Tari Malulo atau Lulo adalah tari tradisional yang berasal dari daerah Tolaki, Sulawesi Tenggara. Tarian tradisional Malulo disebut juga sebagai tarian persahabatan. Pada zaman dulu, tarian ini dilakukan pada upacara-upacara adat, seperti, pernikahan, pesta panen raya, dan upacara pelantikan raja yang diiringi oleh alat musik pukul, yaitu, gong. Tarian ini dilakukan oleh pria, wanita, remaja, dan anak-anak yang saling berpegangan tangan, menari mengikuti irama gong sambil membentuk sebuah lingkaran. Filosofi Tarian malulo ini adalah persahabatan yang biasa ditujukan kepada muda-mudi Suku Tolaki sebagai ajang perkenalan, mencari jodoh, dan mempererat tali persaudaraan. Tarian Tradisional Malulo ini dilakukan dengan posisi saling bergandengan tangan dan membentuk sebuah lingkaran. Peserta tarian tidak dibatasi oleh usia maupun golongan, siapa saja boleh ikut serta dalam Tarian Malulo. Dalam tarian ini yang perlu perlu diperhati...
Tolaki adalah salah satu suku yang ada di Sulawesi Tenggara, dimana di sulawesi tenggara terdapat 4 suku yaitu Muna, Buton, Tolaki dan Wolio. Suku Tolaki mendiami daerah yang berada di sekitar kabupaten Kendari dan Konawe. Suku Tolaki berasal dari kerajaan Konawe. Masyarakat Tolaki umumnya merupakan peladang dan petani yang handal, hidup dari hasil ladang dan persawahan yang di buat secara gotong-royong keluarga. Raja Konawe yang terkenal adalah Haluoleo (delapan hari). Masyarakat Kendari percaya bahwa garis keturunan mereka berasal dari daerah Yunan Selatan yang sudah berasimilasi dengan penduduk setempat, walaupun sampai saat ini belum ada penelitian atau penelusuran ilmiah tentang hal tersebut. Karena masyarakat tolaki hidup berladang dan bersawah, maka ketergantungan terhadap air sangat penting untuk kelangsungan pertanian mereka. untunglah mereka memiliki sungai terbesar dan terpanjang di provinsi ini. Sungai ini dinamai sungai Konawe. yang membela...
Diakui masyarakat Mandar memiliki banyak tradisi unik. Salah satunya ialah kegemaran mereka memainkan alat musik rebana. Kebiasaan inilah yang kemudian dinamakan marrawana / parrawana atau yang artinya bermain rebana. Kegiatan ini dilakukan setiap ada acara pesta perkawinan ataupun khataman Alquran. Parrawana inilah yang erat kaitannya dengan Sayyang Pattu'du di mana sang kuda dapat menari dengan mendengar iringan suara rebana yang begitu apik dimainkan oleh orang Mandar. Sumber : https://news.okezone.com/read/2016/02/18/340/1315004/mengenal-lima-tradisi-unik-suku-mandar-di-sulawesi-barat?page=2
Pertunjukan yang singkat, namun mengesankan. Sekiranya itu yang bisa kami simpulkan, karena sang mestro sendiri baru kali pertama massayyang-sayyang setelah fakum sejak puluhan tahun lalu. Perlu diketahui, massayang-sayyang merupakan salah satu pertujukan musik tradisional dimana seseorang atau passayyang-sayang, begitu sebutanya menyanyikan sebuah lagu yang liriknya dibuat tanpa direncanakan, jadi lirik atau sayair yang dibawakan mengalir begitu saja. Dan biasanya passayang-sayyang mendapat inspirasi dari penonton yang sedang menyaksikan, jadi jangan heran jika passayyang-sayyang menyebut ciri-ciri anda. Itu berarti andalah yang sedang dibicarakan. Nah’ ini juga yang ditunggu para penonton perihal siapa yang jadi bahan syair selanjutnya, maka bersiaplah anda tersipu malu. Live performance sang maestro saat itu tidak dilewatkan begitu saja oleh tommuane towaine KPBWM, rekeman video jadi dokumentasi tuk mengabadikan moment tersebut. Dua buah lagu jad...
Alat musik yang satu ini sangat unik karena terbuat dari Buah Kelapa. Alat musik tradisional ini memiliki bunyi seperti marimba namun perbedaannya terdapat pada nada yang di hasilkan sangat kuat dan tinggi, komposisi yang dibutuhkan untuk sebuah calung adalah buah kelapa serta bambu dan lidi. nada yang terdapat pada calung bersifat pentatonic atau nadanya hanya empat dan nadanya pun tersusun dengan aturan tradisional tidak tersusun seperti pada tuts piano yang secara berurutan memiliki nada yang semakin tinggi. Hal ini berbeda dengan calung yang ada di mandar, nadanya tersusun sesuai dengan kondisi yang pertama kali alat ini tercipta namun pada masa sekarang ini para seniman sudah menciptakan Calung yang bernada lengkap atau bisa kita sebut Diatonis karena memiliki nada yang cukup untuk bisa berkolaborasi dengan alat musik moderen dan lebih aktif dalam arransment karena memiliki banyak nada yang senada dengan alat musik yang umum seperti guitar. namun keberadaan alat...
Kacaping adalah alat musik yang paling sakral di tanah Mandar. Alat musik ini dianggap sakral karena ia hanya di mainkan pada saat upacara adat dan hajatan, alat musik ini pun kala dimainkan memiliki pesan pesan bijak mengenai Agama, Hukum, Cinta, bahkan etika Sosial dan banyak lagi hal-hal yang lain yang dapat kita jadikan pelajaran dalam pesan pesan yang mereka lahirkan dari permainan Kacaping tersebut. Alat muisk ini seperti berbentuk perahu tradisional Mandar yaitu Lopi Sandeq yang kecepatannya melampaui perahau mesin bila berada di lautan lepas. alat musik Kacaping ini memiliki dua senar saja, di mana senarnya hanya berbahan kawat saja yang mudah di temukan di pasar lokal bahkan banyak terdapat di toko bangunan. Alat musik kecapi ini yang bentuknya menyerupai perahu tercepat di mandar bahkan di Dunia ini memiliki bentuk yang sangat mengesankan berbentuk ramping dan panjang. cara memainkannya sama dengan gitar pada umunya namun cara memainkannya...
Alat musik yang berikut ini adalah alat musik tiup yang dikenal sebagai Keke , alat musik inilah yang bila dimainkan oleh Maestro di mandar akan sangat memberikan suasana mandar yang dahulu kala. nada nada yang di mainkan sangat menarik dan penuh penjiwaan hal ini sangat sulit karena dimainkan dengan circle atau tanpa nada terputus selama dimainkan. jadi sembari memainkan nada yang ada pada alat musik itu tanpa berhenti saat itupula pemain harus profesional untuk mengambil nafas agar tetap nada tidak sumbang kedengarannya. alat musik ini seperti Saxofone nada yang ada pada alat musik ini hanya berjumlah lima nada. Inilah bentuk keke paada umumnya yang ada di Mandar tercinta. Sumber : http://ainunnurdin.blogspot.co.id/2017/02/kumpulan-alat-musik-tradisional-mandar.html
Alat musik yang berikut ini adalah alat Musik Gongga Lawe. Alat musik ini cukup unik karena dimainkan dengan menggunakan rongga mulut sebagai resonansi suara untuk mencapai getaran yang dapat menghasilkan nada atau suara yang memiliki dinamika tersendiri. alat musik gongga lawe memiliki kesulitan yang berbeda dan alat musik ini menghasilkan nada dari getaran dari alat musik keke. keke terbuat dari pohon aren yang kalau di mandar di sebut ponna manyang. tingkat kesulitan membuat alat musik ini cukup susah dan hanya para Maestrolah yang bisa membuat alat musik ini. alat musik keke sama seperti karinding yang ada pada suku sunda namun cara memainkannya berbeda karena di mandar suara yang di hasilkan agak lebih besar dan kaya akan dinamika pola nada yang seperti iringan musik parade. A lat musik ini konon ceritanya dimainkan orang orang dulu untuk meniringi para gadis gadis yang bepergian ke sungai untuk mandi dan mengambil air untuk kebutuhan di rumah. Sumber : http://ain...
Rebana adalah alat musik tradisional masyarakat Sulawesi Barat yang termasuk dalam jenis alat musik membrapon, yaitu musik tersebut menggunakan kulit sebagai sumber bunyi atau selaput tipis yang direntangkan. (Solihing, Ibid: 95). Rebana dalam bahasa Sulawesi Barat disebut dengan rawana, sedangkan dalam bahasa Arab disebut Lafud. Kehadirannya sebagai alat musik tradisional merupakan penggabungan budaya antara budaya Arab dan budaya Mandar. Sekitar abad ke 17 yang lalu atau zaman pemerintahan raja Mandar yang ke IV Daetta , anak pertama dari raja ke II Tomeppayung, Cucu Raja Mandar I Imanyambungi ( Todilaling). Wilayah ini menjadi salah satu target untuk menciptakan sebuah paham yang konon adalah paham melawan animisme atau zaman penyembahan berhala, pengaruh itu tidak lain kalau bukan pengaruh budaya Arab, (Ibu Cammana, 31 juli 2003) Sumber : https://www.tradisikita.my.id/2016/08/5-alat-musik-tradisional-sulawesi-barat.html