Musik
506 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Stek Orkes
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Alternatif sajian musik yang dapat Anda nikmati di Sumedang adalah Stek Orkes, yang pertunjukannya sama dengan pertunjukan musik Keroncong yang terdapat di daerah lain di Tatar Sund. Waditranya terdiri dari Gitar, Biola, Cuk, Bass, Selo, Markis, Bangsing (semacam suling bambu), Tamborin dan Hordeon (Argot). Selain itu, dihadirkan pula beberapa orang penyanyi wanita (biduanita) dan beberapa orang penyanyi pria. Dalam perkembangan selanjutnya, selain waditra di atas ditambah pula dengan Bongo atau Tomtam atau Kulanter, menjadikannya alunan musik yang khas. - See more at: http://disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=562&lang=id#sthash.bTr4zkiJ.dpuf

avatar
S Rofiah
Gambar Entri
Genjring Akrobat
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Luangkan waktu Anda dan nikmati salah satu kesenian khas Cirebon ini. Genjring Akrobat merupakan gabungan dari kesenian genjring ketiping dengan kesenian debus. Pada awalnya, kesenian ini merupakan media untuk menyebarkan ajaran agama Islam. Syairan shalawat menjadi tema utama yang dilantunkan secara rampak dengan diiringi tabuhan rebana tanpa tarian dalam kesenian ini. Oleh masyarakat lokal, tabuhan rebana ini disebut genjring. Hal ini mungkin dimaksudkan untuk mendekati bunyi rebana yang mirip bunyi “jring”, orang bilang “genjringan” – sebuah fakta yang menarik. Seperti halnya kesenian Islam lain, kesenian ini  menggunakan dasar  dari kitab Al-Berjanji, yang berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad. Anda akan dihibur melalui iringan musik yang berasal dari instrumen genjring, dogdog, dan gong. Selain itu juga ditampilkan tarian-tarian serta pertunjukan ketangkasan dan akrobat yang sarat dengan unsur magis dan hiburan untuk melengkapi paket hi...

avatar
S Rofiah
Gambar Entri
Genjring Rudat
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Pada awalnya Seni Rudat hanya berkembang di pesantren-pesantren, namun kemudian seni yang bernafaskan Islam ini berkembang pula di masyarakat umum. Menurut Enoch Atmabrata, rudat tarian merupakan tarian di iringi oleh musik terbangan di mana unsur tarian nya banyak kental dengan nuansa agama, seni bela diri, dan seni suara. Munculnya kesenian Rudat berawal dari tumbuhnya semangat perjuangan masyarakat dalam upayanya melawan penjajah yang dipimpin oleh seorang pangeran dari Kesultanan Kanoman Cirebon. Bersama pimpinan-pimpinan pesantren ia menyusun kekuatan dengan mengajarkan ilmu beladiri pada para santri. Kegiatan tersebut kemudian disamarkan dengan membentuk gerakan-gerakan berbentuk tarian. Adapun alat musik yang digunakan dalam pertunjukan Rudat adalah perangkat genjring, trebang dan bedug. Maka dalam tarian Rudat, Anda akan melihat perpaduan gerak silat, dzikir dan gerakan sholat, kemudian diiringi dengan lantunan puji-pujian yang mengagungkan asma Allah dan Rasulnya – su...

avatar
S Rofiah
Gambar Entri
Sampyong
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Sampyong merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Majalengka, Jawa Barat. Seni pertunjukan ini sudah jarang diketahui oleh masyarakat Majalengka, terutama anak-anak muda masa kini. Namun, masih ada masyarakat yang melestarikan seni pertunjukkan ini. Awalnya, Sampyong merupakan permainan rakyat di daerah Cibodas, Majalengka, dan lebih dikenal dengan Ujungan. Permainan ini merupakan permainan adu ketangkasan dengan saling memukul menggunakan alat dari kayu atau rotan. Ujungan dimainkan oleh dua orang laki-laki ataupun perempuan yang saling memukul, kepala mereka menggunakan teregos (penutup kepala). Permainan ini juga terdapat satu wasit. Ujungan tidak dikategorikan sebagai seni bela diri, karena mereka tidak menampilkan jurus-jurus bela diri. Namun, permainan ini masuk kategori seni karena permainan ini diiringi oleh alat musik gamelan. Seiring dengan berjalannya waktu, permainan ini dianggap pemainan berbahaya, tokoh-tokoh ujungan menyederhanakan permainan ini, deng...

avatar
Narita Fuji Triani
Gambar Entri
MaestroSeniTradisi - Marsius Sitohang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Marsius Sitohang Cikajang-Jawa Barat, 3 Juni 1952   adalah seorang seniman tradisional Batak Toba. Jalur pendidikan resmi yang hanya ditempuh sampai kelas 2 Sekolah Rakyat harus membuatnya tidak dapat membaca ataupun menulis, namun keahliannya dalam bermusik sudah tidak dapat disangkal lagi. Keahlian Marsius memainkan alat musik terutama seruling sudah terlihat sejak kecil. Marsius kecil kerap mengabiskan waktunya memainkan seruling dan belajar secara otodidak maupun kepada orang-orang di kampungnya, Palipi. Pada suatu ketika, Marsius diundang dalam sebuah seminar tentang musik tradisional yang diadakan di Taman budaya Medan, pada kesempatan itu Marsius beserta 5 orang pemain musik tradisional lainnya diperkenankan tampil. Setelahnya, Marsius diperkenalkan kepada Rizali Siagian, yang adalah salah satu ketua jurusan di Fakultas Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara dan kemudian diminta untuk mengajar praktek di Fakultas Etnomusikologi Universitas...

avatar
Minor Caknole
Gambar Entri
angklung
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu dan dibunyikan dengan cara digoyangkan. Alat musik ini berasal dari Tanah Sunda. Kata Angklung berasal dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan” yaitu gerakan pemain Angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya. Secara etimologis, Angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti pecah. Jadi Angklung merujuk nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap. Setiap angklung akan menghasilkan nada yang berbeda, sehingga setiap penampilan membutuhkan lebih dari satu angklung. Sedikitnya delapan nada dihasilkan oleh angklung. Angklung telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dari Indonesia pada tahun 2010.

avatar
Nuirpan
Gambar Entri
angklung
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang terbuat dari bambu dan dibunyikan dengan cara digoyangkan. Alat musik ini berasal dari Tanah Sunda. Kata Angklung berasal dari Bahasa Sunda “angkleung-angkleungan” yaitu gerakan pemain Angklung dan suara “klung” yang dihasilkannya. Secara etimologis, Angklung berasal dari kata “angka” yang berarti nada dan “lung” yang berarti pecah. Jadi Angklung merujuk nada yang pecah atau nada yang tidak lengkap. Setiap angklung akan menghasilkan nada yang berbeda, sehingga setiap penampilan membutuhkan lebih dari satu angklung. Sedikitnya delapan nada dihasilkan oleh angklung. Angklung telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dari Indonesia pada tahun 2010.

avatar
Nuirpan
Gambar Entri
calung
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Pada masa awal penyebaran Islam, seni calung sering dipadu dengan lengger (le = thole = sebutan untuk anak laki-laki, dan ngger = angger = sebutan untuk anak perempuan). Seni calung digunakan sebagai alat untuk memanggil atau mengumpulkan anak-anak untuk diberikan pengetahuan baru yaitu tentang ajaran Islam. Seni calung berkembang di wilayah Banyumas. Wilayah Banyumas adalah wilayah budaya kulonan yang memiliki karakteristik cenderung apa adanya (blaka suta), lugu dan aksen ngapak. Ciri khas ini tercermin pada syair-syair lagu yang dipadu dengan irama musik calung serta senggakan-senggakan yang terkesan vulgar.

avatar
Nuirpan
Gambar Entri
Gondang #DaftarSB19
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Bagi orang sunda, lesung dan alu bukan hanya sekadar media untuk menumbuk padi. Ternyata alu dan lesung juga dijadikan alat musik, mereka menyebutnya musik gondang. Konon, nenek moyang orang sunda bermain gondang untuk bersyukur atas panen padi yang berlimpah dan merupakan bagian dari upacara untuk menghormati Dewi Padi yaitu Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Musik gondang ini menjadi doa agar ladang orang sunda tetap subur.  Gondang juga dilakukan oleh wanita yang dianggap suci atau sudah tidak menstruasi lagi. Sekarang gondang dijadikan seni pertunjukan yang menggambarkan romansa percintaan orang desa, yaitu wanita yang memainkan alu dan lesung yang membentuk suara indah, lalu laki-laki desa mendekati para wanita dan menggodanya sehingga terjadilah nyanyian-nyanyian sunda yang di nyanyikan secara berpasangan namun ada satu orang laki-laki yang tidak mendapatkan pasangan. Biasanya gondang di pertunjukan di acara pesta pernikahan, khitanan, dan pesta-pesta lainnya.

avatar
Kriscahyani