Hantu dompe merupakan sosok orang bertubuh kecil dengan 2 telinga yang sangat lebar. Telinga itulah yang akan dia gunakan untuk terbang. Hantu ini populer di Bugis Bone, Sulawesi Selatan. Sumber: https://www.jpnn.com/news/10-hantu-paling-menyeramkan-di-sulawesi-selatan?page=4
Tallu Ana adalah jenis hantu roh seorang perempuan yang muncul bila kabut turun. Konon, Tallu Ana ini suka menyembunyikan anak kecil, tetapi tidak diapa-apakan, hanya disembunyikan. Di daerah Sinjai Barat, sering terdapat anak kecil yang di sembunyikan oleh Tallu Ana. Mereka biasanya menyembunyikan anak-anak tersebut di hutan selama 3 hari. Sumber: https://www.jpnn.com/news/10-hantu-paling-menyeramkan-di-sulawesi-selatan?page=4
Kandoleng adalah jenis hantu perempuan berbaju putih yang punggungnya belubang. Hantu ini mirip dengan kuntilanak di tanah Jawa. Kandoleng kerap menjelma sebagai momok menakutkan di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Suaranya yang khas, membuat siapa pun merasa takut. Ketika isu tentang maraknya Kandoleng beredar, maka anak-anak kecil tidak diperbolehkan keluar malam oleh orang tua mereka. Mereka hanya dibiarkan bermain di luar sampai sore. Karena mereka takut, Kandoleng akan memangsa anak mereka. Kemunculan kandoleng lumrahnya di pohon-pohon berbatang besar dan berdaun lebat. Sumber: https://www.jpnn.com/news/10-hantu-paling-menyeramkan-di-sulawesi-selatan?page=5
Hantu Kongkong Pancing bermukim di Gunung Bawakaraeng. Kongkong Pancing ini punya grup dalam menyatroni kampung-kampung pada malam hari. Grup dari kongkong pancing ini sendiri, terdiri dari sikongkong pancing sendiri (seekor anjing siluman) burung siluman, kuda siluman dan sipenunggang kuda yang merupakan bos dari siluman tersebut. Sumber: https://www.jpnn.com/news/10-hantu-paling-menyeramkan-di-sulawesi-selatan?page=5
La Galigo adalah salah satu karya sastra tradisional yang menceritaan kisah kepahlawanan dalam bentuk syair (Epos). Cerita kepahlawanan La Galigo tidak kalah hebat dengan cerita Mahabarata dan Ramayana dari India. Kisahnya Buku ini berisi kisah orang Bugis, asal Sulawesi Selatan, di masa lalu lengkap dengan sejarah, kebudayaan hingga dongeng-dongeng. Salah satunya menceritakan tentang kisah kepahlawanan, Sawerigading, seorang pahlawan yang gagah berani. Namun, cerita dalam La Galigo bukan sejarah. Hal itu karena di dalam cerita La Galigo penuh dengan mitos dan peristiwa-peristiwa yang sangat luar biasa.Meskipun demikian, La Galigo cukup berjasa karaena dapat memberikan gambaran kepada ahli sejarah mengenai kebudayaan Bugis sebelum abad ke 14. Karya sastra La Galigo ditulis dengan bahasa Bugis asli Galigo. Konon bahasa Galigo saat ini hanya dipahami oleh kurang dari 100 orang. La galigo kini sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Pada tahun 2...
Alkisah, ada enam orang laki-laki bersaudara. Suatu hari, ayah mereka meninggal dunia dan hanya meninggalkan warisan berupa lima petak sawah. Oleh karena mereka berjumlah enam orang, sedangkan sawah yang diwariskan hanya lima petak, maka masing-masing berebut untuk memilikinya. Setiap orang bersikeras ingin memiliki sepetak sawah, hingga akhirnya terjadilah pertengkaran di antara mereka. Untuk menengahi agar pertengkaran tidak berkelanjutan, maka orang yang paling tua pun berkata: “Sebaiknya kita bertanding bicara saja. Siapa yang paling besar biacaranya dialah yang akan memiliki seluruh petak sawah yang diwariskan ayah. Janganlah kita bertengkar terus-menerus.” Mereka pun menyetujui pendapat kakaknya. Setelah itu, mereka lalu duduk berkeliling dan mempersilakan saudara mereka yang paling tua untuk memulai pertandingan. Berkatalah yang tertua: “Pada suatu ketika saya pergi ke hutan dan mendapati sebatang pohon yang sangat besar. Betapa besarnya pohon itu, s...
Tradisi aru Anggaru Tradisi ini merupakan ikrar atau ungkapan sumpah setia. Tradisi ini biasanya dilakukan dalam upacara adat, kegiatan pemerintah, maupun penyambutan tamu-tau kehormatan. Ritual ini menyampaikan makna simbolis kalau tamu yang berkunjung akan dijamin keselamatannya selama berada di derah ini. sumber: http://kepercayaanlokal2018saa4bkelompok4.blogspot.com/2018/04/tradisi-aru-anggaru-gowa-makassar.html #SBJ
Pada jaman dahulu kala di kota Makasar terdapat sebuah kerajaan yang besar. Rajanya sangat masyhur dan gagah perkasa, bergelar Daeng Sinaroja. Sedang patihnya bernama Daeng Magang. Bala tentaranya sangat banyak dan pemberani. Pada suatu malam, sang raja bermimpi yang sangat berkesan. Dalam mimpinya beliau bertemu dengan seorang putri yang sangat cantik rupawan. Putri itu mengaku bernama Dewi Ratna Sari, putri dari Tawang Alun adipati Kabonan. Daeng Sinaroja menginginkan agar mimpinya itu menjadi kenyataan. Maka disebarlah bala tentaranya ke seluruh penjuru Nusantara di bawah pimpinan patih Daeng Magang. Setelah beberapa minggu berlayar, sampailah mereka di Pulau Madura. Di sana mereka mendapat kabar bahwa yang dimimpikan rajanya itu ada. Kadipaten Kabonan itu terletak di ujung Pangkah. Dengan diantar oleh Pangeran dari Madura meryeberangi selat Madura, akhirnya sampailah di pesisir Ujung Pangkah. Mereka beristirahat di pantai untuk membuat pesanggrahan. Daeng Magang berniat...
Tolotang (kadang ditulis Tolottang) adalah sebuah kepercayaan yang terutama dianut di Kabupaten Sidenreng Rappang (disingkat menjadi Kabupaten Sidrap), Sulawesi Selatan. Sekitar 5000 warga di wilayah amparita, Kabupaten Sidrap menganut kepercayaan yang sudah turun temurun. Karena pemerintah Indonesia hanya mengakui enam agama, selebihnya dikategorikan sebagai Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan penganut Tolotang tidak mau disebut sebagai aliran kepercayaan, mereka menggabungkan diri dengan Agama Hindu. Itulah sampai sekarang dikenal dengan nama Hindu Tolotang. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Tolotang