Wanita
71 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Ganjar Ganjur
Tarian Tarian
Kalimantan Timur

Tari Ganjar Ganjur Tarian Ganjar ganjur adalah tarian tradisi budaya asli Kutai Kartanegara yang biasanya ditampilkan hanya pada upacara-upacara besar sedangkan tarian ini dibawakan oleh kerabat kesultanan sendiri,dan tarian ini ditampilkan pada acara acara seperti : Upacara Penyambutan Tamu-Tamu Agung. Upacara Adat ERAU, Upacara Adat Penambalan Sultan Kutai Kartanegara atau penobatan Sultan yang baru dan lain-lain. Tarian ini dibawakan oleh penari pria yang disebut " Beganjar" adapun penari wanita nya disebut "Beganjur",. Kostum yang digunakan oleh penari pria disebut "Miskat" untuk bagian atas (baju) dan "Dodot" untuk bagian bawah (celana). Sedangkan untuk penariwanita menggunakan pakaian "Ta’wo" untuk bagian atas (baju) dan "Tapik" untuk bagian atas. Dalam pelaksanaan tarian ini masing-masing penari membawa aksesoris tari yang disebut "Gada" untuk penari pria dan "Kipas" untuk penari wanita. Musik pengiring tari Ganjar Ganjar adalah musik gamelan yang terdiri dari "Bonang" seba...

avatar
Ridzkiagusty
Gambar Entri
Kalung Uncal
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Kalimantan Timur

Menurut sejarah, kalung Uncal yang saat ini menjadi salah satu koleksi di Museum Mulawarman kemungkinan berasal dari India. Dalam bahasa India kalung ini disebut Unchele dan di dunia ini hanya terdapat 2 buah atau satu pasang, yakni sebuah untuk pria dan sebuahnya lagi untuk wanita. Terbuat dari emas 18 karat dengan berat 170 gram dan kalung ini dihiasi dengan relief cerita Ramayana.   Kalung Uncal yang saat ini ada di India hanya sebuah saja. Menurut keterangan salah seorang duta India yang berkunjung ke Tenggarong pada tahun 1954, kalung Uncal yang ada di Kutai ini sama bentuk, rupa dan ukurannya dengan kalung Uncal yang ada di India. Sehingga, ada kemungkinan bahwa Raja Mulawarman Nala Dewa merupakan salah seorang keturunan dari Raja-Raja India di masa silam dan membawa kalung Uncal tersebut ke daerah Kutai ini.     Kalung “Uncal“ yang berada di keluarga Bangsawan Kutai Kartanegara merupakan sebuah benda pusaka turun menurun yang di...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Lahirnya Aji Batara Agung Dewa Sakti (Raja Kutai Kartanegara Pertama)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Timur

Tersebutlah didalam hikayat Kutai, bahwasanya Petinggi Jaitan Layar dengan isterinya tinggal di sebuah gunung, di tempat mana mereka membuka sebuah kebun untuk keperluan hidupnya sehari-hari. Puluhan tahun mereka hidup sebagai suami isteri, namun Dewa di khayangan belum juga menganugerahkan seorang anak pun sebagai penyambung dari keturunan mereka untuk memerintah negeri Jaitan Layar ini. Sering Petinggi Jaitan Layar beserta isterinya bertapa, menjauhi kerabat dan rakyatnya, memohon kepada Dewata untuk mendapatkan anak. Pada suatu malam ketika mereka sedang tertidur dengan nyenyaknya, terdengar suara diluar rumah yang begitu gegap gempita hingga menyentakkan mereka dari tidur di peraduan. Mereka pun bangkit membuka pintu untuk melihat apa gerangan yang terjadi diluar rumah. Nampaklah oleh mereka sebuah batu besar yang melayang dari udara menghempas ke tanah. Suasana malam yang tadinya gelap gulita kini menjadi terang benderang seakan-akan bulan purnama sedang memancar. T...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Kelambu Kuning
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Kalimantan Timur

Berbagai benda yang menurut kepercayaan orang-orang tua mengandung magis ditempatkan dalam Kelambu Kuning ini yakni : a. Kelengkang Besi Pada suatu hariketika hujan panas, petinggi yang tinggal disungai bengkalang (kecamatan Long Iram) yang bernama Sangkareak mendengar suara anak kecil yang sedang menangis. Dicarinya dan kemudian diketemukan seorang bayi yang berada didalam suatu tempat/wadah yang disebut kelengkang besi. Oleh Petinggi tadi anak tersebut dibawahnya pulang kerumah bersama dengan kelengkang besinya. b. Tajau (Guci/Molo) Tajau atau tempayan ini bernama majan yang dipakai untuk mengambil air waktu permulaan hendak memandikan Aji Batara dewa Sakti (Raja pertama dari Kerajaan Kutai Karatanegara : 1300-1325). c. Gong Raden Galuh atau Gong Maharaja Pati Tempat Aji Putri Karang Melenu bersama Keris Burit Kang diketemukan/didapat. Aji Putri Karang Melenu dalah permaisuri dari Aji Batara Agung Dewa Sakti. Gong besar ini dinamai juga Gong Maharaja Pati....

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Baju Antakusuma
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Kalimantan Timur

Pakaian adat tradisional Indonesia merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki oleh negara Indonesia dan banyak di puji oleh negara lain, dengan banyaknya suku - suku dan Provinsi yang ada di wilayah negara indonesia, maka bisa dipastikan banyak sekali baju - baju adat oleh masing - masing suku di seluruh Provinsi Indonesia.   Dalam hal ini Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura kekayaan budaya diantaranya terlihat dari beragam baju adat yang dimilikinya yang kali ini memperkenalkan salah satu pakaian adatnya berupa pakaian Pengantin yaitu Baju Antakusuma.   Baju Antakusuma yang lebih di kenal dengan Kutai Kuning adalah baju pengantin kebesaran Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, baju ini pada jaman dahulu hanya boleh di kenakan oleh kalangan bangsawan saja, sedangkan kalangan rakyat biasa tidak di perbolehkan memakainya.   Baju Pengantin Antakusuma ini di pakai saat pelaksanaan resepsi pernikahan atau lebih dikenal dengan...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Baju Kutai Setengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Kalimantan Timur

Dalam acara adat perkawinan memiliki acara khusus naek mentuha, dalam acara ini pengantin mengenakan Baju Kutai Setengah.   Baju kutai Setengah atau disebut juga Tenun Kutai Setengah adalah baju pengantin kebesaran Kutai Kartanegara juga, tetapi di pakai dalam acara khusus Naek Mentuha .   Di dalam adat perkawinan Kutai Kartanegara di kenal juga istilah naik Mintuha yang mana kedua pengantin mendatangi rumah orang tua pengantin pihak laki - laki yang di temani orang tua pengantin pihak wanita.   Kedatangan kedua mempelai beserta rombongannya disambut dengan ritual adat naik mintuha, yang mana semua di tandai mengharap restu kedua orang tua dan ridho Allah SWT sehingga menjadi rumah tangga yang sakinah, mawadah, warohmah.   Baju Kutai Setengah ini memakai riasan kepala dari Baju Antakusuma tetapi memakai busana dari Kustim atau Kutai Hitam dan untuk bawahannya memakai Tapeh Alang, tetapi tidak memakai Tapeh Pasak. 

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Tas Anjat - Samarinda - Kalimantan Timur
Ornamen Ornamen
Kalimantan Timur

Anjat, tas punggung yang terbuat dari rotan yang dibelah-belah ini merupakan hasil kerajinan anyam Suku Dayak Kenyah Bakung di Kalimantan Timur. Berbentuk seperti tabung, Anjat memiliki tinggi sekitar 70 cm dengan garis lingkaran sekitar 50 cm. Selain dipakai untuk membawa barang-barang ketika berpergian, bagi kaum pria suku Dayak, Anjat dijadikan sebagai wadah untuk perbekalan saat berburu ke hutan. Sementara itu, para wanita menggunakan anjat untuk menyimpan baju atau makanan bila pergi berkebun. Proses pembuatan Anjat tidak mudah, pertama-tama rotan harus dibelah dan dihaluskan kemudian dirangkai menjadi bentuk Anjat. Setelah itu dimulailah proses penganyaman Anjat yang dilakukan berputar dari kiri ke kanan. Dilanjutkan dengan memberi lapisan penutup dari kain, lalu diperindah dengan hiasan manik-manik yang dirangkai menjadi berbagai macam motif. Meskipun Anjat telah berkembang menjadi barang cinderamata yang sangat indah dan bernilai ekonomi tinggi, kerajinan khas suku...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Tapung
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Kalimantan Timur

Tapung merupakan topi adat suku Dayak Kenyah,Kayan,Penan,Bahau rumpun apau kayan/orang ulu yang dihiasi dengan manik-manik halus, dengan warna hitam, putih, dan kuning sebagai warna utama. Anyaman rotan sebagai dasar dengan rambut manusia pada bagian belakang topi dan kain tenun berwarna. Dihiasi pula dengan manik-manik dan juga bulu burung.  Tapung dalam bahasa kenyah dan penan mengandung arti : penutup kepala/topi. sedangkan dalam bahasa kayan di sebut lavung. Tapung terdiri dari beberapa jenis: Tapung Se' Tapung Puk Tapung Ucuk Tapung tekeleng Tapung Da' Tapung Se' ( penutup kepala/topi yang biasanya di gunakan untuk kanjet pepatai ( tari perang).  Tapung Puk ( penutup kepala mengandung arti topi bulu yang umumnya di gunakan para wanita . Tapung Ucuk  ( penutup kepala yang umumnya di gunakan para pemain sampeq/sape) Tapung tekeleng ( penutup kepala yg juga di gunakan para lelaki berpera...

avatar
Aldi Riandana
Gambar Entri
Seni Kriya Dayak
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Kalimantan Timur

Kutai Kartanegara, khususnya Suku Dayak memiliki Seni Kriya atau kerajinan tangan yang beragam. Di antaranya adalah Perisai/Kelembit, Ulap Doyo, Anjat, Bening Aban, Sumpitan, Saung, Mandau, dan Manik. Seni kriya Perisai (Kelembit) adalah berupa alat penangkis dalam peperangan melawan musuh. Perisai terbuat dari kayu yang ringan tapi tidak mudah pecah. Bagian depan perisai dihiasi dengan ukiran, namun sekarang ini kebanyakan dihiasi dengan lukisan yang menggunakan warna hitam putih atau merah putih. Ada tiga motif yang digunakan untuk menghias perisai, yakni motif Burung Enggang (Kalung Tebengang), motif Naga/Anjing (Kalung Aso’) dan motif Topeng (Kalung Udo’). Selain sebagai alat pelindung diri dari serangan musuh, perisai juga berfungsi sebagai alat penolong sewaktu kebakaran (melindungi diri dari nyala api), perlengkapan menari dalam tari perang, alat untuk melerai perkelahian, dan perlengkapan untuk upacara Belian. Kini perisai banyak dijual sebagai souvenir dan pengh...

avatar
Aldi Riandana