kemerdekaan
88 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Domyak Kesenian Khas Purwakarta
Ritual Ritual
Jawa Barat

Kata  Domyak  merupakan singkatan dari Bo do r yang diiringi  M usik dan ngarampa yak  (tari).             Seni Domyak Atau sebutan lain dari Buncis ini merupakan salah satu bentuk kesenian yang berkembang di beberapa daerah Purwakarta, diantaranya di Desa Pasir angin Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta. Awal munculnya seni Domyak ini merupakan sebuah acara ritual permohonan turun hujan..  Pada masa ini masyarakat setempat memiliki suatu kepercayaan untuk memohon turun hujan melalui acara tarian. Acara ini dimulai dengan arak-arakan menuju sumber mata air. Agar suasana arak-arakan tersebut labih berkesan, mereka mengiringinya dengan tetabuhan alat-alat musik yang ada diantaranya angklung, dogdog, bedug, ketuk, kecrek, dan lain-lain.              Pada perkembangan selanjutnya kariaan arak-arakan tersebut tidak dilakukan saa...

avatar
Megantari Putri Gunadinnusa
Gambar Entri
Suku Sunda
Ornamen Ornamen
Jawa Barat

Suku Sunda  adalah kelompok  etnis  yang berasal dari bagian barat pulau  Jawa ,  Indonesia , dengan istilah  Tatar Pasundan  yang mencakup wilayah administrasi provinsi  Jawa Barat ,  Banten ,  Jakarta ,  Lampung  dan wilayah barat  Jawa Tengah  ( Banyumasan ). Suku Sunda merupakan etnis kedua terbesar di Indonesia. Sekurang-kurangnya 15,2% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Jika  Suku Banten  dikategorikan sebagai sub suku Sunda maka 17,8% penduduk Indonesia merupakan orang Sunda. Mayoritas orang Sunda beragama  Islam , akan tetapi ada juga sebagian kecil yang beragama  Kristen ,  Hindu , dan  Sunda Wiwitan (Jati Sunda). Agama Sunda Wiwitan masih bertahan di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda, seperti di Kuningan dan masyarakat  suku Baduy  di Lebak  Banten  yang berkerabat dekat dan dapat dikategorikan sebagai suku Sunda. Jati diri yang mempersa...

avatar
Talithaya Yurdhika
Gambar Entri
Tari Sampiung
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tontonlah Tari Sampiung yang dipertunjukkan sebagai kelengkapan upacara hari-hari penting seperti Seren Taun, Pesta Panen, Ngaruat, Rebo Wekasan, bahkan pada hari raya kenegaraan seperti pada perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan RI. Asal mula nama Tari Sampiung karena lagu pengiringnya berjudul Sampiung. Kadang disebut juga Tari Ngekngek, karena waditra pengiringnya adalah Tarawangsa (alat Gesek, seperti Rebab) yang biasa disebut Ngekngek. Sebagian orang menyebutnya Tari Jentreng, karena salah satu waditra pengiringnya adalah Jentreng, yaitu alat petik berupa kacapi dengan ukuran kecil, yang juga biasa dipinjam namanya untuk nama tarian yang ditampilkan. Anda dapat menikmati Tari Sampiung ini di ruang tertutup, seperti di rumah yang mempunyai ruangan luas, di bale atau pendopo. Di depan penabuh ditempatkan sesajen beserta pedupaan, dan di depannya sesajen arena untuk menari, dengan para penari duduk mengitari penabuh dan sesajen menunggu giliran menari. 

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

1. Lokasi dan Lingkungan Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar adalah sebuah kampung adat yang mempunyai ciri khas dalam lokasi dan bentuk rumah serta tradisi yang masih dipegang kuat oleh masyarakat pendukungnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar disebut masyarakat kasepuhan. Istilah kasepuhan berasal dari kata sepuh dengan awalan /ka/ dan akhiran /an/. Dalam bahasa Sunda, kata sepuh berarti \\\'kolot\\\' atau \\\'tua\\\' dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan pengertian ini, muncullah istilah kasepuhan, yaitu tempat tinggal para sesepuh. Sebutan kasepuhan ini pun menunjukkan model \\\'sistem kepemimpinan\\\' dari suatu komunitas atau masyarakat yang berasaskan adat kebiasaan para orang tua (sepuh atau kolot). Kasepuhan berarti \\\'adat kebiasaan tua\\\' atau \\\'adat kebiasaan nenek moyang\\\'. Menurut Anis Djatisunda (1984), nama kasepuhan hanya merupakan istilah atau sebutan orang luar terhadap kelompok sosial ini yang pada masa lalu...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kelom Geulis khas Tasikmalaya
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Barat

Selain  Nasi Tutug Oncom , produk tradisional dan bersejarah lainnya yang berasal dari Tasikmalaya adalah kerajinan tangan. Banyak kerajinan tangan tradisional yang dibuat oleh masyarakat Tasikmalaya dari dulu hingga kini, seperti anyaman bambu, anyaman mendong, payung geulis, tikar dan  Kelom Geulis .   Produk kerajinan tersebut harus bersaing ketat dengan berbagai produk modern. Misalnya saja  Kelom Geulis  yang sekarang terus dikembangkan, baik dari segi desain maupun kualitasnya tanpa menghilangkan ciri khasnya sehingga dapat bersaing dengan sandal-sandal modern.   Apa itu kelom geulis? Kata  kelom  menurut sebagian masyarakat berasal dari bahasa Belanda yaitu  kelompen  yang berarti sandal kayu. Sedangkan istilah  Kelom Geulis  berasal dari bahasa Sunda yang berarti sandal kayu cantik.  Kelom Geulis  biasanya dipakai pada acara tertentu atau resmi.   Keunikan bentuk&...

avatar
Hanifah P. Darmawanti
Gambar Entri
Situs Tugu Sukaraja
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Secara administratif terletak di Kampung Tugu, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja. Kampung ini terletak pada daerah perbukitan dengan permukaan tanah yang bergelombang. Secara astronomis terletak pada koordinat 6°55’02 LS dan 106°58’33” BT.    Tugu Sukaraja terletak di pinggir jalan raya yang menghubungkan Kecamatan Sukaraja – Kecamatan Geger Bitung. Jalan raya ini juga memisahkan wilayah yang satu dengan wilayah lainnya dari Desa Pasirhalang. Lokasi yang terletak di pinggir jalan raya ini membuat Tugu Sukaraja sangat mudah dijangkau. Pada masa sekitar Proklamasi Kemerdekaan, tugu ini pernah menjadi batas demarkasi antara tanah jajahan dan tanah yang dikuasai Republik Indonesia.   Objek purbakala tersebut dinamai oleh masyarakat sebagai tugu dan ada juga yang menyebut ’Tugu Embah Demang’. Objek tersebut adalah tinggalan budaya manusia dari tradsisi megalitik pada masa prasejarah. Objek yang dimaksud berupa...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
EGRANG
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantaiatau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun[1]. Egrang di Indonesia biasa dimainkan ataupun dilombakan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Egrang dengan versi lain juga dimainkan pada saat upacara sunatan.

avatar
Nurulhanif
Gambar Entri
Kue Aci Kering ( Kue Maezena)
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

            Untuk kue kering dari aci ini pada umumnya menggunakan bahan sagu sebagai bahan aci, tetapi kali ini kita menggunakan bahan tepung jagung (maizena). Maizena atau tepung jagung merupakan salah satu tepung yang dapat juga digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kue maupun roti serta bahan masakan lainya. Untuk membuat kue ini relatif mudah dengan bahan yang mudah di dapat. Berikut ini adalah bahan-bahan untuk membuat kue aci kering ( kue maizena) Bahan Kue Aci Kering ( Kue Maizena) : 375 ml santan yang diperoleh dari parutan 1 butir kelapa. 200 gr gula pasir 200 gr gula merah 200 gr mentega 2 bungkus vanili untuk menambah aroma 2 kuning telur 1 kuning telur yang digunakan untuk mengoles 1 kg aci yang berasal dari tepung maizena yang telah disangrai   Cara Membuat Kue Aci Kering (Kue Maizena) : Rebus santan dan dicampur gula merah...

avatar
Iklimah
Gambar Entri
Tape Ketan Khas Kuningan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

                      Kabupaten Kuningan sejak awal Kemerdekaan sudah dikenal di mancanegara. Saat itu, perjanjian Linggajati dilaksanakan di Linggajati orang lebih mengenalnya dengan nama Linggarjati Kab. Kuningan.      Alam Kab. Kuningan juga sudah banyak dikenal dan dinikmati oleh masyarakat, khususnya para wisatawan. Banyak makanan khas Kabupaten Kuningan semacam opak yang oleh masyarakat disebutnya beca dan yang paling populer peuyeum ketan.      Khusus peuyeum ketan, para wisatawan banyak yang doyan. Bahkan, mereka banyak yang membelinya sebagai buah tangan bagi keluarganya di rumah. Rasa peuyeum ketan Kuningan ini berbeda dari produk daerah lain. Luar biasa. Manisnya pas di lidah. Peueutnya (air peuyeum) banyak digemari dan menjadi idola.      Para pedagang kuliner di Kuningan, umumnya selalu menjual...

avatar
Iklimah