Adat Nusantara
353 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Asal - usul nama Kota Salatiga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Kota Salatiga, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk.   Salatiga, kota yang terletak persis di sebelah selatan Semarang, bukan hanya menjadi kota yang menghubungkan pelabuhan Semarang dan Kasunanan Surakarta. Sejak dulu, kawasan ini memang punya pengalaman historis yang panjang dan menarik.   Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkap asal-usul Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut Prasasti Plumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga...

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Batik Lasem Cina, Sebuah Akulturasi Budaya Jawa dan Cina
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

  Pakaian juga merupakan bagian dari produk budaya dan seni sebuah masyarakat. Di Nusantara, batik adalah salah satu ciri khas dan kebanggaan bangsa Indonesia yang telah diakui dan dikenal secara mendunia (termasuk wayang) dan PBB sebagai bagian dari warisan dunia. Batik  kerap dikenal sebagai kain atau pakaian khas dari daerah Jawa. Meski begitu saat ini, telah punya banyak motif dan jenis batik yang berasal dari daerah lain di seluruh Nusantara, baik yang sebelumnya memang dipengaruhi oleh etnis Jawa pada masa kuno, atau memang asli dari daerah tersebut. Batik pun juga mengalami proses akulturasi dengan budaya lain. Salah satunya adalah budaya bangsa Tiongkok.  Batik Lasem Cina  menjadi bukti nyata pembauran budaya Jawa dan Cina di Rembang, khususnya Lasem, Jawa Tengah. Batik Lasem Cina yang sering juga disebut Batik Lasem Oriental ini mensinergikan  sense of art  masyarakat Jawa dan China. Mereka berpadu mengkreasi stailisasi ornamen Cin...

avatar
Meylan Oktaviani
Gambar Entri
Guci khas Yogyakarta
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

Warna cokelat tanah adalah salah satu karakteristik dari ornamen khas kota Gudeg ini. Tanah liat adalah bahan baku utama dalam proses produksi ornamen ini. Dalam proses pembuatannya juga terkadang diberikan corak khusus yang berisi tentang cerita kuno khas tanah Yogyakarta. Ukuran dari ornamen ini bisa dari se-ukuran vas bunga, hingga seperti gentong. Fungsi lain dari ornamen ini disamping sebagai hiasan, salah satunya sebagai alat pelengkap upacara adat tradisional. bisa kita temukan dalam upacara syukuran khas Yogyakarta, ornamen ini digunakan sebagai tempat dupa yang dibakar. ornamen ini juga salah satu jenis ornamen tertua yang ada di Yogyakarta. 

avatar
Didi Danarkusumo
Gambar Entri
Bahasa Jawa Kuno
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Bahasa Jawa Kuno Bahasa Jawa Kuno adalah bahasa yang sangat penting dalam perkembangan karya sastra di Nusantara khususnya Sastra Jawa. Bahasa Jawa Kuno diduga digunakan sejak abad ke 9. Hal tersebut ditandai dengan adanya Prasasti Sukabumi. Sementara itu, dari bukti berupa naskah, ada sebuah naskah bercerita tentang Ramayan yang menggunakan bahasa Jawa Kuno. Sampai saat ini belum ditemukan kembali bukti yang lebih tua yang menunjukan eksistansi bahasa Jawa Kuno sebelum abad ke 9. Apakah ada hubungan antara bahasa Jawa Kuno dengan bahasa Sansekerta? Bahasa Jawa Kuno merupakan bahasa yang ada di nusantara. Bahasa Jawa Kuno termasuk dalam kelompok linguistis Austronesia. Sedangkan bahasa Sansekerta adalah salah satu bahasa yang ada di India. Memang ada pengaruh bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Jawa Kuno. Menurut Juynboll (Zoetmulder,1983:8) terdapat ribuan kata Sansekerta yang bisa ditemukan di bahasa Jawa Kuno. Namun dari ribuan tersebut tidak semuanya memiliki arti yang sam...

avatar
Yohanesadityawahyutomo
Gambar Entri
Tradisi Dugderan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

              Dugderan adalah sebuah upacara yang menandai bahwa bulan puasa telah datang. Dugderan dilaksanakan tepat 1 hari sebelum bulan puasa. Kata Dugder diambil dari perpaduan bunyi dugdug dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan derr. Kegiatan ini meliputi pasar rakyat yang dimulai sepekan sebelum dugderan. Karnaval yang diikuti oleh pasukan merah-putih, drumband, pasukan pakaian adat “BHINNEKA TUNGGAL IKA”, meriam, warak ngendok dan berbagai potensi kesenian yang ada di Kota Semarang. Ciri khas acara ini adalah warak ngendok, sejenis binatang rekaan yang bertubuh kambing berkepala naga serta kulit sisik emas. Visualisasi warak ngendok dibuat dari kertas warna – warni. Acara ini dimulai dari jam 08.00 sampai dengan maghrib di hari yang sama juga diselenggarakan festival warak dan Jipin Blantenan.

avatar
Atika Amalina
Gambar Entri
Naskah Pustakaraja
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

  Naskah Pustakaraja merupakan koleksi dari beberapa perpustakaan di Indonesia maupun luar Indonesia. Perpustakaan yang memiliki koleksi ini antara lain: Perpustakaan Universitas Indonesia, Perpustakaan Sonobudoyo dan Perpustakaan Universitas Leiden. Serat Pustakaraja berasal dari Surakarta di tulis oleh Rangga Warsita seorang pujangga abad ke 18-19. Naskah tersebut merupakan buah pemikiran Rangga Warsita mengenai dongeng, ramalan di masa yang akan datang, legenda, dan segala hal mengenai kehidupan Jawa. Seperti yang ditulis pada Literature of Java, di masanya Serat ini bisa dianggap sebagai ensiklopedi Jawa. Saat itu karya tersebut  sangat dihargai oleh para sastrawan Jawa. Pustakaraja memuat cerita carangan dari cerita Ramayana dan Mahabharata dalam versi Jawa. Berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa tertuang disini. Serat Pustaka Raja ditulis di Surakarta dan Yogyakarta antara 1884 dan 1892. Naskah Pustakaraja telah dicatat dalam Katalog Induk Naskah-naskah Nu...

avatar
Sulistiani
Gambar Entri
pakaian adat jawa tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Pria             : Bagi pria memakai baju beskap serta di bagian kepala memakai blangkon. Dan, bawahannya memakai kain jarik yang pemakaiannya dlapisi stagen agar tidak mudah lepas. Selain itu, juga membawa keris yang disematkan pada stagen. Wanita        : Pakaian adat Jawa Tengah bagi wanita adalah memakai baju kebaya yang dipadu dengan kain jarik. Lalu, kain itu ditutup menggunakan stagen atau kain yang dililit di perut agar kain tidak mudah lepas. Untuk menutup stagen, wanita Jawa Tengah memakai selendang berwarna pelangi dari kain tenun berwarna semarak/cerah.

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Pakaian Adat Jawa tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Pria             : Bagi pria memakai baju beskap serta di bagian kepala memakai blangkon. Dan, bawahannya memakai kain jarik yang pemakaiannya dlapisi stagen agar tidak mudah lepas. Selain itu, juga membawa keris yang disematkan pada stagen. Wanita        : Pakaian adat Jawa Tengah bagi wanita adalah memakai baju kebaya yang dipadu dengan kain jarik. Lalu, kain itu ditutup menggunakan stagen atau kain yang dililit di perut agar kain tidak mudah lepas. Untuk menutup stagen, wanita Jawa Tengah memakai selendang berwarna pelangi dari kain tenun berwarna semarak/cerah.  

avatar
Meta Indriyani Kurniasari
Gambar Entri
baju adat jawa tengah
Alat Musik Alat Musik
Jawa Tengah

Jenis busana dan kelengkapannya yang dipakai oleh kalangan wanita Jawa, khususnya di lingkungan budaya Yogyakarta dan Surakarta, Jawa Tengah adalah baju kebaya, kemben dan kain tapih pinjung dengan stagen. Baju kebaya dikenakan oleh kalangan wanita bangsawan maupun kalangan rakyat biasa baik sebagai busana sehari-hari maupun pakaian upacara. Pada busana upacara seperti yang dipakai oleh seorang garwo dalem misalnya, baju kebaya menggunakan peniti renteng dipadukan dengan kain sinjang atau jarik corak batik, bagian kepala rambutnya digelung (sanggul), dan dilengkapi dengan perhiasan yang dipakai seperti subang, cincin, kalung dan gelang serta kipas biasanya tidak ketinggalan.   Untuk busana sehari-hari umumnya wanita Jawa cukup memakai kemben yang dipadukan dengan stagen dan kain jarik. Kemben dipakai untuk menutupi payudara, ketiak dan punggung, sebab kain kemben ini cukup lebar dan panjang. Sedangkan stagen dililitkan pada bagian perut untuk mengikat tapihan pinjung ag...

avatar
Rangga Sinatra