Dodoi si Dodoi Buah hatiku junjungan jiwa Buah hatiku junjungan jiwa Tidurlah tidur ya anak Ibu dodoikan ya sayang (2x) Dodoi si dodoi Dodoi si dodoi Janganlah anak suka menangis Janganlah anak suka menangis Ayahmu jauh ya anak dirantau orang ya sayang (2x) Dodoi si dodoi Dodoi si dodoi Tidurlah anak dalam ayunan Tidurlah anak dalam ayunan Tidurlah nyenyak ya anak Sambil kubuai ya sayang (2x) Dodoi si dodoi http://liriknusantara.blogspot.com/2013/11/dodoi-si-dodoi.html
Suku Talang Mamak adalah Suku pedalaman di daerah Jambi. Suku ini tersebar di 4 kecamatan yaitu Batang Gansal, Cenaku, kelayang dan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu dan di Dusun Semarantahin, Desa Suo-Suo Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo. Talang memiliki arti Ladang dan mamak itu adalah Ibu. Secara umum Talang Mamak memiliki arti ladang milik ibu. Masyarakat Talang Mamak merupakan golongan proto Melayu atau melayu kuno. Suku Talang Mamak biasa di sebut “Suku Tuha”. Mereka adalah suku yang datang pertama di Indragiri dan berhak atas sumber daya. Pada tahun 200, jumlah masyarakat Talang Mamak sekitar 6418 jiwa. Dalam segi kepercayaan, mayoritas suku Talang Mamak masih memeluk agama kepercayaan yaitu Animisme. Agama kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Talang Mamak disebut Langkah lama. Agama kepercayaan tersebut mengajarkan kepada masrakata Talang Mamak untuk berorientasi pada pemujaan roh (Animisme) ninik-datuk (nenek moyang) dan mahkluk...
Nasi gemuk merupakan nasi yang dikukus dengan santan kelapa. Jika Jawa memiliki nasi uduk, maka Sumatra khususnya jambi mempunyai nasi gemuk. Tampilan nasi gemuk dan nasi uduk memang benar-benar mirip. Nasi gemuk pun biasa dijadikan menu andalan saat sarapan, sama dengan nasi uduk. Nasi gemuk ini juga dikenal di Malaysia dan Singapura, hanya saja sebutannya adalah nasi lemak. Seporsi nasi gemuk biasanya dijual dengan harga 4 ribu sampai dengan 6 ribu rupiah saja. Sangat murah. Sumber : http://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-jambi/
Jika mendengar nama dari kuliner yang satu ini pastilah sangat asing ditelinga kita. Memang unik kuliner yang satu ini, selain bentuknya yang unik seperti buaya penyajian dari kue ini pun terbilang cukup unik karena disajikan dalam wadah yang berbentuk seperti sisik buaya. Untuk bahannya sendiri, kue ini terbuat dari tepung ketan yang kemudian diberi pasta yang diisi gula merah serta kelapa parut yang dilumuri santan kelapa. Kuliner yang satu ini sangatlah cocok dinikmati oleh para pencinta kuliner manis. Kuliner ini memiliki rasa manis yang berasal dari gula merah ditambah lagi dengan rasa gurih yang berasal dari santan membuat kuliner yang satu ini menjadi kuliner istimewa yang harus kamu cicipi jika sedang berada dijambi. Sumber : http://nurfaizianshori.blogspot.com/2017/03/15-makanan-dan-minuman-khas-jambi-yang.html
Di Jambi dahulunya pernah berdiri tiga kerajaan Melayu, dua diantaranya bercorak Buddha yaitu Kerajaan Malayu (Melayu kuno) kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya (Melayu muda), dan terakhir adalah Kesultanan Jambi yang bercorak islam (Melayu Islam). Salah satu saksi dari keberadaan Kerajaan Melayu Kuno di Jambi adalah kompleks Percandian Muaro Jambi, yang terletak di desa Muaro Jambi Kec. Muaro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi.Diperkirakan candi-candi dilokasi situs sejarah candi Muaro Jambi mulai dibangun sejak abad ke- 4M. sampai sekarang disitus candi Muaro Jambi telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri dari kurang lebih 39 kelompok candi dengan luas komplek percandian 2.612 hektar. Dikawasan ini terdapat beberapa candi yang berhasil di pugar diantaranya : Candi Kedaton, Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi II, Candi Astano, Candi Kembar Batu, Candi Gedong I, Candi Gedong II, Candi Koto Mahligai dan Kolam Telago Rajo. Seluruh bangunan candi...
Jauh sebelum abad masehi etnis melayu setelah mengembangkan suatu corak kebudayaan melayu pra sejarah di wilayah pengunungan dan dataran tinggi. Masyarakat pendukung kebudayaan melayu pra sejarah adalah suku Kerinci dan suku Batin. Orang kerinci di perkirakan telah menepati caldera danau kerinci sekitar tahun 10.000 SM sampai tahun 2000 SM. Suku Kerinci dan termasuk juga suku Batin adalah suku tertua di Sumatera. Mereka telah mengembangkan kebudayaan batu seperti kebudayaan Neolitikum. Kehadiran agama budha sekitar abad 4 M telah mendorong lahir dan berkembangnya suatu corak kebudayaan buddhis. Kebudayaan ini diidentifikasikan sebagai corak kebudayaan melayu kuno. Masyarakat pendukung kebudayaan melayu buddis yang masih ada di Jambi adalah suku anak dalam (kubu). Namun peningalan momental kebudayaan melayu Buddishis adalah bangunan candi-candi yang tersebar dikawasan daerah aliran sungai (DAS) batanghari, salah satu di antaranya ialah situs candi muara Jambi. Pada masa kebudayaan bud...
Bahan: 250 gram kwetiau basah, lumuri dengan minyak goreng 4 sdm minyak goreng untuk menumis 1 lembar daun pandan, simpul 1 buah dada ayam, potong dadu 5 batang daun kemangi Gula pasir dan garam secukupnya Bumbu Halus: 7 butir bawang merah 5 siung bawang putih 2 ruas jari jahe 1 sdt lada 4 butir kemiri 2 buah cabai merah 8 buah cabai keriting 3 ruas kunyit Cara membuat: Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan daun pandan hingga harum. Tambahkan ayam dan masak hingga berubah warna. Masukkan gula pasir, garam, kemangi, dan kwetiau, aduk rata. Siap disajikan. Sumber : Facebook "Resep Masakan"
Bahan: 400 gram kwetiau basah, lumuri dengan minyak goreng 4 sdm minyak goreng untuk menumis 2 sdm minyak wijen untuk menumis 3 siung bawang putih, cincang halus 1/2 buah bawang bombai, iris tipis 2 ruas jahe, memarkan 200 gram udang, kupas 500 ml air 3 sdm saus sambal 2 ikat sawi hijau, potong Garam dan gula pasir secukupnya Cara membuat: Panaskan minyak goreng dan minyak wijen, tumis bawang putih, bawang bombai, dan jahe hingga harum. Masukkan udang, masak hingga berubah warna. Tuang air, saus sambal, garam, dan gula pasir, aduk rata. Masak hingga mendidih. Tambahkan sawi hijau dan kwetiau, aduk rata. Siap disajikan. Sumber : Facebook "Resep Masakan"
Bahan: 1 l air, untuk merebus 1 ekor (900 g) ayam kampung, potong dua 3 lembar daun salam 3 cm lengkuas, memarkan 3 batang serai, memarkan 3 cm jahe, memarkan 1½ sdt garam ½ sdt gula pasir 750 ml santan kental, dari 1 butir kelapa 250 g suun, rendam air hangat, tiriskan Bumbu, haluskan: 12 butir bawang merah 4 siung bawang putih 4 butir kemiri, sangrai 1 sdt merica putih butiran Taburan: Bawang daun, iris tipis Kacang kedelai goreng Bawang merah goreng Pelengkap: Sambal rawit merah rebus Jeruk nipis Cara Membuat: Rebus semua bahan kecuali santan bersama bumbu halus di atas api sedang. Masak hingga ayam matang. Angkat ayam. Goreng di dalam minyak banyak dan panas hingga kecokelatan. Angkat. Tiriskan. Suwir-suwir. Tuang santan ke dalam kaldu. Masak hin...