkan ke dalam dandang di bagian atas, menurut ukuran yang telah ditentukan. Pada...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Guci dan Cinu
Ornamen Ornamen
Aceh

Guci sebagai wadah menyimpan air di dapur yang dipergunakan sehari-hari untuk kebutuhan masak-memasak. Guci mempunyai berbagai ukuran dari yang besar sampai yang kecil. Di Aceh terkenal semacam tipe guci yang disebut peudeuna yaitu guci yang sangat besar. Guci (ukuran kecil dan sedang) yang sering dipakai di rumah. Melihat asalnya ada guci yang berasal dari luar (negara asing seperti Cina, Jepang) dan ada yang merupakan hasil produksi setempat. Guci berasal dari bahan baku porselin atau keramik, sedangkan produk lokal mempergunakan tanah liat. Penggunaan guci dalam kehidupan rumah tangga seharihariterutama yang berkaitan dengan aktifitas dapur, selaindipergunakan sebagai wadah menyimpan air, masih terdapatfungsi yang lain. Ada yang dipergunakan sebagai tempatmenyimpan minyeuk brok (jenis minyak kelapa yangdihasilkan dengan sistim pengolahan tradisional), tempat menyimpan asam sunti, tempat menyimpan cuka jok (cukaaren) dan cuka nipah. Guci dalam bentuk yang kecil disebut guroe. Pa...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Jeu'ee
Ornamen Ornamen
Aceh

Satu-satunya alat yang dipergunakan untuk menampi beras adalah jeu'ee, yang dalam bahasa Indonesia disebut niru. Jeu'ee berbentuk hampir serupa dengan segitiga sama kaki yang tidak bersudut, yang pada pangkalnya lebih besar sedangkan pada bagian paling ujung lebih runcing. Sebuah jeu'ee mempunyai lebar pada bagian pangkal sekitar 50 cm. Pada bagian ujung sekitar 20 cm dengan panjangnya sekitar 60 cm. Terkait Jeu'ee dalam kehidupan masyarakat Aceh terdapat hal-hal yang bersifat magis. Ada suatu kepercayaan yang tumbuh, terutama pada masa pengobatan secara medis belum begitu berkembang, alat ini dipergunakan berhubungan dengan kesehatan. Niru sering dipergunakan untuk menangkal penyakit sapa bila seseorang menderita sakit seperti demam panas. Orang tersebut menurut keyakinan mereka telah disapa oleh setan-setan jahat. Untuk menyembuhkannya, setan tersebut harus diusir dan salah satu alat untuk mengusirnya dipergunakan niru. Oleh karena itu, dalam lingkungan masyaraka...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Geulayang Tunang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Geulayang Tunang terdiri dari dua kata yaitu geulayang yang berarti laying-layang dan tuning yang berarti pertandingan. Jadi geulayang tuning adalah pertandingan layang-layang atau adu layang yang diselenggarakan pada waktu tertentu. Permainan ini sangat digemari di berbagai daerah di Aceh. Mengenai nama permainan ini kadang-kadang juga ada pula yang menyebutnya adud geulayang. Kedua istilah yang disebutkan terakhir sama artinya, hanya lokasinyalah yang berbeda. Pada zaman dahulu permainan ini diselenggarakan sebagai pengisi waktu setelah mereka panen padi. Sebagai pengisi waktu, permainan ini sangat bersifat rekreatif. Oleh karena itu, permainan ini sering kali dilombakan dalam acara peringatan hari kemerdekaan RI atau event-event lainnya.

avatar
Roby Darisandi