Budaya unik yang satu ini diselenggarakan oleh masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat. Bertujuan untuk memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain seorang cucu dari Nabi Muhammad SAW. Biasa kita kenang di tanggal 10 Muharram pada kalender tahunan. Kata Tabuik diambil dari bahasa Arab dengan kata “tabut” artinya peti kayu. Berdasarkan legenda, terjadi kemunculan mahkluk berwujud kuda seperti vegasus namun kepalanya berbentuk kepala manusia. Ritual ini sudah ada sejak tahun 1826 – 1828, namun masih bernuansa adat India, dan pada tahun 1910 terjadi kesepakatan untuk mencampur adat Tabuik dengan adat istiadat Minangkabau sampai akhirnya seperti sekarang. Festival ini dianggap membawa berkah, dibuatnya tabuik raksasa dimana bagian-bagian dari patung tersebut memiliki arti. Bagian bawah tabuik dianggap perwujudan urak, burak dan peti melambangkan burak yang menjemput jenazah Hussein bin Ali, hingga tabuhan gendang pun disimbolikan untuk mengenang peristiwa...
KERAMBIT Kerambit merupakan senjata tradisional yang paling populer diantara senjata lainnya dari Sumatera Barat. Kepopuleran dari senjata ini sangatlah luar biasa, karena serangan yang ditimbulkan oleh Kerambit sangatlah mematikan. Bahkan saking mematikannya, senjata satu ini diadopsi oleh US Marshal sebagai senjata wajib setiap para tentaranya. Kerambit ini merupakan sebuah pisau dengan lengkungan siku pada bilahnya. Bilah yang tajam serta ujungnya yang runcing membuat senjata ini bisa melukai lawan dengan efek fatal. Sekalipun terkena dari luar, kulit yang terkena hanya akan terlihat tersayat saja, tetapi karena ketajamannya, senjata ini dapat menimbulkan luka dalam yang bisa memutus urat dan juga otot mereka yang terkena. Banyak para sejarahwan mancanegara yang sudah meneliti senjata khas dari masyarakat Minangkabau ini. Catatan dari Asian Journal British pada tahun 1827 menyebutkan bahwa para tentara minang di masa perang kemerdekaan selalu dipersenjatai dengan...
Upacara yang satu ini sebenarnya lebih berkaitan dengan religi, berdasarkan kepercayaan umat Islam Tapi hanya ditemukan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sehingga, menjadi sebuah tradisi yang khas dari daerah tersebut. Upacara Tabuik ini digelar sebagai bentuk peringatan atas kematian anak Nabi Muhammad SAW dalam sebuah perang di zaman Rasulullah dulu. Dilakukan pada Hari Asura setiap tanggal 10 Muharram tahun Hijriah. Beberapa hari sebelum datangnya waktu penyelenggaraan upacara ini, masyarakat akan bergotong royong untuk membuat dua tabuik. Kemudian, pada hari H, kedua tabuik itu di arak menuju laut di Pantai Gondoriah. Satu tabuik diangkat oleh sekitar 40 orang. Di belakangnya, rombongan masyarakat dengan baju tradisional mengiringi, bersamaan dengan para pemain musik tradisional. Lalu, kedua tabuik itupun dilarung ke laut. Sumber: https://pusakapusaka.com/5-upacara-tradisional-indonesia-yang-unik-dan-khas.html
Asam padeh hati ampela ayam merupakan kuliner modifikasi khas masyarakat Padang, Sumatera Barat. Mengapa disebut modifikasi, karena asam padeh pada umumnya menggunakan ikan sebagai bahan utamanya. Berikut bahan-bahan yang kalian perlukan untuk membuat kuliner ini beserta langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 5 pasang hati ampela ayam 1/2 bagian bawang bombay ukuran sedang, iris 3 buah cabai hijau besar, belah dua 3 buah belimbing wuluh ( belah dua, kemudian masing-masing dipotong lagi menjadi 2 ) 3 lembar daun jeruk 1 lembar daun kunyit, simpulkan ( resep asli memang memakai daun kunyit, tapi kali ini saya tidak pakai ) Secukupnya air asam jawa Sejumput bubuk bumbu kari kambing 700 ml air (boleh dilebihkan) Secukupnya garam, gula, merica, dan kaldu bubuk ayam (resep ini memakai kaldu yang non MSG) Secukupnya minyak sayur untuk menumis Bumbu halus : 7 buah cabai merah...
Aia kawa atau kawa daun, adalah minuman dari daun kopi yang diseduh seperti teh. Daun kopi lokal pilihan awalnya dikeringkan dengan cara disangrai selama 12 jam. Saat akan diminum, daun kering ini dicampur dengan air dingin, lalu diseduh dengan air mendidih. Kopi kawa atau masyarakat sekarang menyebutnya kopi kawan merupakan merupakan kebudayaan lama masyarakat dalam hal berkebun dan ini seiring dengan kebudayaan orang meminum teh. Sebelum VOC masuk, kebudayaan meminum daun kopi sudah ada, justru kehadiran VOC mengajarkan masyarakat bahwa kopi memanfaatkan bijinya bukan daunnya. Ada kekeliruan publik yang mengaitkan daun kawa/aia kawa dengan adanya tanam paksa dalam kekuasaan kolonial Belanda . Penduduk di Sumatera Barat dilarang menikmati biji kopi untuk diri sendiri meskipun dipaksa untuk menanamnya demi kepentingan perdagangan. Peraturan ini diakali dengan menggunakan dedaunan kopi yang dipercaya masih mengandung kafeina ....
Palai rinuak merupakan salah satu masakan khas dari daerah Sumatra Barat, palai rinuak terbuat dari ikan rinuak yang diberi bumbu dan parutan kelapa lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus untuk memasaknya. Memasak palai rinuak bisa dibilang susah-susah gampang, karna bahan utama masakan ini, ikan rinuak yang hanya berada danau maninjau. Ikan rinuak sekilas mirip teri medan, ukurannya sangat mini berkisar 2-3 cm, Bahan-bahan: o 300 gram ikan rinuak o 200 gram kelapa parut o 3 lembar daun kunyit o 2 batang daun bawang, iris tipis o daun pisang secukupnya Bumbu-bumbu Halus: o 7 buah cabe merah kertiting o 6 butir bawang merah o 4 siung bawang putih o 2 sdt garam o 2 sdt penyedap o 2 sdt&n...
Rendang sapi termasuk salah satu menu yang paling banyak dicari orang baik direstoran ataupun dirumah makan padang. Memang wajar saja apabila menu ini banyak dicari orang selain karena harganya yang terjangkau menu ini memang mempunyai daya tarik tersendiri dan kelezatan yang di mana apabila kita pintar di dalam pengolahannya bisa membuat kita menjadi bersemangat untuk makan. Daging sapi lulur 500 gram, potong melebar kurang lebih 12 bagian Daun kunyit 2 lembar Daun jeruk 2 lembar Serai 2 batang, memarkan Pekak 1 buah Kelapa parut sangrai 2 sendok makan Santan 1000-1500 ml dari 2 butir kelapa Minyak goreng 2 sendok makan Resep Bumbu Halus Rendang Daging: Bawang merah 10 butir Bawang putih 6 siung Cabai merah 150 gram Cabai rawit sesuai selera Kemiri 5 butir Jinten 1/2 sendok teh Ketumbar 1 sendok teh Kunyit 1/2 cm Jahe 1 cm Garam secukupnya Cara Membuat Rend...
Ayam adalah salah satu jenis bahan makanan yang sangat fleksibel untuk diolah. Digoreng, direbus, dikukus, ditumis, dimasak kuah, hingga dibakar. Kali ini kami menyajikan satu lagi variasi cara memasak ayam; resep ayam cabe ijo. Gurihnya daging ayam berpadu dengan pedas dan aroma khas cabe ijo, tentu akan menggoda selera makan keluarga anda. Cara pengolahan masakan ini sangat praktis, sangat pas bagi anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak. Untuk penyajiannya, ayam cabe ijo bisa disajikan bersama nasi putih hangat dan lalapan mentimun. Bisa juga disajikan seperti di rumah makan padang ; sajikan bersama rebusan daun singkong muda. Pasti akan membuat acara santap siang ataupun santap malam di rumah anda terasa sangat istimewa. Pilihan ayam yang digunakan dalam resep ini bisa disesuaikan dengan selera anda. Jika menyukai tekstur ayam yang lebih empuk, anda bisa menggunakan ayam broiler. Namun jika menyukai rasa yang lebih gurih, ayam kampung yang...
Buah nangka atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan jackfruit selain lezat di konsumsi saat buah sudah matang, saat buah nangka tidak/belum matang pun sebenarnya buahnya dapat dikonsumsi namun di olah terlebih dahulu untuk dijadikan teman makan nasi. Rasanya gurih, sedikit kental karena diberi campuran santan di dalamnya, jika Anda sering mampir untuk makan di Rumah Makan Padang pasti sudah tidak asing lagi dengan makanan dan rasa masakan yang satu ini, karena biasanya gulai nangka ini diberikan gratis untuk disiram diatas sepiring nasi panas yang Anda pesan. Membuatnya sendiri di rumah akan memberikan rasa puas karena Anda bisa makan sepuasnya sesuai porsi yang Anda mau, berikut adalah cara membuatnya: Bahan-bahan Bahan: 750 gram nangka muda yang sudah dibersihkan, potong-potong 250 gram daging (tetelan daging berlemak), cuci bersih 500 ml air, untuk merebus daging 800 ml santan dari 1 butir kelapa 2 ruas ibu...