Pada zaman dahulu kala, tersebutlah kisah Bujang Lawa beristri dua. Istri pertama putih kuning kulitnya,istri kedua hitam manis.Keduanya amat cantik, karena itu digelari “bunga kampung”. Cuma sayang, mereka belum dikaruniai anak seorang pun juga. “Mengapa?” Bujang Lawa bertanya pada dirinya sendiri. Ia kadang-kadang merasa heran, bahwa kedua istrinya itu tetap cantik juga, walau umurnya terus bertambah. Tentu sekali-sekali terbit pula rasa cemburu dihatinya, mengapa tidak? Pada setiap kali ada orang melahirkan, baik istri tua maupun istri mudanya itu suku betul keluar rumah. Pulangnya pun kerap sampai larut malam pula. Padahal istrinya itu bukanlah bidan. Konon, suatu senja bermohonlah kedua istri Bujang Lawa tersebut. “Abang,izinkanlah kami berdua ke Kampung Hilir. Ada teman sedang melahirkan disana. “Moga-moga dapat contohya juga, kami pun akan melahirkan seorang anak buat abang,” kedua istrinya itu merayu-rayu, sehingga Bujang...
Tarian dengan lenturan tubuh yang meliuk-liuk, menarik dengan nilai unsur seni yang lumayan seperti burung elang yang terbang meliuk-liuk. Syair yang dilafazkannya melahirkan nuansa magis dan dilantunkan dengan nada sederhana namun cukup membuat bulu roma berdiri. Syair itu berbunyi; Anak itik teuwai-uwai Anak la kumbang telato-lato Dai la kocik punenen buwai Olang godang pun main mato Olang ku sayang Salak kutai di tonga padang Pisang seondah cundung ke awan Menengok olang la menai-nai Tinggilah ondah munyisik awan olang Badontum bunyi kaki olang Olang badontum bunyi kaki Kaki mumakan obo muontang Badontum bunyi kaki Olang balik bualun pulang Pulang ruh pulanglah insan pulanglah badan soto nyawo Pulang katokan dalam kalimat la ilahaillah Lirik dari syair atau mantera ini dilafazkan berulang-ulang seiring dengan gerakan seperti burung terbang. Dalam ritual ini ada tarian yang dikhususkan untuk pengobatan. Menariknya, Taria...
Bahan-bahan 6 porsi 1/2 kg ikan patin Minyak goreng 7 bawang merah 6 bawang putih 1/3 bawang bombay 8 cabe merah 8 cabe hijau 1 btg sereh 2 lmbr daun jeruk 1 butir telor 1 buah tomat (tanpa biji) 1 buah jeruk nipis 1/2 lt air 1 kecap sachet kecil garam royco/penyedap rasa...
Mendu adalah salah satu kesenian khas kabupaten natuna yang berawal dari pulau laut, dan juga dikembangkan oleh orang kaya Maddun. Mendu berasal dari kata menghibur rindu atau hiburan rindu kampung halaman dan kasih sekampung. Kesenian mendu menyebar diberbagai tempat yaitu Bunguran Timur (ranai dan sepempang), Siantan (terempa dan langi), dan Mindai serta Tanjung Pinang. Keunikan dari seni Mendu ni adalah bahwa cerita yang dimainkan tanpa naskah, harus hafal diluar kepala. Dialognya disampaikan dengan nyanyian dan tarian. Semntara itu, lagu-lagu yang dinyanyikan adalah : Numu Satu, Lemak Lamun, Lakau, Catuk, Air Mawar, Jalan Kunon, Ilang Wayat, Perang, Beremas dan masih banyak yang lain. Sedangkan tariannya Ladun, Jalan Runon, Air Mawar, Lemak Lamun, Lakau, dan Beremas. Zaman dahulu para saudagar, nelayan, dan petani sangat senang menghibur diri pada malam hari. Mereka memainkan musik, nyanyian, berpantun sebagai pelepas rindu pada kampung halaman. Kata menghibur diri berubah menj...