monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
184 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari gegerit #DaftarSB19
Tarian Tarian
Sumatera Selatan

Tari Gegerit merupakan tari tradisional Lahat yang menceritakan tentang perjuangan kaum perempuan dalam menghadapi penjajahan. Gegerit diambil dari kata "gerit" dalam bahasa suku serawai yang berarti menghilangkan rasa gerit atau kesemutan pada anggota badan kedua pengantin yang sudah duduk lama dalam penghumput tempat acara seni dendang untuk diajak nari andun. Acara gegerit dalam bimbang adat ini digandeng dengan acara seni dendang. Secara etimologi, kata Gegerit dapat diartikan dengan lelah atau capek, atau sepadan artinya dengan kata kaku. Pengertian kaku mengacu pada gerakan tari gegerit yang cenderung patah-patah dan kaku. Tari gegerit mengandung amanat yang dalam tentang perjuangan para perempuan Lahat dalam melawan penjajahan. Kandungan amanat tersebut tergambar dalam gerakan para penari ketika menggenggam kudok, senjata tradisional masyarakat Sumatera Selatan. Amanat tersebut masih relevan dengan keadaan saat ini, sehingga menjadikannya sebagai makhluk inferior di masyara...

avatar
Viscargt
Gambar Entri
Al Qur'an Al Akbar #DaftarSB19
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

Al Qur'an Al Akbar merupakan Al Qur'an terbesar dan pertama di dunia saat ini yang terletak di kecamatan Gandus Kota Palembang Sumatera Selatan.  Al Qur'an Al Akbar dibuat dengan 30 Juz ayat suci Al Qur'an yang berhasil dipahat/diukir khas Palembang dalam lembar kayu dimana masing-masing lembar ukuran halamannya 177x140x2,5 cmdan tebal keseluruhannya termasuk sampul mencapai 9 meter. Proses pembuatan Al Qur'an Al Akbar ini menghabiskan kuranr g lebih 40 meter kubik kayu tembesu dengan biaya lebih dari 1 milyar rupiah. Setiap lembar terpahat ayat suci Al Qur'an pada warna dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning dengan ukuran motif kembang dibagian tepi ornamen khas palembang yang sangat indah. Al Qur'an Al Akbar/raksasa ini dibuat oleh Kiagus Syofwatillah Mohzaib pada tanggal 10 Ramadhan 1422 H/2002 Masehi. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu relatif lama , sekitar tujuh tahunan sebelum dipublikasikan&n...

avatar
LIA JANUASTUTI
Gambar Entri
Batu Macan Kutukan Si Pahit Lidah #DaftarSB19
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Secara ilmiah, cerita rakyat peninggalan Si Pahit Lidah sebenarnya hanya imbuhan, karena para pakar arkeologi sejak zaman penjajahan Belanda hingga kini masih terkagum-kagum dan takjub dengan peninggalan budaya masa lampau, yang konon ditaksir sudah ada sejak beratus-ratus tahun silam itu.  Tapi cerita masyarakat Sumsel, arca batu yang bertahtahkan torehan bentuk manusia, bahkan kapal batu di laut, dan sebuah goa merupakan bukti kutukan yang pernah dilakukan Si Pahit Lidah pada zamannya. Batu macan adalah salah satu mitos peninggalan kutukan si pahit lidah. Patung Batu Macan terdapat di Kecamatan Pulau Pinang, Kota Lahat, sudah ada sejak zaman Majapahit pada abad 14. Batu macan ini merupakan simbol sebagai penjaga (terhadap perzinahan dan pertumpahan darah) dari 4 daerah, yaitu: Pagar Gunung, Gumai Ulu, Gumai Lembah dan Gumai Talang. Menurut Wikipedia berdasarkan keterangan yang diperoleh dari penjaga situs setempat, kisah batu macan terkait dengan legenda...

avatar
LIA JANUASTUTI
Gambar Entri
Tari Pagar Pengantin #DaftarSB19
Tarian Tarian
Sumatera Selatan

Tari Pagar Pengantin ialah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki unsur-unsur seni sastra dan keindahan budaya. Tarian ini biasanya dipertunjukan pada acara resepsi pernikahan adat Palembang dan Sumatera Selatan pada umumnya. Selain itu tarian ini memiliki fungsi sebagai Tari Penyambutan kepada seluruh tamu undangan yang datang pada perjamuan penikahan tersebut. Tari ini biasanya diperankan oleh lima orang penari perempuan yang termasuk sang pengantin sehingga memiliki keunikan gerak tari daerah di Indonesia yang memukau. Kekhasan tari ini ialah sang pengantin yang menjadi penari utama dan diiringi oleh empat penari lainnya yang menjadi dayang dan mengelilingi penari utama. Pada saat menari pengantin wanita akan menari di dalam lingkaran/nampan emas yang dinamakan dengan Talam, dengan memakai kuku palsu atau tanggai yang terbuat dari emas dipakai di delapan jari pengantin wanita. Tarian ini dimulai dengan para penari pen...

avatar
Aulia Rahmawati
Gambar Entri
Budaya Makasar Yang Mulai Punah
Tarian Tarian
Sumatera Selatan

Angngaru Angngaru adalah salah satu tarian kreasi Sulawesi Selatan. Dahulu budaya ini sangat sakral di kalangan para bangsawan (karaeng) karena menjadi tradisi lokal dalam upacara pernikahan dan di dalam penyambutan tamu penting di kalangan para Raja. Tari kreasi ini berisi mengenai pesan moral, penjagaan terhadap bahaya,dan kesiagaan perlindungan yang terkandung di dalam gerakan tarian tersebut disertai ucapan lantang yang menarik urat-urat leher. Tidak semua orang bisa membawakan tarian ini. Orang yang angngaru hanya bisa di hitung jari akan keberadaannya di setiap kelompok masyarakat Sulawesi selatan. Budaya angngaru biasa dikombinasikan dengan senjata khas Sulawesi Selatan yakni badik sebagai simbol penjagaan dan perlindungan. Di era mienial, budaya ini juga sudah jarang dipelajari dan ditampilkan oleh generasi muda di Sulawesi Selatan. Sumber : https://makassar.terkini.id/terancam-punah-3-budaya-bugis-makassar-ini-harus-dilestarikan/

avatar
Adnanro
Gambar Entri
Sejarah Sungai Musi #DaftarSB19
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Selatan

Pada zaman dahulu transportasi laut dan sungai sering digunakan untuk menghubungkan satu wilayah dengan dwilayah lainnya dan juga sebagai jalur perdagangan. Karena transportasi laut mudah digunakan dan dapat membawa lebih banyak barang. Jadi tempat-tempat strategis di jalur laut memiliki potensi untuk menjadi daerah ramai. PAda suatu hari dikisahkan ada sekelompok bajak laut dari negeri Tiongkok yang terdiri dari tiga perahu layar, mereka berlayar ke Selat Bangka. Kawanan bajak laut ini dipimpin oleh seorang kapten. Ketika melewati muara Sungai Musi, sang kapten melihat sungai ini lebar dan memiliki tempat yang strategis. Sang kapten mencoba mencari sungai ini di peta dan informasi lainnya, setelah dicari ternyata sungai ini belum ada di peta. Para bajak laut itu melihat banyak perahu dan kapal yang datang dari arah hulu dengan membawa hasil bumi. Melihat hal tersebut, mereka yakin bahwa daerah hulu sungai ini adalah wilayah yang subur, mereka pun bersepakat membentuk kelompok-kelom...

avatar
Irfanramja
Gambar Entri
Tari tenun songket
Tarian Tarian
Sumatera Selatan

Tarian ini merupakan cerminan dari keseharian para ibu rumah tangga dan para remaja putri di Sumatera Selatan. Dalam kesehariannya, para ibu rumah tangga dan remaja putri melakukan perkerjaan berupa menenun kain songket yang merupakan kain khas daerah mereka. Selain sebagai upaya pelestarian tarian adat, tarian ini sekaligus sebagai promosi terhadap kain khas daerah mereka, yaitu kain songket.   https://ilmuseni.com/seni-budaya/kebudayaan-sumatera-selatan

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Ukiran Al-Qur’an Raksasa Al-Akbar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sumatera Selatan

Alquran yang dinamai Al Akbar ini disebut-sebut sebagai ukiran kayu terbesar dan pertama di dunia dalam bentuk Al Quran 30 juz. Alqur-an raksasa yang terbuat dari kayu jenis tembesu, yang diukir ala khas Palembang dipamerkan. Alquran dibuat dari ukiran khas Palembang, terdiri dari lembaran kayu setinggi 2 meter dengan lebar tak kurang 1,5 meter. Warna dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning. Tiap lembar ada ukiran motif kembang di bagian tepi. Warnanya juga kuning. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu relatif lama, sekitar tujuh tahunan. Bagi yang mau melihat, Al Akbar ini dapat dilihat setiap hari pada pukul 09.00-17.00 bertempat dilantai tiga Mesjid Agung Palembang.

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Teater Dul Muluk
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Selatan

Dul Muluk merupakan salah satu seni tradisional di Sumatera Selatan. Teater Abdul Muluk pertama kali terinspirasi dari seorang pedagang keturunan arab yang bernama Wan Bakar. Dia datang ke Palembang pada abad ke-20 lalu menggelar pembacaan kisah petualangan Abdul Muluk Jauhari, anak Sultan Abdul Hamid Syah yang bertakhta di negeri Berbari di sekitar rumahnya di Tangga Takat, 16 Ulu. Acara itu menarik minat masyarakat sehingga datang berkerumun. Sejak itu Wan Bakar sering diundang untuk membacakan kisah-kisah tentang Abdul Muluk pada berbagai perhelatan, seperti acara perkawinan, khitanan atau syukuran saat pertama mencukur rambut bayi. Bersama murid-muridnya, antara lain Kamaludin dan Pasirah Nuhasan, Wan Bakar lalu memasukkan unsur musik gambus dan terbangan (sejenis musik rebana) sebagai pengiring. Bentuk pertunjukan pun diperkaya. Jika semula Wan Bakar menjadi wakil semua tokoh, kemudian para muridnya dilibatkan membaca sesuai tokoh perannya. Pada tahun 1919, t...

avatar
Admin Budaya